
" Jadi... itu... berapa lama biasanya tuan ngerjain kamu? " tanya sang mc tanpa bisa di rem.. maklum dulu sebelum menjadi mc doi adalah seorang wartawan, Melody diam saja..ia berusaha mengingat-ingat
" 15 menit...?? " tanyanya.. Melody mengeleng
" 30 menit...?? " lanjutnya sambil melotot.. seisi gedung menahan nafas
" Kayaknya lebih deh... soalnya Mel mohon sama tuan buat berhenti tuan ngak mau.. belum puas katanya.. " jawab Melody lagi... semua mata langsung melotot ke arah Samudra, apalagi anggota keluarganya
" What... mom... itu tidak seperti yang kalian pikirkan!!! " protes Samudra sedangkan Melody anteng aja..
" Jadi.... tuan begitu nya lebih dari setengah jam... omg... " ucap Mc sambil mengoyangkan kelingkingnya ke arah Melody.. Melody melihatnya dengan bingung... ia pun mengoyangkan kelingkingnya balik pada mc
" Maksudnya apa ya.. begini.. korek kuping. ?? ngupil..?? tanya Melody balik " Sang mc pun langsung menurunkan jemarinya sambil tersenyum
" Maaf maksud saya.. kalian wik wik nya lama amat.. he he stamina tuan Samudra memang joss " ulang mc.. Melody semakin bingung.. ia pun menatap ke arah Joko
" Pak Joko.. wik wik itu apa sih, mc nya bahasanya aneh-aneh.. Mel ngak ngerti... " tanya Melody pada Joko... Kartika yang mendengar pertanyaan mc yang mulai nyeleneh pun naik ke atas panggung
Sedangkan Samudra di meja... lengannya sudah penuh dengan cubitan dari Sakura dan Sandra
" Ya Allah kak.. makanya bilang Sandra cepatan nikah, anak abg gitu kok di embat juga sih... ih nyebelin " bisik Sandra sambil mencubiti Samudra
" Ya ampun dek... sudah di bilang maksudnya bukan begituan!! kalian salah paham!! " bentak Samudra..Samudra pun berdiri
" Bocah... jelaskan yang benar.. kalo ngak hukumanmu ku tambah!! " ucapnya.. membuat wajah Melody seketika cemas
" Nah kan.. udah Mel bilang nanyanya sama pak Joko aja.. Mel jadinya di hukum lagi kan sama tuan bos... nanti Mel bisa dipecat " ucap Melody hendak menangis.. ia sudah hendak turun dari panggung.. namun kartika datang dan mengandengnya lagi ke dekat mc
" Cup cup jangan nangis dong cantik... maksud tuan Samudra tadi, kamu jelas kan tuan itu ngerjain kamu itu yang bagaimana ?? " ucap Kartika yang paham dan dulu juga ia sempat salah sangka
" Oh. itu... gini Melody kan sudah kelar bersihin ruangan tuan.. Trus Mel mau keluar..ehh sampahnya kok banyak lagi.. tuan tuh ambil koran ama kertas hvs.. di emek2 jadi bola gitu di hambur2 di lantai, jadi Melody pungutin tuh sampe sakit pinggang. Tapi kok masih juga ngak habis2 tuh sampah.. jadi Mel bilang... tuan sudah dong bikin sampahnya Mel sudah sakit pinggang nih... Ehh tuannya ngak mau , ya udah akhirnya Mel nunggu aja di lantai sampe tuan puas bikin sampahnya.. baru deh Mel bersihkan " jelas Melody panjang kali lebar
Dang mc hanya bisa ternganga ternyata Oh ternyata ia salah tanggap..,
" Jadi maksud kamu.. sakit pinggang karena mungutin sampah yang dibuat tuan Samudra..? " tanya mc
" Ya iyalah.. tugas Mel kan bersih-bersih, memangnya om kira kita ngapain??? " tanya Melody balik membuat dang mc jadi cengar cengir sendiri
Seisi ruangan kembali bernafas lega lalu tertawa geli dengan fiktor mereka, Melody jadi bingung sendiri dengan para undangan yang tertawa ngikik
" Ohh gitu ya maksudnya.. kalau begitu tuan Samudra mohon maaf... Kayaknya kami kompak salah paham ha ha " ucap mc dengan wajah malu
" Terimakasih nona cantik atas jawabannya yang sudah membuat kita semua bingung he he silahkan kembali ke belakang panggung!! " ucap Mc akhirnya dan semua tamu pun bertepuk tangan
Kartika mengandeng Melody menuruni tangga...
" Mba.. apasih maksudnya wik wik itu? waktu itu Mel kan udah nanya mba ngak mau jawab " bisik Melody penasaran
" Ngak papa.. sudah ngak usah kau pikirkan kata2 itu " jawab Kartika
__ADS_1
Di Meja...
