
Tak lama Melody keluar mengantarkan 4 gelas kopi dan 2 piring camilan
" Mel... bisa siapkan ktp bapak ibu sama kk nya sekarang? Oh ya sama ktp mu juga ya " pinta Samudra
" Buat apa ay... ? " tanya Melody
" Moe mau uruskan surat rumah sama surat pernikahan kita " jawab Sam.. Melody pun masuk kembali
" Rumahnya ngak usah nak... itu pak rt mah bercanda saja, bapak cukup senang dengan rumah bapak ini walaupun tua.. yang penting Melody bahagia... itu sudah lebih dari cukup " ucap Iwan
" Ngak papa pak... kalau rumah bapak lebih besar kan enak juga jika sewaktu -waktu kami ingin menginap walaupun sudah menikah, bapak ngak mau anak mantunya nginap? " alasan Samudra
" Oh ya bapak tadi mau cerita masa lalu bapak... jadi gimana pak? " tanya Samudra... Iwan meneguk kopinya sebentar, ia menerawang melihat ke arah langit sejenak....
" Dulu saat bapak berumur 15 tahun, orang tua bapak meninggal karena kecelakaan..bapak anak tunggal karena tak ada wali akhirnya datanglah paman bapak untuk menjadi wali. Namun kau tau.. bapak malah di usir dan semua peninggalam orang tua bapak di ambil oleh paman. Bapak terkatung-katung di jalanan sampai jadi pengemis.. suatu hari bapak si tolong oleh sekelompok bajing loncat.. akhirnya bapak jadi bagian dari bajing loncat tersebut. Tak lama kami berkembang menjadi perampok... kau taulah pergaulannya... merampok sukses uangnya di pake berjudi.. minuman keras dan wanita padahal umur ku waktu itu baru 18 tahun... " kisah Iwan.. kembali Iwan meneguk kopinya
" Masih mau dengar??? " tanya Iwan
" Ya Iyalah pak.. ngak enak gantung ceritanya...( iyakan nitizen.. π π )" Sahutnya cepat
" Sampai usia bapak 23 tahun... bapak tiba di kampung sebelah kampung Imah, kami mengincar juragan paling kaya di sana. Tapi rupanya gerakan kami sudah terendus pihak yang berwajib.. saat kami beraksi polisi sudah menanti kami, semua anggota kami di tangkap.. sebagian mati sebagian di tembak.. hanya aku yang bisa lolos karena fisikku yang kuat karena masih muda.. aku terus berlari dengan luka tembak tembus di tanganku... bayangkan... aku berlari dari hari gelap sampai subuh hari, aku baru berhenti saat terjatuh di parit sawah dan tak bisa lagi bergerak " lanjut Iwan
" Saat aku membuka mata... wajah pertama yang kulihat adalah wajah Imah, rupanya ia yang menemukanku di sawah bapaknya lalu mereka merawatku... 2 hari aku tak sadar, mereka tak tau jika luka di tanganku adalah luka tembak... mereka fikir karena tersangkut ranting karena di bajuku banyak ranting kecil yang menempel, saat itulah aku pertama kali jatuh cinta. Imah begitu sabar merawatku... ia tak banyak suara dan sangat penurut pada bapaknya. Ya nak.. Imah saat itu masihlah kelas 3 smp namun ia sudah begitu cantik, setelah bapak sehat.. bapak lalu berinisiatip bekerja di sawah bapaknya Imah sebagai balas jasa "
" Apakah polisi tak ada yang mencari bapak?? " tanya Samudra
" Sebenarnya ada, namun bapaknya imah menutupinya entahlah mengapa... hari2 berlalu bapak di ajari mengaji dan sholat oleh bapaknya Imah lalu bapak memberanikan diri melamar Imah pada bapaknya dan bapaknya menerima dengan satu syarat bapak harus benar2 bertaubat dan bapak menyanggupinya " ucap Iwan
" Lha terus dimana solo karirnya.. kan lamaran bapak langsung di terima ?? " tanya Samudra
" Ada syarat lain dari mertua bapak... yaitu bapak harus mau menunggu Imah sampai berumur 17 tahun dan bapak tak boleh menyentuh Imah sama sekali, nah namanya sudah sering begituan dulunya ya pusingkan kepala bapak...gimana cara menuntaskannya kalo lagi pengen... ha ha ha " tawanya geli sendiri
" Jadi gimana pak?? " lah tambah kepo doi
" Jadi bapak kalo lagi pengen... bapak ngintip saat Imah mandi ha ha ha jadi sambil solo sambil ngintip Imah... bayangkan setahun lebih .. nya Allahhh Astagfirullah, jadi kalo rasanya... bapak mah lebih tersiksa di banding kamu, kamu cuman nunggu sebulan dah ngak kuat " ucap Iwan lagi
__ADS_1
" Bha ha ha ha ha... timbilan dong pak " giliran Samudra yang ngakak... sebenarnya Moe dan Ringgopun pengen ngakak tapi takut... akhirnya pura2 tuli aja
" Ya silahkan tertawa... tapi ingat jangan kau tiru itu ngintipnya... atau jangan2 kau sudah pernah mengintip anakku mandi hah?? "
" Ya ngak lah pak.... gimana ngintipnya toiletnya kan ngak kayak zaman dulu pak " jawab Samudra
" Sekarang begini pak... ini saya sama Mel mau ke luar negri pak... Mel di samping saya terus gimana saya ngak nyut-nyutan ...makanya Melody takut kalo saya kebablasan... bapak ada ide ngak?? " pancing Samudra
" Ya Melody nya ngak usah ikut aja kan beres " sahut Iwan
" Jangan dong pak... kasian Melody sudah seneng banget... besok kami sudah berangkat "
" Assalamu alaikum...!!! " nampaklah pak rete memasuki pekarangan rumah Iwan
" Wa alaikum salam.." sahut keduanya
" wah lagi ada tamu ya.. Wan ini saya mau kembalikan piring mu... eh calon mantu ya?? " celoteh pak rete sambil memberikan piringnya pada Ringgo... Ringgo mau protes.. namun pelototan dari Moe membuatnya bungkam.. lalu memberikan piring tersebut ke dalam.. sambil laporan ada pak rete datang
" Kebetulan ini ada pak rt, boleh kami minta saran pak?? " ucap Samudra sambil memainkan matanya
" Oh silahkan... silahkan... " jawabnya sambil mencomot kue di piring, keduanya lalu menceritakan masalah Samudra....
