
Teruntuk kalian semua pembaca setiaku... terimakasih atas semua yang sudah mendoakan agar othor sehat selalu... begitu juga saya ucapkan untuk kalian selalu sehat semua, love you all 😘😘
💦💦💦💦
" A...apa....tidak nyonya besar, saya tidak pantas un ... "
" Turuti saja keinginan nenek Go, kasihan Amira semenjak kemaren tidak mau makan " pinta Erlan , Ringgo pun berdiri sambil mengendong Amira... matanya menatap pada Moe memohon petunjuk, Moe hanya bisa mengangguk
" Sudah Go... apa yang kau takutkan, kita sama-sama manusia tak akan ada yang mengigitmu, paling janda baru itu yang akan mengigitmu ha ha ha " tawa Sam senang bisa mengolok adiknya
" Mentang-mentang dah ngak duda... ngolok aja kerjanya , Mel beritahu kakak kalau kau datang bulan.. aku akan tertawa so hard ...wekkk " balas Sandra
Ringgo duduk di sebelah Nenek tanpa suara, ia mengambil sendok dan mulai menyuapi Amira dengan telaten
" Papa... Aiya gak cuka waltel " ucap nya saat Ringgo menyuapinya sayur SOP dengan potongan wartel
" Wartel itu baik untuk mata Amira... papa suka sekali lho sama wartel, coba dulu ya aaa " rayu Ringgo, Amira pun membuka mulutnya dengan lebar dan melahapnya...
" Enak kan..." tanya Ringgo yang di angguki Amira... keduanya tertawa dan Ringgo terus menyuapi Amira hingga Amira kekenyangan
Tanpa di sadari Ringgo ....semua mata memandanginya saat ia dengan telaten memberi makan Amira, tentu semua kagum dengan kesabaran Ringgo... pantas saja Amira sangat menyukai Ringgo ia pandai mengambil hati Amira.
Selesai acara makan malam semuanya berkumpul di ruang keluarga, Amira masih saja tak mau pisah dari papa Ringgo. Karena lelah bermain tadi sore kini Amira cepat mengantuk...
" Papa... Aiya antuk... Ina bobo !!" ucapnya minta di ninabobokan...
Ringgo pun berdiri dan mengendong Amira sambil mengoyangkan tubuh Amira yang berada di pelukannya sambil bernyanyi pelan lagu kesukaan Amira... ngak pake lama Amira pun tertidur
" Permisi .. Amira di taruh di mana ?" tanya Ringgo
" Ya di kamarku Go..." sahut Sandra...
" Tuan apakah masih ada perintah??, jika tidak saya langsung istirahat " tanya Ringgo pada Samudra
" Tidak ada Go... istirahat saja kau pasti lelah, ingat besok pagi kita ke perusahaan untuk mengenalkan mu sebagai direktur baru di perusahaan " jawab Samudra...Ringgo pun mengangguk patuh, ia lalu masuk menuju kamar Sandra.
Tanpa di ketahui Ringgo.... Sandra mengekor di belakangnya. Ringgo meletakkan Amira di ranjang berlahan lalu menyelimutinya dan mengecup kening Amira pelan
" Selamat tidur cantiknya papa, mimpi indah lah selalu bidadari kecilku " ucapnya ... Ringgo lalu berdiri dan berbalik namun Ringgo begitu kaget karena Sandra sudah berdiri di depannya sambil berkacak pinggang
" Permisi nona..." ucap Ringgo lalu bergeser ke kiri... kaki Sandra juga bergeser menghalanginya, Ringgo lalu bergeser ke kanan... kembali Sandra menghalanginya
" Ada apa nona ??" tanyanya akhirnya
" Nona..nona...nona, begitu ya kau Ringgo... setelah puas mencium bibirku dan menyentuh pabrikku kau bertingkah begitu dingin seolah tak ada terjadi apapun di antara kita ...begitu 😡😡😤 " cecar Sandra
" Maafkan atas ke khilafan saya nona " ucap Ringgo sambil menunduk... ya ia memang bersalah berani menyentuh apa yang tak boleh di sentuhnya
" Nona boleh memecat saya atas ke salahan saya tersebut, sekali lagi maafkan saya " ucap Ringgo dan berjalan melewati Sandra, Sandra menahan lengan Ringgo
" Mengapa kau menjauh Go... apa kau malu menciumku karena aku seorang janda menyedihkan yang di tinggal oleh suaminya ??" tanya Sandra lagi... Ringgo terdiam
" Ini bukan karena anda nona, anda sama sekali tidak menyedihkan, anda begitu cantik dan berharga . tapi karena saya... saya bukanlah pria yang pantas untuk bergaul dengan anda " ucap Ringgo menarik lengannya dari tangan Sandra dan berjalan dengan cepat. Padahal tangan Sandra mencengkeram lengannya namun kok rasanya seperti *******-***** jantungnya.
" Berhenti Ringgo...Ringgo, apa maksudmu jelaskan !!" pinta Sandra , namun Ringgo terus berjalan . Ia melewati ruang keluarga hendak ke kamarnya
__ADS_1
" Ringgo ke mari, kata Moe kau pandai bermain gitar ..!!" panggil Erlan, terpaksa Ringgo berhenti dan berbelok ke ruang keluarga di mana Melody sedang berkaraoke... suaranya sungguh indah.