" Tuh paham sekarang kalian.. seenaknya saja menuduhku!! " ucap Samudra kesal
" Habisnya tuh anak sih jawabnya bikin kita berfikiran begitu " ucap Sandra
" Tuh bocah ngomongnya benar.. dasar otak kalian saja yang fiktor..!! " ucap Samudra lagi... papah Samudra hanya terkekeh mendengar kedua anaknya yang sedang be-argumen
" Son.. bisakah kau panggil gadis itu kemari.. papah ingin berkenalan dengannya, dia sangat lucu " pinta nya, Samudra pun memanggil Moe dan memintanya memanggil Melody ke meja mereka, Moe pun langsung meluncur ke belakang panggung
Di belakang panggung nampak Melody sedang berbincang dengan Kartika dan Joko
" Nona.. dipanggil tuan Samudra ke meja tuan " panggil Moe.. wajah Melody langsung saja pucat
" Yah pasti Mel kena marah lagi.. ia kan uncle Moe ? " tanyanya.. Moe hanya tersenyum tanpa menjawab
" Sudah pergi sana.. kalau dimarahin.. minta maaf saja sama tuan ya " ucap Joko
" Semangat Mel....!! " sahut Kartika.. dengan lesu dan menunduk Melody berjalan ke meja Samudra sambil di iringi oleh Moe, sebuah kursi sudah di kosongkan di di antara Samudra dan papanya
" Assalamu alaikum!! " salam Melody sambil menunduk ke arah keluarga Samudra , mereka pun menyahuti salam dari Melody
" Tuan bos memanggil Mel? " tanyanya
" Bukan.. tuh papah yang panggil " jawab Samudra.. Melody pun memandang ke arah Danny.. papah Samudra
" Tidak.. kami hanya ingin berkenalan denganmu, perkenalkan saya Danny Erlan papanya Samudra dan ini ibunya namanya Sakura " jawab Danny sambil mengulurkan tangannya
" Saya Melosy.. ob lantai 15 " sahutnya lalu salim pada keduanya
" Silahkan duduk Melody " ucap Danny
" Tidak usah papahnya tuan bos.. Mel berdiri saja " tolaknya
" Dudukk...!! " ucap Samudra sambil melotot.. mau tak mau Melody pun duduk
" Kak Sam.. kok galak bener sih ama bawahannya, hai kenalkan aku adiknya Sam.. namaku Sandra ini anakku dan suamiku " sapa Sandra
" Hai juga kakak.. salam kenal juga " sahut Melody
" Berapa umurmu nak?? " tanya Erlan
" 19 tahun papahnya tu.... "
" Panggil tuan Erlan saja.. ngak usah panjang-panjang kayak kereta api " potong Samudra , Melody hanya bisa menarik nafas panjang sambil memandangi bos nya itu
" 19 tahun tuan Erlan.. tuan yakin anaknya ngak ketuker waktu dilahirkan? " tanya Melody
" Hai bocah pertanyaan apa itu?? " protes Samudra
__ADS_1
" Kenapa kau bertanya seperti itu Melody..? " tanya Sakura
" Habisnya semua keluarga tuan bos baik dan ramah, sedangkan tuan bos.... "
" Kenapa denganku hah...?? " sambut Samudra
" Tuan bos pemarahan... apa karena jomlo ya " jawab Melody tanpa dosa membuat keluarga Samudra tertawa geli sedangkan Samudra malah melotot sebal
" Bener itu Mel.... ha ha hi hi " Sandra tertawa senang, begitu pun Erlan dan Sakura
" Kau memang lucu sekali Mel... sudah punya pacar?? " tanya Sakura.. Melody pun mengeleng
" Masa.. kok bisa?? " sambung Sandra
" Tapi kemaren Mel kenalan sama cogan he he adiknya bu guru " ucapnya membuat Samudra yang sedang minum langsung terbatuk
" Apa kau bilang... kenalan sama cogan?? sudah kubilang kau itu masih kecil.. ngak usah pacaran2 dulu!! " ucap Samudra, melihat jas Samudra basah Melody langsung mengambil Tissu di meja
" Iya tuan raja.. kemaren lho cogannya ngajakin nonton sudah Mel tolak " jawabnya sambil membersihkan area dada dan leher Samudra dengan tissu... kedua orang tua Samudra kaget melihat Samudra tak marah Melody menyentuhnya.. biasanya......
" Lho kok di tolak Mel.. kan sayang " celetuk Sandra
" Mel banyak cucian nona mba... Mel mau nyuci baju " jawabnya lalu meremas tissu yang sedikit basah tadi dan membuangnya
" Omg.. jadi kau menolak nonton dengan cogan karena cucian...??? " tanya Sandra tak percaya
" Kalo Mel ngak nyuci nanti ibu yang nyuci.. kasihan ibu sudah cape bekerja " sahutnya membuat semua terdiam.
Karena acara kembali di lanjutkan... mereka kembali menonton acara, Samudra berbisik pada Melody
" Mana HP mu.. mengapa kau tak mengangkat telfonku? " bisiknya ke kuping Melody
" HP peserta lomba di tahan pihak panitia.. tuan bos " jawab Melody juga sambil berbisik
" Kenapa kau mengikuti lomba.. katanya ngak ikutan? " bisik Samudra lagi
" Gantiin yang lomba tuan... dianya jatuh, kakinya keseleo " sahutnya.. Mata Samudra tak sengaja melihat ke arah gunung kembar Melosy yang memakai bahan kebaya terawang itu
" Kamu pake yang putih ya.. muatkan he he " bisiknya membuat Melody otomatis mencubit Samudra
" Tuannnnn....... Mel Maluuuu " ucapnya lalu menyilangkan tangannya ke dadanya, wajahnya langsung memerah
" Bha ha ha hi hi hi.... " Samudra ngakak tak bisa di kontrol... Erlan dan Sakura yang sedari tadi mengawasi keduanya diam-diam.. saling pandang dan tersenyum.. Hanya mereka berdua yang mengerti makna dari senyum mereka
See you bye bye
Love you All.. masih ditunggu selalu
Like komen dan vote dari kalian
__ADS_1