
Moe hendak memanggil Ringgo dan Anton namun Manda mencegahnya
" Kita angkat berdua aja ..Manda kuat kok " ucapnya..akhirnya keduanya mengangkat Ryan ke sofa, Moe lalu ke dapur mencari kotak obat
' Tuan....tuan....bangun dong, kok pingsan sih ..Manda janji deh ngak bakalan pake baju laba-laba ini lagi...tuannn!!" panggilnya sambil menepuk-nepuk pipi Ryan, Ryan mulai membuka matanya...kepalanya terasa berputar-putar kayak komedi puter yang lagi penuh ama anak-anak π€£π€£
Ryan tertegun melihat wajah cantik Manda yang sedang mengkhawatirkan dirinya, tangannya berlahan memijat kepalanya yang pusing
' Tuan...akhirnya anda bangun, kepalanya sakit ya..sini Manda pijit ya !!" ucapnya dan langsung memangku kepala Ryan ...di pijitnya kepala Ryan berlahan
Ryan jadi tambah pusing merasakan kini kepalanya berada di paha Manda namun ia tak bisa protes karena badannya masih lemas
Moe yang datang membawa mkp kaget melihat posisi keduanya...
" Ini oleskan di hidung sama kepalanya !!" titah Moe..Manda pun dengan cekatan melakukannya dan kembali memijat-mijat kepala Ryan lalu tangannya juga
" Bagaimana tuan...udah enakan belum ?? " tanya Manda setelah 15 menit memijat-mijat Ryan..Ryan kembali membuka matanya.. Alhamdulillah komedi puternya sudah hilang, tapi karena ia merasa pijitan Manda enak...ia jadi pengen nambah lagi π
" Pijitin lagi kepalaku yang belakang...!! "
" Ya udah..tiarap deh...!!" Ryan pun menurut..ia berbalik menghadap sofa tanpa menyadari artinya kini wajahnya menghadap ke paha Manda, Manda yang kadung basah diam aja..walaupun merasa geli di pahanya...ia kembali memijat-mijat kepala Ryan..juga leher dan bahunya
ngak lama Ryan pun gumuh menandakan angin telah keluar dari tubuhnya
" Aduh..tuan geli... kumisnya nyucuk paha Manda..!!" protes Manda karena sudah tak tahan...Ryan pun membuka matanya...
" Ya ampun...π±π± maaf " ucapnya begitu menyadari dimana sedari tadi wajahnya berada, Ryan pun lalu duduk di sebelah Manda...wajahnya memerah karena malu
" Mel..tidak bisakah kau ganti dulu baju kurangbahan itu ?? " ucapnya
" Kenapa.. gara-gara baju ini ya tuan pingsan ?? tuan ngak suka ya lihat cewek sexy begini ?? tuan lebih suka lihat apa ? lelaki ??" cerocos Manda kesal karena Ryan memalingkan wajahnya
" Apa maksudmu aku lebih suka melihat lelaki...?? kau kira aku ngak normal apa..sembarangan π€π€ " omel Ryan sambil menatap Manda..namun hanya beberapa detik, ia kembali memalingkan wajahnya karena matanya malah terus ingin melihat ke arah dada Manda yang terpampang nyata di depannya
" Nah itu buktinya...tuan ngak mau lihat Manda, yang dilihat malah tembok kamar tuan..mau ngintip mereka bikin dedek bayi ?? " sentil Manda lagi kesal
Ryan menghela nafasnya...
" Manda..aku bukan ngak suka melihatmu yang begitu sexy, aku....aku....."
__ADS_1
" Ah sudah..sebel ah Ama tuan " ucapnya berdiri hendak meninggalkan Ryan..namun Ryan menahan tangan Manda
" Bisakah membicarakan itu nanti, aku lapar..dari pagi tadi ngak ada makan apa-apa, cuman sarapan kopi sianida mu itu...." pintanya...Manda ngak jadi marah deh dengarnya malah jadi kasihan....ia kembali duduk
" Kasihan banget tuan...makanya nikah cepat biar ada yang ngurusin "
" Kan seharusnya kamu yang ngurusin aku...kau malah asik main2 di sini "
" Ya udah bosku chayang..sini Manda urusin, ayo ke dapur..tadi Manda sudah masak..'
" Kau yang masak..?? yakin bisa di makan ? aku ngak mau masuk UGD " tanyanya sangsi
" Bisa lah tuan...kan masaknya sama Mel, sini duduk ya....Manda suapin ya " ucap Manda lalu menyuapi Ryan...Ryan terdiam sambil memandangi sendok di depannya..selama ini ia belum pernah di suapin seorang wanita seperti ini..ia jadi terharu
" Jamin ngak bakalan ke racunan kok tuan..ngak percaya ??ammm nah Manda makan duluan..." ucap Manda lalu memasukkan isi sendok tadi ke mulutnya sendiri..mengunyah dan menelannya...dan memperlihatkan isi mulutnya yang sudah kosong
" Aaa...lihat..Manda ngak keracunan kan ?? gimana makan ya " ucap Manda lalu mulai menyuapi Ryan
" Tunggu sebentar....!!" ucap Ryan..Ryan lalu berdiri dan melepas jasnya dan memberikannya pada Manda
" Kau tutupi dulu tubuhmu..nanti masuk angin " ucapnya..membuat Manda tersipu, Manda pun menurut dan memakai jas Ryan
Moe yang sedari tadi di cuekin hanya memandangi tanpa suara, senyum simpul terlihat di wajahnya...tanpa suara Moe lalu keluar meninggalkan Ryan dan Manda di dapur. Ia keluar mendatangi Ringgo dan Anton
" Ringgo...Anton...kurasa kita ada misi baru lagi " ucapnya
" Apa itu tuan ??" tanya keduanya
" Kita harus mencari kesempatan untuk menyatukan Manda dan Tuan Ryan....πΈπΌπΌ" jawabnya
" Maksud tuan...kayak tuan ama nona muda...yang kita jebak tidur satu kamar ??"
" Yup..betul sekali..."
" Bos...giliran saya kapan dong...saya juga jomlo nih ??" tanya Ringgo
" Bentar...satu-satu sesuai umur.. umurmu kan baru 25 noh tuan Ryan sudah 30 "
Ringgo hanya bisa menggaruk kepalanya...
__ADS_1
" Huh padahal gua duluan yang ngelirik tuh cewek....eh yang dapat malah tuan Ryan, nasip-nasip πππ" adunya pada Anton
" Eh...seblak basah...ngaca dong kalo naksir nona Manda, mukamu aja kayak kuali gitu..ngeker cewek jangan ketinggian !!" Anton malah mengomeli Ringgo bukan membelanya tambah membuat Ringgo mewek...π
ππππ
Sementara itu di dalam kamar, begitu pintu kamar tertutup rapat..Samudra langsung aja meletakkan Mel ke atas ranjang, tanpa ba bi bu ia mencumbu Melody tanpa ampun...Melody kini bahkan sudah on fire karena cumbuan Samudra
" Ayang sudah....sudah...." pintanya sudah tak sabar ingin Samudra memberinya kenikmatan yang lebih, namun Samudra malah menghentikan aksinya dan berebah tertelentang...
" Ay..kok berhenti..??" tanyanya penasaran
" Sekarang...puaskan aku !!" titahnya ...Melody yang sudah kadung on fire tak punya pilihan lain...ia pun menarik celana suaminya dan memakan lolipop beberapa saat membuat Sam jadi merem melek keenakan...Melody lalu menaiki Samudra dan
Blasssss
" Owh owh....enaknya Sayang...ahhh terus ahhh " Samudra begitu menikmati nya..kedua tangannya tak dia..turut membantu pergerakan Melody dengan memegang pinggang Melody dan membantunya turun naik
" Ayang.....sudah..Mel sudah cape....ahhhh ay sudah ya.." pinta Mel yang kelelahan setelah hampir 30 menit memompa.... tanpa suara Samudra kini membalik posisi..kini ia yang bergerak mengasah pedangnya...semakin lama gerakannya semakin cepat, tubuh Melody sampai bergetar
" Ayang... sudah...ampun...ayang !!" jerit Melody
" Sebentar lagi sayang..sebentar lagi...ahh kau sungguh sempit dan nikmat, sebentar lagi ah ah ah " jawabnya terus memompa tampa ampun, keduanya sudah basah oleh keringat namun Samudra tak berhenti
" Tahan sebentar lagi sayang...kau tau sudah sejak tadi siang adikku ini meradang...ia ingin di puaskan berkali-kali malam ini ah....ah..." bisik Samudra
" Ampun sayang..Mel ngak kuat..." rengeknya pelan
" Nikmati sayang...ini adalah kenikmatan yang tiada duanya....sebentar lagi....ahhh Melody...I love you ahhhhh " lenguhan panjang Samudra menandakan ia sudah mencapai puncaknya.....Melody walaupun tak mengeluarkan suara namun gestur tubuhnya yang menegang bahkan sampai melengkung menandakan betapa ia juga mencapai kenikmatan yang sama dengan suaminya itu.
Wessss hareudang pokok eπππ ayo pada cari bojone tarik ke kamar Yo...ππ
Oh ya sekedar intermezzo...
Hari ini thor ikut misua touring dari BPP ke daerah sebrang Penajam...jadi ni tulisan ditulis dari Bpp sampai Babulu penajam....sampe balik lagi ke Bpp baru kelar π π π
Ini rombongan ceweknya cuman ber-4, ayo tebak yang mana saya...πππ
__ADS_1