Ringgo berdiri di belakang menunggu Melody selesai bernyanyi, Sandra yang mengejarnya pun mendekatinya dan berbisik
" Jika kau tak mau menjelaskan maksud ucapanmu tadi, aku akan menciummu di depan semua orang " bisiknya ke kuping Ringgo... Ringgo menatap wajah cantik yang telah memporak-porandakan hatinya itu dengan intens...
" Baiklah nona... anda dengarkan saja penjelasan saya melalui lagu sebentar lagi, setelah itu saya mohon jangan pernah bertanya lagi " ucap Ringgo lalu mengambil gitar yang di sorong kan oleh Erlan
" Ringgo... ini adalah gitar peninggalan suamiku, ia selalu bermain gitar untukku setiap hari sambil bernyanyi. Maukah kau memainkan sebuah lagu untuk kami...!" pinta nenek....Ringgo mengangguk hormat lalu duduk di bangku tunggal dan mulai memetik gitar di pelukannya...
Dentingan gitar terdengar begitu merdu beberapa saat, lalu Ringgo pun bernyanyi
Dinginnya angin malam ini
Menyapa tubuhku
Namun tidak dapat
Dinginkan panasnya hatiku ini
Terasa terhempasnya kelakianku ini dengan sikapmu
Apakah karena aku
Insan kekurangan mudahnya kau mainkan
ohh mungkinkah diri ini
dapat merubah buih
Menjadi permadani
Seperti bintang yang kau ucap dalam janji cinta..
Juga mustahil bagiku
Mengapai bintang di langit
Siapakah diriku
Hanya insan biasa
Semua itu sungguh aku
Tiada mampu...
Salah aku juga
Karena jatuh cinta ..
Insan seperti dirimu
seanggun bidadari
Seharusnya aku
__ADS_1
cerminkan diriku
sebelum tirai hati aku buka
untuk mencintaimu
hoo..hoo..hoo...hoo...
Ringgo bernyanyi dengan begitu menghayati
Nenek sampai menitikkan air mata saking sedihnya lagu dari Ringgo
Prok..prok..prok...Melody bertepuk tangan dengan heboh
" Wah hebat sekali... ngak nyangka ... Ringgo sangat Romantisss hebat !!" puji Melody tulus membuat si soang langsung melotot
" Tarik kembali pujianmu itu sayang, kau dilarang memuji lelaki lain " ucap Samudra, ia lalu menarik istrinya menuju kamar
" Mau kemana Sam??" tanya Sakura
" Mau menghukum istriku yang sudah berani memuji lelaki lain... kau tak akan tidur tenang malam ini sayang " ucap Soang penuh kemenangan karena punya alasan untuk memborbardir kesayangannya
" ISS... ayang mah cari-cari alasan aja " sahut Melody
Sedangkan Sandra terhenyak mendengar lagu dari Ringgo , lagu yang sekaligus penjelasan mengapa Ringgo menjauh darinya...
" Jadi Ringgo merasa insecure untuk menjalin hubungan denganku, mengapa begitu Go....apa karena harta semata , atau karena aku sudah janda ??" mendapat jawaban dari Ringgo malah membuat pertanyaan di hati Sandra jadi semakin banyak.
Diujung ruangan Moe menangis dalam hati melihat betapa tersiksanya anak angkatnya itu, namun apa yang bisa dilakukannya... ia juga bukanlah orang kaya yang mampu menaikan derajat seorang Ringgo
Selesai bernyanyi ... Ringgo pun pamit, ia sudah tak tahan ... dadanya begitu sesak kini
Sandra berusaha mengejar Ringgo namun Moe menahan Sandra
" Nona... tolong berikan Ringgo waktu untuk bernafas, kasihanilah dia " ucap Moe... terpaksa Sandra pun kembali ke kamarnya saja
Ringgo berbaring di ranjangnya... satu persatu air mata akhirnya lolos dari ujung matanya
" Ya Tuhan... tolonglah hambamu ini, jika bisa ingin rasanya aku menghilang ke mana saja asal jangan di sini " ucapnya dalam hati
Kletek..pintu kamar Ringgo dibuka, Moe masuk... hatinya begitu perih melihat Ringgo sedang menghapus air matanya kini... Moe duduk di sisi ranjang Ringgo dan membelai rambut Ringgo berkali-kali
" Menangis lah jika itu bisa membuatmu lega Ringgo.. menangis lah sepuasnya malam ini.. papa akan menemanimu menjalaninya, besok adalah hari yang baru untukmu.. tatalah kembali hatimu menyambut hari baru " ucap Moe pelan...Ringgo berebah di pangkuan Moe... ia menangis tanpa suara hanya tubuh kekarnya yang bergetar menandakan betapa hatinya sangatlah gundah gulana saat ini
" Maafkan papa Ringgo, papa bukanlah orang yang punya banyak uang ..."
" Tidak pa.....tidak... Ringgo sangat bersyukur sudah memiliki papa dan mama dalam hidup Ringgo, memang Ringgo yang salah ingin mengapai bintang di langit tanpa sadar hanya berdiri di bumi " ucap Ringgo
Omo-omo Aa Ringoo sabar ya
Mudahan cepat kelar lah percintaanmu ini.😩😩😩
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote selalu
__ADS_1