Melodi I Love You

Melodi I Love You
189. Lengket


__ADS_3

" Acik telbang....telbang ha ha ha " terdengar tawa Amira begitu bahagia... Ringgo juga tertawa senang melihat Amira


" Udah ya... nanti Amira pusing !!" ucap Ringgo hendak meletakkan Amira ke sofa namun tangan Amira langsung memeluk leher Ringgo


" Peyuk papa....Aiya angen !!" pintanya


" Nanti ....papa mandi dulu, papa seharian di luar takutnya nanti bawa virus ya " ucap Ringgo dan meletakkan Amira di sofa


" gak mau..anti papa pelgi agi...😥😥" ucapnya tak mau melepaskan leher Ringgo


" Papa cuma mandi beneran deh... 5 menittt aja " rayu Ringgo


" gak mauuuu....." kekehnya tambah mengeratkan pelukannya di leher Ringgo


" Amira... om Gogo mandi dulu, Amira sama opa sebentar yuk !!" hibur Erlan


" Gak...gak...gakkkk...😭😭😭" Amira malah mewek, terpaksa Ringgo mengendongnya kembali... sakura dan Siti kaget melihat betapa Amira tak mau melepaskan Ringgo


" Oh ya... papa sudah belikan boneka Elsa buat Amira ... " Ringgo membukakan sebuah paperbag dan mengeluarkan sebuah boneka Elsa untuk Amira


" Gak... Aiya udah gak mau Elca... Aiya mau peyuk papa aja " tolaknya sambil memeluk leher Ringgo erat


" Yah... kok ngak mau, papa belikan ini pake uang gaji papa lho... coba liat Elsa nya pake gaun putih seperti pesanan Amira " rayu Ringgo sambil memangku Amira di pahanya....Amira melihat boneka tersebut, ia memegangnya lalu menengok melihat wajah Ringgo


" tapi papa angan pergi kelja auh Agi ya....Aiya angen Ama papa Gogo " ucapnya dengan air mata menetes di pipi....Ringgo tersenyum tak berani menjawabnya... ia pun menghapus air mata di pipi mungil tersebut sambil tersenyum kecil... berusaha menghilangkan rasa sesak di dadanya saat ini


" Amira sayang ini... aunty Mel juga belikan Amira baju princess Elsa, begini saja... Amira pake bajunya sama mami atau Oma...papa mandi sebentar ya, nanti kalau sudah pake bajunya papa ajak jalan ke taman , kita main terbang-terbang ya...!!" ucap Ringgo lalu memberikan sebuah gaun yang indah ke tangan Amira... akhirnya Amira menurut... ia menoleh pada orang-orang yang duduk di sofa... ada maminya, opa


.. Oma dan juga nenek buyutnya


" Mami... anti aju !!" pintanya minta di gantikan baju... Ringgopun berdiri dan memberi hormat pada semua bosnya yang sedang duduk di sofa


" Tuan... nyonya... nona, saya permisi !!" pamitnya setelah memberi hormat pada ketiganya juga pada nenek Siti, semua tersenyum mengangguk kecuali Sandra yang merengut karena Ringgo seolah memberi jarak padanya.


" Awas kau Ringgo... nanti saat ada waktu berdua aku akan mencekekmu 😡😡" omelnya melalui pandangan matanya, namun Ringgo tak melihatnya karena ia tak berani bahkan hanya untuk melirik pada Sandra... Ia harus tau diri dan harus bisa menempatkan dirinya di tempat yang semestinya.


" Mami... epat..anti ajunya !!" pinta Amira ... matanya terus melihat ke mana Ringgo berjalan, ia takut di tinggal lagi....


Ringgo membasahi seluruh tubuhnya, ia meremas rambutnya berkali-kali...


