
" Kartika... hari ini Arya masih kupinjam dulu untuk melatih Manda ya... aku sangat sibuk hari ini " ucap Ryan
" Ok.. no problem, jangan lupa 2 jam lagi rapat di ruang rapat utama " sahut Kartika
" Ok... kalian ikut aku ke ruanganku dulu!! " keduanya pun masuk ke ruangan Ryan
" Arya.. ambilkan semua berkas dan agenda kerjamu untuk di berikan pada Manda agar ia bisa mempelajarinya!! "!titah Ryan
" Baik tuan... " Arya pun keluar dari ruangan
" Silahkan duduk Manda, sebelum kita bekerja sama aku ingin berkenalan dulu denganmu... Siapa nama lengkapmu dan berapa umurmu? " tanya Ryan sambil memandangi gadis cantik di depannya yang memiliki rambut sebahu itu
" Nama saya Manda Permata Sari umur hampir 20 tahun... " jawabnya cepat
" Ada hubungan apa dengan Uut permata sari?? " tanyanya serius
" What.... ha ha ha tetangga aja Kayaknya " jawab Manda tertawa geli mendengar pertanyaan bos barunya itu, ngak nyangka dengan pertanyaan tersebut
" Siapa yang mengizinkanmu tertawa..!! " ucap Ryan sambil melotot
" Maaf tuan... " ucap Manda sambil menutup Bibirnya
" Hemm... " ucapnya dingin... cantik sekali jika dia tertawa... ha ha aku suka mengerjai bocah ini ucap Ryan dalam hati, lumayan buat hiburan
" Pendidikan terakhir... ? " lanjutnya
" Sempat kuliah di Unikom Bandung masuk semester 2, tapi ini cuti dulu "
" Kenapa kau mengambil cuti?? "
" Saya ngak ada biaya.. makanya saya kerja tuan " jawab Manda sambil menunduk
" Apa hubunganmu dengan tuan Samudra?? " selidik Ryan yang masih sangat penasaran... Manda terdiam
" Tidak ada tuan .."
" Yakin?? tapi mengapa kau sangat spesial?? "
" Maksud tuan?? "
__ADS_1
" Jangan pura-pura ngak tau, tuan tidak pernah merekomendasikan seorang pekerja tanpa di tes sebelumnya... bahkan Melody saja dulu ikut tes, jujur saja Manda.. jangan bilang kau keluarga tuan, aku mengenal semua keluarga tuan Samudra " ucap Ryan
" Aduh gimana ni ya... apa kuberitahu saja, tapi kata tuan Samudra aku harus merahasiakannya dari siapapun " ucap Manda dalam hati... tak sadar ia berfikir sambil mengigit bibir bawahnya
" Buset ni bocah malah mengigit bibirnya.. apa maksudnya? apa ia mau mengodaku?? " dada Ryan bergetar melihatnya. Akhirnya Manda bersikap normal lagi... ia memajukan wajahnya mendekati Ryan...
" Baiklah saya akan mengatakannya, tapi tuan janji jangan memberitahu siapapun ya!! " ucapnya sambil memberi kode agar Ryan mendekat... seperti sapi yang di cucuk hidungnya... Ryan pun menurut dan setelah dekat, Manda berbisik pelan ke kuping Ryan
" Saya sahabat dekatnya Melody, saya sedang kesulitan jadi Melody meminta tolong pada tuan Sam untuk menolong saya " ucapnya pelan
" Kau si dawet?? " tanya Ryan tak percaya
" Tuan tau tentang saya?? "
" Hemm ya... Melody sempat menceritakan tentang sahabatnya yang bernama dawet itu beberapa kali, setauku kau dari keluarga kaya.. mengapa kau memerlukan pekerjaan bahkan sampai tidak melanjutkan kuliahmu? " selidiknya lagi
" Harus ya saya cerita tuan..?? " tanyanya kembali mengigit bibirnya
" Kenapa kau keberatan?? " Manda menggeleng
" Tidak tuan...tapi ceritanya panjang, emang tuan ada waktu sekarang kan kata mba Kartika sebentar tuan mau rapat " ucap Manda bertepatan dengan kedatangan Arya
" Jadi tugasmu Manda.. kau harus sampai ke kondo tuan paling lambat jam 6.30, sampai di sana kau buatkan tuan susu hangat dan roti lapis... lalu membersihkan kamar dan menyiapkan baju kerja tuan. Setelah kalian sarapan bersama lalu berangkat ke kantor.. sampai di sini ada pertanyaan ?? " jelas Arya
" Memangnya kemana istrinya tuan.. kok kita harus menyiapkan sarapannya?
