
Samudra melemparkan kunci mobilnya pada salah satu bodyguard nya , mereka lalu membukakan pintu untuk Samudra
" Kemana tuan....?? " tanyanya
" Biasa... cepat!! " titahnya, sang sopir langsung menginjak gas nya
" Dikamar biasa tuan.. dengan Anita " chat Ryan...
" Terserah... dengan siapa juga, rasanya sama saja " umpatnya dalam hati... mengapa aku jadi seperti ini setelah melihat Melody... tak mungkin kan seleraku berubah jadi menyukai bocah.... apakah aku sakit kini... mulai jadi seorang pedodil....
Samudra mengeleng2 kan kepalanya, tak habis fikir dengan perasaannya sendiri. Tak lama mobil memasuki pelataran hotel namun belum lagi turun dari mobil... hp nya berbunyi, nada yang berbeda artinya salah satu dari keluarganya yang menelfonnya dan ternyata dari adiknya
" Hallo... ada apa Sandra? " tanya nya
" Kak... cepat ke rumah... anakku step, aku sendirian saja di rumah, tolong Amira kak hik hik hik " terdengar suara panik Sandra
" Apa....?? Amira Step...panggil supir, bawa kepala maid langsung ke rs... kakak juga langsung meluncur ke rs!! " titahnya
" Iya kak.... hik hik "
" Langsung ke rs Husxxx, cepat !!" titah Samudra.. ia lalu menelfon Ryan
" Ha.... "
" Ryan.. suruh dokter spesialis anak si rs Husxxx bersiap, Amira dalam perjalanan ..ia step!! kamu ke sana juga " titahnya
" Ba.. baik tuan " sahut Ryan
Sopir kembali menginjak gas.. atas perintah Samudra. Samudra datang bersamaan dengan Sandra... dokter juga sudah berjaga di depan, dengan cepat Amira di bawa ke ruang penindakan gawat darurat
" Kakak... Amira kak hik hik " adu Sandra , Samudra meraih Sandra ke dalam pelukannya
" Shutt sudah... Amira sudah di tangani oleh ahlinya, cup cup.. sudah jadi ibu kok masih mewek " ucap Samudra berusaha menenangkan Sandra, akhirnya Sandra pun tenang
" Mengapa kau sendirian di hari libur begini.. dimana semua orang? " tanya Samudra
" Suamiku sedang di luar kota kak.. biasa urusan kantor, papah dan mamah liburan ke Bandung.. ini mereka sedang dalam perjalanan pulang " jelas Sandra
" Kakak sih.. ngak mau nginap, di Mansion..di apartemen juga sendirian " rajuknya
" Sandra walaupun jomlo.. kakakmu ini butuh waktu privasi juga dong " jawab Samudra
Tak lama Ryan datang dengan tergopoh2
" Apakah Amira baik-baik saja?? " tanya Ryan
" Sedang di tangani dokter, kau urus dulu administrasinya!! " jawab Samudra
__ADS_1
" Baik tuan... " Ryan pun segera menghilang
" Keluarga Amira!! " panggil seorang perawat, keduanya lalu berdiri dan mendekat
" Amira sudah lebih baik, kami akan memindahkannya ke ruangan.. silahkan pihak keluarga memilih ruangan yang diinginkan... " ucap Perawat tersebut
" Beri kamar terbaik!! " titahnya
" Baik tuan... tunggu sebentar " sang perawat pun masuk kembali.. beberapa saat kemudian nampak sebuah brangkar keluar.. Amira sudah terbaring dengan tenang
" Silahkan ikuti saya tuan.. nyonya " ucap perawat... Mereka akhirnya sampai di ruangan terbaik di rs ini. Perawat memindahkan Amira ke atas ranjang baru dan membenarkan posisi infusnya
" Apa yang terjadi dengan Amira sus? " tanya Samudra.. sedangkan Sandra sibuk menciumi dan memeluk anaknya
" Sebentar dokter akan datang kemari dan memberikan penjelasan pada tuan dan nyonya , saya permisi dulu " pamit sang perawat
Samudra duduk di sofa sambil memandangi adiknya yang masih menitikkan air mata nya, tangan nya terus mengelus Amira.. anaknya yang baru berumur beberapa bulan itu.
Kletek... pintu terbuka dan masuklah dokter beserta asistennya. Dokter memberikan resep dan juga menerangkan cara menjaga Amira juga cara menangani Amira lebih lanjut. Setelah memeriksa kembali Amira.. dokter pun keluar.
