
Citra masih berbaring di ranjang dengan selimutnya... Ia sangat bahagia hari ini karena kembali berkesempatan melayani Samudra. Saat pertama bertemu.. Ia langsung jatuh cinta dengan penampakan seorang Samudra.. Wajah nan tampan.. tubuh nya yang begitu atletis, kekar dan perkasa, Walaupun Samudra tak pernah sekalipun tersenyum pada nya , tak pernah berbasa basi bahkan berbicara dengannya.
Namun hatinya telah jatuh sejatuh-jatuhnya pada Samudra, Ia selalu menanti saat ia di panggil lagi untuk menemani Samudra. Citra berharap suatu saat nanti entah kapan Samudra akan menyadari dan menerima cintanya yang tulus, Ia akan menunggu dengan sabar.
Sementara itu di Kamar mandi...
Samudra membersihkan tubuhnya dari keringat dan membuang pengamannya pada tempatnya. Samudra selalu berhati-hati dalam berhubungan... tak pernah sekalipun ia tak mengunakan pengamana... Ia tak mau suatu saat nanti ada yang mengatakan mengandung anaknya... tidak...walaupun ia bukanlah orang suci tapi setidaknya Ia ingin anaknya lahir dari rahim seorang wanita baik-baik.
Entah mengapa semakin ke sini Ia Merasa semakin hampa... pelepasan yang di dapatnya hanya membuat lega bukan membuatnya puas. Tak ada rasa yang membuncah dadanya saat melakukannya kini hanya rasa untuk cepat-cepat selesai. Ia ingin lagi bisa merasakan kenikmatan dan merasakan kepuasan saat melakukan pelepasan seperti dulu , tapi mungkin rasa bencinya pada perempuan karena penghianatan dan penipuan mantan istrinya membuatnya tak bisa lagi merasakan hal tersebut.
Selesai dengan aktifitas kamar mandinya.. Samudra keluar dengan mengenakan handuk di pinggangnya. Citra hanya memandanginya dari ranjang, Ia sangat menyukai moment ini.
Samudra memakai kembali pakaiannya dan merapikan rambutnya, selesai Ia pun mengambil selembar cek dan merobeknya lalu meletakkannya di atas meja rias. Samudra pun pergi tanpa mengucapkan sepatah kata ataupun menoleh pada Citra.
" Tuan.....!! " panggil Citra saat Samudra membuka pintu.. Samudra pun berhenti dan menoleh
" Ada apa...?? kurang?? " tanyanya dingin
" Tidak tuan... aku akan menunggu telfon dari tuan lagi dengan senang hati " ucapnya sambil tersenyum manis pada Samudra. Tak ada reaksi dari Samudra... Ia keluar dan menutup pintu lalu berjalan menuju lift.
Tangannya meronggoh kantongnya dan menelfon asistennya
" Ya tuan... ada perintah?? " tanya Ryan
" Jangan pernah memesan wanita tadi lagi.. ingat itu... tut.... " titahnya dan langsung mematikan panggilannya lalu masuk ke dalam lift
Ryan hanya bisa memandangi hp nya yang sudah tak bersuara lagi
" Citra... Citra... sudah kukatakan Jangan pernah berusaha merayu bos, pasti tadi kau berusaha merayunya... ahh pusing.. berarti aku harus mencari stok baru lagi... Citra... Citra.. " omel Ryan sambil mengetok kepalanya tanpa sadar
" Kenapa Ryan...?? kepalamu banyak semutnya ya he he, mau kusemprot pake pembasmi serangga?? " olok Kartika yang melihatnya membuat Ryan merengut
" Dasar miss kepo " ucapnya lalu masuk kembali ke ruangannya.
🐝🐝🐝🐝
__ADS_1
Ketika sampai di lobby hotel ...
" Samudra... hai bro..." panggil seseorang, Samudra pun menoleh
" Haii Alann.. long time not to see you man... how are you?? " sahutnya sambil memeluk Alan, rekannya sesama pengusaha muda
" I am good bro, dari mana Kau... habis berkencan?? OMG siapa jam kerja begini ha ha ha " tawa Alan pecah membahana di lobby... Samudra cuek saja
" Bukan urusanmu kambing tua, untuk apa kita bekerja keras jika tak dihabiskan untuk memuaskan keinginannya kita. Kau sendiri ada urusan apa ..paling juga sama " jawabnya
" Ngak.. lah aku akan janji makan siang dengan Deni... Kau ingat?? itu si tukang kawin , bagaimana jika kita makan siang bersama?? " ajak Alan
" Tidak... aku akan di kantor saja nanti, sebentar jam 3 aku ada rapat lagi membahas ulang tahun perusahaanku...salam saja untuk Deni " tolak Samudra
" Oh iya... kalau tak salah bulan depan ya... nanti undang aku ya.. aku akan sediakan waktu untuk ulang tahun perusahaanmu " ucap Alan
" OK.. akan kukabari nanti, aku cabut dulu " jawab Samudra dan langsung kembali ke kantornya
Derap langkah kaki Samudra yang diikuti 4 pengawalnya membahana di lorong kantor miliknya. Para karyawan wanita hanya berani mencuri pandang dari kejauhan... tak ada yang berani menegur ataupun mendekat jika masih ingin bekerja di PT. Samudra.
Dengan segera Samudra sampai di lantai 15, Ia ingin langsung bekerja namun perutnya terasa lapar..melewati Kantin Samudra berhenti sebentar..ia lalu masuk.. nampak seseorang sedang merapikan meja prasmanan
" Apakah masih ada makanan nya?? " tanya Samudra, Melody yang sedang bersih-bersih langsung berhenti dan menatap Samudra
" Masih tuan.. tapi sudah dingin, tuan Ingin makan? Nanti saya panaskan dulu sebentar " jawab Melody
Samudra lalu duduk di meja makan
" Dimana Joko?? " tanyanya sambil memperhatikan Melody
" Pak Joko baru saja pergi sholat tuan " sahut Melody
" Buatkan aku kopi dulu " titahnya
" Baik tuan... maaf siapa nama tuan ? karena bilang pak Joko setiap orang beda selera kopinya " tanya Melody
__ADS_1
Samudra terkejut... dengan pertanyaan Melody,
" Kau tak tau siapa aku?? " tanya Samudra.. Melody menggeleng.. ke 4 pengawal Samudra saling pandang
" Hei Nona... tuan ini adalah pemilik perusahaan tempat kau bekerja... bagaimana mungkin kau tak tau dengan bos mu sendiri !! " ucap Ringgo marah..Melody sangat terkejut, matanya melotot lalu Ia menunduk takut
" Maaf tuan... saya sungguh tidak tau " ucapnya menunduk sopan
" Saya akan buatkan kopi dulu untuk tuan " pamitnya dan segera ke pantry. Dengan lincah Melody membuatkan kopi untuk Samudra... Ia ingat dengan pesan Pak Joko ...Kopi untuk tuan Samudra sama seperti selera Pak Joko.
Bagaimana mungkin bocah itu tak tau siapa aku? tanya Samudra dalam hati, bukankah kemarin mereka bertabrakan? tanya Samudra dalam hati
" Ini kopinya tuan... " ucapnya lalu memberikan kopi untuk Samudra, Ia lalu kembali ke Pantry untuk menyiapkan makanan untuk Samudra. Samudra menyesap kopinya dengan ragu-ragu... bisakah bocah ini membuat kopi....
" Hemmmm..... enak... " ucapnya senang, ternyata pintar juga bocah ini. Tak lama Melody menyiapkan piring dan sendok garpu lalu menyiapkan makanan hangat untuk Samudra.
" Silahkan makan tuan... saya permisi " pamitnya
" Diam situ.. Jangan kemana-mana!! " titahnya
" Baik tuan... " ucapnya lalu berdiri di ujung meja, Samudra memakan makanannya sambil menatap Melody
" Bagaimana mungkin kau tak tau aku adalah pemilik perusahaan ini, bukankah kita kemaren bertabrakan? " tanyanya sambil mengunyah makanannya
Melody kaget bukan main...
" Jadi tuan yang saya tabrak kemaren? Ya Allah... Maafkan saya tuan, saya tidak memperhatikan wajah tuan saat itu, sungguh tuan saya baru tau kalau tuan adalah Boss saya " ucapnya gugup.... wajahnya memucat
" A... Apakah saya akan di pecat tuan?? " tanyanya dengan suara bergetar ...Samudra menatap Melody dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
Jiahhh kira-kira di pecat ngak ya ???
See you next eps
Jangan lupa like komen dan vote ya
__ADS_1