
Melody terdiam mendengar permintaan Samudra... aduh duh duh Mel jadi bingung, si bos kok tambah lebai sieeeeeh... ππ macam ngak bakal ketemu aja lagi... π©π©
" Ayang... masa pak Joko yang disuruh bersihin rumah Mel.. ntar pak Joko tau dong Mel ngak tidur di rumah.. nanti cerita ke mba Kartika... wah jadi gosip dong, ngak mau... biar Mel aja yang bersihin rumah Mel ya!! " rayu Melody
" Ngak...!! " tolak Samudra
" Ay.... "
" Biar Ringgo cs nanti yang bersihkan rumahmu jadi ngak ada gosip.. titik " titahnya tak mau di bantah
" Moeeee...!! " panggil Sam dan ting... Moe sudah berada di depan Samudra ngak pake lama
" Ya tuan...?? " ucapnya sambil tersenyum melihat tuannya sedang mengenggam tangan Melody
" Suruh Ringgo cs membersihkan seluruh rumah Melody sampai bersih luar dalam.. awas kalo ngak bersih, ini kuncinya!! " titahnya sambil melemparkan kunci ke arah Moe
Happ... dengan gesit Moe menangkapnya
" Sekarang tuan ..?? " tanyanya
" Ngak.. habis lebaran!! π‘" sahutnya kesal
" He he ya maaf tuan.. Ok... sebentar saya perintahkan!! " ucap Moe hendak berbalik
" Oh ya Moe.. satu lagi " tahan Samudra
" Ya Tuan...??"
" Sekarang aku dan Melody resmi pacaran, tapi tetap rahasia " ucapnya sambil membawa tangan Melody ke dadanya... senyum Moe langsung merekah.. alisnya sampai terangkat...
" Yes... yes... yes..!!! akhirnya... selamat tuan.. nona yes... ha ha ha " Moe melompat kegirangan macam orang kena lotre 1 ember... ππ
Samudra tersenyum geli melihat reaksi orang kepercayaannya itu... sedangkan Melody bingung melihat tingkah Moe yang seperti anak kecil di beri mainan
" Ayang.. uncle Moe ngak papa kan? kok dia loncat-loncat gitu?? " bisik Melody
" Ha ha.. ngak papa sayang, ia sangat senang aku sudah bisa membuka hatiku... kini tinggal kau saja, sudahkah hatimu kau buka untukku!! " tanya Samudra lalu mengecup punggung tangan Melody
Rasa tersengat mengalir hingga ke jantungnya terasa... begitu bibir Samudra menyentuh punggung tangannya, perlakuan manis itu membuat hati Melody meleleh..leh..leh, ia tak mampu berkata-kata
Jiahhh siapa juga yang ngak meleleh di perlakukan so Sweet begitu... outhor yang nulis aja ikutan Melting.. π π
Sementara di luar apartemen...
Moe keluar sambil mengusap matanya yang berair
__ADS_1
" Ringgo.. hik hik hik " panggilnya pada anak buahnya...
" Kenapa bos?? kenapa bos nangis... kita di pecat bos " cecar Ringgo melihat Moe yang terisak.. bergegas Ringgo memberikan segelas air mineral pada Moe , Moe menghabiskan nya tanpa suara...
" Ada berita penting dan so so top secret... tuan dan nona sekarang resmi berpacaran ha ha ha " bisiknya senang
" Yes.. yes.. yes... aku menang.. kalian bayar ha ha ha " ucap Ringgo dan segera mengulurkan tangannya pada 2 rekannya, keduanya pun mau tak mau mengeluarkan dompet dan masing2 menyerahkan uang 100.000 pada Ringgo membuat Moe kaget
" Apa ini.. kali taruhan?? " tanya Moe
" Habis bos.. mereka berdua ini ngeyel.... katanya ngak mungkin tuan suka sama nona, kan selera tuan itu yang bohai dan sexy. Ya udah Ringgo tantangin he he.. lumayan buat beli makanan burung he he " jawab Ringgo sambil memasukkan uang tadi ke kantongnya
" Kalian ini... ya sudah, sekarang kalian pergi ke rumah nona Melody dan bersihkan rumah nona luar dalam sampai bersih dan tutup rapat mulut kalian itu... ini perintah langsung dari tuan " titah Moe dan memberikan kunci rumah Melody
" Se... "
" Iya..!!. sudah di kasih kunci masih aja nanya.. kerja yang cepat, bersih dan rapi!! kalau nanti tuan memeriksa dan masih ada yang kotor.. bukan tanggung jawabku!! " ucap Moe..
" Siap bosss !! " jawab ketiganya dan langsung meluncur ke tkp.
πΌπΌπΌπΌ
Pagi ini Samudra dan Melody meluncur ke kantor Pt. Samudra karena akan ada rapat membahas keberangkatan rombongan perusahaan ke Amerika.
Rapat di hadiri oleh para pimpinan divisi dan pekerja yang terkait. Melody memilih ke lantai 15 untuk mengobrol dengan pak Joko sambil duduk di bangku Kartika karena Kartika ikut rapat.
" Jangan lebai dong...!! " Ufff gimana Samudra ngak tambah pusing jadinya, ini bocah ngak ngerti apa.. kalau dirinya lagi bucin berat gini.. bawaannya pengen nempeeellll terus kayak prangko... π π
" Tuan... gimana?? " senggol Ryan membuat buyar lamunan Samudra
" Apanya yang gimana?? " tanya Samudra balik
" Jadi dari tadi Tony ngomong panjang lebar tuan ngak nyimak?? " timpal Kartika
" Ngak.. aku lagi pusing, sudah kau saja yang atur Ryan.. yang jelas kau tidak bisa ikut rombongan karena tak ada yang mengantikanku di sini. Nanti kau ikut liburannya bareng keluargaku saja.. lanjutkan saja rapatnya, aku mau istirahat!! " titahnya lalu pergi meninggalkan rapat, ia sudah tak sabar ingin melihat Melody
Ryan hanya bisa saling pandang dengan Kartika
" Tumben bos ngak antusias ikutan rapat.. beneran sakit?? perasaan tadi baik-baik saja !! " celetuk Kartika... Ryan tak bisa menjawab.. ia sekarang jarang bersama tuannya itu semenjak Mall di buka.. ia lebih banyak di pt. Samudra sekarang menggantikan posisi bos nya itu.
" Tuan juga ngak pernah lagi minta di carikan teman pelampiasan... ada apa dengan tuan? apa tuan sedang jatuh cinta ya? tapi dengan siapa ya... " Ryan berfikir keras.. ia kepo sekali sebenarnya namun mengorek cerita dari Moe sama saja bicara dengan batu... percuma!!
" Eh.. Ryan.. tadi bosnya ngelamun... sekarang anak buahnya... apa kalian kena virus tetelo ya?? " celetuk Kartika kesal di kacangin
" Pletak... enak aja.. emang nya kami ayam apa... π‘π‘" ucap Ryan kesal
__ADS_1
" Habisnya sih.... "
" Sudah kita lanjutkan saja rapatnya!! kamu jadi ngak mau ke Amrik.. kalau ngak Ntar kerobek aja tiketmu " ucap Ryan kesal
" Ya Iyalah.... mana tau di amrik aku ketemu ama cogan... he lumayan kan cuci mata!! " sahut Kartika
" Adanya tu matamu yang di colok ama suamimu.. dasar ganjen!! "
" Cih biar ganjen.. gue mah laku.. lha elu, bujang karatan wek!! " balas Kartika ngak mau kalah
" Kamu.. ya.. π‘π‘π€ "
" Ehem.. Ehem... bisa ngak rapatnya di lanjutkan, kalo masih lama ributnya mending aku boker dulu nih!! " sela Tony yang sedari tadi mendengarkan saja, akhirnya keduanya diam.. dan rapatpun di lanjutkan tanpa Samudra.
Kemanakah sang soang... ternyata ia ke lantai 15 mencari pujaan hatinya, nampak Melody sedang mengobrol dengan Joko.. keduanya nampak asik berbincang, mendengar pintu Lift terbuka.. Joko langsung berdiri
" Sudah selesai rapatnya tuan?? " tanyanya
" Belum.. buatkan aku kopi.. Mel masuk!! " titahnya... Joko langsung ngacir ke pantry sedangkan Melody mengikuti Samudra ke ruangan Samudra.
Begitu Melody menutup pintu dan berbalik tau-tau Samudra sudah berdiri di depannya hingga ia tak bisa melangkah... Samudra terus memepetnya hingga ia tersandar di pintu
" Ayang... a... ada apa?? " tanya Melody gugup saat ia sudah tak bisa bergerak lagi, Samudra memegang dagu Melody dan mengangkatnya berlahan
" Aku kangen....!! " ucapnya
" A.. apa...?? kangen.. kangen sama siapa?? " tanya Melody tak mengerti.. tak mungkin dengan dirinya kan, baru saja 1 jam yang lalu mereka berpisah
Samudra menunduk mendekati wajah cantik Melody....
" Aku kangen dengan... bibirmu Cupp " ucapnya sebelum mencium bibir Melody yang masih terbuka... mata Melody hanya bisa melotot karena mulutnya tak bisa bersuara... gimana mau bersuara.. bibirnya sedang di nikmati oleh si soang. Samudra menciumnya dengan gemas membuat Melody kewalahan... mengapa tuannya sebegitunya..?? tanya Melody dalam hati
Ciuman terus berlanjut hingga sebuah ketukan mengagetkan keduanya
Tok.. tok.. tok...
" Tuan ini kopinya... " suara Joko terdengar dari luar ia hendak masuk namun pintu terkunci.. Melody berusaha memberontak namun Samudra tak mau melepaskannya hanya bibir mereka saja yang terlepas
" Tunggu saja sebentar !!" titahnya dari balik pintu dan ia kembali mencium Melody. Melody berusaha menolak... dan tangan mungilnya berhasil mencubit perut Samudra.. ia mencubitnya dengan keras...
" Auc.... sakit sayang!! " erang. Samudra manja
" Udah... itu ada pak Joko nunggu... ih sebel deh π€π€" bisik Melody lalu mendorong Samudra dan berjalan lalu duduk di Sofa sambil membersihkan bibirnya yang basah dan terasa kebas dengan tissu
Lanjut lagi besok ya.. he he sorry gantung ceritanya sudah 1250 kata.
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee nya