" Saya ngak mau Melody nikah di bawah tangan, itu merugikan pihak wanita " tolak Iwan
" Begini saya.. besok pagi saya ke kantor dulu.... saya uruskan kilat surat menyuratnya, jadi nikah secara sah bisa dilaksanakan cuman nanti buku nikahnya aja nyusul gimana?? " usul pak rete lagi...
" jiah pak rete T O P nya kebangetan dehhhhh " sorak Samudra dalam hati
" Betul pak rt bisa uruskan surat menyuratnya besok?? " tanya Iwan
" Ya Iyalah... sekarang tinggal kalian saja bisa siap ngak besok pagi.. jangan lupa saksi 2 orang ya, nak Samudra orang tuanmu bisa hadirkan...?? ya jam 10 lah bisa kita mulai " janji pak rete
" Biar saya tanya Imah sama Melody dulu pak..... "
" Sudah... ngak usah pake nanya mereka itu kan ngikut aja, cukup persetujuan dari mu saja Iwan... toh bulan depan mereka juga rencananya mau menikah untuk apa di tunda... jadi bulan depan itu tinggal resepsi aja, selesaikan urusannya..... tak ada lagi dosa mendosa " potong pak rete
__ADS_1
Iwan kembali terdiam...Melody yang tak mengerti datang dan memberikan secangkir kopi plus kue lagi...
" Silahkan pak rt... " ucapnya sebelum kembali ke dalam
" Gimana pak... setuju ya " desak Samudra
" Baiklah... sepertinya itu solusi terbaik, tapi bapak punya satu syarat... " ucap Iwan
" Apa pak...?? " tanya Samudra dengan senyum lebar di wajahnya
" Maaf saya potong, saya pulang dulu ini ibunya sms ada tamu di rumah, jadi deal ya saya urus!! " potong pak rete
" Berkasnya gimana pak?? " tanya Iwan
" Fotokopi kk dan ktp kalian bertiga kan ada di dokumen rt... punya tuan Samudra juga sudah ada..jadi beres, Ok semua Assalamu'alaikum " pamit rt, padahal mah si rete pulang karena notifikasi pemberitahuan ada uang masuk di rekeningnya dari Samudra.. πππ π wesss pak rete yang penting mission ia complete yo pak !!
" Jadi apa pak syaratnya?? "
" syaratnya kamu ngak boleh mengarap sawah anakku sebelum resepsi di gelar... " bisik Iwan
" Apaaaa..... wah bapak kok gitu syaratnya, tega bener pak...!!! " ucap Samudra lemes
" Ngak mau ya sudah.. bapak ngak Maksa kalian untuk menikah besok " jawab Iwan lagi
" Kenapa sih pak.. ngak boleh ?? kan sudah sah?? "
" Kalian ke sana itu liburan bukan bukan madu.. kalau kamu jebol gawang Melody, adanya Melody ngak bisa menikmati liburan.. gimana mau jalan2 nah mau jalan aja susah dia... apalagi melihat gayamu yang ganas itu, dulu Imah aja... 3 hari mendem aja di kamar kesakitan " papar Iwan... Samudra terdiam akhirnya
" Gimana setuju ngak?? kalo setuju kita kedalam dan memberitahu Imah dan Melody " gantian Iwan yang nanya
" Bapak mau balas dendam ya..?? " ucap Samudra kesal
" Bha ha ha... ngak lah... bapak cuman kasihan sama Melody " jawab Iwan
" Ya sudah... tapi kalo ambil tipis-tipis boleh ya pak!! " masih usaha doi.. ππ
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee nya