
Beberapa hari berlalu begitu saja... kini saatnya Manda dan Ryan berangkat ke Bandung karena beberapa hari lagi resepsi mereka akan di selenggarakan secara besar-besaran. Ryan ingin acara resepsinya di ingat oleh semua orang . Ryan jg punya maksud tersembunyi dari acara besar-besarannya itu.
Pertama ia ingin semua orang tau dialah pemilik hotel SS , kedua ia ingin menunjukkan pada keluarga Manda bahwa suami Manda bukan abal-abal ... hingga keluarga Manda tak bisa meremehkan Manda lagi.
Ryan juga akan mengunakan beberapa hari ini untuk melihat dan mempelajari peluang... apakah ia akan berhenti dan mengelola bisnis hotelnya ataukah tidak....semua masih abu-abu.
Dengan di supiri dan di kawal beberapa pengawal keduanya meluncur ke kota Bandung. Mereka akan menginap semalam di rumah tante Mirna karena Tante Mirna memaksa... baru mereka akan menginap di hotel SS, hotel milik Ryan sekalian tempat di adakannya resepsi mereka.
Menjelang siang mereka pun sampai... Mirna ..suami dan kedua anaknya sudah menunggu kedatangan kedua nya, mereka lalu makan siang bersama dengan santai.
Selesai maksi... Ryan membawa Manda jalan-jalan ke tempat wisata..Sedang asik menikmati panorama keindahan yang di hidangkan di tempat wisata... seorang pria tampan memanggil Manda.
" Manda....!!" panggil sang pria membuat Manda terkejut setengah mati, ia pun celingukan kekanan ke kiri melihat apakah suaminya masih di toilet apa sudah kembali
" Kakak...!!" sahutnya pelan, rupanya sang kakak tiri tertuanya... Rony
Rony duduk mendekati Manda... wajah tampannya nampak begitu sedih
" Benar kau sudah menikah ?? mengapa aku tak tau !!" tanyanya sambil menatap lekat Manda
" Iya... Manda sudah menikah, Minggu ini resepsi akan di gelar " sahutnya sambil terus celingukan memidai suaminya... ia tak mau Ryan mendengar apa yang mereka bicarakan
" Mengapa kau tega Manda... kau tau kakak cinta sama kamu " ucap Rony
" Manda sudah bilang... kita itu saudara tidak lebih dan tidak bisa lebih !!"
" Mengapa tidak bisa...?? kita bukan saudara, kita hanya tinggal di atap yang sama... bapak ibu kita pun tak sama Manda " protes Rony
" Sudahlah kak... Manda hanya menganggap mu sebagai kakak tiri , sebaiknya kakak lupakan Manda... karena Manda sudah ada yang punya , permisi !!" ucap Manda meninggalkan meja dan menyusul Ryan yang baru keluar dari toilet. Rony hendak mengejar namun pelototan dari 4 pengawal Manda menghentikannya
" Mengapa menyusulku ?? " tanya Ryan
" Ngak papa kita pulang yuk, Manda sudah cape " ajak Manda dan menarik Ryan menuju mobil mereka, sesampainya di rumah Mirna ...Manda tertidur, Ryan lalu mengangkat Manda ke kamar mereka.
Setelah memastikan Manda tertidur dengan nyenyak, Ryan lalu keluar mendatangi pengawalnya...dan mereka pun pergi ke suatu tempat
Mereka memasuki sebuah villa milik Ryan yang tak berpenghuni. Pengawal membukakan pintu untuk Ryan, Ryan pun masuk dengan wajah dingin bercampur geram mendengar laporan dari pengawalnya sepanjang jalan tadi, mengenai pria tampan yang mendatangi istrinya bahkan beberapa kali berusaha memegang tangan Manda
Nampak seorang lelaki sedang terikat di kursi dengan mata di tutup
" Buka matanya !!" titah Ryan, pengawal lalu membukakan tali pengikat mata pria tersebut
__ADS_1
" Sekarang katakan... mengapa kau mengikuti kami seharian ini... siapa kau ??" tanya Ryan dengan wajah serius
Pria tersebut meludah.. membuang darah yang terkumpul di mulutnya
" Aku tidak mengikutimu... aku mengikuti wanita yang kucintai... Manda !!" sahutnya tak gentar
" Bukannya kau itu kakak tiri Manda... bagaimana mungkin kau bisa berfikir untuk cinta-cintaan " sahut Ryan kesal
" Aku mencintainya jauh sebelum kau mengenalnya... dan dengan mudahnya kau mengambilnya dariku... kembalikan Manda padaku !!" bentak Rony
" Kembalikan kau bilang ?? kapan aku meminjam Manda padamu ?? Manda sudah sah menjadi istri ku dan di dalam perutnya kini kemungkinan besar sudah tertanam sahamku dengan subur, jadi jangan kau coba menganggu dan mendekati istriku lagi.. jika tidak !!"
