
" Eee... itu....anu.. aa.. " Melody bingung mau ngomong apa... ia hanya tergugu sambil mengigit telunjuknya
" Maksud Melody.. iya.. kami berpacaran, resminya baru beberapa hari yang lalu " potong Samudra
" Kok bisa ..?? " tanya Imah
" Apa maksudnya bu.. saya tak mengerti?? " tanya Samudra balik.. Imah hanya menatap Melody lalu menatap Samudra lalu balik lagi ke Melody
" Maksud istri saya... kok bisa anda seorang tuan yang kaya raya menyukai anak kami.. yang nota bene kami ini hanya orang biasa malah bisa di kategorikan kurang mampu. Anda pasti paham maksud saya " ucap Iwan menjelaskan pertanyaan Imah... Imah pun mengangguk... kini ketiganya melihat ke arah wajah Samudra untuk menunggu jawaban apa yang kira-kira akan di lontarkan oleh Samudra
" Saya menyukainya ya karena saya merasa nyaman berinteraksi dengan Melody... dan saya menyukai semua yang ada pada dirinya " jawab Samudra mantap
" Tuan... saya sarankan sebaiknya kalian putus saja, mumpung baru seumur jagung" ucap Iwan membuat Sam dan Melody sungguh terkejut
" Apa...?? mengapa bapak meminta kami putus.. apa bapak malu punya calon mantu seorang duda?? " tanya Samudra to the point
" Bukan itu tuan... namun hubungan ini tak akan bisa panjang karena perbedaan kasta yang terlalu mencolok dan hanya akan berakhir dengan kesedihan yang akan di tanggung oleh Melody karena Melody akan di tolak bahkan mungkin akan di permalukan oleh keluarga tuan. Saya tau keluarga tuan pasti menginginkan calon menantu yang setidaknya sederajad dengan tuan sesuatu yang mustahil untuk Melody capai " ulas Iwan panjang lebar
Samudra menarik nafas panjang
" Pak.. saya sudah pernah gagal dengan pernikahan saya, apa bapak pikir saya ingin gagal lagi? tentu tidak bukan... ya memang saya dan Melody berbeda status secara ekonomi tapi apakah itu haram... tidak kan pak? dan bapak belum mengenal keluarga saya untuk bisa mengambil kesimpulan tentang bagaimana sikap keluarga saya terhadap Melody nantinya... yang jelas hati saya sudah mantap memilih Melody, berilah saya kesempatan untuk membuktikannya pak.. ibu.. " balas Samudra tak kalah panjang lebar
Mulut Iwan sudah mangap hendak menjawapi Samudra kembali..
" Sudah begini saja... biarkan mereka menjalani dulu masa perkenalan mereka pak... kita kan juga baru datang, masih lelah.. nanti malam kita pikirkan lagi.. ya pak " Imah pun menengahi keduanya... karena Imah paham kharacter suaminya... Iwan tak akan berhenti jika belum merasa permasalahan itu selesai
Iwan memandangi wajah cantik putri angkatnya itu... ia tak membayangkan jika suatu saat wajah itu akan berurai air mata kesedihan.... karena patah hati..Melody adalah harta mereka yang sangat berharga... Iwan tak akan sanggup melihatnya, Melody dan Imah adalah jantungnya... kekuatannya.. semangatnya dan hidupnya.
" Baiklah... kita bicarakan lagi nanti, saya hanya berpesan... tolong jaga kemurnian dan kesucian anak gadis kami.. karena hanya itu miliknya yang sangat kami jaga juga.. anda mengerti tuan?? " tanya Iwan sambil menatap menelisik ke dalam mata Samudra
" Ya pak.. saya mengerti, saya harap bapak tidak memanggil saya tuan lagi.. panggil saja Sam " jawabnya
" Baiklah nak Sam... bolehkah saya tau, apakah keluargamu sudah tau jika kalian berpacaran?? " tanya Iwan lagi
" Belum pak... rencananya malam ini saya akan memberitahu mereka " jawab Samudra...Iwan kembali menarik nafas panjang
" Baiklah... begini nak Sam, Melody boleh ikut perjalanan ke luar negri jika orang tuamu mau datang meminta izin pada kami... jika tidak, Melody tidak akan berangkat kemanapun lagi denganmu... bapak rasa kau paham maksud perkataan bapak ini " ucap Iwan menegaskan sikapnya...
__ADS_1
Giliran Samudra yang menarik nafas panjang... sebenarnya ia bukannya takut orang tuanya tak merestui hubungannya dengan Melody.. ia tau keduanya malah akan sangat senang. Nah kesenangan mereka itulah yang di takutkan oleh Samudra.... tapi demi bisa melanjutkan hubungannya dengan Melody, Samudra pun mengangguk paham akan maksud perkataan Iwan.