" Ya Tuhan... kuatkan hatiku ini, jangan biarkan aku lepas kendali dan menjadi mahluk yang tak tau diri " sekelumit doa di ucapkan ya ...selesai mandi dan memakai celana panjang nya Ringgo pun keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya


" Papa Gogo gak ake aju !!" terdengar suara Amira dari arah ranjangnya membuat kaget Ringgo, ternyata Amira sudah berganti baju dan duduk di ranjang bersama Sandra yang berebah di ranjangnya... nampak Sandra memejamkan matanya, sepertinya sedang tertidur

__ADS_1


" Sebentar ya... papa mau sholat dulu, Amira diam di situ ya jangan pindah-pindah nanti bisa jatuh ..ok !!" perintah Ringgo lalu menghampar sejadahnya dan mulai melakukan sholat ashar yang belum sempat di lakukannya


Sandra yang sebenarnya rupa-rupa tertidur membuka matanya begitu Ringgo melakukan Sholat, matanya memandangi Ringgo dari belakang dengan penuh kekaguman...


" Ahh Ringgo gimana ngak rontok hati aku... sudah tampan, baik... sabar ... penyayang , Sholeh,..tubuhnya kekar Omo Omo Omo....🥰🥰" cicitnya dalam hati


Selesai sholat... Ringgo mengangkat Amira yang sudah menunggunya sedari tadi


" Shutt Amira jangan ribut, mami tidur... ayo kita main di taman !!" ajak Ringgo


" Papa... mami itu upa-upa !!" bisik Amira lagi


" Upa-upa...?? apa itu.. papa ngak ngerti , sudah biarkan saja mami tidur " Ringgo lalu keluar dari kamar membawa Amira main di taman


Sandra membuka ke dua matanya begitu keduanya keluar, ia menciumi bantal yang biasa di tiduri Ringgo...


" Aku sangat suka dengan wangimu Go... kamu kira hanya Amira yang kangen sama kamu, aku juga sangat rindu denganmu... dengan kehangatan bibirmu dan sentuhan tangan kekarnya itu...tapi kau malah begitu dingin padaku 😭😭" omel Sandra dalam hati sambil terus menciumi bantal Ringgo. Puas menciumi wangi tubuh Ringgo... baru Sandra keluar namun sebelumnya ia mengoles bibirnya dengan lipstik merah lalu meninggalkan jejak bibirnya di kaca sambil tersenyum usil


Karena Amira bermain di taman... akhirnya semua menyusul ke taman, semua senang mendengar gelak tawa Amira yang selama seminggu ini tak terdengar


" Kenapa bisa Amira begitu lengket kayak prangko dengan Ringgo ??" tanya Nenek pada Sakura


" Entahlah ma... mulanya Ringgo menjadi pengawal Sandra dan Amira... tau-tau Amira dah lengket aja sama Ringgo.. ia sangat menyukai Ringgo melebihi papinya sendiri. Mungkin karena papinya tak memperhatikannya jadi Amira mencari kasih sayang seorang ayah dari sosok Ringgo " ucap Sakura panjang lebar


" Kenapa emangnya ?? kakak ngak suka Ringgo dekat dengan Amira ??" tanya Sandra


" Bukannya aku ngak suka San... tapi Ringgo akan aku tatar untuk mengurusi perusahaan kakek di sini, jadi otomatis Ringgo tak akan kembali ke Jakarta . Kalau Amira terlalu lengket begitu akan sulit untuk berpisah nanti " papar Sam


" Mengapa harus Ringgo ??" tanya Sandra lagi


" Terus siapa lagi yang bisa di percaya... aku berharap pada suamimu ternyata jadinya begini. Lagi pula ia punya kemampuan... Ringgo kuliah di jurusan management, ia pun pandai berbahasa Jepang. Kau tak bisa mengharapkan aku mengurusi perusahaan kakek juga San, aku punya perusahaan sendiri di Jakarta " ucap Samudra lagi


" Tapi kakak lihat sendiri bagaimana Amira sangat lengket dan menurut pada Ringgo, apa kakak tau semenjak kemaren ia tak mau makan dan selalu menangis ingin bertemu Ringgo makanya kami menyusul ke sini " ... semua memencet kepala memikirkan solusinya