" Apa...?? kau fikir aku takut ?? lagi pula Manda sudah lebih dulu menjadi milikku... aku sudah pernah menjamahnya , ia begitu nikmat dan wangi ha ha ha " ucap Rony mengebu
" Buk...buk...buk...jaga mulut kotormu itu, buk buk ..." Ryan sangat marah mendengarnya, ia menghajar Rony hingga Rony berdarah2
" Tuan... sabar, tenangkan diri anda... jangan terpancing !!" ucap pengawal sambil melerai keduanya
" Cih kau berani karena tanganku terikat, coba satu lawan satu... sebentar juga keok !!" tantang Rony
" Lepaskan ikatan nya... siapa takut, kau fikir aku akan terjebak dengan fitnahan murahanmu itu hah... dasar lelaki bejat, di malam pertama kami Manda masihlah perawan !!" ucap Ryan tak kalah mengebu...
" Lepaskan ikatannya... aku akan menghajarnya sampai puas !!" titah Ryan sambil menggulung lengan bajunya
" Arghhh... bug bug bug "ko PP Ryan meninju dinding terdekat berkali-kali sampai tangannya berdarah
" Selesaikan dia ... jangan sampai menganggu acara ku dengan Manda, jika perlu jangan sampai Manda melihatnya seumur hidup !!" titahnya lalu keluar dari villa dan kembali ke rumah tantenya
" Kalian dengar perintah tuan ?? lakukan dengan hati-hati jangan kecewakan tuan !!" titah kepala pengawal lalu mengikuti Ryan
" Ha ha ha.. kalian ingin membunuhku... kasian sekali Manda ternyata mempunyai suami seorang maniak haus darah !!" ucap Rony
" Apa membunuh ha ha ha.... kau tak mengenal tuan kami.. tuan tak pernah bermain di area itu, jika kata tuan menyelesaikanmu... artinya selamat tinggal pekerjaanmu... uangmu...usahamu...apapun yang menempel padamu dan terutama pada kebebasanmu....karena kau akan terpuruk sedalam2 nya hingga kau menyesal telah mengenal tuan kami " papar sang pengawal
" Besok masukkan tuntutan pelecehan, pencurian dan korupsi yang dilakukannya pada pihak Polisi... kita lihat Romy... apakah kau masih bisa tersenyum besok hari ha ha ha , jaga biarkan dia lepas selama acara tuan belum selesai... jika acara tuan selesai antar dia ke kantor Polisi !!"
" Apa.... apa...?? tidak... tidak tidakkkkk...π±π±π±" Romy berteriak kesal dengan apa yang menimpanya kini....
πΈπΈπΈπΈ
Berlahan Ryan masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya , setelah terkena air baru terasa betapa perih sakit pada kedua tangannya. Namun itu sepadan dengan rasa puas yang ia rasakan karena sudah bisa menyingkirkan lelaki yang berani menganggu istrinya.
__ADS_1
Berlahan tanpa suara Ryan merebahkan tubuhnya yang terasa penat, di pandanginya istrinya yang tengah terlelap. Namun kedua mata indah itu tiba-tiba terbuka mengagetkan Ryan
" Aa dari mana ??" tanya Manda dengan suara sedikit serak
" Dari luar sebentar, cari angin !!" jawabnya
" Cari angin apa cari keributan...??" tanya Manda menohok Ryan, Manda bangun dan mengambil kotak p3k dan membawanya ke atas ranjang
" Kemarikan tanganmu !!" titahnya , namun Ryan malah menyembunyikan kedua tangannya
" Tanganku tak apa-apa, tidurlah sayang " tolak Ryan
" A aaa.... resepsi belum lagi di gelar aa sudah mulai bohong pada Manda, kemarikan ngak tangannya π€π€ " omel Manda dengan mata melotot, berlahan Ryan mengeluarkan tangannya ke pangkuan Manda
" Bagaimana kau tau tanganku terluka ??" selidik Ryan
" Gimana ngak tau... aa teriaknya nyaring banget tadi...Manda aja sampe kebangun, bisa cerita mengapa tangan kakak sampai begini ??" tanya Manda balik
" Kalau aku ngak cerita ... boleh ngak ??"
" Ngak... harus cerita !!" kekeh Manda
" Tadi aku bertemu dengan kakak tirimu si Rony..." sahut Ryan sambil memperhatikan wajah Manda yang nampak terkejut
" Terus... kalian berkelahi sampe begini ??" tanya Manda khawatir
" Mengapa kau terlihat khawatir.. kau khawatir kakakmu itu terluka ??" tanya Ryan kecewa
" Ya ngak lah... lain kali kalau mau hajar kak Rony panggil Manda biar Manda bantuin, kan Manda ban hitam he he " jawab Manda membuat Ryan tergelak... ternyata eh ternyata
" Kau ngak marah aku menangani kakak tirimu itukan ??"
" Ya enggaklah...Manda malah berterimakasih , terimakasih aa sudah membalaskan sakit hati Manda walau Manda tak memintanya " ucap Manda sambil mengecup kedua tangan Ryan yang sudah selesai di obatinya
" Apapun untukmu sayangku, ayo kita istirahat... maaf sudah menganggu tidurmu " ucap Ryan bahagia... Manda bukannya berebah, ia melepas dasternya dan naik menduduki Ryan yang sudah berebah
" Ini hadiah untuk aa... ya anggaplah ucapan terimakasih... aa ngak keberatan kan ??" bisik Manda lalu menciumi kuping Ryan , membuat bulu Roma dan teman-temannya ikutan bangun....
" Tentu saja sayang....ahhhhhh !!!"
Bandung...Bandung... dingin2 bawaannya hareudang woy...π₯°π₯°π€€π€€
__ADS_1
See you all next eps