" Bagaimana mungkin suamimu keluar kota hingga weeked begini Sandra? " selidik Samudra
" Seharusnya selesai kemaren kak.. tapi klien ada yang meminta mengundur pertemuan, ya jadinya besok baru Abang kembali " jelas Sandra
" Lalu babysister nya Amira mana?? "
" Lola izin semenjak kemaren kak, orangtuanya sakit " jawab Sandra lagi
" Ya kak... " sahutnya
Tak lama Ryan pun masuk..nampak ia sedang bertelfonan dengan seseorang
" Sebentar..... " ucapnya di telfon
" Tuan... bagaimana dengan Anita? " tanyanya pada Samudra
" Batalkan.. kau urus saja pembayarannya!! " sahutnya
" Batal lagi tuan? " tanya Ryan memastikan.. dan di angguki Samudra
... Sandra yang mendengarnya menarik nafas panjang
" Kak.... kau masih saja celap celup gitu... berhentilah kak.. dosa tau!! " ucapnya geram sambil melototkan matanya pada Ryan, Kedua lelaki itu diam saja
" Nikah sudah kak... wanita kakak tinggal pilih, kok susah banget sih move on dari nenek lampir itu " omel Sandra
" Siapa bilang kakak belum move on... Sudah kau urus saja Amira... cerewet amat sih.. amat aja ngak cerewet " sahut Samudra lalu berjalan ke luar kamar...
__ADS_1
" Kakak mau kemana??! " tanya Sandra
" Ngerokok ntar aja " jawab Samudra
π―π―π―π―
Sementara itu di apartemen...
Melody mengangkat cucian yang tadi pagi di cucinya... ia lalu mengosok semuanya, sedangkan bedcover dengan susah payah di lipatnya dan di letakkannya di atas meja. Ia melihat sudah mau maghrib tapi Samudra belum pulang juga, sedangkan handphonenya di bawa oleh Samudra.
Melody mengeluarkan isi ranselnya... untung ia membawa daster kaos dan **********, lebih baik mandi saja lalu sholat... pikirnya. Melody lalu mandi di toilet luar dan sholat magrib.. selesai sholat ia ke dapur lalu memakan sisa pizza tadi karena merasa lapar.
" Aduh.. tuan kok ngak pulang2 ya.. mana sudah malam, bapak ibu pasti cemas!! " ucapnya dalam hati
Selesai sholat isya... namun Samudra tak juga kembali, akhirnya Melody menonton tv sambil berebah di sofa .
πΆπΆπΆπΆ
Back to hospital
Sudah habis 2 batang rokoknya, Samudra berniat kembali ke ruangan Amira, namun HP di kantongnya berbunyi... ternyata HP Melody terbawa olehnya... ya ampun.. Samudra mengeplak kepalanya sendiri.
Panggilan atas nama " Bapak " tertera di layar hp Melody...
" Hallo.. Assalamu alaikum, Mel belum selesai Lemburnya nak? Mel ngak capek?? " suara seorang pria terdengar
" Wa alaikum salam... maaf pak saya bos nya Melody, Melody masih menjaga apartemen saya karena saya harus ke rs, keponakan saya tiba2 step tadi. Sebentar saya pulang dan akan mengantarkan Melody pulang " jawab Samudra merasa tak enak
" Oh tuan... tidak apa-apa tuan, biar saya yang menjemput Melody... tuan tidak usah repot2 mengantar Melody, mobil tidak bisa masuk ke tempat kami tuan " sahut Iwan
" Baiklah kalau begitu, nanti kalau saya sampe ke apartemen..Melody akan menghubingi bapak.. sekali lagi maaf ini hp Melody terbawa saya "
" Ngak papa tuan.. maaf sudah menganggu tuan, Assalamu alaikum " pamit Iwan
" Wa alaikum salam " jawabnya pelan, Samudra bergegas kembali ke ruangan Amira. Nampak Sandra berbaring di sebelah Amira sedangkan Ryan duduk di sofa memainkan hp nya.
" Sandra... kakak ada perlu mau ke apartemen dulu, Ryan yang akan menemanimu di sini sampai papah dan mamah datang ya... muah " pamitnya lalu mencium kening Amira
" Ada perlu apaan sih kak... kok tega Sandra di tinggal sendiri! " protesnya
" Kepo ni ye... kan ada Ryan tuh... "
" Kak Ryan mah.. kayak patung, rasanya sama aja sendirian... " kekeh Sandra
" Ryan kau dengar itu.. Jangan kayak patung, aku pergi dulu " pamit Samudra tak menghiraukan panggilan Sandra
" Memangnya ada perlu apasih kak Samudra di Apartemen?? " tanya Sandra pada Ryan... Ryan hanya mengangkat kedua bahunya.
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee nya