Melodi I Love You

Melodi I Love You
112. Nana


__ADS_3

Selesai makan malam Samudra kembali mengajak Melody ke kamar mereka dan bersantai berebah sambil menonton tayangan di layar kaca. Ngak sampai 10 menit Melody pun tertidur dengan berbantalkan lengan Samudra, ia kelelahan dengan aktifitas hari ini. Samudra memandangi wajah Melody yang tertidur dengan begitu damainya...


" Terimakasih sayang sudah hadir di dalam hidupku.. kau menerangi kegelapan di hidupku, kau menarikku dari lubang neraka dan kuharap kita segera bisa menikmati indahnya surga dunia " bisiknya sambil memeluk erat kesayangannya itu dan ikut masuk ke dalam mimpi menyusul Melody.


Sepanjang malam Samudra tak melepaskan pelukannya... ia seolah takut jika ia melepaskan pelukannya Melody akan menghilang dari hidupnya. Ia kagum dengan sisi kedewasaan yang dimiliki oleh Melody saat ia memberitahu tentang sisi gelapnya tadi pada istrinya itu, hal membuatnya semakin jatuh cinta pada Melody


Flassback On


Setelah Samudra berhasil menuntaskan hasratnya dengan bantuan tangan Melody, Samudra mengajak Melody berbicara serius


" Sayang ada yang ingin kuberitahu padamu, tapi janji jangan marah padaku ya " ucapnya


" Ya... insha allah.. ada apa ay "


" Begini.. setelah pernikahanku kandas dengan Naura 3 tahun yang lalu karena perselingkuhannya... aku jadi membenci yang namanya wanita. Aku menganggap tak ada wanita yang tulus mencintaiku di dunia ini kecuali mamah dan adikku. Aku menutup hatiku dari wanita manapun dan yang parah adalah..... " Samudra terdiam sesaat...


" Apa yang parah ay....?? "


" Untuk menuntaskan hasratku yang seperti tadi.... aku.... aku memanggil wanita bayaran " ucapnya sambil menunduk... Melody terdiam mendengarnya


" Tapi aku sehat.. aku selalu memakai pengaman saat melakukannya jadi jangan khawatir aku tak akan menukarkan penyakit apapun padamu... ini surat dari dokter yang menyatakan bahwa aku sehat " ucap Samudra lalu memberikan surat keterangan dari seorang dokter spesialis kxxxx


" Sampai kapan.. ayang begitu...?? ayang ngak tau apa kalau itu dosa " tanya Melody sedih


" Aku berhenti saat bertemu denganmu, sungguh aku sumpah.. aku hanya pernah melakukannya sekali Itupun saat baru beberapa hari mengenalmu " jawabnya sambil mengangkat sebelah tangannya seolah sedang bersumpah


" Terus Gimana cara... "


" Ya terpaksa seperti tadi tapi pake tangan sendiri he he " ucapnya tersenyum malu...


" Kamu ngak marah kan Sayang, aku janji tak akan ada wanita lain selain kau, kini dan nanti..seumur hidupku.. aku akan setia padamu dan memberikan semua keinginanmu... namun satu pintaku jangan khianati cintaku...hatiku tak sanggup lagi terluka, aku bisa mati jika kau lakukan itu padaku " pintanya sambil mengenggam kedua tangan Melody dan menciumnya


Sebenarnya Melody merasa tak suka dengan kelakuan Samudra... jika ia mengetahuinya sebelum menikahi Samudra maka kemungkinan besar ia akan menolak lamarannya, namun jika di fikir lagi... Tuhan aja maha pemaaf masa ia tidak, lagian Samudra bukan berdosa padanya... ia berdosa pada Allah, hal itu tak berkaitan dengannya karena itu adalah masa lalu suaminya


" Sayang.... kau marah?? " tanya Samudra melihat Melody yang diam saja


" Ya... dan jika aku tau sebelum kita menikah... Mel ngak bakal terima lamaran ayang " jawabnya sambil membuang muka... Samudra mengubah posisinya... kini ia berlutut di lutut Melody namun tetap mengenggam erat kedua tangannya


" Sayang..... please maafkan aku dan masa laluku yang buruk, aku sungguh tak akan melakukannya lagi.... jika perlu aku akan bersumpah jika aku melanggar biar aku ma... " Melody menutup bibir Samudra dengan telunjuknya


" Ayang ngak boleh sembarangan ngomong, nanti kalau malaikat lewat Gimana... Mel ngak marah kok, Mel bercanda saja..yang penting ayang benar2 bertaubat ya " ucapnya sambil tersenyum manis..... hati Samudra serasa di siram air dari telaga nan begitu sejuk... di tariknya Melody ke dalam pelukannya...


" Tak salah aku jatuh cinta padamu sayang, kau begitu sempurna.. terimakasih " bisiknya haru, diciumnya lagi bibir indah istrinya itu dengan sepenuh hati....


" Krucuk... krucuk.... " bunyi perut Melody membuat Samudra menghentikan kegiatannya... ia tertawa geli melihat wajah memerah Melody

__ADS_1


Flassback off


Cup... cup... cup...


" Bangun putri tidur... kita sudah sampai " bisikan Samudra membuat Melody membuka kedua matanya


" Kita sudah sampai?? sampai dimana?? " tanyanya bingung... maklum Melody kalau bangun tidur loadingnya rada lama 😂😂, Samudra tersenyum mendengarnya... di angkatnya tubuh mungil tersebut ke arah jendela kecil di kamar tersebut


" Look this is kanada, tempat aku di lahirkan sayang.. muahhh " ucapnya gemas... Melody langsung terlonjak, matanya berbinar melihat di mana mereka berada


" Ayang... kita sudah sampai Amerika?? yey.... " ucapnya senang, ia pun turun dan masuk toilet untuk menyegarkan diri. Samudra sudah menyiapkan jaket untuk menghangatkan tubuh Melody


" Kita sudah sampai di Bandara Internasional di Kanada namanya bandara... "


" Vancouver... Mel sudah hapalin " sahutnya cepat.. ia bergegas ke pintu begitu pintu di buka dan memang hawa agak dingin segera menyapa kulitnya begitu pintu terbuka... namun tak terlalu dingin. Sebuah mobil mewah panjang sudah menanti mereka begitu ia menampakkan kakinya di aspal, itu adalah jemputan yang dikirim oleh nenek Samudra


Supir segera membukakan pintu untuk tuan dan nyonya barunya itu.


" Selamat datang tuan... lama anda tidak ke Kanada.. apakah ini istri tuan?? " sapa sang supir


" Ya Albert.. ini istri tercintaku namanya Melody, Melody ini adalah supir kepercayaan keluarga Erlan "


" Hai uncle Albert salam kenal " sapa Melody


" Apa maksud perkataanmu itu Albert?? " protes Samudra.. bibirnya langsung monyong


" Tidak tuan.. hanya saja Nana pasti terkejut melihat perubahan selera anda, kita langsung pulang tuan ? "


" Nana... siapa Nana itu?? " tanya Melody


" Kau akan tau nanti, Kita mampir ke hotel tempat karyawanku menginap dulu, istriku ada perlu dengan temannya " jawab Samudra dan mobil mewah Itupun meluncur ke tkp


Mata Melody terus saja melotot mengagumi pemandangan kota kanada, ia langsung lupa dengan nama Nana yang sempat menyentil hatinya, di fikirnya itu adalah nama seorang wanita. beberapa kali ia berkicau karena merasa sangat kagum. Kanada adalah salah satu negara bagian di benua Amerika yang memiliki berbagai wisata menarik, lingkungan yang asri dan kondusif membuatnya menjadi tujuan destinasi wisata.


Sesampainya di hotel, keduanya bergabung dengan para pegawai PT. samudra yang sudah sampai lebih dulu.. Samudra mengajak rombongan sarapan bersama di restoran hotel sebelum mereka memasuki kamar masing-masing.


" Perhatian semuanya... setelah sarapan kalian bisa beristirahat sejenak, nanti sudah ada sebuah perusahaan wisata yang akan mengurus kalian selama di sini... bersenang-senanglah selama di kanada dan jangan lengah tetap berhati2... saya dan Melody harus menginap di Mansion keluarga jadi tak bisa bergabung dengan kalian " ucap Samudra setelah selesai sarapan bersama.. ia lalu pamit karena neneknya sudah menelfonnya beberapa kali


Melody sengaja duduk di sebelah Pak Joko agar mudah memberikan amplop pada Joko


" Pak.. ini ada titipan uang jajan dari tuan, jadi bapak bisa beli oleh-oleh untuk keluarganya... jangan lupa. belikan juga teman2 ob ya pak... Mel permisi dulu " bisiknya sambil memberikan amplop di paha Joko


" Terimakasih ya Mel...sampaikan juga sama tuan " jawab Joko senang


" Ok Rebes..... mba Kartika.. Mel pergi dulu ya.. jagain pak Joko ya!! " teriak Melody sambil berlari

__ADS_1


" Beres.. nanti mba ikat dia biar ngak ilang " teriak Kartika balik membuat tertawa yang lain


🏵🏵🏵🏵


Setelah beberapa saat... mobil memasuki sebuah bangunan besar nan indah...


" Ay... ini... "


" Welcome in My home!! " potong Samudra


" Ini rumah apa istana, besar dan indah banget 😱😱😱..??? " mulai deh katronya Mel keluar


" Sayang... apa pesanku jangan kat..."


" Ro.... iya ay maaf.. habisnya serasa memasuki sebuah istana sih besar banget ay... yakin ini rumah bukan istana negara??? " tanyanya lagi penasaran...Albert dan Sam tertawa berbarengan melihat tingkah Melody


Mobil berhenti tepat di pintu utama Mansion, pelayan segera membukakan pintu mobil dan memberi hormat... beberapa pelayan juga sudah berbaris


" Selamat datang tuan muda Samudra dan nyonya muda!!! " ucap mereka bersamaan sambil menunduk, Melody kembali berbisik ke kuping suaminya


" Kan betul... ini istana, buktinya kita di sambut oleh dayang-dayang " ucapnya


" Sayang.. mereka pelayan bukan dayang-dayang "


" Omg.. omg... kau sudah datang cucuku tersayang !!" sambutan hangat seorang wanita tua namun masih terlihat anggun dan menawan mengagetkan keduanya


" Sayang... itu nenek " bisik Samudra, Samudra lalu memeluk neneknya dengan penuh kasih sayang


" Dasar cucu nakal... berapa tahun kau tak menengokku hah " omel neneknya gemas


" Itukah istrimu Sam?? " tanyanya saat melihat Melody... mata tuanya menelisik Melody dari atas sampai bawah, Samudra mengandeng Melody mendekati neneknya


" Iya... namanya Melody " ucap Samudra


" Selamat pagi nek " sapa Melody


" No.. no.. no. jangan panggil aku nenek.. aku tak suka, panggil aku Nana mengerti!! " ucap Nenek Samudra dengan mata melotot membuat Melody jadi takut.. ia pun merapat bersembunyi di belakang Samudra


" Ay... Mel takut... neneknya ay galak banget " cicitnya pelan


Nah lho....kenapa ini.. apakah neneknya Samudra ngak suka dengan Melody... mudahan suka aja ya sista...nya kasian dong Melosy kalau neneknya Sam ngak setuju dengan pernikahan mereka....


See you next eps J


angan lupa like komen dan votee

__ADS_1


__ADS_2