
Joko masuk dan meletakkan kopi pesanan tuannya di atas meja kerja Samudra.
" Ada lagi tuan...?? " tanyanya sebelum meninggalkan ruangan
" Nanti kalau ada Kartika, katakan jangan ganggu aku.. aku mau istirahat!! " pesannya
" Baik tuan.. permisi!! " pamit Joko
Setelah mencicipi kopinya Samudra mendatangi Melody yang duduk di sofa panjang, ia terlihat merengut...
" o..o.. o.. rupanya kesayanganku ngambek ya?? " tanya Samudra... bibir Mel tambah maju mendengarnya
" Pembohong... katanya janji ngak akan cium2 Mel lagi!! " ucapnya kesal,
Samudra hanya tersenyum saja... tiba-tiba ia berebah.. meletakkan kepalanya di pangkuan Melody
" Tuan.... apa-apaan sih, ini di kantor nanti ada yang lihat!! " protes Melody mendapati kepala Samudra sudah berada di pangkuannya
" Sudah... mana ada yang berani masuk, tolong pijitin kepalaku ya sayang!! " pintanya lalu memiringkan kepalanya membelakangi Melody..
" Ini kuping tuan denger ngak sih..!! 😤😤" omel Melody sambil menyentil kuping Sam..
" Iya denger.. maafin aku ya, habisnya bibir kamu itu bikin candu... aku jadi pengen nempeell terus, apa kamu melet aku ya?? " ucap Samudra sambil kembali bertelentang memandang wajah Melody
" Apa...?? Mel melet tuan... ihh najis deh amit-amit, tuan jangan nuduh ya!! " protes Melody sambil melotot..ingin sekali ia mencakar wajah tampan itu
" Jangan marah dong sayang.. aku bercanda aja kok, manggilnya jangan tuan dong... ayangnya mana ?? "
" Mel ngak mau lagi panggil ayang, soalnya tuan ngak tepat janji!! " tolak Melody
" Iya maafin aku.. kan aku sudah minta maaf, aku sudah berusaha menahannya tapi ngak bisa... apa kau tau saat ini saja betapa sulitnya aku menahan keinginan untuk membawamu ke ranjang " ucap Samudra.. bibirnya mulai menciumi paha Melody
" Ke ranjang...?? ya tuan kalau mau ke ranjang ya ke sana aja.. siapa yang suruh baringan di sofa " sahut Melody tanpa dosa... Samudra hanya bisa tersenyum miris
" Dasar bocah...bocah... ðŸ˜ðŸ˜ " jeritnya dalam hati
" Ya sudahlah... tolong pijitin aja kepalaku sakit nih... " ucap Samudra pasrah sudah.. yang di kodein kagak ngerti-ngerti. Walaupun masih kesal akhirnya tangannya bergerak juga memijat kepala Samudra walaupun sambil mengomel dalam hati
Tiba-tiba Samudra teringat sesuatu.. tangannya mengapai dompetnya lalu mengeluarkan sebuah kartu berwarna putih
" Hampir aku lupa.. sayang ini untukmu " ucapnya memberikan kartu di tangannya dan melempar dompetnya ke meja
" Apa ini?? " tanya Melody melihat kartu seperti atm namun warnanya putih.
__ADS_1
" Itu white card, kubuatkan khusus untukmu, mulai sekarang pake kartu itu untuk semua keperluanmu " jawabnya
" Maksudnya ini sejenis atm gitu?? "
" Iya... pake saja sepuasmu karena kau sekarang kau adalah pacarku.. kau kuberi itu dulu ya... nanti kalau kita sudah menikah baru di ganti Blackcard " ucap Samudra sambil memejamkan mata... ia sedang menikmati pijitan tangan mungil namun begitu enak di rasakan.
" Ngak usah tuan.. semua pengeluaran Mel kan sudah tuan tanggung.. aw.. " ucapannya terhenti karena Samudra mencubit kakinya
" Ayang...!! " protesnya manja
" Iya.. ayang... ya Allah... 🙄🙄 Mel lho ngak pernah keluar uang.. semua sudah ayang bayarin, untuk apa lagi kartu ini " jawab Melody lalu meletakkan kembali kartu itu di samping dompet Samudra.
" Pokoknya bawa aja , nopin nya tanggal lahirku.. beli saja apa yang kau dan orang tuamu butuhkan, tenang saja no limit ..." ucapnya lagi dan setelah itu tak terdengar lagi suaranya. Samudra tertidur dengan begitu mudah di pangkuan Melody.
Setelah di rasa sudah nyenyak.. Melody mengangkat kepala Samudra dan menganti pahanya dengan bantal berlahan...
" Isss.... kaki Mel sampe kesemutan, berat lho kepalanya tuan !!" bisiknya pelan... merasa terganggu Samudra memeluk bantal yang dikiranya paha Melody lalu mencium bantal tersebut sebelum tidur kembali
" Ihh dasar bos ganjen, kerjaan nya nyosor aja " omel Melody melihat kelakuan Samudra. Setelah bisa bebas dari si kingkong.. Melody membuka pintu dan keluar dari ruangan Samudra. Ia menghampiri Kartika di mejanya.. lalu ngobrol seputar perjalanan minggu depan
" Mel nanti di pesawat kita duduk bareng ya..!! " ajak Kartika
" Iya mba.. Mauu "
" Iya Mauu... tapi kata tuan nanti Mel harus nemanin tuan.. tidurnya di rumah keluarga tuan di sana, ngak bisa deh kayaknya mba " ucap Melody sedih
" Hadehh.... ngak asik dong.. tapi kan kamu memang aspri nya tuan.. ya harus ikut lah kemana tuan berada, malah enak dong Mel.. katanya rumah keluarga tuan di sana itu besar.. mewah... ihh beruntung banget lho kamu bisa ke sana, kalau kita2 mah Palingan Nanti di undang makan malam sekali " cerocos Kartika panjang lebar
" Pak Joko ngak ikut ya Mba?? " tanya Melody
" Ya enggaklah, kan dia ngak menang lomba sudah gitu yang ikut kali ini hanya orang2 tertentu, pekerja yang punya kinerja tinggi "
" Kan pak Joko kinerjanya juga tinggi kan? " lanjut Melody
" Ya ngak tau.. yang menentukan itu si Ryan gelo itu, kamu ngomong aja ama dia " jawab Kartika
" Kalo Mel ngomong ama tuan.. bisa ngak ya?? kasihan pak Joko pasti kepengen ikutan juga " ucapnya pelan namun masih terdengar oleh kartika
" Nah... itu lebih baik kalo kamu ngomong langsung ama big bos dari pada sama si Ryan gelo itu " ucap Kartika penuh semangat padahal si Ryan ada di belakangnya
" Apa kamu bilang... si Ryan gelo, beneran mau kurobek tiketmu hah !! " bentak Ryan kesal
" Mana bisa kamu robek.. wong yang pesan tiketnya aku kok.. wek!! " balas Kartika
__ADS_1
" Kamu tuh ya.. selalu membuatku marah, apa sih maksudmu Kar..?? " tanya Ryan..Kartika ngak menyahut.. ia hanya membuang muka sambil memonyongkan bibirnya
" Udah.. kok tuan ama mba malah ribut sih, mba Kartika ngak bermaksud begitu kok tuan.. bercanda aja " ucap Melody menengahi.. ia lalu menarik tangan Ryan menjauh dari Kartika agar keduanya berhenti bertengkar
" Gini tuan... Mel tadi nanya masalah pak Joko, kok ngak ikutan berlibur? " tanya Melody
" Tuan Ryan ini kopinya mau di taruh di mana?? " tanya Joko yang baru datang membawa kopi
" Sini pak Joko biar Mel yang bawain.. " " Kita ke balkon aja Mel! " titah Ryan.. Keduanya lalu duduk di balkon lantai 15
" Gimana kabarmu cantik... betah kerja sama tuan Samudra? " tanya Ryan begitu duduk
" Baik.. tuan, betah aja sih " jawab Melody
" Jadi masalah Joko ya... ya sebenarnya perwakilan ob memang belum ada ini, saya baru mau nanya tuan masalah ini.. tapi tadi kata pak Joko tuan ngak mau di ganggu " jawab Ryan
" Iya.. tuan lagi tidur.. katanya kepalanya sakit " sahut Melody
" Ya Gimana ngak sakit.. lama ngak pelampiasan " sahut Ryan
" Pelampiasan?? apa maksudnya tuan? " tanya Melody bingung..Ryan langsung menepuk keningnya... duh ni mulut asal cerocos aja..
" Ngak salah ngomong he he, sudah kita bahas yang lain saja " ucap Ryan
Sementara Melody mengobrol dengan Ryan Masalah pekerjaan.. si kingkong tengah mengeliatkan badannya lalu duduk merasa memanggil Melody berkali-kali namun ngak ada jawaban, ia pun langsung berdiri dan membuka pintu ruangannya
" Kar.. dimana Melody?? " tanyanya
" Itu lagi di balkon berdua Ryan...!! " sahut kartika...
" Apa...?? berdua katamu!!! " tanyanya lagi mengulang jawaban Kartika
" Iya tuan.. berdua, tuh keliatan kok dari sini!! " jawab Kartika sambil menunjuk ke kaca luar
Bergegas Samudra ke balkon dan matanya melotot tajam melihat Melody dan Ryan yang asik ngobrol sambil tertawa-tawa, Kepalanya langsung berasap melihatnya... 😡😡😤😤
" Mel.... masuk, jangan dekat-dekat sama pedofil itu!!! " teriaknya mengagetkan keduanya... Ryan langsung tersentak dan berdiri ...
" Pe.. pedofil...??? " tanyanya sambil menunjuk dadanya sendiri
" Tu.. tuan jangan menyebarkan gosip dong, ntar dikira beneran lagi " protes Ryan.. sedangkan Melody langsung ngacir ke ruangan Samudra melihat mata Samudra yang melotot tajam ke arahnya
Hayoooo Mel... si kingkong cembokur tuh... bisa kena hukum lagi kamu... 😅😅😅
__ADS_1
See you next eps Jangan lupa like komen dan votee nya