
Tanpa hambatan berarti mobil yang membawa Melody sampai ke apartemen Nadia, keduanya lalu membawa Melody masuk ke dalam apartemen setelah melihat keadaan aman.
Nadia telah menyediakan sebuah kursi untuk mendudukkan Melody, mereka mendudukan Melody lalu mengikat tangannya di belakang juga menutup matanya dengan kain tentu maksudnya agar Melody tak mengenali mereka.
Selesai dengan tugasnya... Nadia memberikan sebuah amplop tebal pada keduanya, keduanya pun pergi....
Kini tinggal Melody seorang diri yang di kelilingi 3 orang wanita serigala berbulu domba
Masing-masing menyeringai sambil mengelilingi Melody, di otak masing-masing sudah tersusun rencana kekejian apa yang akan mereka lakukan, Citra yang semula takut pun jadi berani melihat rivalnya yang tak berdaya
5 Menit berlalu namun tak ada pergerakan juga dari Melody, Nadia yang di bakar rasa cemburu dan iri dengki tingkat dewa membuka kulkas dan menuangkan sebotol air dingin ke kepala Melody membuat Melody sadar seketika
" Tolong hentikan... dingin... dimana ini, mengapa mataku di tutup... tolong ... " terdengar suara Melody yang meminta tolong... ketiganya malah tambah menyeringai mendengarnya
" Kau sudah sadar... kutu busuk ha ha ha .... " bukannya berhenti Nadia mengulangi kembali aksinya dengan botol yang baru, Melody hanya bisa diam mengigil merasakan seluruh tubuhnya basa oleh air es
" Bersyukurlah aku masih baik padamu, jika tidak aku akan menyirammu dengan air panas brengsek ..pang..." bunyi botol kosong yang di lemparkan Nadia ke kepala Melody
" Aduh.... si..siapa kalian ?? mengapa kalian menculikku ???" tanya Melody memberanikan diri
" Siapa kami hah...?? kami adalah malaikat pencabut nyawa mu ha ha ha, ketiganya tertawa terbahak-bahak bahkan sampai mengeluarkan air mata melihat Melody ketakutan
Nadia yang sudah tidak sabar langsung maju... ia berkacak pinggang di depan Melody yang kedinginan
" Hei anak ingusan jangan mimpi kau untuk menjadi nyonya Samudra, anak ingusan sepertimu cocoknya jadi ob selamanya plak....plak..." dengan sadis Nadia menampar kedua pipi Melody bergantian
" Ahh sakit... hik hik " Melody terisak namun Nadia belumlah puas lagi... ia kembali menampar Melody berkali-kali sampai tangannya sendiri merasakan sakit barulah ia berhenti.
Senyum Nadia tak hilang sedari tadi... betapa puas sudah hatinya bisa melakukan apa yang diimpikannya selama ini, betapa selama ini hatinya begitu panas jika melihat Melody selalu berdekatan dan menghabiskan waktu yang lama berduaan di ruangan Samudra selama ini
Nadia kemudian duduk di sofa ...dia memberi kode pada Citra agar mengambil alih. Citra maju berlahan... ia masih bingung apa yang akan di lakukannya pada gadis itu. Citra hanya menatap Melody cukup lama sampai akhirnya ia pun mengambil secangkir kopi miliknya... sambil tersenyum Citra menuangkan kopi tersebut ke atas kepala Melody
" Ahhhh....." teriak Melody karena merasa kepanasan
" Ahhh suaramu sangat Merdu Melody.... seperti suara nyanyian ha ha ha " gelak Citra lalu duduk di sebelah Nadia
" Segitu saja ...???" tanya Nadia
" Cih dasar Cemen " olok Naura
Kini si bigboss mengambil alih ... ia berdiri sambil memegang sebuah gunting besar... ya ... ia memang berniat mengunting rambut Melody sebagai souvenir
__ADS_1
" Kau tau Mel... Samudra memang sangat menyukai wanita yang memiliki rambut yang panjang dan indah, ya seperti rambutmu ini... bukankan begitu ??" tanyanya pada Melody... Melody hanya bisa mengangguk sambil terisak
" Ha ha ha jangan menangis sayang, aku bahkan belum mulai... kau tau apa yang akan kulakukan padamu gadis ingusan ??" tanya Naura
" Tolong jangan sakiti Mel...apa salah Mel pada kalian ??" tanya Melody balik
" Salahmu...??? pada kami...?? tak ada... kesalahanmu hanyalah menjadi calon istri Samudra... jika tidak kau tak akan berurusan dengan kami, kau dengar itu bocah ha ha ha " jawab Naura sambil memainkan ujung rambut Melody
" Sekarang dengar baik-baik bocah .. aku akan menarik rambutmu yang indah ini sekuat tenagaku lalu aku akan menguntingnya habis, agar kau ingat selalu jangan macam-macam dengan kami... khususnya aku " desis Naura
" Memangnya siapa kalian ??" tanya Melody lagi
" Sudah terlambat untuk tau bocah... sekarang kau akan merasakan bagaimana rasanya sakit itu.... " ucap Nadia lalu bersiap menarik rambut Melody yang diikat kuda itu sekuat tenaganya..
