Melodi I Love You

Melodi I Love You
38. Perhatian


__ADS_3

" Kita balik ke kantor untuk mengantar nona Melody.. tuan? " tanya Moe, Samudra melirik ke arah jam tangannya..sudah jam 4 sore, namun ia belum puas lagi melihat si bocah


" Tidak.. ke Mall saja " sahutan Samudra membuat Melody bingung


" Tuan bos.. terus Mel absen pulangnya gimana Ntar..?? ngapain kita ke Mall.. ngak papa Mel naik angkot saja kalau tuan sibuk " ucapnya


" Aku ingin menunjukkan tempat rahasiaku padamu bocah... Moe kau urus absen nya Melody " titahnya


" Baik tuan... " sahut Moe sambil tersenyum.. kini ia yakin 100 % Samudra menyukai Melody karena ini kali kedua Samudra mengizinkan Melody memasuki daerah pribadinya.


" Tempat rahasia ? wah.. tempat sembunyi maksudnya tuan... masa sudah setua ini tuan masih suka sembunyi?? " kicaunya membuat Samudra melotot


" Apa kau bilang aku tua?? dari mana aku tuanya hah!! " protesnya marah


" Ya pan tuan umurnya sudah 35..sedangkan yang suka sembunyi2 itu kan biasanya anak sd.. smp... smu... he he " sahut Melody lagi


" 35 itu belum tua ... tapi dewasa, bedakan itu bocah . Lagian itu tempat rahasia bukan tempat sembunyi " omelnya sambil menyentil kening Melody gemas... akhirnya Melody diam saja.. ia meng-utak atik gaget barunya, untung saja kartu lamanya masih bisa di selamatkan ucapnya dalam hati


Samudra juga sibuk dengan hpnya sendiri.. keduanya asik dengan kegiatannya masing-masing.. tiba-tiba


" Awas!! " seru Moe... Cittttt..... sopir menginjak rem mobil mendadak membuat Melody yang tak memakai safety belt terdorong ke depan.. namun Samudra dengan sigap memegang tangan Melody dan menariknya ke pelukannya


" Ya Allah... astagfirullah... hampir saja " istigfar si sopir


" Ada apa? mengapa mendadak berhenti? " tanya Samudra


" Itu tuan ada kucing tiba-tiba saja menyebrang, maaf tuan " jawab supir takut


" Ya sudah... hati-hati lain kali " ucap Samudra lega


" Tuan bos... Mel ngak bisa nafas...lepasin dong " suara Melody terdengar seperti orang terjepit, Samudra baru tersadar ia memeluk Melody dengan begitu eratnya... ia pun langsung melepaskan kedua tangannya dari tubuh si bocah, wajah keduanya langsung saja memerah


" Kamu juga sih.. kenapa safety belt nya ngak di pake, kalau ngak kutahan bisa benjol tuh jidat !! " ucap Samudra


" Iya tuan bos maaf.. tapi kepala Mel jadi pusing nih " ucapnya sambil memencet kepalanya


" Moe mana kotak obat... Cepat carikan!! " ucap Samudra panik padahal kotak obat ada di depannya


Moe menarik kotak obat yang berada di belakang sopir lalu menyerahkannya pada Samudra


" Ini tuan.. " Samudra segera membuka kotak tersebut


" Obat pusing.. yang mana obat pusingnya Moe?? " tanyanya lagi


" Itu saja tuan.. mkp " ucap Melody lalu mengambil mkp kecil yang berada di kotak dan menciumnya untuk menghilangkan pusingnya, Samudra menyandarkan tubuh Melody lalu memasangkan safetybelt nya


" Sudah kau tiduran saja.. " ucapnya sambil melepas jas nya dan menyelimutinya untuk Melody


" Ngak usah tuan.. nanti jas nya kotor " tolak Melody


" Sudah pake aja.. memang sudah kotor itu jas nya " jawabnya tak mau di tolak.. akhirnya Melody hanya diam.. dan mulai menutup matanya, bau mkp membuat pusingnya berkurang.


