
Hai hai...maaf baru tayang... semenjak tgl 15 udah up tapi di tolak terus ama nt dengan alasan terlalu hot , sudah saya revisi sampai 4x masih aja di tolak akhirnya thor hapus dan hempaskan tulisan kemaren dan tulis ulang.. makanya lama... maafff kesalahan bukan pada televisi anda... ๐๐๐
๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ
Berlahan Samudra duduk di sebelah Melody.. tangannya tanpa sadar sudah berada di pinggang Melody
" Mengapa kau berpakaian begitu sexy? kau ingin mengodaku cantik " bisik Samudra
" Ngak ay... tadi mamah yang menyiapkan pakaian ini.. Mel tinggal Pake aja... " sahutnya sambil mengenggam tangan Samudra
" Ay.... Mel senang tapi takut, ini baru pertama kali Mel naik pesawat " bisiknya... Samudra tersenyum miris mendengarnya.. dipandanginya wajah cantik Melody.. tangannya menyentuh pipinya dan merabanya berlahan
" Jangan takut kan ada suamimu di sini.. dan jangan khawatir kedepannya kau bisa naik jet ke manapun kau mau sayang, aku akan membalas kehidupanmu dulu yang begitu sederhana dan serba kekurangan. Semenjak saat ini apapun keinginanmu akan menjadi perintah untukku... " ucapnya lalu mengecup kening Melody
Pesawatpun mulai bergerak... wajah Melody memucat , ia benar-benar gugup terlihat dari geggamannya yang semakin erat ke lengan Samudra. Samudra mah seneng banget Melody menempel kayak prangko gitu... tak menyia-yiakan kesempatan... tangannya memeluk Melody dengan erat dan bibirnya pun tak tinggal diam... sosor sana sosor sini... ๐๐๐
Ringgo yang melihat hal tersebut mengomel dalam hati....
" Ya amplop tuan.. ngak ngeliat apa ada kami pengawalmu yang jones di sini... asik aja nyosor.. masuk kamar Napa!! " ucapnya sambil menolehkan pandangannya ke arah lain, dan akhirnya Ringgo hanya bisa saling pandang dengan rekannya
Setelah di persilahkan melepas safetybelt.. Melody minta izin mau ke toilet... Samudra lalu mengajak Melody masuk ke kamar . Melody takjub melihat ada kamar begitu mewah di dalam pesawat... matanya melotot tak percaya
" Ay... kok. bisa di dalam pesawat ada kamar tidur begini... ya Allah... Subhanallah " ucapnya takjub.. Melody sampai lupa mau ke toilet.. ia asik memeriksa dan memandangi isi kamar tersebut.
Berbeda dengan Melody yang asik memandangi isi kamar... Samudra malah asik memandangi tubuh Melody dari atas sampai bawah....
" Mengapa kian hari kau kian sexy.. sayang ..membuatku dagdigdug setiap berdekatan denganmu.. " cicitnya dalam hati... tangannya sudah hendak memeluk Melody dari belakang, ia bertekad akan belah duren saat ini juga... peduli amat dengan larangan mertua, toh sudah sah juga. Bayangkan betapa romantisnya malam pertama di angkasa.... omg.... betapa..
" Ay... Mel ke toilet dulu ya... " suara Melody mengagetkan lamunan Samudra, Samudra membuka kaos yang di kenakannya... rencananya begitu kesayangannya itu keluar dari toilet langsung sikat.. ha ha ha otak mesum Samudra sudah melanglang buana kemana-mana
Samudra pun berebah di ranjang sambil menunggu Melody... senyum lebar sudah menghiasi wajah tampannya
Kletek......
