
" Tu.. Tuan bos...?? " ucap Melody sampai menutup mulutnya saking kaget nya melihat Samudra yang keluar dari mobil. Antara percaya dan tidak percaya rasanya, Samudra terlihat begitu tampan malam ini... padahal ia hanya mengenakan levis dan atasan sweter... namun mengapa terlihat begitu berbeda... tuan terlihat begitu tampan dan membuat dada Melody serasa mau mencelot keluar dari tempatnya.
" Ada apa dengan dadaku...?? " tanyanya bingung dalam hati
" Assalamu alaikum...!! " salam Samudra dan mendapat sahutan dari semua orang yang melihatnya... tamu langsung saja saling berbisik heboh melihat tamu keluarga Ratia seorang pria bule nan begitu tampan dan kaya.
" Wa alaikum salam... silahkan masuk tuan ke gubuk kami, maaf beginilah keadaan kami di kampung... Mell buatkan tuanmu kopi " sambut Iwan ramah... Samudra hanya tersenyum.. entah mengapa setelah bisa melihat si bocah dan dia baik-baik saja kemarahannya yang mengunung menguap begitu saja, apalagi di lihatnya Melody memakai pakaian seperti daster batik membuatnya terlihat begitu cantik yang ada malah pengen meluk aja.... 😅😅😅 ea si bos... he he
Samudra masuk ke ruang tamu yang merangkap ruang tengah itu lalu duduk bersila.. sedangkan Moe dan Ringgo hanya berdiri di luar.
Samudra di persilahkan duduk di sebelah Juragan yang juga masih duduk di dalam... ia belum mau pulang entah kenapa.
" Saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya nenek Melody.. maaf jika saya datang terlambat " ucap Samudra sopan... satu kelebihan seorang Samudra, walaupun ia horang kayah dan bos... ia selalu bisa menempatkan diri dimanapun ia berada
" Terimakasih tuan... kami tak menyangka tuan jauh-jauh dari kota mau datang ke desa kami... " balas Iwan lagi... Melody pun keluar ia membawakan secangkir kopi untuk Samudra
" Silahkan di minum tuan!! " ucapnya lalu duduk di sebelah Samudra
" Nona sebaiknya tuan jangan di beri kopi... seharian dari pagi tuan cuman minum kopi belum ada makan.. nanti malah sakit perutnya " celetuk Moe dari luar... mata Melody langsung saja melotot mendengarnya
" Tuan gimana sih.. kok seharian ngak makan.. Pan Mell sudah bilang di perhatikan makannya.... sini kopinya buat bapak aja " omelnya seketika seperti seorang istri yang cerewet nian...
" Kan aku sibuk kerja... siapa suruh kamu ngak ada.. mana aku ingat makan kalo sudah keasikan kerja " sahutnya membuat bibir Melody yang tadinya monyong karena marah jadi terkekeh malu
" He he maaf tuan, sebentar Mel ambilkan makan ya!! " ucapnya lalu menghilang ke dapur.
Melody keluar sambil membawa sebuah meja pendek untuk alas Samudra makan.. di atasnya ada nasi,
krecek daging, kangkung tumis plus sambel dan acar pepes ikan nila
" Tuan makannya pake sumpit aja ya, di kampung cuman ada sendok ngak ada garpunya.. ini sumpit kebawa di tas kerja Mell " ucapnya sambil menyilahkan Samudra makan.. Samudra mengambil sumpit dari tangan Melody... Melody mengambil 3 lembar tissu dan meletakkannya di paha Samudra, ia juga mengambil...vitamin dari Moe dan mengeluarkannya 2 pcs lalu meletakkannya di piring kecil di depan Samudra
" Sudah.. cepat tuan makan.. habiskan ya!! " titah Melody.. Samudra mau tak mau hanya menurut melihat begitu banyak mata menatap nya.
" Gimana.. Enakkan tuan?? " tanya Melody.. Samudra hanya mengangguk, ia asik menikmati makanan yang jarang di temuinya ini.
__ADS_1
" Bagaimana dengan tawaran saya Mel.. bapak ibu, mumpung ada bos nya Melody di sini sekalian enak ngomongnya " sela sang juragan saat Samudra asik makan
" Tentang apa ya juragan... Mel kok lupa? " tanya Melody
" Begini saja... sebaiknya saya terus terang saja, sebenarnya kedatangan saya malam ini selain menghadiri undangan sekalian... saya mau melamar Melody untuk menjadi istri saya... saya akan memenuhi semua persyaratan dari keluarga Melody.. apapun itu.. ter.... "
" Uhuk... uhuk...uhuk.... " Samudra yang lagi asik mengunyah langsung terbatuk mendengarnya... kangkung nya sampai mencelot saudara-saudara... 😅😅😅..kenapa bos keselek sumpit ya... 😆😆
" Apa kau bilang... mau melamar Melody.. ngak salah? orang tua sepertimu mau menikahi bocah seperti dia ?? " tanya Samudra marah
" Lho.. dimana salahnya, aku belum juga tua.. umurku baru 45 tahun, dan hartaku banyak... Melody akan hidup enak selamanya jika menjadi istriku " jawab Juragan ngak kalah taji
" Tidak ada yang boleh melamar Melody!! " bentak Samudra
" Memangnya siapa kamu berkata seperti itu ? kamu itu saudara bukan.. keluarga bukan... kamu ya orang kota tidak punya hak mencampuri urusan keluarga ini " balas juragan sambil menunjuk wajah Samudra
Samudra terdiam sejenak... ia masih berpikir mencari jawaban yang tepat....
sedangkan keluarga Melody hanya bisa menatap keduanya bergantian... tak ada yang berani bersuara menghadapi 2 orang yang sama-sama punya kuasa itu
" Benar begitu? " tanya sang juragan , Melody pun mengangguk
" Berapa harga yang kau minta untuk membatalkan kontrak nya? " tantang Juragan
" Kontrak nya ngak bisa di batalkan , berapa pun uang yang kau tawarkan.. aku tak kekurangan uang.. " sahut Samudra sambil bertepuk tangan... lalu Moe menyerahkan sebuah koper oada Samudra..lalu ia menatap Melody dan bertanya
" Memangnya kamu mau menikah dengan laki-laki tua ini? " tanya Samudra dengan mata melotot , Melody segera mengeleng
" Good girl.. " ucapnya senang , sang juragan hanya terdiam
" Kau sudah dengar itu pak tua !! " ucapnya gantian menunjuk wajah juragan.
" pak Iwan kedatangan saya kemari selain takziah juga mau menjemput Melody.. karena besok pagi saya akan bertemu dengan pemilik tanah yang mau saya beli di Bandung, jadi Melody saya bawa sekalian... bapak ngak keberatan kan? " tanya Samudra
" Kalo saya mah terserah Melody nya saja tuan... " jawab Iwan lega karena dengan pertolongan Samudra.. Melody bisa selamat dari incaran sang juragan
__ADS_1
" Tapi baju Mel baru di cuci tuan.. belum kering, masa basah gitu di bawa , ini aja daster pinjem " sahut Melody
" Sudah masalah baju gampang.. nanti beli di Bandung, oh ya pak ini ada uang duka dari perusahaan ...silahkan dipergunakan untuk kebutuhan bapak dan ibu " ucap Samudra lalu membuka koper di sampingnya.... juragan yang melihat isi koper langsung melotot, rasanya langsung nyeri-nyeri Gimana gjtu.. Gimana enggak satu koper isinya duit semua, Samudra mengambil amplop coklat di koper dan memberikannya pada Melody. Melody lalu memberikannya pada Iwan.
Samudra lalu berdiri dan pamit pada keluarga Melody... ia pun mengandeng Melody memasuki mobil sambil tersenyum penuh kemenangan.
Melihat saingan yang begitu mempuni membuat juragan ciut... ia langsung berdiri juga dan pergi tanpa basa basi. Apa lagi yang mau di lakukannya... ia sudah kalah telak. Gadis yang di kekernya juga sudah masuk ke dalam mobil mewah milik saingannya.
Mobik melesat membelah malam menuju ke arah kota Bandung. Seperti biasa Moe segera menekan tombol kaca pemisah begitu mobil agak jauh dari rumah.
Samudra memandangi gadis di sampingnya yang sangat di rindukannya selama 3 hari ini, Melody pun hendak berbicara.. ia mendongak ke arah wajah Samudra. Pandangan mereka pun bertemu
" Tuan... terimakasih sudah mau menjemput Melody... Mel ngak di pecatkan kan? " tanya nya
" Aku masih sangat marah padamu bocah, kau izin hanya melalui sms.. sungguh tidak sopan " omelnya
" Iya.. maaf tuan kan emergensi.. Mel sudah telfon tuan dan uncle Moe berkali-kali tapi ngak di angkat " jawabnya
" Itu bukan alasan... kau sekarang bekerja di sebuah perusahaan, semua ada aturannya, bukannya mau absen sakit seperti saat kau sekolah smu.. paham!! " lanjut Samudra
" Iya tuan... maaf ya...!! " mohonnya
" Maaf.. maaf... kau harus di hukum, berani sekali kau membuat kacau pekerjaanku.. membuatku susah makan... membuatku tak bisa tidur.. dan yang paling parah membuatku tak bisa konsentrasi dalam melakukan apapun...dosa mu itu bertumpuk2 padaku, dan kau harus segera di hukum " omelnya panjang kali lebar.. ia lalu mengangkat Melody ke pangkuannya
" Siapkan dirimu untuk menerima hukuman dariku " ucap Samudra sambil memandangi bibir merah Melody... Melody langsung menutup bibirnya dengan telapak tangannya.. lalu mengelengkan kepalanya
" Ampun tuan.... ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ " cicitnya pelan
Jiahhh si soang dah siap-siap nih
Lanjut besok ya sis...
Author cape bingits dah 1250 kata lho. jangan lagi bilang dikit... jempol dah lelah
Babang tampan... Samudra
__ADS_1