Mobil memasuki parkiran Mall dan langsung parkir di tempat khusus mobil Samudra


" Kau bisa bangun atau tidak?? " tanya Samudra

__ADS_1


" Bisa tuan " mereka lalu keluar dari mobil dan masuk ke lift khusus di samping mobil. Namun karena lift nya kecil hanya Melody dan Samudra yang masuk sedangkan Moe dan yang lainnya lewat lift lain. Sebelum menutup lift nya Samudra sudah wanti2 agar Moe bisa merahasiakannya dari Ryan.


Begitu pintu lift terbuka.. Melody pun ternganga karena mereka langsung berada di sebuah apartemen


" wow amazing... ini apartemen tuan juga?? " tanyanya


" Bukan hanya apartemen ini.. semua gedung Mall ini milikku bocah, sudah di tutup tuh mulut.. kelamaan mangap ntar di kira buaya " tegur Samudra membuat Melody terkekeh malu


" Wahh... bos memang tajir melintir ya, eh ada tamannya lagi di balkonnya.. wow... indah sekali tamannya tuan.. " kicaunya.. namun ia hanya berdiri tak berjalan ke manapun, tangannya bahkan memegang dinding


" Lihatlah keluar jika kau mau melihatnya " ucap Samudra senang karena Melody menyukai tempat nya


" Nanti saja tuan.. kepala Mel masih pusing, sepertinya tekanan darah rendahnya Mel kumat lagi nih ..Mel duduk ya tuan " ucapnya lalu duduk berlahan di sofa


" Tekanan darah kamu suka rendah?? " tanya Samudra


" Iya tuan.. ngak tau memang bawaan dari lahir kali, makanya Mel rajin minum kopi ...hilang deh pusingnya" ucapnya sambil memejamkan matanya


" Seharusnya kamu rajin konsumsi daging bocah!! " nasihat Samudra


" Daging itu pan mahal tuan... sesekali ya kami beli kalau ada rezeki " ucap Melody.. Samudra lalu melangkah ke kamarnya dan menelfon Moe


" Moe.. belikan beberapa makanan berbahan dasar daging, sekarang...!! " titahnya


" Baik tuan... " sahut Moe dan langsung berangkat, Samudra kembali ke ruang tamu.. ia ingin menyuruh Melody berbaring di ranjang saja.. namun sesampainya di sana Melody sudah tertidur si sofa.


Akhirnya Samudra duduk di sofa di depan Melody sambil menatapnya... matanya tak berhenti menatap wajah Melody yang tertidur begitu nyenyak, tak si pungkiri hatinya merasa khawatir. Kembali ia menelfon Moe


" Ya tuan? " sapa Moe


" Baik tuan.. " sahut Moe lagi.


" Anda sudah mulai kembali seperti dulu tuan.. anda sudah mulai perhatian dengan nona Melody, semoga saja.. " ucap Moe


🐯🐯🐯🐯


Satu jam berlalu.. tak ada pergerakan dari keduanya. Melody asik tidur, Samudra asik memandangi yang lagi tidur sambil membuka laptopnya.


Kletek... bunyi pintu terbuka, Moe masuk sambil menenteng banyak bawaan. Samudra memberi kode agar Moe mengaturnya di meja makan, dengan patuh Moe mengerjakannya tanpa suara. Selesai dengan pekerjaannya Moe pun segera keluar, ia memberi privasi pada tuannya untuk menikmati sorenya dengan Melody.


