
Setengah jam sudah Samudra memandangi wajah istrinya yang masih terlelap begitu nyenyak ya..senyum tipisnya terlihat mengingat betapa nikmatnya surga dunia yang di reguknya semalam...milik Melody yang begitu sempit betul-betul membuatnya mabuk kepayang, membuatnya ingin terus dan terus..sampai-sampai ia tak bisa berhenti walaupun Melody merengek berkali-kali meminta ampun
" Sayang bangun.." panggil Samudra sambil mencoel pipi Melody ber ulang...
" Pipimu semakin chabby..begitu pun si kembar semakin montok..dan aku suka itu, bokongmu juga...arghhh" ucap Samudra dalam hati..tangannya dengan nakal meremas bokong Melody dengan gemas...π€π€
" Ayaaaang...sakittt.." lenguhnya manja
" Sudah jam 5.30 lho..nanti kalau subuhnya lewat bukan salahku lagi ya.." ucap Samudra membuat Melody bangun seketika....dilihatnya suaminya sedang memandanginya..ia terlihat begitu tampan dengan baju Koko dan sarungnya
" Ayang sudah sholatnya ?" Samudra mengangguk
" Ayo mandi..aku sudah siapkan air hangat di jakuci"
" Gendong.." Melody mengulurkan kedua tangannya dengan manja, Samudra membuka Koko dan sarungnya lalu mengangkat tubuh mungil itu ke kamar mandi
" Kau manja sekali sekarang ya !!" ucapnya pura-pura marah
" Ayang sih...semalam kuat sekali Mel masih lemas ini.." jawabnya membuat Samudra terkekeh
Selesai dengan Ono ini pagi keduanya meluncur ke rumah orang tua Melody ...mereka akan sarapan di sana pagi ini. Imah dan Iwan menyambut keduanya dengan sukacita...terlebih Imah, ia sampai menangis saat memeluk anaknya itu
" Mel...hari ini ibu mertuamu mengajak kita ke salon sekalian menyiapkan pernak pernik resepsi, kau bisa ikutkan ??" tanya Imah..Melody pun memandangi suaminya
" Boleh kan ay ?" tanyanya
" Jam berapa Bu ?" tanya Samudra
" Katanya sih ibu di jemput nanti jam 11"
" Kalau begitu..biar Mel ikut saya dulu nanti akan saya antar ke salon " ucap Sam membuat Melody merenggut
" Ada apa dengan wajahmu..mengapa kau merengut begitu ??" tanya Samudra
" Ay...Mel disini aja sama ibu, Mel kan kangeenn " pintanya
" No...nantikan kau akan seharian dengan ibu dan mamah, temani aku sebentar di kantor !!" titahnya tak mau di tolak...Iwan tersenyum melihat betapa Samudra tak mau pisah dengan anaknya
" Ayaaanggg....!!" rengeknya
" Mel..betul kata suamimu, temani dulu suamimu..nanti kalau ibu sudah pergi dengan besan kan kamu bisa nyusul nak !" nasihat Iwan membuat senang hati Samudra
" Ya sudah....ibu bapak..Mel pergi dulu ya.." akhirnya Melody pun mengalah..keduanya pun pamit berangkat menuju Mall
__ADS_1
π΅π΅π΅π΅
Sementara itu di tempat berbeda..di sebuah restoran di Jakarta, terlihat 3 orang wanita cantik berusia 30 an sedang sarapan bersama.
" Jadi Samudra beneran akan menikahi gadis ingusan itu ??" tanya Naura ...Nadia mengangguk sedih..pupus sudah harapannya untuk memiliki seorang Samudra
" Apa...?? masa sih tuan Sam akan menikah, siapa gadis itu ?? tidak..itu tak boleh terjadi π±π±π₯Ίπ₯Ί" Citra panik mendengarnya
Ya ketiga ular keket ini rupanya saling kenal, mereka dahulu sahabatan saat sekolah. Setelah puas menghabiskan harta gono-gini dari Samudra....Naura menarik Citra dan Nadia untuk mendekati Samudra..tujuannya apalagi jika bukan uang.
Nadia memberitahu semua kesukaan Sam..dengan catatan mereka harus memberinya uang jika nanti berhasil menjadi pasangan Samudra, karena Naura tau betapa kayanya mantan suaminya itu. Namun sepertinya rencananya tidak berjalan mulus..keduanya mental dan kini bahkan Samudra akan menikah dengan si gadis ingusan .
" Aku tak habis pikir..apa yang dilihat Sam dari gadis ob miskin itu π€π€, dibanding dia..aku lebih segala-galanya " omel Nadia
" Jika menemani tuan Sam...aku juga memberi servisan terbaik..dan ia selalu puas, sedangkan gadis ingusan itu kan tak berpengalaman...tapi mengapa tuan malah mau menikahinya ??" papar Citra prustasi
" Itu karena kalian kurang agresif...sudah kubilang Sam itu akan luluh dengan wanita yang pandai menari dan pandai di ranjang.." komen Naura
" Trus buktinya mana...buktinya tuan Sam akan menikahi gadis ob miskin dan polos itu, dia tak mungkin pandai di ranjang dan juga pandai menari seperti ucapanmu itu Naura !!" sambut Nadia kesal
" Atau....seleranya berubah karena trauma dengan perlakuanmu padanya Naura !!" sambung Citra
" Entahlah..bisa jadi, yang jelas jika kalian masih menginginkan Sam...jangan menyerah, banyak jalan menuju Roma...ini sudah kupersiapkan masing-masing sebuah rencana untuk kalian. Kalian mau lakukan silahkan tidak ya terserah " ucap Naura lalu memberikan masing2 sebuah amplop
" Sudah kubilang...banyak jalan menuju Roma..." jawab Naura sambil tersenyum miring...
