
Pagi yang indah...setiap pagi selalu indah kini bagi seorang Samudra, bagaimana tidak ?? Kini ia sudah punya seorang istri yang begitu cantik dan penurut... tak juga macam-macam. Setiap malamnya selalu bergelung kehangatan plus nikmat dan bangun pagi ia bisa menikmati kecantikan hakiki wajah istrinya itu sampai puas.
Tangan kekarnya mengelus rambut panjang Melody yang masih tertidur begitu nyenyak...
" Nanti kalau bangun kau pasti mengomel lagi karena kesiangan dan sholat subuh mu terlewat hehe, habis aku tidak tega membangunkanmu setelah malam panjang kita " ucap Samudra ... puas ia mengecup kening Melody baru ia membangunkannya
" Emm ayanggg ... ganggu terus...jam be..."
" Sudah lewat subuhnya... siapa suruh tidur terus " potong Samudra
" Ayanggg sih... minta tambah terus , gimana Mel ngak cape.. kalau gini kapan kita mau jalan-jalan ðĪ" mengomel lah Melody sambil tetap memejamkan matanya
" Iya... hari ini kita jalan-jalan, mau kemana hari ini.. mau melihat gunung Fuji apa atau ke Imperial Palace & East Garden ?? hemm " tanya Samudra
" Dua.. duanya dong .. kita lho di sini seminggu aja nanti yang lain ngak sempat di datangi, Mel mau ke Dotonbori juga ay..."
" Dotonbori jauh lho.. kita harus menginap ngak bisa pulang hari "
" Ya ngak papa... ya ayang mumpung di jepang, Mel mau shopping di sana .. bolehkan ??" tanya Melody ia pun memeluk dada Samudra tentu dengan mode merayunya... hal yang paling disukai Samudra
" Tentu saja berbelanja lah sepuasmu , tapi kok aneh sekarang kamu jadi suka shopping ??"
" Ngak tau ay... pengen aja... maaf ya, nanti Mel kontrol deh belanjanya "
" Ngak sayang.. jangan, berbelanja lah sepuasmu belikan oleh-oleh untuk ibu bapak dan juga sahabatmu . Kau menikah denganku tugasmu sekarang menghabiskan uangku.. lagian berapa juga sih kalau kau belanja "
" Makasih Ayang... tambah sayang deh. .. muah muah muah " Melody tersenyum lebar ia menciumi pipi Samudra berkali-kali...tangan nakal itu sudah hendak melalang buana kembali namun tiba tiba urung karena terdengar suara tangis Amira dari ruang tengah.
Bergegas Samudra bangun dan memakai kembali piyamanya sedangkan Melody masuk ke kamar mandi.
" Papa Gogo....papa Gogo....hoa hoa hoa....Aiya au papa Gogo ððð" tangis Amira semakin k ncang saat Erlan berusaha mengambilnya dari gendongan Sandra
" Ada apa ini ??" tanya Samudra begitu keluar
" Amira mencari Ringgo, dia tak mau berhenti menangis sedari tadi " sahut Sandra
" Memangnya kemana Ringgo... Moe.. Moe..!!." panggil Sam
Moe bergegas masuk ke dalam dengan telfon di kupingnya
" Kemana Ringgo ??" tanya Sam
" Setelah sholat subuh tadi Ringgo pamit jogging tuan, tapi sampai sekarang belum kembali... saya sudah berusaha menelfon hp nya tapi tidak di angkat " jawab Moe... Sam lalu melihat ke arah jam , sudah jam 7.30 memang sudah terlalu lama untuk jogging.
" Papa Gogo...papaaaaa, ngak au....ngak auuu !!" Amira tambah jingkar menangis saat Sandra menyerahkannya pada papahnya karena ia sudah kelelahan mengendongnya semenjak tadi
__ADS_1
" Ringgo kemana sih... ??" keluh Sandra sambil memijat tangannya
" Moe coba telfon kantor polisi atau RS siapa tau Ringgo kecelakaan !!" titah Sam.. membuat mata Sandra melotot tak percaya
" Kakak.... kok doanya jelek banget sih !! " protesnya marah... matanya berkaca-kaca menandakan keresahan di hatinya
" Ringgo baik-baik saja ðĪðĪ" omelnya lalu mencoba menelfon hp Ringgo... mungkin keberuntungan panggilannya berbalas , namun yang mengangkatnya adalah seorang wanita
" Hallo siapa ini... mengapa kau yang mengangkat telfonnya, di mana Ringgo... apa Ringgo baik-baik saja ?? " cerocos Sandra khawatir bercampur kesal karena yang mengangkatnya malah seorang wanita
" Kon'nichiwa watashi wa kankoshidesu...." sahut di sana berbahasa Jepang membuat bingung Sandra
" Uncle Moe...jawab ini....dasar buaya darat ðĄðĄ" umpat Sandra
Moe lalu berbicara dengan sang wanita dengan bahasa Jepang... wajah Moe memucat mendengar jawaban dari si penerima telfon
" Bagaimana Moe... dimana Ringgo..??"'tanya Sam
" Main cewek aja... ngak tau apa Amira nangis nyariin dia huh... awas kau Ringgo aku beneran akan mencekekmu !!ðĪðĄðĄ" potong Sandra tensi
" Ringgo berada di RS , yang mengangkat tadi seorang perawat dia bilang Ringgo terlibat kecelakaan... saya permisi ....saya akan ke RS dulu !!" lapor Moe lalu bergegas berlari menuju mobil untuk pergi ke RS
" Apa....Ringgo kecelakaan...?? uncle Moe tunggu... Sandra ikut !!" teriak Sandra dan berlari mengikuti Moe
" Udah ngak usah protes... cepat injak gas nya !!" titah Sandra tak mau di tolak, Moe pun menginjak gas dengan kencang... untung dia hapal jalanan di tempat ini hingga dengan gesit ia sampai di RS yang di tuju
Derap langkah kaki Moe ... Sandra dan juga Anton memenuhi lorong RS, perawat mengatakan orang-orang yang terlibat kecelakaan berada di UGD... semakin jantungan lah Moe apalagi Sandra, air matanya sudah berlinang...
" Go... jangan mati dong , gimana dengan aku dan Amira ðð" ucapnya dalam hati
Sesampainya di UGD ... Moe lalu bertanya pada petugas yang berjaga mencari Ringgo dengan memberikan gambarnya...
Perawat memberitahukan bahwa Ringgo berada di kamar xxxx no. xx . Setelah mendapat informasi Moe pun bergegas menuju kamar yang di tuju. Seorang perawat nampak memanggil Moe dan menyerahkan sebuah hp, dompet dan juga topi milik Ringgo, Sandra yang melihatnya mengambil semua barang Ringgo tersebut dan memeluknya erat.
" Apa katanya uncle... Ringgo baik-baik saja kan ??" tanya Sandra
" Katanya Ringgo ada di kamar itu " ucap Moe menunjuk sebuah kamar di ujung lorong... bergegas Sandra berlari ke kamar tersebut, dadanya sudah sangat sesak... ia takut terjadi apapun itu pada Ringgo... jiwanya seakan separuh terlepas darinya kini, ia bahkan serasa tak menginjak lantai lagi....
Moe pun merasakan hal yang sama... Moe lalu membuka pintu kamar begitu sampai...tangannya membukanya dengan bergetar...
Ketiganya lalu menengok ke dalam kamar nampak Ringgo yang sedang duduk bersandar di ranjang dengan kaosnya yang bernoda darah..