Samudra pun segera menelfon Ryan.. asistennya
" Ya tuan.. ada perintah?? " sapanya begitu mengangkat panggilan Sam
" Beritahu papah mamah... malam ini aku akan datang makan malam!! " ucapnya singkat.
Mereka pun lalu pulang.... sepanjang jalan tak ada yang bersuara... 4 kepala di dalam mobil asik dengan pikirannya masing-masing. Iwan menatap Imah.. begitupun Imah, nampak kekhawatiran di mata Iwan namun Imah memancarkan senyum indah yang menenangkan hati Iwan yang resah.
" Anak kita sudah besar... lambat laun ia pasti akan meninggalkan kita, kita harus siap pak " bisiknya sambil bersender di bahu Iwan
" Ia masih terlalu muda untuk patah hati... " bisik Iwan
" Tenang saja anak kita memiliki pribadi yang kuat "
" Nanti di rumah kau cek fisik nya " bisik Iwan lagi.. Imah pun mengangguk, anak gadis mereka yang lugu berpacaran dengan seorang duda.. wajar mereka khawatir sang duda akan melakukan hal-hal terlarang pada anak mereka.
Sesampainya di depan gang.. ketiganya lalu keluar dari mobil, Samudra ingin mengantar mereka sampai ke depan rumah Melody namun ketiganya menolak karena merasa tidak enak. Akhirnya Samudra pun mengalah.. ia masuk ke mobil dan duduk di kursi penumpang dan Moe yang menyetir
Sesampainya di rumah... Imah masuk ke kamar Melody
" Buka bajumu... ibu mau melihat tubuhmu!! " titah Imah...
" Memangnya kenapa dengan tubuh Melody bu...? " tanyanya sambil membuka bajunya. Imah tak menjawab.. ia hanya memelototi leher.. area dada.. perut bahkan sampai paha Melody
" Kenapa sih bu?? " tanyanya lagi
" Ngak papa.. ibu takut kamu di gigit binatang, ternyata ngak... ya sudah ibu mau istirahat dulu sama bapak " ucap Imah lalu keluar dari kamar Melody dengan lega
" Di gigit binatang??? ibu aneh2 aja deh " ucap Melody
🐔🐔🐔🐔
" Gimana bu.. aman?? " tanya Iwan begitu Imah masuk
" Aman pak... tubuhnya bersih " ucap Imah lalu berebah di samping suaminya
__ADS_1
" Kalau keluarga nak Samudra menyetujui hubungan mereka sebaiknya mereka segera dinikahkan saja pak, ibu takut nanti anak kita di apa-apain karena walau Gimana nak Sam itu kan duda... sudah tau nikmatnya pasti lah kepengen terus.. iya kan pak " ucap Imah
" Ya dilihat aja bu.. bagaimana tanggapan keluarga nak Sam, sudah istirahat dulu bu... besok pagi kita harus sudah bekerja lagi " jawab Iwan.
🐹🐹🐹🐹
Malam harinya di kediaman orang tua Samudra...
Semua keluarga berkumpul sudah di meja makan... tumben adik iparnya juga ada di rumah, biasanya juga ngak ada.
" Tumben kakak datang ke rumah Pake nelfon dulu.. biasanya juga asal nongol aja " celetuk adiknya sambil mengunyah
" Sandra... kakaknya datang bukannya senang malah di protes, nanti ngambek lagi kakakmu!! " tegur Sakura
" Iya bela aja terus anak kesayangan mamah " jawab Sandra
" Mamah bukan membela kakakmu San... Sam kan jarang kemari, maksud mamah jaga perasaannya... bukan membelanya, mamah senang kau menyempat kan diri ke mari son " potong Danny Erlan.. ayah Samudra
" Bagaimana kabar perusahaan mu? " lanjutnya
" Baik pah... Sam sedang membangun Villa di Bandung sebagai persiapan untuk ekspansi di sana " sahutnya
" Bagaimana dengan kesehatanmu nak? sepertinya kau lebih gemuk sekarang " sambung Sakura...Samudra langsung tersenyum mendengarnya, ia langsung teringat dengan kesayangannya yang selalu memasak untuknya...
" Di tanya malah senyum-senyum sih kak?? " protes Sandra mencubit lengan Samudra gemas
" Sam kemari ingin memberitahu sesuatu pada kalian semua... " semua mendengar sambil terus mengunyah
" Sam.... sudah punya pacar!! " ucapnya sambil tersenyum
" Uhuk.. uhuk.. uhuk... semua yang mendengar langsung terbatuk... dengan mata melotot... entah berapa puluh butir nasi yang terhambur di meja makan
Nah lho giliran keluarga Sam yang melotot....
Gimana reaksi mereka ya... suka atau tidak suka begitu tau siapa pacar di soang...
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votee nya