
Hai hai sista sekalian.. seandainya beberapa hari kedepan ngak up.. mohon di mengerti ya karena kita mau lebaran Idul Adha.. namun akan selalu di usahakan untuk up. Selamat Hari Raya Idul Adha bagi semua umat Muslim di manapun ber ada ... ππ
πΈπΈπΈπΈ
Entah ada apa dengan tuan Samudra hari ini... uring-uringan saja, ini salah itu salah.. semua bawahannya di buat ketar ketir dengan kemarahannya, padahal saat baru datang tadi mood nya baik-baik saja.
Ryan juga sampai bingung mendapat bentakan beberapa kali dari Samudra. Ryan mendekati Moe yang berdiri anteng saja seperti patung Senayan
" Moe.. ada apa sih sama bos, tadi perasaan baik-baik saja saat baru datang? kau tau apa yang terjadi? " tanya Ryan
" Entahlah tuan Ryan.. mungkin karena 2 hari lagi acara akan dimulai bos jadi merasa tertekan " sahut Moe
" Tapi apa yang membuat bos tertekan... persiapan sudah 90 % kelar sisanya juga bukan hal yang penting " lanjut Ryan.. Moe hanya mengangkat bahunya
" Kau yakin bos ngak lagi pdkt dengan seseorang.. bisa saja bos uring-uringan gara-gara perempuan?? " selidik Ryan
" Ya tuan tanya saja sendiri sama bos.. memangnya saya dukun tau isi kepalanya bos " jawab Moe cari selamat , Ryan hanya bisa mengaruk kepalanya karena tak bisa membuka mulut Moe.
Sepeninggal Ryan.. Moe mendekati Samudra yang habis memarahi Manager mall nya...Nadia, wajah Nadia sampai pucat pasi bak vampir..air matanya sudah di ujung pelupuk matanya.. namun ia tak berani menangis
Setelah memarahi Nadia... Samudra berjalan ke balkon dan menyalakan rokoknya.. Moe mengikutinya dalam diam. Samudra berkali -kali menengok HP nya sambil merokok, ia bahkan melakukan panggilan berkali-kali
" Berani sekali kamu tak membalas chat ku dan tak mengangkat panggilanku, apasih yang sedang kau kerjakan??!! " omelnya kemudian melempar HP nya kesembarang arah. Moe yang mendengarnya pun tersenyum.... ternyata karena si bocah... ucapnya dalam hati
Moe lalu melakukan panggilan vc pada Kartika...
" Ya tuan Moe.. ada apa?? tumben vc kangen ya ama wajah Kartika yang cetar membahenol ini ha ha " terdengar suara Kartika dan wajah cantiknya
" Ya cantik... sayang kau sudah bersuami kalau tidak kujadikan istri ke dua ku " jawab Moe sambil tertawa
" Cih... Sorry ya, amit-amit ngak tertarik sama sekali jadi bini ke dua wek " balasnya marah
" Kar.. dimana Melody? " tanyanya
" Ada tuh di ruangan ob " sahut nya
" Bisa kau berikan hp mu padanya.. aku ada perlu, Mel tak mengangkat hp nya " pinta Moe
" Ok sebentar... " sahut Kartika
" Pak Joko.. tolong kasih HP ku ini ke Melody.. ada vc dari Moe!!! " teriaknya membuat Moe menjauhkan hp dari wajahnya
" Kartika.. kartika muka aja yang cantik kayak putri keraton suara kayak toak satpol pp " omel Moe
.. tak lama hp berjalan ke ruangan ob.. nampak Melody yang duduk sambil mengusap air matanya
__ADS_1
" Mel ada vc dari tuan Moe.. sudah atuh meweknya " terdengar suara Joko, ia lalu memberikan hp Kartika pada Melody.. Melody pun mengambilnya dan meletakkannya di atas meja di depannya.. Joko lalu keluar lagi
" Broott.... Assalamu alaikum.. ada apa uncle Moe?? " sapa Melody dengan mata dan hidung yang memerah karena habis menangis... Moe kemudian berjalan mendekati Samudra dan menyerahkan hp nya... Samudra yang bingung mengambil hp Moe. Ia bertambah kaget melihat wajah Melody di layar hp
" Hai bocah..!! kenapa kau tak membalas chatku hah... mau di pecat kamu!! π‘π‘" tanyanya marah
" Gimana mau balas tuan bos... ini hp Mel tadi pas bersihin kaca di luar jatuh.. nyemplung berenang di kolam ikan luar.. HP Mell sekarat lalu mati, ngak bisa di selamatkan hua hua hua.. ππ " adunya penuh air mata sambil menenteng HP nya yang dah almarhum, Samudra menghembuskan nafas lega.. ternyata.....
