Melodi I Love You

Melodi I Love You
23. Si kembar...


__ADS_3

" Kakak... tunggu...!! " teriak Sandra membuat langkah kaki Samudra terhenti, Ia pun berbalik... Sandra setengah berlari lalu memegang tangan Samudra


" Tangan kakak kenapa? kok berdarah? " tanya Sandra yang baru menyadari ada balutan luka di tangan Samudra, Ryan yang mendengarnya langsung saja berdiri


" Iya tuan.. kemaren luka ini belum ada, tuan terluka di mana? " tanya Ryan penasaran...


" Ohh ini... hanya luka Kecil, tadi siang aku memegang gelas namun karena licin gelasnya terjatuh dan pecah . Sudah kakak buru2 " jawab Samudra dan langsung menghilang bersama pengawalnya


" Kak Ryan... " panggil Sandra


" Ya nona... " jawabnya sambil menatap Sandra


" Coba kak Sam di carikan istri saja, jangan lagi hidup seperti itu " pintanya


" Nona kira saya tak mencoba ? jangankan saya, nona dan keluarga kan sudah mencobanya dan tau sendirikan bagaimana tanggapan tuan " sahut Ryan


" Iya juga sih... tapi memang ngak punya gebetan sama sekali kak Sam? " selidiknya lagi... Ryan hanya mengeleng


" Setau saya tidak ada nona, tapi jika pun ada berarti tuan sangat pandai menutupinya... karena saya kan selalu bersama tuan " jawab Ryan lagi


" Selalu bersama gimana... ini buktinya kan pisah " celetuk Sandra


" Ya kan karena hari minggu.. lagian kalau tuan keluar pasti menghubungi saya.. seperti tadi "


" kalau begitu siapa dong yang memasangkan perban ke tangan kakak tadi, balutannya sangat rapi... tak mungkin kakak membalutnya sendiri? " ucap Sandra


" Iya juga... nanti saya akan selidiki nona " ucap Ryan... tiba-tiba Sandra bangun dari posisinya yang semula berebah di sebelah anaknya


" Aduh kak... "


" Kenapa.. kau sakit? " tanya Ryan cemas


" Ngak... cuman kayaknya mau boker nih, jagain Amira ya he he " jawabnya cengegesan... Ryan langsung saja menutup hidungnya


" Apaan sih.. belum juga action udah tutup hidung, penghinaan tau plak.. plak.. plak... " ucap Sandra kesal.. ia mendekati Ryan dan memukuli Ryan gemas


" Ampun nona.... sudah sana ke toilet, nanti keluar di sini lagi " usir Ryan


" He he.. tau aja sudah di ujung tanduk... tut.... " sempat2nya Sandra mengeluarkan anginnya.... sebelum memasuki toilet


" Asemmm...... " umpat Ryan lalu kembali menutup hidungnya... Ryan memang sudah di anggap seperti keluarga , karena semenjak Samudra membuka perusahaan Ryan sudah mendampinginya.


Ryan sudah mengenal Sandra semenjak gadis itu lulus smu.. saat itu ia baru lulus kuliah. Sejak pertama melihatnya Ryan sudah jatuh cinta pada Sandra... namun ia hanya bisa mencintai dalam diam, karena tak mungkin pria keluarga biasa sepertinya bisa bersanding dengan seorang Sandra... putri dari seorang pengusaha kaya raya.


Sampai saat ini kejomloan nya karena belum bisa move on dari Sandra, namun tak seorangpun tau akan hal tersebut termasuk Samudra.


" Oek... Oek..." tangisan Amira mengagetkan lamunan Ryan, bergegas ia mendekati Amira lalu mengangkatnya berlahan... Ryan mengendongnya dengan penuh kasih sayang... ia menimang Amira hingga akhirnya Amira terdiam walaupun matanya terbuka...


" Kletek... Amira cucu oma... Dandi ba..? lho bukan Dandi? " Sakura kaget ternyata yang mengendong Amira malah Ryan.. begitu pun Danny Erlan yang mengekor di belakang istrinya


" Malam nyonya... tuan.. " ucap Ryan sambil menunduk menghormati keduanya

__ADS_1


" Dimana Sandra dan Dandi? " tanya Danny


" Nona Sandra di toilet tuan.. sedangkan tuan Dandi sepertinya masih di luar kota " jawab Ryan


" Lalu mengapa kau yang menjaganya, kemana baby sisternya ?" tanya Sakura lagi


" Entahlah nyonya saya tidak tau " jawab Ryan


Sandra pun keluar dari toilet... ia terdiam melihat Ryan sedang menimang anaknya


" Mamah.. papah.... kalian sudah datang? " tanyanya


" Amiranya nangis kak..? " lanjutnya lalu berjalan mendekati Ryan


" Iya.. tapi sudah diam ini, mungkin lapar dia " ucap Ryan lalu memberikan Amira pada Sandra


" Karena tuan dan nyonya sudah datang.. saya permisi, selamat malam....Assalamu alaikum " pamit Ryan


" Wa alaikum salam " sahut ke tiganya


" Terimakasih kak... " ucap Sandra... Ryan hanya mengangguk lalu berlalu


" Anak yang baik... jika wanita sudah kujadikan menantu " ucap Donni sepeninggal Ryan


" Huss papah... kalo ngomong, kemaren kan mamah juga pengennya Ryan di jodohkan ama Sandra... Sandra nya aja yang geblek milih si Dandi, lihatlah... belum pernah Dandi itu menimang putrinya seperti Ryan tadi " cerocos Sakura... Sandra hanya terdiam saja.. ia pura-pura tak mendengarnya hanya asik memberikan asi.