" Tuan belum menikah..!! " jawab Arya
" Oo begitu... tapi aku ngak di suruh masak kan? aku ngak bisa masak " tanya Manda
" Tuan sih ngak pernah nyuruh aku masak.. mungkin karena aku laki2, tapi ngak tau kalau kamu... masa sih kamu ngak bisa masak sama sekali? sebaiknya kamu belajarlah mumpung masih muda " jawab Arya
" Iya deh nanti Manda belajar masak, terus Gimana lagi?? "
" Sampai kantor ya kamu hanya mengerjakan apapun yang di suruh tuan... dan selalu ikut kemanapun tuan pergi, bilang sama orang tuamu jam kerjamu tidak seperti karyawan lain.. biasanya aku pulang paling cepat itu jam 8 malam karena pekerjaan tuan memang banyak , sabtu kita kerja setengah hari tapi kalau tuan biasanya tetap kerja sampai malam... ya kita harus menemani " lanjut Arya
" Sabtu sampai malam.. Emangnya tuan ngak malam mingguan?? " tanya Manda lagi..
" Selain ngak punya istri.. tuan juga ngak punya pacar.. mengerti!! "
__ADS_1
" Tapi tuan ngak.. he he " ucapannya terhenti
" Ngak apa.. maksudmu?? "
" Ngak itu... pedang makan pedangkan ?? " tanyanya lagi... Arya terdiam sejenak
" Entahlah... aku saja bingung, tuan sih sepertinya bukan seperti itu tapi juga ngak pernah jalan atau telfonan ama wanita... mungkin karena ia terlalu sibuk bekerja... lagian itu bukan urusan kita Manda... kita taunya bekerja aja.. paham!! " ucap Arya... senyum Manda mengembang sempurna
" Ow Ow Ow senangnya dapat bos ngak suka perempuan... jadi dia ngak bakalan macam-macamin aku... jadi bias seharian semalaman deketan ngak bakalan di *****-***** he he " sorak Manda dalam hati
" Woi.. kok malah senyum2 sendiri, kamu senang ya tuan jomlo.. kamu suka sama tuan..naksir?? " tegur Arya membuat lamunannya terhenti
" Apa suka...?? cih.. aku mah lagi benci banget ama lelaki... ngapain juga naksir tuan yang udah tua gitu... bukan selera Manda banget " sahutnya kesal
" Hati-hati mulutmu harimaumu... biasanya kalo benci itu ujung2nya cinta lho "
" Ngak bakalan... lah yau... " ucap Manda dengan pd nya. Arya pun terus melatih Manda sampai waktu habis.
💅💅💅💅
Sementara semua orang sedang bekerja keras di luar... Samudra baru saja menyelesaikan kerja kerasnya di atas ranjang. Peluh keringat memenuhi tubuh kekarnya yang menandakan ia benar-benar habis bekerja keras tadi.
" Terimakasih sayang... I love you " bisiknya sambil menarik tubuh Melody ke pelukannya, tak ada sahutan dari Melody karena ia sudah ko hanyut di alam mimpi. Beberapa saat Samudra terus memeluk istrinya itu dan memandanginya sampai puas. Senyum nya tak luntur karena habis mereguk kenikmatan luar biasa pagi ini... namun ke asikannya terganggu karena hp nya berbunyi
Dengan malas ia mengambil hp nya, ternyata chat dari kartika
" Maaf tuan... 30 menit lagi anda harus rapat, nyonya Melody biar saya yang mengurus " tulisnya... terpaksa Samudra bangun.. sebelum ke kamar mandi ia merapikan istrinya di balik selimut.
Setelah siap.. Samudra kembali duduk di sisi ranjang dan mencoel pipi Melody yang masih tertidur berkali-kali
" Sayang... aku pergi rapat dulu ya, kau tidur saja ya... nanti kalau ada perlu apa-apa bilang saja sama Kartika.. Ok.. muahhh " ucapnya lalu mencium kening istrinya lalu ia pun keluar setelah Melody kembali tidur.
" Kartika... jaga istriku, kau tidak usah ikut rapat , kau juga!! " titahnya sambil menunjuk Moe
" Siap tuan...!! " ucap Keduanya
Okay... semua... sambung lagi next eps
Ini penampakan si Manda ya...
__ADS_1