" Ringgo... kamu ngak papa kan hik hik hik !!" itulah yang pertama kali terucap di bibirnya... suara Sandra mengagetkan Ringgo... Sandra langsung berlari dan memeluk Ringgo, ia tak lagi menjaga image ataupun pandangan Moe dan Anton karena memeluk Ringgo di depan keduanya
" Kamu jahat Go... kamu jahat hik hik hik " rintih Sandra di pelukan Ringgo
__ADS_1
" Kamu baik-baik saja son ??" tanya Moe... Ringgo mengangguk , Anton lalu menarik tangan Moe agar mereka meninggalkan Sandra dan Ringgo , semula Moe menolak
" Bos biarkan mereka menyelesaikan masalah di antara mereka , Ringgo sudah dewasa... ia tau yang terbaik untuknya " bisik Anton... akhirnya keduanya pun keluar dari kamar dan menunggu di luar
Sandra masih sesegukan di dada Ringgo, Ringgo berusaha melepaskan dekapan Sandra namun Sandra tambah mengeratkan pelukannya
" Nona... saya tidak apa-apa, bisakah anda melepaskan pelukan anda " bisiknya
" Kamu jahat go... kamu jahat banget tau ngak ?? kamu tega Sama aku go " itu saja yang diucapkan berulang oleh Sandra di sela tangisannya, Ringgo menarik nafas berlahan
" Maafkan saya no..."
" Panggil aku Sandra... jika kau masih memanggilku nona aku tak akan melepaskan pelukanku !!" ucapnya
" Maaf kan aku San... Sandra, maaf sudah membuatmu menangis.. sekarang lepaskan pelukanmu nanti bajumu terkena darah jadi kotor " pinta Ringgo.. berlahan Sandra melepaskan pelukannya, dengan air mata di pipi ia memandangi Ringgo
" Sebenarnya apa yang terjadi Go, mengapa kau bisa berakhir di sini...?? pantas Amira menangis saja, mungkin ia tau kau Kenapa-kenapa " tanya Sandra.. Ringgo memandangi wajah cantik di depannya yang walaupun tanpa memakai makeup apapun malah terlihat semakin cantik
" Tadi pagi aku joging... tiba-tiba ada mobil terbalik di perempatan jalan, sepertinya pengemudinya mabuk.. karena mobilnyaengeluarkan percikan api... akupun mengeluarkan penumpang dan supir dari dalam mobil... ternyata sang supir adalah kakek yang mau membawa anaknya melahirkan dan tiba-tiba kena serangan jantung di jalan . Tadi aku mendonorkan darahku pada si ibu yang melahirkan karena ia terluka di bagian tangan dan banyak mengeluarkan darah... itu saja " jelas Ringgo
" Lantas mengapa kau tak memegang hp mu ?? kan kamu jadi khawatir Go "
" Sepertinya hp ku terjatuh di lorong RS karena sibuk membantu ke dua orang yang kecelakaan tadi, sudah berhentilah menangis... sudah tua kok cengeng amat " ucap Ringgo membuat Sandra jadi kesal... ia naik ke ranjang dan menduduki Ringgo
" Cengeng kamu bilang... kamu sudah membuatku dan semua orang spot jantung karena tak bisa dihubungi dan kau bilang aku cengeng...awas kau Ringgo akan ku cekek kamu ðĪðĪ" Sandra benar-benar mencekek leher Ringgo dengan gemas tanpa sadar posisi mereka yang begitu intim...
" Ampun nona.....!!" ucap Ringgo
" Nona lagi ðĪðĪ"
" Maaf.. ampun Sandra.. kau benar-benar mau membunuhku ??" tanya Ringgo yang sudah kesulitan bernafas. Begitu tersadar Sandra segera melepaskan cekekannya... berlahan namun pasti kedua tangannya kini malah melingkar di leher Ringgo
Deg... deg...deg... keduanya bertatapan dengan mata yang memancarkan rasa rindu
" Ya ampun.... batu aja bisa pecah jika melihat keseksianmu Sandra apalagi aku yang hanya seonggok daging ini... apa kau tau sedari tadi tubuhku ini sudah melumer karena bersentuhan denganmu " cicit Ringgo
" I Miss you Go " ucap Sandra sebelum mempertemukan bibir mereka dengan mesra
" Jangan Go jangan kau balas ciumannya... nanti kau lepas kendali " warning hati Ringgo, namun teriakan hatinya hanya di dengar oleh kupingnya tidak di respon oleh tubuhnya... karena tangannya malah menarik pinggang Sandra dan bibirnya membalas sesapan Sandra yang begitu nikmat, mengalirkan hawa panas di tubuh keduanya
Ngak terasa dah hampir 1500 kata...
Burung Pipit burung kenari
Sambung lagi besok hari ðððĪŠðĪŠ
__ADS_1