Melodi I Love You

Melodi I Love You
68. Pulang Kampung


__ADS_3

Imah menarik Melody ke pelukannya..


" Nenekmu Mel.. nenek masuk rs, keadaannya sudah sangat kritis " adu Imah sambil menangis


" Nenek sakit apa bu? " tanya Melody


" Ngak tau.. mungkin namanya sudah tua, sebenarnya kata bibimu sudah lebih sebulan nenekmu sakit-sakitan, tapi bibi ngak bisa memberitahu kita karena di kampung kan ngak ada sinyal hp, ini aja di rs ngak sengaja ketemu pak Camat, dan beliau berbaik hati mau membantu memberitahu ibu dengan HP beliau " jabar Imah lagi


" Jadi ibu maunya Gimana? " tanya Iwan


" Ibu mau pulang ke kampung pak.. ibu takut nanti ngak sempat ketemu emak, kata adikku.. emak nyebutin namaku terus , ibu mau pulang sekarang pak.. kalau nunggu besok takut ngak sempat " jawab Imah


" Tapi bapak ngak bisa izin bu, karena lagi ada teman yang cuti.. lagian kan jam segini bis ama kereta sudah ngak ada bu. Lagipula uang gaji bapak belum masuk.. ibu juga katanya lusa baru gajian.. biayanya dari mana bu.. " jawab Iwan... Imah menangis tambah keras, memang mereka sudah 2 tahun lebih tidak ke kampung apalagi jika bukan faktor biaya, Imah lebih memilih mengirimi uang saja setiap bulan untuk emaknya.


Melody terdiam... sekian tahun baru kali ini ia melihat ibunya menangis, selama-lamanya tak pernah ia melihat Imah menangis.. setidaknya di depannya.


" Bapak.. biar Mel yang temani ibu ke kampung, coba Mel cari dulu siapa tau masih ada go*** yang mau mengantar kita ke kampung " ucap Melody mengagetkan keduanya


" Mel.. kan mahal bayarnya pake taxy online, mau bayar pake apa ? " tanya Iwan panik.. Melody lalu mengeluarkan uang yang ada di tasnya


" Alhamdulillah bu.. hari ini Melody dapat rezeki nomplok.. dapat bonus dari tuan Akira dan tuan bos, uang gaji Mel juga sudah masuk.. nanti kalau kurang Mel tinggal gesek " jawab Melody


" Tapi nak.. kasihan itu uangmu.. hasil jerih payahmu bekerja selama ini, bapak ngak mau menganggu gajimu " tolak Iwan


" Bapak.. ibu... Melody bekerja ini bukan untuk Melody tapi untuk bapak ibu, sebagai rasa terimakasih karena bapak ibu sudah membesarkan, merawat dan menyayangi Mel selama ini...sudah pak jangan di permasalahan yang penting ibu bisa pulang... kasihan ibu " kekeh Melody...tangis Imah semakin kencang, ia tak bisa lagi berkata-kata untuk menyampaikan rasa sukurnya saat ini...ia hanya memeluk Melody sambil menangis sesegukan, Melody pun memeluk dan mengelus punggung Imah

__ADS_1


" Sudah bu.. jangan nangis Lagi... Mel sedih kalau lihat ibu nangis " bisik Melody


" Terimakasih nak.. terimakasih hik hik " ucap Imah


Ting... bunyi hp Melody tanda chat masuk.. Melody pun membacanya


" Bu..!! ayo siap-siap.. go***akan sampai dalam 20 menit " ucap Melody senang


" Tapi Mel bagaimana dengan pekerjaanmu, bagaimana jika bosmu marah dan nanti memecatmu karena kau tak kerja beberapa hari " tanya Imah


" Nanti Mel akan minta izin di jalan.. yang penting sekarang kita bersiap " jawab Melody.. bagi Melody ibunya jauh lebih penting dari pekerjaan... jika ia harus di pecat karena ini, ia tak akan menyesal dan menyalahkan siapapun... karena ini adalah pilihannya.


Dengan cepat keduanya pun bergegas mengepak pakaian yang akan mereka bawa.. Iwan mengantar keduanya sampai ke depan gang.. banyak pesan yang di sampaikannya pada keduanya terutama mereka harus mengabari jika sudah sampai di rs.


