Melodi I Love You

Melodi I Love You
64. Feeling


__ADS_3

Setelah Samudra pulang dan Melody masuk ke kamarnya, Iwan dan Imah juga berbaring di kasur tua mereka.. keduanya berbincang sambil menunggu mata tua mereka mengantuk


" Ternyata bos nya Melody itu belum tua ya pak.. ganteng.. baik lagi, sama kita orang susah begini sopan sekali sikapnya, kata Melody sudah tua.. Gimana toh anakmu itu " ucap Imah


" Ha ha namanya juga Melody bu... badannya aja yang besar tapi pemikirannya masih bocah, tadi sambil simpun2 dia cerita sebelum pulang dia baru saja di hukum oleh bos nya itu karena menyebutnya tua ha ha ha " Iwan tertawa geli


" Ya Allah.. jadi Melody bilang sama tuan Samudra kalo dia sudah tua?? ya wajarlah kalo dihukum.. nanti kuajari anakmu itu biar bisa menjaga mulutnya..Mel.. Mel.. " omel Imah


" Pak.. menurut bapak apa tuan Samudra itu suka ya sama anak kita, soalnya sampe mau nganter gitu padahal kan dia itu bos besar.. biasanya juga yang ngantar pak Moe " tanya Imah


" Iya bu... perasaanmu itu ngak salah, tuan Samudra menyukai anak kita cuma anak kita aja yang ngak paham " jawab Iwan


" Tau dari mana bapak.. kalau tuan Samudra menyukai anak kita? "


" Tatapan matanya sama seperti tatapannya memandangmu, ibu lihat seumur hidup bapak tak pernah berubahkan ?? " jawab Iwan


" Bapak setuju kalo Melody sama tuan Samudra.. bapak ngak takut anak kita nanti di jadikan mainan saja.. karena bapak kan yang bilang sendiri bagaimana kelakuan orang2 berduit itu " tanya Imah


" Aku tidak bilang tuan Samudra itu lelaki baik.. namanya juga duda.. kaya.. apapun yang diinginkannya tinggal bilang, tapi entahlah bu feeling ku mengatakan bahwa tuan Samudra sangat menyukai anak kita dan tak ada niatan untuk menyakiti Melody . Kita lihat saja kemana air mengalir " jawab Iwan sambil menerawang memandangi pelapon rumah nya yang sudah mulai lapuk.


" Jadi kalo Melody di bawa ke Bandung atau ke luar negri ngak papa? bapak ngak keberatan? ngak takut anak gadisnya di apa-apain sama bos dudanya itu ? " berondong Imah khawatir.. Iwan menghela nafas panjang


" Bu kita tak bisa lagi mengurung Melody seperti dulu saat dia sekolah, kini usianya mendekati 20 tahun sudah mulai memasuki fase dewasa.. kita harus bersiap melepas anak kita bu.. walau bagaimanapun dia juga akan seperti kita berumah tangga dan merantau meninggalkan keluarganya. Nanti bapak akan bicara sama pak Moe, agar bisa menjaga keselamatan Anak kita.. ibu tenang aja ya.... " ucap Iwan


" Iya pak.. Wess ayo turu.. lewat tengah malam sudah.. nanti subuhnya kelewatan lagi " ajak Imah sambil mematikan lampu kamarnya.


🐀🐀🐀🐀


Kegalauan juga sedang melanda seorang Melody.. ia juga masih tak bisa tidur..semenjak tadi ia terus memegangi bibirnya yang tadi di sosor soang eh kingkong.. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


" Begini rupanya rasanya ciuman.. rasanya bagaimana gitu.. enak enak mendebarkan, tapi Mel ciumannya kan ngak sama pacar Mel.. tapi kok rasanya debar-debar juga ya... " ucapnya dalam hati


" Kata si cendol ciuman itu rasanya seperti itu.. ya Allah maafkan Mel.. kalau bapak ibu tau habis Mel pasti dimarahin habis2an, trus kalau itu hukuman Gimana dong ? bilang bapak wajar Mel dihukum karena mengatakan bos itu tua, itu ngak sopan.. tapi bapak kan ngak tau hukumannya apaan. Huff Mell bingung ngomong apa ngak ya? ah nanti Mel tanya dulu ama bos kingkong "


Kembali Melody hanya bolak balik ngak bisa tidur.. alamat kesiangan dah tuh bocah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ kalo ngak dibangunin emaknya


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Belum lagi ayam berkokok Imah sudah sibuk membangunkan Melody yang masih mengantuk, selesai sholat Mel langsung aja bersiap

__ADS_1


" Mel.. ngak mandi?? " tanya Imah melihat Melody yang sedang icip2 kopi bapaknya


" Nanti di apartemen tuan aja bu.. ngak sempat, lagian kan samle sana Mell harus masak dulu...mau ke kantor tetap mandi lagi! " sahutnya


" Mel.. jangan lagi mengatakan bos mu itu tua.. itu ngak sopan, makanya wajar saja kalo kamu di hukum sama tuan Samudra!! " tegur Imah