🐣🐣🐣🐣


Sayup - sayup terdengar suara lelaki dari ruang tengahnya, apakah Melody dengan seseorang...? begitu berani ia menerima tamu tanpa izin dariku... awas saja..... 😡😡😤..Samudra langsung bad mood aja. Namun sesampainya di ruang tengah ternyata bukan lelaki.. namun itu adalah suara televisi.


" Dimana bocah itu... Mell " panggilnya sambil duduk di sofa, namun ia langsung terlonjak saat dirasa pantatnya menduduki sesuatu, ia pun menoleh dan.......


Ternyata Ia menduduki ujung kaki Melody yang sedang tertidur dengan nyenyaknya. Samudra semula ingin membangunkannya... namun urung melihat Melody yang tertidur begitu nyenyak


" You slepp look like a baby.... Melody " ucapnya memperhatikan bocah yang sudah berganti pakaian itu...


1 menit......


5 menit....


10 menit... Samudra masih betah menatapnya berlama-lama, sampai suara hp nya mengagetkannya... ia pun mengangkatnya


" Ada apa Ryan..? " tanya Samudra


" Tuan dan nyonya sudah datang.. jadi saya otw ke apartemen, apakah anda ingin di belikan sesuatu untuk makan malam...? " tanya Ryan


" Tidak usah!! " jawabnya, ia tak mau Ryan tau ada Melody di apartemennya sedangkan semua pengawalnya sudah di wanti2 untuk menutup rapat-rapat mulut mereka pada siapapun.


Mendengar suara Samudra... Melody pun terbangun, ia duduk dan mengucek matanya yang sedikit memerah


" Tuan sudah pulang? " tanyanya

__ADS_1


" Untuk apa kau bertanya.. kan aku sudah berada di depanmu!! " sahut Samudra membuat Melody tergelak


" He he iya juga ya tuan bos... Sorry Mel kalo baru bangun tidur, otaknya masih separo On nya " jawabnya merasa lucu sendiri... wajah Melody yang sedang tertawa terlihat begitu mempesona.... di mata Samudra


" Kau begitu cantik.. dengan apa adanya seperti ini.. tanpa make up... tanpa bra... whatt... bocah ini tak memakai bra... omg... bagaimana mungkin, apa ia tak takut aku menerkamnya karena begitu sexy " teriak Samudra dalam hati...wajahnya langsung saja memerah.... nafasnya pun terasa panas


" Tuan..... lemari tuan di mana ? Mel mau naroh baju tuan yang sudah di gosok... ngak nemu lemari nya " pertanyaan itu langsung mengalihkan Samudra yang sedang pusing sendiri


" Oh lemari ya.. itu di kamar... ikuti aku " ucapnya terbata-bata


" Tuan angkatan bed covernya dong " pinta Melody... sedangkan Melody membawa tumpukan pakaian Samudra. Samudra mau tak mau mengangkat bed covernya dan memasuki kamarnya, ia mengeser sebuah dinding dan terbukalah ruangan yang merupakan walk in closet


" Wow.... besar sekali lemari tuan...masya Allah, lemari tuan lebih besar dari kamar Mel !! " ucapnya kagum melihat nya... Samudra hanya tertawa saja...


" Dasar bocah... ini namanya walk in closet, jadi bocah jangan oon juga kale " sungut Samudra


" He he maaf tuan bos.. kan baru kali pertama Mel lihat beginian " ucapnya sambil meletakkan pakaian Samudra berdasarkan jenisnya


" Oh ya Mel.. tadi bapakmu menelfon, ini coba kamu telfon balik... katanya bapakmu mau jemput " ucap Samudra sambil menyerahkan hp Melody.. Melody segera mengambil hp nya lalu menekan no bapaknya.


" Assalamu alaikum..!! " sapa Melody


" Wa alaikum salam, sudah selesai nak.. bapak jemput sekarang? " tanya Iwan...Melody lalu menatap Samudra


" Tuan bos... Mel sudah boleh pulangkan?? " tanyanya.. Samudra hanya mengangguk... glek.... suara salifanya lagi karena tak sengaja melihat ke area dada Melody kembali... Samudra sampai memijit kepalanya yang terasa pusing


" Iya pak.. jemput Melody sekarang ya.. " ucapnya


" Iya.. bapak jemput di tempat tadi pagi ya nak... Assalamu alaikum " putus Iwan


" Wa alaikum salam... " jawab Melody... tiba-tiba Melody mendekati Samudra yang sedang duduk di sofa, Melody memegang dahi Samudra


" Tuan demam..? dari tadi wajah tuan sangat merah " tanyanya...


" Glek..... " lagi-lagi Samudra menelan ludahnya melihat siluet 2 gunung kembar itu sedang terpampang di depan matanya kini.....


" Ya Tuhannnn...... cobaan apa ini...?? " ucap Samudra dalam hati, matanya tak bergerak menatap si kembar... 😅😅


Apakah kira-kira yang akan terjadi selanjutnya sista....


Kalian kepo ya... 😅😅😅


He he


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya


Bonus foto Melody lagi tidur yo... 😍


__ADS_1


__ADS_2