
" Waduh... kok Tante Sakura ngomong begitu, kalo dulu saat aku belum bertemu Manda tentu dengan senang hati kuterima... tapi tidak sekarang, mau di smackdown apa aku sama Manda... tapi mau ngomong sekarang kalo sudah nikah ngak enak sama Sandra... masa kutolak di depan semua orang gini.. aduh gimana ni...ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜" Ryan tergugu sejenak mencari jawaban yang tepat sementara semua orang melihat ke arahnya
" Maaf Tante... sepertinya ini bukan waktu yang tepat membicarakan hal itu " ucap Ryan akhirnya sambil menghapus peluh di leher dan keningnya
" Iya mah... selesaikan saja dulu masalah perceraian Sandra..." sahut Erlan, sementara Sandra diam saja... ia tak mendengarkan apa yang di bicarakan orang di sekitarnya ... otaknya masih hang kayaknya ðŸ¤ðŸ¤
Ringgo merasa sangat lemas kini, kepalanya dan hatinya bergantian berdenyut... berlahan ia pun meninggalkan ruangan dan duduk di luar sambil menyalakan rokoknya. Tak lama seseorang menepuk bahunya dan duduk di sebelahnya...
" Sabar Go... jangan bermain api, kita tak bisa mengambil apa yang tak bisa di raih, kita tak sebanding " hibur Moe lalu merangkul bahu Ringgo
" Iya pa... Ringgo tau.. hanya saja hati ini tak bisa dihalangi untuk menangis... rasanya sakitttt sekali " ucapnya pada Moe....Ringgo sesekali memang memanggil Moe dengan panggilan papa
" Papa sarankan sebaiknya kau pergi mengawal tuan berbulan madu saja... agar hatimu tak terlalu sakit, siapa tau bertemu seseorang di Bali atau di Jepang... ok !!" saran Moe sambil mengacak-acak rambut Ringgo
" Ringgo pikirkan dulu pa..." ucapnya lalu membuang rokoknya karena terdengar Amira menangis memanggil namanya... bergegas ia berlari masuk ke dalam...
Moe hanya bisa menarik nafas panjang.. istrinya semalam sudah membahas masalah Ringgo dengannya dan ternyata tepat tebakan istrinya Ringgo jatuh cinta pada Sandra....
Ringgo membawa Amira bermain di taman saja... ia tak mau mendengar pembahasan masalah Sandra.
" Papa Gogo... Mama cedih teyus...acian " ucap Amira sambil meraba wajah Ringgo
" Iya... Mami lagi sedih karena papi nakal, makanya Amira jadi anak yang pintar ya.. jadi mami ngak sedih terus..." ucap Ringgo
" Iya papa...Aiya intal kok ... papa telbang... ayo telbang holee " pintanya... Ringgo lalu meletakkan Amira di bahunya dan berlari mengelilingi taman membuat Amira tertawa senang... Moe semakin Manarik nafas panjang melihatnya...
" Kasihan kau nak... semenjak kecil sudah menderita... sampai sekarang belumlah bahagia, papa hanya bisa mendoakan semoga kau segera menemukan jodohmu " ucapnya dari kejauhan
Tak terasa hari sudah lah malam... selepas makan malam, Amira kembali minta di gendong Ringgo... Ringgo pun mengendongnya hingga Amira tertidur
" Nona ... Amira tidur dengan saya saja ya !!" pamitnya
" Ngak usah Go.. masukkan ke kamarku saja, kasihan nanti kalau dia mau mimi " titah Sandra... Ringgopun membawa Amira ke kamar Sandra, Sandra pun mengekor sambil membawakan boneka kesayangan Amira
" Letakkan di sebelah kanan Go, ntar bonekanya si sebelahnya..." titahnya di belakang Ringgo, tanpa suara Ringga membaringkan Amira dan menyelimutinya, ia pun berdiri seraya berbalik namun tak di sangka ia malah menabrak Sandra yang berdiri di belakangnya... bibir Ringgo pun tak sengaja mengenai kening Sandra... keduanya terdiam sejenak....
__ADS_1
" Maaf nona saya... saya tak sengaja...saya tak tau nona di belakang saya " ucap Ringgo panik... ia sampai mundur dan nemplok di dinding...berbeda dengan Sandra yang santui aja
" Udah ngak papa ... namanya juga ngak sengaja " sahutnya lalu meletakkan boneka Amira di sebelah Amira lalu berjalan berbalik
" Buset ... ciuman pertama aku kok di kening sih... " desis Ringgo yang terdengar oleh Sandra yang sedang duduk di sofa ranjangnya
" Beneran Go... tadi ciuman pertama kamu sama perempuan ??" tanya Sandra tak percaya... Ringgo hanya mengangguk
" Saya permisi nona ..." pamitnya dengan wajah memerah karena malu ketahuan , begitu mendekati pintu...