" Iya bu.. maaf, ngak tau ini mulut Mel suka ngak ada remnya kalo di depan bos he he, ibuku cantik jangan marah ya muah muah " rayu Mel yang paling takut kalau ibunya marah


" Ya sudah ngak usah cium-cium ibu.. masih bau acem gitu juga... dan satu lagi.. jangan membantah bosmu.. turuti semua perintahnya dan lakukan dengan baik dan benar, susah atuh Mell dapat bos yang baik begitu " pesan Imah lagi


" Baik... baik Gimana bu...?? sukanya marah-marah sama hukum Mel terus " protes Melody


" Ya Gimana ngak marah kalo kelakuanmu begitu, hilangkan sifat kekanakanmu itu.. kamu lho beberapa bulan lagi sudah 20 tahun sudah mau dewasa nak!! " lanjut Imah


" Iya bu.... cium lagi.. Mel ngak bau kok sudah sikat gigi muuuuuahhhh " goda Mel menciumi Imah


" Ngak mau... ibu ngak mau di cium kalo belum mandi.. nanti bau jigongnya nempel.. ibu lho sudah mandi " tolak Imah sambil tertawa...


" Ibu jahat..... bu.. sini " rajuk Mel


" Ngak..!! "


" Ibu.... mommy.... mother " panggil Mel


" Kenapa sih kalian berdua ini.. dari tadi ribut saja!! " tanya Iwan yang baru selesai berpakaian


" Itu lho anakmu pak.. masih bau acem ama jigong mau cium2 ibu....ogah " lapor Imah..Iwan hanya tersenyum saja


" Lho kopi bapak kok cuman separuh ini? " tanyanya kaget


" He he maaf pak.. tadi Mell icip rasanya sudah pas belum.. eh keterusan. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… " jawab Melody


" Memang anak gadismu ini bandel kan pak.... " oceh Imah sambil menjewer pelan kuping Melody.. Melody berlari betsembunyi di belakang Iwan


" Ibu..... sakit, wong bapak aja ngak marah kok... bapak ngak marah kan pak!!? " tanya Melody di belakang Iwan


" Iya... ngak papa.. ngak mau dihabisin sekalian kopi bapak? " tanya Iwan sambil tertawa...


" he ngak pak.... nanti malah hilang kuping Mel kalo Mel habisin kopi bapak " jawabnya sambil melirik pada Imah

__ADS_1


" Kamu tuh ya paling senang godaan ibu...!! " omel Imah.. kedua tangannya di angkat hendak mengelitiki badan Melody , Melody langsung berlari ke luar... ia paling ngak tahan di gelitikin


" Ampunn bu.. ampun, bapak ayo kita pergi!! " teriaknya sambil membuka pagar


" Hati-hati pak.. ngak usah ngebut " pesan Imah


" Iya bu... sudah ibu siap-siap, jadi kalo bapak balik kita tinggal berangkat ya " jawab Iwan, ngak pake lama motor tua Iwan pun mengantar Melody ke apartemen Samudra.


🐺🐺🐺🐺


Ting.... pintu lift terbuka, Mel pun masuk ke ruang tengah apartemen. ia bernafas lega karena tuan Sam tak ada di sofa seperti biasanya menunggu jatah


" Yey.. bebas.. bebas he he " ucapnya senang sambil melompat girang menuju dapur, tiba-tiba bruk... Melody menabrak Samudra yang baru keluar dari dapur


" Ow... Ya Allah maaf tuan Mel ngak liat " ucap Melody belum lagi Samudra mengeluarkan suara...


" Kyaaa..... tuan ngak pake baju....!! malu!! " teriaknya sambil menutup matanya dengan telapak tangannya melihat Samudra yang hanya memakai celana tidur saja.


Setelah beberapa saat... Melody pun menurunkan tangannya, difikirnya Samudra sudah kembali ke kamarnya namun ternyata Samudra masih berdiri di depannya sambil tersenyum


" Aaa....... " teriakannya langsung terhenti karena Samudra menutup mulutnya dengan tangan Samudra


" Berisik... pagi-pagi teriak aja, sekarang diam !! " omelnya..mengingat pesan ibunya akhirnya Melody pun diam.. Samudra pun melepaskan tangannya


" Kalau kau mau cepat dewasa kau harus biasa melihatku seperti ini, sekarang kiss!! " pintanya


" Tapi Mel belum mandi tuan.. bilang ibu tadi Mel masih bau acemm ama jigong , sebentar aja habis Mel mandi ya tuan " jawabnya


" Masa sih cantik2 bau acem... coba sini aku cium " sahut Samudra ia mengendus kepala Melody dan mengecupnya...


" Ini enggak... " ucapnya..lalu ia mengendus kuping Melody dan menciumnya... lalu Cupp... ia pun mengecup singkat bibir nan mengoda di depannya itu, membuat Melody melotot kaget


" Tu.... "


" Iya ibumu benar... bau acem, mandi gih nanti habis mandi baru Morning kissss ha ha ha " ucapnya tanpa dosa lalu melangkah masuk ke kamarnya


" Dasar tuan modusssss 😑😑😀😀 " teriaknya marah


Jiahhh kena lagi kamu Mel ha ha ha

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya


__ADS_2