" Kak Sandra... kenapa kakak ngak tinggal saja di Jepang sementara , jadi Amira senang dan kakak bisa mengurus perusahaan bersama Ringgo " sebuah usul keluar dari bibir Melody


" Ya Ampun sayangku... kau mengharap seorang Sandra bekerja... mimpi kale, dia itu taunya menghabiskan cuan aja ha ha ha " gelak Sam yang tau betul kelakuan adik manjanya itu, bibir Sandra langsung monyong mendapat sindiran dari kakaknya... ia sudah mau protes namun Melody duluan komentar


" Ayang ngak boleh gitu, semua orang bisa berubah... apalagi sekarang kak Sandra sudah menjadi seorang ibu pastilah pikirannya sudah berubah, kak Sandra akan berusaha keras agar Amira bahagia ... ia kan kak ??" bela Melody


" Tuh... istrimu berfikiran lebih terbuka dari kakak wekk " sahut Sandra senang ada yang membelanya


" Jadi kau mau bekerja mengurusi perusahaan kakek San ??" potong Erlan...

__ADS_1


" Emmm Sandra sih ngak tertarik pah... tapi kalo ngawasin Ringgo kerja mau aja he he " sahut Sandra


" Dasar kau janda gatel... ngak bisa lihat daun muda langsung mau nemplok aja " olok Samudra


" Cih... siapa yang doyan daun muda... kakak kale tuh punya bini beda sampe 15 tahun... ngak ingat umur beda tipis Ama pedofil " sahut Sandra membuat Samudra melotot


" Kamu tuh ya....!!"


" Sudah kalian berdua selalu saja bertengkar... Sam kau itu lebih tua.. mengalahkan pada adikmu " nenek menengahi keduanya... keduanya pun terdiam hanya bisa saling ejek tanpa suara


" Papa... Aiya apar..." terdengar suara Amira meminta makan


" Ayo kita masuk... koki sudah memasak makanan yang banyak untuk merayakan kedatangan kalian semua...." ajak Siti Mutmainah senang, Semua lalu masuk dan berkumpul di meja makan.


Ringgo masuk untuk mengantar Amira


" Amira makan dulu ya..nanti baru main lagi sama papa " ucapnya lalu mendudukkan Amira di sebuah bangku namun Amira tak mau melepaskan leher Ringgo


" Aiya au akan Ama papa Gogo !!" pintanya


" Ngak bisa Amira makannya sama mami ya, papa makan di belakang " jawab Ringgo


" Gak auuu.... Aiya akan Ama papaa " kekeh Amira


" Amira ... jadi anak pintar ya, kalau selesai makan baru kita main lagi " kekeh Ringgo juga lalu berjalan keluar dari ruang makan...


" Papaaa Hua Hua Hua... papa , Aiya ngak ucah akan papaaaa...😭😭😭" tangisnya sambil berusaha turun dari kursinya


" Ringgo... kemari !!" panggil Nenek .. membuat langkah kaki nya terhenti seketika... ia pun berbalik berjalan kembali ke hadapan nenek Siti... Amira yang berhasil turun berlari memeluk kaki Ringgo


" Aiya... akan Ama papa aja di elakang " ucapnya sambil mendongak memandangi Ringgo dari bawah sana, Ringgo terdiam ia tak bisa berkata apapun atau bertindak apapun kini......


" Papa.... " panggil Amira lagi dengan air mata meleleh di pipinya


" Apa yang harus kulakukan ?? tak mungkin aku mengajak Amira makan denganku di belakang... ataupun makan di ruangan ini bersama mereka " cicit Ringgo dalam hati namun hatinya begitu trenyuh melihat air mata itu... berlahan Ringgo berjongkok hingga setinggi Amira, di hapusnya air mata di pipi chabby itu...


" Ringgo... duduk di sebelahku sini, tolong kau suapi Amira....dia tak mau makan sejak kemaren !!" pinta nenek membuat Semua kaget termasuk Ringgo


lanjut besok ya


Dah cape ngetik sampe 1450 kata , semoga kalian suka ceritanya


Love you all

__ADS_1


__ADS_2