Melodi I Love You

Melodi I Love You
66. Mengajarimu


__ADS_3

Hari ini lagi hujan mulu di Bpp... cuacanya mendukung untuk edisi Sengklek, seperti biasa yang ngak suka Monggo di skip... 🙏🙏🙏


Senin subuh ini Mel bangun dengan semangat, Karena hari ini hari gajian pertamanya sebagai seorang asisten.. Ia sudah tak sabar nanti siang melihat isi rekeningnya...yes's 10 jeti bukan uang yang sedikit untuknya...


Senyum Melody semenjak tadi membuat kedua orang tuanya saling pandang


" Anak Ibu lagi jatuh cinta? " tanya Imah pada Melody


" Ngak he he " sahutnya kembali senyum sendiri


" Anak bapak di tembak ama cogan lagi ya? " lanjut Iwan penasaran, kembali Melody mengeleng


" Bapak ibu ngak asik ihh.... kan hari ini Waktunya Mel gajian.. asik asik.. Kata tuan bos gaji Mell 10 juta aaaa... senangnya " ucapnya membuat keduanya ternganga mendengarnya


" Se.. sepuluh juta? beneran gajimu segitu nak? " tanya Imah bergetar, seumur hidupnya belum pernah Ia melihat uang sebanyak itu. Gajinya saja setelah puluhan tahun bekerja cuma 2,5 juta belum lagi dipotong kalo ada pinjaman... begitu pun suaminya


" Alhamdulillah ya Allah, Mel kamu harus berterimakasih sama tuan Samudra karena mengajimu sebesar itulah.. mengerti!! buatkan apapun yang disukai tuanmu ya!! agar tuanmu senang " ucap Imah yang di angguki oleh Iwan


" Iya... Mel akan berterimakasih bu.. bapak ayo kita berangkat " ucap Melody.. Iwan lalu mengantar Melody ke apartemen Melody


" Pak.. kalau tabungannya cukup. bulan ini kita beli motor buat bapak ya.. yang lama di jual aja buat nambah-nambah " ucap Melody dari belakang Iwan


" Kenapa ngak Mel aja yang beli motor buat Mel kerja, motor bapak masih bagus kok nak " jawab Iwan


" Ngak... pokoknya buat bapak dulu bapak ngak boleh nolak, nanti Mel bisa nabung lagi buat beli motor idaman Mel " tolaknya


" Memangnya Mel motor idamannya apa sih? " tanya Iwan penasaran


" Ada deh he he rahasia... " jawabnya


Lift kini sedang membawa Melody naik ke apartemen Samudra, senyum sumringahnya langsung di lihat oleh Samudra yang duduk menantinya di depan pintu Lift, Melody pun mendekat dan mencium pipi kiri Samudra


" Sepertinya kamu bahagia sekali hari ini? Kemarin jalan sama cogan ya " selidik Samudra... Melody menggeleng sambil tersenyum berjalan ke dapur seperti biasanya ..ia akan memasak sarapan terlebih dahulu


Rasa penasaran membuat Samudra mengekor sampai ke dapur..


" Terus kenapa kok happy banget pagi ini? " tanyanya masih penasaran


" Masa tuan bos ngak tau kenapa Mel happy banget... " tanyanya balik sambil tersenyum.. Samudra berfikir.. apaan memang ya....🤔🤔🤔


" Bocah sudah katakan saja.. jangan muter-muter " pinta Samudra dengan nada kesal

__ADS_1


" Hari ini ... Mel gajian he he, kalo uang tabungannya cukup Mel mau belikan bapak motor bulan ini " jawabnya sambil memandangi wajah sang kingkong yang hanya bisa ber oh saja mendengar jawaban Melody


Tiba-tiba Melody mendekat ke arah leher Samudra


" Tuan.. tuan sakit? kok leher tuan ada bekas seperti memar? atau di gigit-gigit binatang, tapi kamar tuan selalu Mell bersihkan masa ada binatang? " tanyanya sambil menyentuh bagian leher Samudra dan memelototinya


" Apakah sakit tuan? " tanyanya lagi sambil menekannya pelan.. tanpa sadar kepalanya hampir mengenai hidung Samudra , Samudra menutup kedua matanya... Ia menikmati sensasi mencium wangi tubuh Melody yang begitu di rindukannya, seandainya Ia bisa merengkuh ..memeluk dan membawanya ke ranjang.... betapa indahnya.. akan ku...


" Tuan.... sakit ngak?? " pertanyaan ulang Melody membuatnya harus berhenti berhayal


" Enggak.... " jawabnya


" Gatal...?? " selidik Mel lagi


" Enggak gatal " jawab Samudra sambil mencari cermin di sekitar dapur, betapa kagetnya kami melihat sebuah bekas kissmark di lehernya


" Sheet.... kurang ajar perempuan itu " umpatnya dalam hati


" Ini ngak papa cuman kebentur kemaren saat olahraga raga, sudah aku mau mandi dulu " jawabnya lalu meninggalkan Melody dan mengambil hp nya


" Hallo.. ya tuan ada perintah? " terdengar suara Ryan yang baru bangun


Selesai memakai kemeja nya.. Samudra memanggil Melody untuk memakaikan dasinya seperti biasa...