" Bapak.. jaga diri ya.. nanti kalau sampai rs Mel kabari " ucap Melody sambil memeluk Iwan erat.. dengan mata berkaca-kaca Iwan melepas kepergian keduanya, mata tuanya terus mengawasi mobil yang membawa 2 wanita yang sangat di sayanginya itu sampai menghilang. Kepergian keduanya seolah membawa separuh nafasnya pergi juga, Iwan yakin malam ini ia tak akan bisa tidur.


Melody lalu meminta izin petugas jaga agar ibunya boleh menemani neneknya , untungnya petugas jaga mengerti dan memperbolehkan Imah masuk. Sementara Imah di dalam.. Melody mencoba menelfon Samudra namun tak di angkat... begitupun uncle Moe.. Melody melihat jam di tangannya


" Pantasan saja ngak di angkat wong sudah jam 2 malam " ucap Melody.. Melody lalu menelfon bapaknya dan mengabarkan jika mereka sudah sampai dengan selamat.


Melody kemudian mengetik chat pada Samudra yang isinya ia meminta izin pulang kampung karena neneknya sedang sakit keras. Jika ia tak bisa di hubungi itu karena di kampung Melody ngak ada sinyal


Selesai dengan urusan nya.. Melody berbincang dengan Bibinya. Keduanya melepas kangen karena lama tak bersua. Melody sangat menyukai bibinya karena ia sangat baik dan juga menyayanginya walaupun mengetahui bahwa Melody hanyalah seorang anak angkat. Bibinya lebih beruntung dari ibunya karena memiliki 2 orang anak dan mereka di sekolahkan ke pesantren oleh bibi dan baru hanya bisa pulang 2x setahun.


Tak lama Imah keluar sambil menangis.. ia menarik tangan adiknya tanpa suara... Keduanya lalu masuk. Melody hanya bisa melongok melalui kaca.. namun ia tak bisa melihat apapun setelah 30 menit ibunya dan bibinya keluar sambil berpelukan...

__ADS_1


" Bu ada apa?? " tanya Melody


" Nenekmu sudah meninggal Mel hik hik hik " jawab Imah sambil memeluk Melody... Imah sangat sedih walauoun sempat berbincang sejenak dengan Emaknya namun itu merupakan perbincangan terakhir mereka.


Setelah Imah tenang... Melody mendatangi bagian administrasi dan mengurus kepulangan jenazah neneknya ke rumah mereka.. jarak rumah mereka dan rs hampir 1 jam karena mereka memang tinggal di kampung yang jauh.


Sembari menunggu pagi mereka pun beristirahat di mushola yang ada di rs. Melody langsung tertidur begitu berebah di paha Imah, ia memang sangat lelah hari ini.


" Sepertinya.. Melody sangat lelah mba? " tanya Isah


" Iya Sah... kasihan anak ini, begitu lulus smu langsung bekerja.. padahal semua temannya kuliah " ucap Imah


" Ya dia tau mba.. kita orang susah, Alhamdulillah mba.. anak yang kau besarkan bukan kacang lupa kulitnya " lanjut Isah


Setelah pagi dan jenazah bisa di bawa pulang... Imah dan Imah ikut di mobil ambulan sedangkan Melody ikut pamannya mengikuti dengan motor. Mata Melody di manjakan dengan pemandangan pedesaan yang begitu syahdu..udaranya begitu sejuk.. sangat berbeda dengan kota Jakarta yang sesak dan penuh debu. Melody sudah tak ingat lagi dengan si kingkong yang sudah gusar karena Melody sudah terlambat selama 30 menit pagi ini.


Sambil mengomel. Damudra mengambil hp nya...ia hendak menelfon si cendol tapi ternyata ada panggilan tak terjawab dari si cendol. beberapa kali semalam dan ada sebuah pesan dari Melody, bergegas ia membacanya


" ***. Tuan maaf Mel izin tidak bisa bekerja entah berapa hari karena nenek Mel sedang sakit keras. Mel menemani ibu pulang ke kampung, tuan jaga diri baik-baik.. jangan lupa minum vitaminya sehari sekali.


Oh ya tuan jangan marah ya kalau ngak bisa hubungi Mel karena di kampung ngak ada sinyal " isi pesan si cendol


" A... Apaaa....??? " Samudra terduduk lemas sehabis membaca pesan tersebut.


Nah lho Gimana tuan kingkong... ngak ada sudah yang bisa kau modusin 😂😂😂

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee


__ADS_2