" Ucapkan selamat tinggal pada rambutmu Melody ha ha ha " ucap Naura lalu menarik rambut Melody sekuat tenaganya tentu dengan tujuan agar Melody merasakan kesakitan yang luar biasa....
Namun.....
Bruk....auuuuu
Rambut yang di tarik Naura malah lepas dari kepala Melody membuat Naura terbanting ke dinding sambil memegang rambut yang terlepas itu, betapa kagetnya Naura mendapati tangannya memegang sebuah wig
" A... apa...?? wig... jadi " belum lagi hilang keterkejutan ketiganya sang gadis yang diikat langsung berdiri dan entah bagaimana caranya ia bisa melepas ikatan di tangannya dan ia lalu membuka ikatan di mulutnya....barulah nampak terlihat jelas , gadis itu bukanlah Melody
" Auuuu.. lepaskan !! " teriaknya karena sang gadis penyamar menarik keras rambutnya hingga ia terduduk di lantai sambil memegangi rambutnya yang di tarik oleh sang gadis
" Sekarang kalian akan mendapat balasan dari apa yang sudah kalian lakukan padaku tadi...." ucapnya dingin dengan wajah menyeringai.....ketiganya langsung saja memucat.
Sang penyamar mendatangi Nadia lebih dulu... ia lalu menampar Nadia berulang kali dengan begitu keras bahkan darah mulai keluar dari hidungnya
" Plak....plak..."
" Aw aw...sakit..!!" jerit Nadia
" Plak...plak...plak...!!"
" Ampunnn 😭😭😭" terdengar suara Nadia yang kesakitan
" Enak bukan.... itulah yang kurasakan tadi ... brengsek !!" ucapnya lalu kembali menampar Nadia sekali lagi hingga Nadia pingsan...
Citra yang melihatnya menangis histeris...
__ADS_1
" Ampun... jangan sakiti saya... saya tadi tak melakukan apapun padamu !!" ucapnya memelas, sang penyamar hanya tersenyum miring, ia lalu menarik Naura di rambutnya dan mendudukkannya di sebuah kursi di depan Citra...dan mengikat tangan Naura
" Lihatlah baik-baik apa yang akan kulakukan pada temanmu ini nona ..!!" desisnya , ia lalu mengambil gunting besar yang di pegang oleh Naura tadi
" A... apa yang mau kau lakukan ??" tanya Naura horor, sang penyamar pun menarik rambut Naura ke atas lalu
Kresssss.......
Ia mengunting rambut Naura yang panjang tersebut hingga pendek
" Jangan... aaaaaaaa" Naura berteriak histeris melihat rambut panjangnya berhamburan di lantai
" Salam hangat dari tuan Samudra khusus untuk anda nyonya Mahendra he he he " bisik sang penyamar di kuping Naura, Mata Naura melotot seketika... ia tak percaya rencananya telah di ketahui oleh Samudra
Bug... Sang penyamar memukul Naura sampai pingsan lalu melepaskan ikatan Naura
Sang penyamar lalu membersihkan sidik jari di gunting tadi... ia lalu mengenggamkannya ke tangan Nadia. Tak lama ia lalu ke dapur mengambil sebilah pisau...
Citra mengigil melihat pisau tajam itu, dengan pisau itu sang penyamar memutuskan tali pengikat tangan Citra dan menyuruh Citra berdiri
" Sekarang katakan nona... anda ingin masuk penjara bersama mereka atau tidak ??" tanyanya
" Tidak... aku tidak mau masuk penjara... tolong lepaskan saya !!" ucap Citra sambil menangis
" Jika kau tak mau masuk penjara bersama mereka berdua, maka kau harus bersaksi mendukung ceritaku.. paham, jika kau ingkar... dengan mudah aku bisa mengorok lehermu.. paham !!" titahnya yang langsung di angguki oleh Citra
Sang penyamar lalu menampar Citra sekali hingga Citra terduduk...
Mata Citra mengawasi apa yang dilakukan gadis penyamar itu. Sang gadis menusukkan pisau di tangannya ke area atas dadanya hingga menancap .. mata Citra melotot ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya ini
Sang gadis lalu meletakkan pisau itu di tangan Naura yang tengah pingsan....
" Kau paham sudah jalan ceritanya nona....???" ucapnya sambil tersenyum... Citra hanya bisa mengangguk pasrah
Sang gadis lalu membuka pintu apartemen Nadia...
" Tolongggggg........tolonggggg......." teriaknya nyaring di depan pintu membuat geger bebeapa orang yang baru keluar dari lift
Nah lho bagaimana salam dari seorang Samudra.... Sadis bukan 😈😈😈😈
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote
Bagaimana caranya rencana mereka bisa di ketahui seorang Samudra... siapa kah yang membocorkannya ??? kalian boleh tebak ya...❤️❤️❤️