Melody pagi ini terlihat begitu cantik dan fresh, Ia memakai rok sepan dengan atasan kemeja garis berwarna pink..rambut panjangnya sudah di gelung rapi


Melody mengambil dasi di tangan Samudra..ia berdiri di depan Samudra agar mudah memakaikannya..


" Tuan, kata ibu bapak.. Mell harus berterimakasih pada tuan karena sudah memberikan gaji yang besar , tuan mau di buatkan apa supaya tuan senang?? " tanyanya... melihat ada celah, tangannya menarik lengan Melody


" Sini kuberitahu.. duduk di pangkuanku terlebih dahulu " pintanya.. Melody pun menurut, Ia duduk sambil memakaikan dasi


" Boleh aku memilih hadiahnya? " ucapnya sambil tersenyum.. tangannya sudah Naik ke pinggang Melody... Melody hanya mengangguk


" Terserah tuan bos aja, memangnya tuan mau apa ? " tanyanya sambil asik merapikan dasi Samudra


" Aku ingin menciummu... boleh " pintanya... Melody langsung terdiam


" Apakah itu yang membuat tuan senang? " tanyanya.. Samudra mengangguk senang


" Tapi kata ibu bapak.. membuatkan sesuatu.. berarti kan bukan yang begituan tuan bos!! " protesnya

__ADS_1


" Ya sudah kalau ngak mau... aku ngak mau masakan apapun " ucap Samudra sedih.. Melody mengigit bibir bawahnya sambil berfikir... bagaimana ya... ya sudahlah yang penting bos senang aja


" Ya sudah.. ok tuan , tapi sekali aja ya " ucap Melody akhirnya


" Tapi kamu berciuman tak benar Mel " ucap Samudra


" Maksud tuan Gimana? "


" Seharusnya Saat aku menciummu kau juga menciumku balik.. caranya ikuti gerakan bibirku.. Katanya kau mau dewasa... cara berciuman aja ngak bisa, mau ku ajarin? " tanya Samudra... jiahhh si soang beraksi dah


" Sembarang yang penting tuan senang " jawaban lugu seorang Melody


" Baiklah... kita mulai ya...gerakkan bibirmu Jangan diam saja.. ikuti gerakan bibirku !! " titahnya senang.. Melody ngangguk aja


Samudra mulai menyatukan bibir mereka, berlahan ia mulai menyesapnya... Melody pun berlahan mengerakkan bibirnya mengikuti pergerakan bibir tuannya, ngak pake latihan lama.. ia pun sudah paham. Samudra senang sekali Melody membalas ciumannya, tangannya mulai menarik pinggang Melody agar semakin mendekat padanya


Bibir segar Melody memang membuatnya mabuk kepayang... Rasanya lebih manis dari Madu dan sangat nikmat..ia tak mau berhenti kini... berlahan Samudra mengubah posisi mereka, Ia membaringkan Melody di sofa


Melody yang masih belajar mengimbangi pergerakan bibir Samudra tak menyadari jika si kingkong sudah menindihnya kini... dadanya terasa bergetar... tubuhnya terasa begitu ringan dan serasa melayang kini, ternyata berciuman itu seenak ini... ucap Melody dalam hati


Tangan Samudra mulai meraba gunung kembar Melody, Samudra pun meremasnya pelan membuat Melody melenguh dalam ciuman mereka.... ahhh aku sangat menginginkanmu Mel... rintih Samudra dalam hati


Samudra melepas sejenak bibir Melody agar mereka bisa menarik nafas, lalu mengulangnya kembali... kenikmatan yang sangat diinginkannya... jiwanya sungguh terbakar kini....


Sedangkan Bagi Melody yang baru kali ini menikmati sebuah ciuman... ia pun terlena... ia ingin berteriak meminta Samudra menghentikan ciuman itu Namun tubuhnya tak mengizinkannya.. mengapa Ia menyukainya??? mengapa Ia tak ingin ini berakhir???


Tiittt... Kletek... bunyi pintu apartemen yang terbuka mengagetkan keduanya, mau tak mau Samudra berhenti berkelana... ternyata si Moe yang Masuk, Untungnya mereka berada di ruang bersantai hingga Moe tak melihat Kegiatan keduanya... bergegas Melody bangun dan memperbaiki pakaiannya yang acakkadul lalu berlari ke kamarnya... sementara Samudra hanya bisa duduk sambil meremas rambutnya kesal...


" Maaf tuan... jika saya menganggu, pembeli apartemen tuan ada di luar.. ia ingin bertemu langsung dengan tuan " lapornya tanpa dosa... Samudra memandangi wajah Moe dengan kesal


" Kalau kau bukan pengawal terbaikku sudah kupecat kamu Moe.. lain Kali walaupun ketua DPR yang datang... jangan mengangguku... mengerti.!!! " jawabnya marah


" Iya.. iya tuan.. Maafkan saya.. " Sahut Moe sambil berfikir bingung...


" Apa hubungannya dengan ketua DPR.. Emangnya tuan kenal??? " tanyanya dalam hati


Wkwkwk Moe Moe... kamu ngak ngerti wong bosmu baru juga indehoiii sudah kamu ganggu..... Makanya ngomelnya ngak nyambung 😅😅😅


See you next eps


Jangan lupa like komen dan vote nya

__ADS_1


__ADS_2