
Keduanya sama-sama mengakhiri ciumannya saat di rasa sudah cukup, senyum lebar menghiasi wajah Samudra setelah merasakan sensasi terbang yang berbeda kali ini... sedangkan wajah si cendol nampak kemerahan campur pink... 😂😂😂, malu dan suka bercampur jadi satu.
Melody segera berbalik kembali ke posisi awal.... ia bingung sebenarnya apa hubungan di antara ia dan tuannya ini... sebatas atasan dan bawahan saja namun kok mesra... namun terngiang nasehat si syoitan Dawet..😂... Nikmati apa yang ada di depanmu saat ini...
" Ya Dawet benar... ngak usah terlalu dipikirkan... jalani saja dulu dan nikmati kemesraan ini walau tanpa status " ucapnya dalam hati
Sedangkan Samudra juga sedang asik dengan perasaannya sendiri...
" Mengapa aku sangat suka bersentuhan dengan nya, sangat nyaman saat saat menciumnya.. bibirnya membuatku candu, bahkan kini aku sudah menginginkannya lagi.. apakah benar aku sudah jatuh cinta? " tanyanya dalam hati
" Melody juga diam saja.. biasanya ia marah2..ini ia malah membalas ciumanku, apakah itu tandanya ia juga menyukaiku...?? " lanjut lamunan nya
Puas berkeliling dengan para layang... Samudra mendaratkan alat tersebut dengan mulus.... Moe dan Ringgo sudah menanti di bawah untuk membantu keduanya melepaskan alat.
Selesai berkemas mereka pun menuruni bukit berlahan... Melody yang masih sedikit limbung terjatuh, untung Samudra cepat menahan tangannya
" Kenapa.. kau masih limbung? " tanyanya... Melody mengangguk sambil meringis karena tangannya tergores ranting pohon
" Sudah.. sini ikuti aku " ucap Samudra lalu mengenggam tangan Melody..
" Melody bisa kok tuan " ucapnya berusaha menarik genggaman tangan Samudra... tapi alih-alih melepaskannya.. Samudra malah tambah mengeratkan tautan tangan mereka... mau tak mau Melody ikut saja walaupun tangan yang di genggam Samudra terasa bergetar
" Lho tuan.. kita kok melewati mobil tuan? " tanya Melody
" Kita ke kebun stroberry di sana.. kau kan suka buah asam itu. ..." ajak Samudra
" Stroberry..??? ya ya ya " jawabnya segera dengan wajah riang
Sesampainya di kebun stroberi.. Mereka memetik buah tersebut bersama-sama sampai keranjangnya penuh.. Melody senang sekali... entah berapa banyak sudah buah Stroberi yang berpindah ke perutnya sambil memetik. Mereka lalu ke cafe stroberry dan Samudra membelikan semua produk olahan stroberry yang di buat oleh umkm setempat. Tangan Moe dan Ringgo sampai penuh dengan borongan Samudra
Kini mereka sudah di mobil lagi, mereka akan makan di sebuah lesehan yang menyediakan berbagai lalapan dan sambalnya yang terkenal.
Seperti biasa Moe memesankan tempat khusus untuk tuannya agar tuannya bisa berduaan dengan Melody...( tetep usaha ya Moe.. 😅😅)
" Ya iyalah thor...Yakin Usaha Sampai..berjuang sampai titik darah penghabisan "
🐔🐔🐔🐔
" Makasih ya tuan.. Mel senang sekali hari ini " ucapnya sambil menunggu pesanan mereka datang
" Aku juga senang hari ini... terutama dengan ciuman kita tadi " jawab Samudra.. membuat wajah Melody otomatis memerah lagi
__ADS_1
" Sudah atuh tuan jangan di bahas.. Mel malu " ucapnya sambil tertunduk
" Iya.. Ok tidak perlu di bahas... tapi bisa diulangi lagi ya kapan-kapan, aku suka mencium mu.. bibirmu manis sekali " bisik Samudra apa adanya
" Tuannn...... sudah atuh....!!! " ulangnya manyun, untung pesanan mereka segera datang menyelamatkan wajah nano-nano Melody... keduanya yang sudah kelaparan pun langsung melahap hidangan di depannya.
" Kamu pesen bebek goreng ya Mel? " tanya Samudra
" Iya tuan... enak lho, tuan mau? " tanya Melody...
" Aaa... " Samudra langsung membuka mulutnya... Melody pun menyuapi potongan daging bebek plus sambelnya
" Hemm iya enak, ayam kampungku juga enak... buka mulutmu " titah Samudra, ia mencubit ayam di depannya dan menyuapi Melody.. Melody menurut saja karena tangannya lagi penuh ama lalapan, Ia mengunyahnya dengan cepat...