" Sudah HP rusak aja mewek kayak anak tk.. tuh ingusmu keleleran kemana-mana ha ha ha " olok Samudra
" Biarin... ingus.. ingusnya Mel juga, HP nya lho baru juga kelar cicilannya hik hik... kenapa tuan vc?? " tanyanya sambil mengelap kembali wajahnya yang memerah, Samudra sampai gemas melihatnya
" Nanti jam makan siang Moe akan menjemputmu.. kamu turun aja ke pintu depan.. jangan pake baju ob " titahnya
" Mau di jemput kemana tuan?? " tanya Melody
" Ngak usah banyak tanya... awas tuh ingus kalo sampe kena mobilku " ucapnya lalu mematikan vc nya
" Ha ha ha.... bocah.. bocah.. nangis sampe ingusan ha ha ha " Samudra tertawa geli mengingat wajah sedih Melody... Sedih aja gemesin.... ucapnya dalam hati, Moe yang melihatnya hanya tersenyum dalam hati
" Bos.. bos.. bilang aja kangen.. ngak usah uring2an juga kayak lagi pms aja.. semua jadi kena omel... " ucap Moe dalam hati
" Moe....nanti jam makan siang jemput si bocah !!" titahnya
" Nih bos kok kayak bunglon ya.. sebentar merah sebentar hijau... " ucap mereka dalam hati...
Iya kagak tau aja kalian di bunglon sudah ada rasa tapi ngak nyadar.. π .
πΉπΉπΉπΉ
Jam makan siang pun tiba.. setelah memberitahu pak Joko bahwa ia akan di jemput Moe.. Melody kemudian menganti pakaiannya menjadi pakaian biasa. Rambutnya di kuncir ekor kuda.. lalu ia pun turun ke lantai 1.
Sementara itu Samudra dan Moe sedang otw menuju kantor.. tiba2 hp Samudra berbunyi.
" Hallo tuan Samudra... anda di mana ? 30 menit lagi klien kita akan datang ke Mall " tanya Ryan
" Aku makan siang di luar...aku ikut rapat lewat vc saja " ucapnya lalu mematikan panggilan Ryan padahal Ryan belum kelar lagi urusannya
Mobil mendarat dengan mulus di pintu depan... Melody nampak sudah celingukan. Moe langsung keluar dari mobil dan mendatangi Melody
Melihat Moe... Melody langsung berlari mendekati mobil, Moe membukakan pintu belakang untuk Melody
" Lho kok di belakang.. kan biasanya di depan? " tanyanya ragu
" Di depan ada supir Nona.... " jawabnya.. Melody pun masuk ke bangku belakang... begitu mau masuk ia tertegun melihat Samudra yang sudah ada di situ, ia pun keluar lagi
__ADS_1
" Tuan Moe... masa Mel duduk sama tuan bos... Mel di depan aja.. tuan Moe aja di belakang " bisiknya pada Moe
" Bocahhh....masukkk!! " terdengar suara Samudra mengelegar, Moe langsung menarik Melody dan menutup pintu mobil.
Dengan takut-takut Melody duduk di ujung..
" Assalamu alaikum tuan.... " sapanya sambil menunduk.. ia takut melihat mata Samudra yang melotot padanya
" Wa alaikum salam... sini-sini, nanti jatuh kamu kalo di ujung gitu!! " titahnya , Melody pun menurut
" Lagi....!! " ulangnya.. sampai Melody duduk tepat di sebelah Samudra
" Kemana tuan?? " tanya Moe
" Cari tempat makan dulu.. aku lapar "
" Okay.... tuan, nona Melody pasang sabuk pengamannya " sahut Moe, Moe lalu memerintahkan supir ke suatu restoran langganan Samudra
" Ingusmu sudah dikondisikan belum.. awas kalo sampe kena mobilku!! " ucap Samudra
" Udah tuan bos.. ni ingus juga tau diri kok, gitu tau mau masuk mobil mewah pada kenalin semua he he " jawab Melody membuat Moe yang duduk di depan reflek tertawa..Samudra hanya bisa mengeleng..
" Bocah... bocah... " ucapnya
Wajah Melody nan mendung mendadak cerah melihat di mana mereka akan makan siang, Samudra yang diam-diam melirik tersenyum melihat perubahan wajah Melody.
" Senang..? " tanyanya.. Melody melihat ke arah Samudra dan mengangguk berkali-kali sambil tersenyum, keduanya lalu masuk ke ruang viv yang sudah di pesan oleh Moe
" Karena aku yang membayar makanannya... kau suapi aku makan ya!! " ucapnya
" Ya... tuan bos ngak asik dong.. makannya ngak bisa balapan kayak kemaren " protes Melody
" Ngak bisa.. aku harus rapat lewat vc, kau suapi saja aku dan ingat tanpa suara nanti ketahuan orang kalau kita makan siang bersama " pesan Samudra
" Baik paduka raja..... " sahut Melody
" Uhhh ceritanya aja makan di restoran jepang mewah... judule jadi kacung juga hua hua " Melody ngedumel dalam hati
" Oke dengar ucapanmu itu bocah " omel Samudra sambil melotot
" Ampunn tuan bos.. Peace... ββ" ucap Melody takut
See you next eps
Jangan lupa untuk selalu like komen dan votee
__ADS_1