Melody terbangun karena mencium bau masakan yang enak sekali.. perutnya langsung saja meronta-ronta. Berlahan ia membuka matanya dan langsung kaget melihat Samudra berada di depannya dan sedang memperhatikannya


" Maaf tuan bos..Mel tertidur " ucapnya menunduk takut


" Cuci mukamu, habis itu temani aku makan!! " titahnya sambil menutup laptopnya, Melody pun memasuki toilet dan menyegarkan dirinya. Setelahnya ia pun bergabung dengan Samudra di meja makan, seperti biasa Melody mengambilkan nasi dan minum untuk Samudra terlebih dahulu baru ia duduk. Samudra menyorongkan semangkuk besar sop daging ke hadapan Melody


" Makan itu habiskan, agar tekanan darahmu normal kembali " titahnya


" Terimakasih tuan.. " ucap Melody sambil tersenyum


" Kapan saja kalau tekanan darahmu sedang turun beritahu aku, nanti kubelikan lagi makanan seperti ini.. mengerti!! " ucapnya sambil mengunyah


" Baik tuan terimakasih, tuan... mengapa tuan baik sekali pada Melody? " tanya Melody kemudian, membuat Samudra terdiam


" Entahlah bocah... aku sendiri tak tau, mungkin karena rasa kasihan... atau karena kita cocok berteman... atau karena kau..... " putus Samudra

__ADS_1


" Karena apa tuan? "


" Karena kau ob ku di kantor dan di apartemen he he " jawabnya asal


" Ya terserah tuan yang mana deh, yang jelas Melody merasa sangat berterimakasih... semoga tuan tambah banyak rezekinya ya " doa Melody tulus


" Itu aja doanya buatku?? "


" Semoga tuan segera mendapatkan pasangan hidup kembali.. agar tuan ada yang ngurusin " tambah Melody


" Aku ngak perlu pasangan hidup Mel... aku tak mau lagi menikah, kau membersihkan apartemenku dan memasakkan ku sekali seminggu sudah cukup untukku " sahut Samudra membuat Melody tambah penasaran


" Lho Kenapa tuan ngak mau lagi menikah? " tanyanya lagi


" Dihianati dan ditipu oleh orang yang kita cintai itu sangat sakit Mel, aku tak mau mengalaminya lagi "


" Tapi kan tidak semua wanita itu begitu tuan, contohnya ibunya Mel... sudah hampir 30 tahun menikah sama bapak.. ibu setia dan menerima bapak apa adanya " kekeh Mel


" Ya.. anggaplah bapakmu beruntung, namun tidak semua lelaki itu seberuntung bapakmu itu.. contohnya aku " jawab Samudra lagi sambil memandangi Melody


" Jadi tuan juga ngak bakalan punya keturunan dong, kalo ngak mau nikah "


" Jika aku ingin punya anak.. aku tinggal mencari rahim sewaan bocah.. banyak jalan menuju Roma " ucap Samudra lagi


" Rahim sewaan itu gimana sih maksudnya tuan?? " si bocah masih aja nanya... 😅


" Gininya bocah... ni uang 1 M, kita main sek lalu kau hamil dan melahirkan anakku. Anak ku ambil kau ambil uang 1 M itu.. selesai... paham?? " jelas Samudra secara gamblang


" Tuannn....itukan dosa... "


" Ya tidaklah.. dosa darimananya?? "


" Kan anaknya lahir tanpa pernikahan yang sah " ucap Melody ngotot


" Jadi aku harus menikah gitu kalau mau punya anak...?? "


" Ya iyalah tuannn "


" Ok begini saja... aku akan menikah tapi hanya denganmu saja, jika kau tak mau ya aku tak akan pernah mau menikah... puas dengan jawabanku!! sekarang aku ingin mendengar jawabanmu " ucap Samudra sambil tersenyum simpul, ia ingin tau bagaimana si bocah akan menanggapi perkataannya


Melody anteng saja mendengarnya


" Tuan... Melody itu mikirin pacaran aja belum apalagi menikah.. kalo nungguin Melody nikah baru tuan mau nikah juga sempat jadi aki-aki ntar tuan bos he he " ucapnya sambil menikmati makannya kembali tanpa beban


" Asemmm ni bocah... 😡😡😡😤😤 kapan nyambungnya " gerutu Samudra


Wkwkwkw semangat Samudra 😂😂😂 namanya juga bocah...


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya


Melody lagi asik tidur


__ADS_1


__ADS_2