" Tunggu.... kemari sebentar !!" titah Sandra, tangan Ringgo yang sudah menyentuh gagang pintu pun tak jadi... ia berbalik kembali ke hadapan Sandra
" Duduk sini..." titahnya menunjuk di sebelahnya
" Ada apa non ...??" tanya Ringgo bingung
" Beneran kamu belum pernah berciuman dengan siapapun Go... di umurmu yang sudah 25 tahun ini ??" tanya Sandra penasaran
" Iya non..."
" Kan saya belum pernah pacaran non "
" What... bohong banget kamu go !!"
" Lha gimana mau pacaran, kerja Ringgo kan 24 jam non..."'sahutnya lagi, Sandra memandangi Ringgo
" Kasian banget sih kamu Go, udah gitu cuman dapat kening lagi, sini deh kita ulang first kiss mu " ucap Sandra
" Haaa...??" ucap Ringgo kaget, Sandra menarik kerah baju Ringgo dan .... cupppp
Dada Ringgo berdetak begitu kencang saat bibir mereka bertemu, apalagi saat bibir Sandra bergerak mencecap bibirnya rasanya dadanya akan segera meledak... namun selugu-lugunya seorang Ringgo, naluri lelakinya langsung muncul. Ringgo pun menyambut bibir Sandra dan ********** balik, keduanya berciuman sampai nafas mereka tersengal baru mereka menyudahinya.
Saat bibir mereka terpisah... Ringgo belumlah puas ia tak rela melepaskan bibir nan begitu nikmat rasanya... ia memandangi Sandra dengan penuh rasa cinta....
1 detik....
__ADS_1
2 detik....
3 detik....
Ringgo nekat kembali mencium bibir Sandra... Sandra meladeni saja ciuman itu tanpa protes... ia pun sebenarnya merasakan debaran yang begitu nyata... entah mengapa saat Ringgo menciumnya rasa sakit di hatinya akibat ulah Dandi terasa menghilang, hatinya merasa ringan... mungkin ciuman ini adalah therapi yang tepat untuknya...
Ciuman terus berulang... keduanya sama sama hanyut dalam nikmatnya pertemuan bibir mereka... rasa panas rasa debaran... belum lagi hasrat yang membara menguasai keduanya...tangan Ringgo dengan berlahan namun pasti menyentuh salah satu pabrik Sandra yang selama ini hanya bisa di pandanginya saja .. ia meremasnya pelan membuat Sandra melenguh dalam ciuman mereka... Sandra pun tak kalah beraksi , sebelah tangannya meremas rambut Ringgo sebelahnya lagi meraba-raba dada berotot Ringgo. Ciuman berjeda sebentar saat keduanya mengambil nafas dan bersambung lagi... tangan Sandra berlahan sudah turun ke perut Ringgo ... dan tangan nakal Sandra pun sudah mulai hendak masuk ke celana Ringgo, mata Ringgo terbuka... ia pun menyudahi ciumannya dan menahan tangan Sandra... saat ia mengingat Ryan...
Di kecupnya tangan Sandra yang di tahannya tadi...
" Maaf nona saya takut tak bisa menahan diri nanti jika kita tak menghentikannya " ucapnya sambil berdiri
" Terimakasih atas ciuman pertamanya ... sangat indah dan berkesan, saya akan mengingatnya seumur hidup saya " ucap Ringgo ... ia pun lalu segera keluar dari kamar Sandra dan langsung masuk ke kamarnya
Ringgo memandangi cermin... melihat bibirnya yang sedikit membengkak karena keganasan ciuman mereka tadi...
" Tak bisa.... aku tak bisa dekat dengan nona lagi, aku sangat menyukainya..." ucap nya sedih, Setelah berfikir keras akhirnya Ringgo menelfon Moe
" Pa... Ringgo terima pekerjaan mengawal tuan bulan madu, kapan berangkat ??" tanyanya
" Besok pagi sudah berangkat, bersiaplah malam ini ... besok Anton akan menggantikan mu di sana !!" sahut Moe
" Baik...." jawab Ringgo, Ringgopun segera mengemasi pakaiannya... jam 4 subuh ia pun meninggalkan mansion menuju hotel tempat Sam menginap. Di hotel Ringgo menulis chat pada Sandra
" Nona pagi ini saya pergi mengawal tuan berbulan madu ke Bali dan Jepang, jika nona Amira mencari saya katakan saja papa Gogo kerja... Amira akan mengerti ,terimakasih atas segalanya " tulisnya.. lalu iapun memandangi hp nya dimana ada foto Sandra nan begitu sexy yang sudah merontokkan hatinya
" Amira... Sandra.. kalian bagaikan bulan dan bintang , sampai kapanpun aku tak akan bisa mengapai dan memiliki kalian " ucapnya dalam hati
Gimana Amira ya... kira-kira ngamuk ngak ditinggal begitu saja oleh Ringgo... and mami Sandra gimana juga ya
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote
Si mami yang merontokkan hati Ringgo
__ADS_1