Ya...kemiskinan telah membuat otak Naura bekerja keras bagaimana caranya mendapat kan uang dari Samudra, ia bahkan sudah punya rencana sendiri jika keduanya gagal membuat hubungan Melody dan Sam retak.
Di dalam hatinya yang terdalam sebenarnya Naura menyesal telah meninggalkan Samudra...kebodohannya karena cinta buta nya membuat Sam telah begitu membencinya kini...tak ada jalan baginya untuk kembali pada mantan suaminya itu. Padahal Naura tau bagaimana Samudra berani melawan arus demi dirinya...bagaimana Samudra menghabiskan banyak uang untuk menyenangkannya...dan bagaimana Samudra memperlakukannya begitu lembut saat bercinta, namun mungkin ia sudah tak waras...ia malah memilih lelaki yang tak punya uang...yang memanfaatkannya untuk mencari uang ...dan yang suka memukulinya.
Mungkin ini adalah hukuman dari segala perbuatan jahatnya di masa lalu terhadap Samudra, namun sudah kepalang basah...nasi sudah menjadi bubur...Naura kini hanya bisa mengharapkan uang dari Samudra untuk menyambung hidupnya....karena tak mungkin Samudra mau kembali padanya...ππ
Dengan menaiki taxy...ia menuju ke tempatnya bekerja sekarang, yah ada bagusnya ia dulu setiap hari ke salon memanjakan dirinya saat menjadi nyonya Samudra...setidaknya kini itu bisa di gunakan ya sebagai dasar untuk bekerja di salon kecantikan.
Tawa getirnya nampak menakutkan...mantan istri orang kaya...bahkan sangat kaya, kini bekerja di salon π₯²π₯²π₯²semiskin itulah Naura saat ini.
πͺ΄πͺ΄πͺ΄πͺ΄
Sudah 2 jam semenjak datang ke kantornya... Samudra bekerja di sofa panjang dan menyuruh Melody berbaring di pahanya. Sesekali tangan kekar itu mengelus rambut atau kulit Melody
Entah mengapa Samudra merasa tak enak hati... seakan bakal terjadi hal buruk entah apa..ia pun tak tau yang jelas ia merasa sangat resah..
" Ada apa ini ??" tanyanya dalam hati
__ADS_1
" Ada apa ay...? ay haus atau lelah..mau Mel pijitin ??" tanya Melody yang merasakan kegelisahan Samudra
" Tidak..aku hanya...entahlah, aku hanya merasa akan terjadi sesuatu yang buruk bakal terjadi..entah apa itu " sahutnya
" Sayang...!!."
" Ya ay...."
" Ingat selalu pesanku, sebentar lagi kita akan mengadakan resepsi besar..artinya tak lama lagi semua orang akan tau bahwa kau adalah istriku. Kau tau dulu setelah aku menduda...aku pernah salah jalan, aku akui itu...jadi kuharap kau bisa menerima masa laluku itu dengan lapang dada. Jangan pernah meninggalkan aku karena itu..please...aku tak bisa menghapus masa lalu yang telah kujalani, aku hanya bisa memperbaiki masa depanku...berjanjilah !!" pinta Samudra
Melody bangun dan duduk di pangkuan suaminya...di belainya rambut tebal itu dengan penuh kasih sayang....
" Iya ay...Mel mengerti, bapak sudah banyak bicara tentang itu, bapak juga bilang seperti yang ayang hilang tadi, jangan khawatir ya..." jawabnya membuat lega hati Samudra
Keduanya saling pandang dengan tatapan saling cinta ...saling membutuhkan...saling menginginkan...cuppp , bibir Samudra pun bersentuhan dengan bibir Melody, keduanya saling memberi dan menerima...ciuman mesra yang membuat mereka melayang ke langit ke tujuh
Kletek.....bunyi pintu di buka tak menghentikan ciuman panas keduanya, Nadia yang masuk membawa berkas terhenyak melihat pemandangan yang begitu menyakitkan hati
" Dasar bocah tengik...π‘π‘" umpatnya..berkas di tangannya terlepas, begitupun hp di tangannya menimbulkan bunyi benda jatuh yang menganggu, yang mau tak mau membuat ciuman keduanya terhenti.
Melihat Naura...Melody pun hendak turun dari pangkuan Samudra...namun Sam tak mengizinkannya, ia memeluk erat pinggang Melody
" Ada apa...??" tanya Samudra dingin
" Maaf ...saya membawakan berkas untuk anda periksa.... ini tuan " ucapnya tergagap lalu mengumpul kan berkas tadi dan meletakkannya di meja
" Permisi tuan !!" ucapnya segera dengan tangan mengepal
" Nadia....ingat lain kali ketuk pintu dulu sebelum masuk !! " tegur Samudra sebelumnya keluar
" Baik tuan..maaf !!" ucapnya sambil menahan rasa sesak di dada
" Kurang ajar kau Moe, kau mengerjai ku..tadi aku mau mengetuk pintu malah kau larang..langsung masuk saja katamu π€π€π€, dasar penjilat kurang ajar...aku akan membalasmu Moe...dan kau juga ob gatal !!!" tak terkira marahnya Nadia saat ini...ia meninggalkan ruangan sambil melotot pada Moe
" Bha ha ha hi hi...emang enak wkwkwπ€£π€£π€£" olok Anton dan Moe ngakak setelah berhasil mengerjai Nadia...
Wessss Moe Moe ono ono wae kerjaanmu
Mel hati-hati ya...banyak ular keket mau mengigit muπ±π±
Ayo sista kencengin dong vote kalian.....
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote