
Melody otomatis menyilangkan kedua tangannya ke dadanya sebagai tanda pertahanannya. Samudra melangkah lebar mendekati Melody membuat Melody hanya bisa merapatkan tubuhnya ke pintu kulkas... Ia sangat gemetaran kini...
" Ya Allah tolong Mell ya Allah.... " cicitnya sambil memejamkan matanya
" Apa yang kau pikirkan tentangku di otakmu yang Kecil mungil ini bocah!! " ucap Samudra sambil mencoel kening Melody... berlahan Melody membuka matanya
" Kyaaaaaa..... " teriaknya Malu melihat dada telanjang Samudra di depan matanya, Ia kembali menutup matanya
" Hei bocah berotak mesum, berhenti berteriak memang nya kau fikir apa yang mau kulakukan padamu?? " tanya Samudra keky
" Tuan juga sih... ngapain buka baju.. wa... "
" Tuan.. tuan.. tuan... sudah kukatakan panggil aku Ayang!! 😡😡" protes Sam
" Ya... Ayang maaf, pake bajunya gih.. Mel malu liatnya " cicitnya gemetar
" Dasar bocah-bocah... sini ikuti aku!! " titahnya sambil mengelengkan kepalanya melihat kelakuan Melody. Melody mengikuti Samudra yang melangkah ke ruang tengah. Samudra mengambil bantal di sofa lalu bertelungkup di atas ambal tebal si lantai
" Injak-injak belakangku, badanku terasa sakit semua !! " titahnya sambil memejamkan matanya
" Haaa....? " ucapnya kaget... owalah ternyata tuanku Raja minta di pijit he he kirain... pikirnya sambil tertawa geli sendiri
" Ku tunggu permintaan maafmu.. jika kau tak mau ku hukum !! " ucapnya dengan mata terpejam
" Iya... sayangku yang paling cakep.. maaf ya he he, sebagai permintaan maaf sini Mel pijitin den kakinya yank " ucap Melody lalu duduk dan mulai melihat telapak kaki Samudra, tanpa di sadari keduanya... Ringgo yang semula numpang buang air kecil terhenti langkah nya begitu mendengar ******* Samudra
" Ahhh Enaknya... ternyata kau sangat pintar, terus enak banget.. ah uh pelan -pelan dong sayang!! " terdengar suara Samudra dari ruangan sebelah... Ringgo hanya bisa memejamkan matanya.. Ia takut jika ketahuan Nanti dikira kira mengintip, habis lah ia
" Iya... Ayang ini juga sudah pelan, masa sih segini aja udah ngak kuat.. Mel tambahin ya tenaga Mel " suara Melody pun terdengar
" Jangan... Jangan segitu aja.. patah Nanti, panjang urusannya... ahhhh. uhhhhh sakittt tapi enakk " lanjut Samudra
Air liur Ringgo sampai menetes...
" Ancreeeet... Asemmmmm enak. banget ya jadi bos... mau maen tinggal maen.. mau maen di mana juga suka sukanya aja... sama daun muda lagi , kan si jomlo ini jadi pengen juga... 😭😭 " teriaknya dalam hati
Ringgo mengeluarkan hp nya lalu melakukan chat pada Moe...
" Bos... siaga satu, saya terperangkap di ruang tamu.. mau keluar takut ketahuan... tuan Lagi oho-oho ama Nona di ruang tengah, gimana ini 😱😱😰😰 tolong saya dong!! " chatnya lalu membisukan suara hpnya
" Gimana Ayang... sudah puas ?? "
" Blummm dong sayang... itu lho baru ujung ama tengahnya... ini bagian atasnya belum " jawab Samudra sambil menunjuk bagian punggungnya
__ADS_1
" Ok Mel naikin ya... " sahut Melody
" Asemmm bosses... Nona lagi di atas... enak banget sih si bos di naikin... 😭😭😭 Ringgo mau juga " chatnya lagi
Sementara di luar... Moe yang baru saja terbangun mendengar bunyi hp nya pun membuka chat dari Ringgo...
" Astaga... Beneran nih?? " serunya kaget...hp nya sampai terlepas dari tangannya, untung bawahannya dengan gesit menangkap hp tersebut
" Kenapa Bos.. kok kayaknya kaget banget...?? " tanyanya
" Bentar kayaknya bunyi lagi tuh HP ku " ucap Moe lalu membuka lagi chat ke 2 Ringgo
" Astagaaa... masa sihhh??? " teriaknya tak percaya
" apaan sih boss...!! " tanya bawahannya Lagi, Moe melap keringat yang tiba-tiba keluar dari keningnya
Ting.. terdengar lagi bunyi ke 3, bergegas Moe membuka chat nya
" Tolong Bos... saya sampai ngompol nih, mantap banget non Mel 😭😭😭 " bunyi chat tersebut
🐍🐍🐍🐍
" Dasar bos sengklek.. enak banget minta di pijit Emangnya Mel ngak Capek juga apa... Awas ya Mel kerjain aja ah " otak Melody sedang berbicara. Melody naik ke punggung Samudra dan menginjak nya turun naik
" Enaakkkk yankkkk??? hemm " tanyanya sambil menekan kuat jempolnya kakinya ke belikat Samudra
" Ngak kuat?? ya udah Mel berhenti aja... cemen segitu doang kekuatan seorang Samudra ?? " ucap Melody sambil menahan tawa
" Jangan dong sayang... tanggung nih, terusin ya...." pinta Samudra
" Kalau aku puas.. Ntar Kukasih bonus deh!! " janji Samudra... Melody mang sangat pintar menemukan titik yang sakit di tubuhnya
" Yang bener Ayang?? ... apaan dong bonusnya ? " tanya Melody langsung bersemangat
" Ada deh besok kukasih... yang penting puaskan dulu aku yang!! " titahnya
" OK Ayang... Mel naik lagi ya.. siap-siap !!" ucapnya, terdengarlah kemudian erangan2 Samudra... erangan kesakitan bercampur keenakan
Karena penasaran Moe masuk berlahan-lahan, pemandangan pertama yang di lihatnya adalah Ringgo yang berdiri dengan ruang tamu dengan keringat yang membanjiri keningnya dan wajah memucat....
" Ahhhh sakit.... ahhh enak... ahhh.. uhhh pelan pelan sayang " suara dan erangan Samudra terdengar bergantian dari ruangan tengah
" Iyakan bos.. saya ngak bohong, hot banget mereka berdua " bisik Ringgo
__ADS_1
" Masa sih nona bisa begituan, perasaan dia lho polos banget ??" ucap Moe sangsi
" Lha itu buktinya... boss kan denger sendiri!! " ngotot Ringgo
" Enak Ayang??? " terdengar suara Melody
" Ho oh... lanjutin dong !!" pintanya
" Mel sudah cape nih.. dah setengah jam lho... " protesnya
" iya... sebentar aja lagi... enak banget, kamu hebat memang " puji Samudra
Karena penasaran akhirnya kaki Moe melangkah berlahan ke ruang tengah.. Ringgo pun ngintil di belakangnya, bahkan tangannya mengandeng lengan Moe.
Tap... tap... uhhhh.... tap... ahhhh...
Seraph langkah bergantian dengan erangan Samudra... semakin dekat keringat keduanya semakin banyak...
" Ya Tuhan... perasaan menjinakkan bom dulu, aku ngak segugup ini " ucap Moe dalam hati... dan tinggal selangkah Lagi... dada Moe semakin dag dig dug
" Dari pada penasaran.. mending kita lihat, Walaupun resikonya bisa-bisa aku di pecat Nanti " bisik Moe Pada Ringgo... Ringgopun mengangguk tanpa melepaskan gandengannya di lengan Moe
Moe melajukan kepalanya untuk mengintip keadaan di ruang tengah... matanya langsung melotot melihat pemandangan di depannya....
Plakkk.... Ia langsung melepak kepala Ringgo sambil menunjuk ke arah tuannya dan Melody , Ringgo menahan sakit tanpa berani bersuara... matanya melotot melihat tuannya yang sedang di injak-injak oleh Melody
Ternyata sedari tadi ...tuan itu sedang di pijat ama Nona... 🙄😬😲😲
" Ya maaf bos he he!!! " bisiknya sambil nyegir kuda karena malu sudah berfikiran jelek tentang bos nya dan Nona Melody
Moe memberi perintah agar mereka keluar dari apartemen dengan berlahan agar tak menganggu tuannya. Akhirnya keduanya bisa keluar tanpa ketahuan...
Sesampainya di luar
" Angkat sebelah kakimu.. .. sambil jewer kedua kuping rusakmu itu !! " titah Moe kesal sambil berkacak pinggang, Ringgopun mau tak mau melakukannya
" Ampun bos..!!" ucapnya sambil menjewer kupingnya
" Ingat selalu untuk tidak kepo dengan urusan tuanmu.. mengerti!! sekali lagi kau begini.. aku bisa memecatmu!!! sekarang nikmati hukuman beratmu ini, Jangan turunkanlah kakimu sampai 3 jam ke depan, Jhony... awasi dia.. dasar anak buah ngak jelas !!" omel Moe yang mau tak mau meralat laporan sebelumnya pada big boss
Ha ha ha kapok kau Ringgo
Makanya jangan asal nuduh aja
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa like komen dan vote nya