" Ay... bisa minta tolong?? " terdengar suara Melody dari toilet
" Ya... katakan saja " sahutnya
" Emmm..... "
__ADS_1
" Apa. sayang...?? "
" Emmm... itu... di jet ada pembalut ngak... Mel datang bulan! "
Jederrrrr โกโกโกโกbagai petir menyambar kepala Samudra begitu mendengar pertanyaan Melody
" Apa...???? kau datang bulan? " tanyanya kaget... Samudra sampai terduduk
" Iya... baru saja.. pantasan perut Mell mules dari tadi, gimana ada ngak pembalutnya?? " tanya Melody lagi.... Samudra langsung terebah kembali karena lemas
" Ya ampun..... Mel Mel.. bisanya kok datangnya sekarang sih??? " tanyanya prustasi
" Ya namanya sudah saatnya, namanya habis ngak bisa di tolak ay...lagian aku yang sakit perut kok ayang sih yang marah " sahut Melody ngak mengerti
Samudra hanya bisa menutupi wajahnya dengan bantal... mau marah marah sama siapa
" Mengapa nasipku jelek begini.... hua hua hua ๐ญ๐ญ๐ญ" rungutnya tak percaya, sementara Melody berjalan mencari kotak obat sendiri karena tak ada jawaban dari Samudra
Setelah menemukannya dan mengobok isinya akhirnya Melody mendapatkan pembalut yang di Carinya... ia lalu kembali ke toilet, selesai dengan urusannya Melody keluar lagi. Melihat Samudra yang menutupi wajahnya dengan bantal... Melody memberanikan diri mendekati dan duduk di sisi ranjang
" Ay... kenapa.. ay sakit ya, Mel pijitin yah!! " ucapnya sambil menarik bantal dari wajah Samudra, Samudra memandangi wajah polos di depannya itu.... ingin sekali Ia berteriak sekeras-kerasnya saat ini saking dongkolnya namun saat memandangi wajah cantik nan polos istrinya itu entah menghilang kemana kedongkolannya tadi, Samudra tersenyum lalu tiarap.. berbalik
20 menit berlalu namun hasrat Samudra tak juga surut malah semakin menjadi-jadi, akhirnya ia berbalik dan bersandar di ranjang... ia juga menarik Melody ke pelukannya
" Sayang... kita kan sudah sah menjadi suami istri " ucapnya
" Hemm iya.... "
" Bisa ngak aku minta tolong? "
" Tentu saja ...apa?? "
Samudra lalu membuka rest celana panjangnya
" Aku mau mengeluarkan sesuatu... kau mau kan membantuku? karena jika tidak di keluarkan aku akan sakit " ucapnya.. membuat Melody mengangguk dengan cepat.. ia tak mau Samudra sakit
" Istri yang baik... sekarang ikuti saja apa yang kuminta ya... jangan malu ataupun takut, kita tak akan berdosa walau apa yang kita lakukan... " ucapnya dan mulai mencium Melody
Skip... skip... skip....
__ADS_1
Setelah 20 menit.......
" Terimakasih sayang... ahhh leganya Ahhhhh " desah Samudra setelah ia bisa menuntaskan hasratnya yang sempat tertunda , yah walaupun ia hanya meminta bantuan tangan Melody setidaknya ia tak bermain solo. Sedangkan Melody langsung ngacir ke toilet mencuci tangannya yang tadi kena semburan lahar gunung berapi.
Wajah Melody memerah... ini adalah pengalaman pertamanya memuaskan suaminya, dadanya masih berdetak begitu kencang... tangannya pun bergetar, ia sampai mencuci wajahnya berkali-kali
" Ya amplop... mataku ternoda sudah hua hua hua...tanganku juga " ucapnya menyadari tadi ia sempat melihat senjata Pamungkas Samudra yang lumayan lama di pegangnya
" Mel... dia suamimu... perintahnya wajib untuk kau turuti , menyenangkan suamimu adalah ladang pahala untukmu " terngiang pesan ibunya
" Yah benar... ini ngak dosa... ini adalah proses menuju pendewasaan seperti kata ayang " ucapnya lalu mengeringkan wajahnya dan keluar dari toilet. Nampak Samudra sudah menantinya
" Ayo kita keluar, kau pasti lapar.. kita makan malam ya " ucap Samudra sambil tersenyum lebar..akhirnya ia bisa merasakan juga yang namanya tak ada rotan akarpun jadi wkwkwkw
Keduanya lalu keluar dan menikmati makan malam romantis di atas pesawat berdua , keduanya nampak begitu bahagia dan menikmati makan malam pertama mereka sebagai suami istri.
" Ringgo... Kayaknya tuan ama nyonya muda belum belah duren ya... " bisik Anton
" Lha emang kamu belum tau syarat tuan boleh menikahi nona itu.. ngak boleh belah duren sebelum resepsi " bisik Ringgo balik
" Lho kok bisa?? "
" Ya bisa lah.. namanya juga syarat dari camer "
" Ngak.. maksud gua, emang bos bisa tahan sampe resepsi.. palingan Ntar di amrik dah ngak kuat " ucap Anton
" Kuat.... "
" Ngak.. lah... "
" Kuatlah yakin gua... " kekeh Ringgo
" Gimana kalo kita taruhan!! "
" Ayo siapa takut... " ucap Ringgo mantap... Ow Ow Ringgo mengapa kau begitu yakin ha ha ha
see you next eps
Jangan lupa like komen dan votee nya
__ADS_1