" Gimana...?? " tanya Samudra
" Enak juga tuan... wah... petei... Mel mau ah... " ucap Melody sudah hendak memasukkannya ke mulutnya
" No.. no.. big no... Moeeee " teriak Samudra... Moe segera mendekat
" Ya tuan.... " ucapnya sambil mangap2 kepedasan habis makan sambal mercon
" Ambil semua sayur bau itu dari mejaku, aku tak suka aromanya... !!" titahnya
" Tuan... tapi Mel suka, uncle Moe sisain... " pinta Melody lagi
" No.... mulai sekarang kau tak boleh memakan nya " larang Samudra
" Lho Kenapa tuan? petei lho enak pisan " protesnya
" Aku tidak suka aromanya.. ntar ngak wangi lagi kamu kalau kucium " ucapnya tanpa memperhatikan kanan kiri yang mendengarnya, Melody mencubit punggung tangan Samudra
" Tuh mulut kok lemes banget sie tuan... 😡😡" omelnya kesal namun Samudra cuek aja
" Suapi aku lagi bebeknya..!! " titahnya
Melody mengambil daging bebek di depannya dan menyelipkan 2 buah rawit ke dalamnya...
" Aaaaaa tuan " ucapnya sambil tersenyum.... jontor-jontor deh tuh bibir... cium rawitnya sampe puas ha ha ha..... Melody tertawa puas dalam hati... dan tak lama
" Hah huh hah huh... kok pedes amat Mel.. tadi enggak, minum mana minum " ucap samudra dengan mata mulai berair, Samudra menghabiskan segelas air yang di berikan Melody
__ADS_1
" Kamu ngerjain aku ya bocah hah !!" selidiknya marah
" Ngerjain dari mana sih tuan, ngak boleh nuduh lho... tuan mau lagi sini Mel... "
" Ngak... pedis banget kayak makan rawit aja " ucapnya masih kepedesan... Melody melanjutkan makannya tanpa dosa
" Kapok.... sosor tu cabe, enak aja mau cium Mel terus huh " omelnya dalam hati, Selesai makan Samudra mereja krmvali ke mobil
" Kemana lagi tuan? " tanya moe
" Balik ke Villa " titahnya... mereka pun kembali ke Villa saat hari sudah gelap.
Selesai membersihkan diri Samudra memanggil Melody yang beristirahat di kamar sebelah
" Ya tuan.. ada apa? " tanyanya begitu sampai...
" Mell perutku sakit sekali, rasanya panas sekali... coba kau obati pakai minyak oles!! " titahnya... Melody langsung saja pucat... bergegas ia mencari kotak p3k di Villa tersebut lalu berlari kembali ke kamar Samudra, nampak Samudra berebah sambil memegangi perutnya
" Sini Mel obatin ya tuan " ucapnya cemas.. tanpa babibu Melody menaikkan kaos Samudra hingga perutnya terlihat... ia lalu menumpahkan mkp dan meratakannya dengan tangannya
" Punggungku juga!! " titah Samudra sambil berbalik... Mel pun melulurkan mkp ke punggung Samudra
" Bagaimana tuan? masih sakit " tanyanya cemas... Samudra mengangguk lemas
" Kenapa ya perutku sakit... apa aku keracunan ya?? " tanyanya
" Hik. hik. hik. maaf tuan... Melody yang salah, tadi Mel kasih tuan rawit... hua hua hua... " tangis Melody pecah, ia takut tuannya itu kenapa2 gegara rawit tadi
" Ohh jadi kau memang mau meracuniku bocah... kau memang kejam " ucap Samudra terkulai lemas...Melody naik ke ranjang dan duduk... lalu merebahkan kepala Samudra di pahanya
" Ngak tuan... masa Mel mau racunin tuan... sungguh Mel ngak ada niatan hik hik " ucapnya sesegukan
" Mel panggil uncle Moe ya.. biar panggil dokter ke mari " ucapnya hendak bangun dari ranjang
" Tidak.. tidak usah.. sepertinya sakitnya sudah berkurang... diam saja dengan posisi ini sudah enak, kau sambil elus aja kepalaku sampai aku tertidur , kau jangan kemana-mana mengerti " titahnya....
" Iya tuan.... " sahut Melody lalu tangannya mulai mengelus kepala Samudra
Samudra tersenyum puas dalam pangkuan Melody...
" Ahhhh enaknya... hati senang... perut kenyang... kini tidur di pangku dan di belai-belai... sempurnanya hidup ini he he... bocah-bocah kau fikir aku tak tau kau memberiku rawit, mana bisa bocah ingusan seperti mu mau melawan aktor kawakan seperti ku ha ha ha.... tidur dulu ahhhhh" ucapnya senang dalam hati... Samudra memeluk paha Melody dengan kedua lengan besarnya sambil menciumi paha si bocah yang masih saja terisak sambil terus mengelus kepala Samudra
__ADS_1
Jiahhhh Mell kasihan sekali kau... di kadalin lagi ma si soang ...
Sabar ya Mel.. nanti thor bantu balas.. kita buat bos mesummu itu mati men dadak, kita setrum rame-rame... 😆😆😆, colek sofrihim sodu si sulawesi mau ikutan kah... 😂