Melodi I Love You

Melodi I Love You
62. Pertukaran


__ADS_3

Sista jangan tertipuuu dengan judulnya ya... ini edisi sengklek... jadiiiii yang merasa ngak suka atau belum cukup umur... monggo di skipp... Jangan bilang mak outhor ngak kasih peringatan ya....🤗🤗🤗


👆👆👆👆👆👆👆👆


" Pletak... kamu tuh ya.. enak aja bilangin aku pedofil.. dari mananya sekarang aku tanya?? " tanya Samudra kesal


" Iya pan Mel masih bocah tuan... tuan bos mau sudah tua.. apa itu namanya kalo bukan pe..."


" Apa... aku kau bilang tua?? " mata Samudra sampai melotot... Mel pun menutup mulut lemesnya


" Iyahhh mati sudah aku ini... ni mulut juga Napa ngak ada rem nya, tuh kan matanya tuan bos dah mau keluar.. ya Allah tolong ampuni dosa Mell ya Allah, hindarkan Mel dari siksaan tuan bos yang Lagi marah... 😭😭" Melody komat-kamit berdoa sambil gemetaran


Samudra yang tadinya mau marah besar gegara di katain tua dan pedofil jadi dapat ide lagi melihat tingkah Melody


" Kenapa komat-kamit kayak mbah dukun gitu, mau dukunin aku hah..??" tanyanya.. Melody pun menggeleng


" atau minta ampun karena dosamu yang tak habis-habis padaku Hemm?? " tanya Samudra


" Ya tuan bos.. Mel mengaku salah sudah bikin tuan tersinggung, maafin Mel ya... " mohonnya sambil menarik ujung lengan jaket Samudra.. Samudra pura-pura sedih


" Kurang baik apa sih aku sama kamu Mel.. kok tega kamu ngatain bos kamu ini tua..pedofil Lagi... kalo orang lain aja yang ngatain aku begitu sudah kusuruh Moe memasukkan orang itu ke lubang buaya " ucapnya dingin... wajah Melody semakin pucat pasi, ia membayangkan jika ia di lemparkan ke dalam sumur lubang buaya itu.. hah bisa mati dong Mel 😨😱😱


" Ammpunnn tuan.. jangan lempar Mel ke lubang buaya.. hik hik nanti bapak ibu nangis lagi kalo Mel mati hua hua " Mel menangis sesegukan, tangannya tak mau melepaskan lengan Samudra..Samudra bersorak dalam hati.. diam-diam ia lalu mengirim chat pada Moe agar pulang saja tidak usah mengikutinya lagi.


Samudra berdiri dan berjalan keluar dan si bocahpun ngintilin Samudra sampai ke parkiran, di parkiran Samudra mengeluarkan segepok uang dari saku jasnya


" Kau tau aku masih marah padamu bocah.. sekarang begini kuberi kau 2 pilihan.. pertama.. ambil uang ini kau kupecat, tapi aku tak akan memaafkanmu seumur hidupku, dan yang kedua.. Kau ikut denganku sekarang, aku akan memafkanmu jika kau menerima hukuman apapun yang kuinginkan tanpa protes !! " ucap Samudra


Melody memandangi uang di tangan Samudra lalu memandangi wajah Samudra... bagaimana ya.. berhenti tapi tuan tak akan memaafkan Mel selamanya, atau ikut tuan tapi harus pasrah dengan hukuman tuan..🤔🤔😰😰

__ADS_1


" Mel boleh tau ngak hukumannya apaan tuan " tanyanya takut


" Tidak..!! Cepat waktumu 3 detik saja lagi " ucap Samudra sambil memakai helmnya... ya ia harus berani gambling untuk menaikkan permainannya dengan si bocah ini jika tidak, mereka akan jalan di tempat ..entah sampai kapan


Samudra lalu menaiki motornya


" Waktumu habis.. ini ambillah uangmu " ucap Samudra membuat Melody langsung meloncat ke atas motor Samudra..yang artinya Melody memilih opsi ke dua... senyum lebar menghiasi wajah tampan Samudra, ia pun menjalankan mogenya ke sebuah Puncak di Jakarta. Motornya berhenti di dataran yang agak tinggi itu, pemandangannya sangat Indah pada malam hari di tempat ini.


Keduanya lalu turun dan duduk di sebuah bangku couple yang menghadap lampu kerlap-kerlip di kejauhan


" Kok kita ke tempat sepi ini tuan? " tanya Melody


" Untuk menghukummu bocah !! " jawab Samudra... mata Melody pun melotot melihat ke arah didepannya yang berupa jurang tersebut..ia pun sampai berdiri untuk mengukur kedalaman jurang tersebut


" Tuan mau jorokin Mel ke jurang??! ya sama aja dong sama lubang buaya 😭😭 " tanyanya tak percaya , kembali wajahnya jadi pucat pasi... Samudra langsung tertawa geli, ia pun menarik tangan Melody hingga Melody terduduk dipangkuannya


" Sekarang kau diamlah.. jangan bergerak!! " titahnya.. Melody pun mengangguk


" Pertukaran... pertukaran apa tuan? " tanya Melody penasaran


" Dengan melakukannya... kau akan bertambah dewasa dan aku bertambah muda " jawabnya sambil tersenyum miring


" Bagaimana caranya tuan.. Mel ngak mengerti ?"


" Kau akan mengerti setelah aku mempraktekkannya... " ucap Samudra.. sebelah tangannya mengunci pinggang Melody dan sebelahnya kini berada di belakang leher Melody, dalam sekejap bibir keduanya pun bertemu... Samudra menyesap pelan bibir perawan Melody.. Melody hanya bisa terdiam.. ia tak bisa bergerak karena tubuhnya terasa begitu lemas


Samudra terus mencium bibir manis itu, ia bahkan mengigit pelan bibir Mel hingga Mel membuka mulutnya, hal itu semakin memudahkan Samudra mengeksplore dan memperdalam ciuman memabukkannya. Mata Melody yang semula melotot berlahan terpejam tanda ia mulai menikmati ciuman tersebut.


Kedua tangan Melody hanya bisa menahan dada Samudra , Karena Samudra terus menariknya hingga menempel padanya... Melody merasakan perut bagian bawahnya terasa terangkat.. ia bahkan tak bisa merasakan kakinya kini... ciuman Samudra pun seakan-akan menyendot oksigen di seluruh tubuhnya hingga ia merasa sesak dan tak bisa bernafas , Sebenarnya hukuman apa yang dilakukan tuan bos padanya ini?? tanya Melody dalam hati

__ADS_1


Sementara Samudra tak bisa berhenti.. ia ingin terus dan terus menyesap bibir nan manis itu, rasa yang sudah 3 tahun menghilang itu kini kembali lagi , muncul ke permukaan. Semenjak Perpisahannya dengan Naura tak pernah sekalipun ia mencium bibir wanita2 yang ditidurinya... ia hanya melakukannya untuk pelampiasan hasratnya...tidak lebih.


Mengapa harus bibir bocah ini yang diinginkannya , mengapa tubuh mungilnya ini yang bisa merangsang semua saraf-saraf di tubuhnya. Bahkan gadis mungil ini bisa menghidupkan rasa yang sudah lama mati suri Di dalam dirinya... apakah itu? yaitu debaran... tak terkira kini dada Samudra berdebar-debar seakan-akan terkena serangan jantung.


Merasa Melody kesulitan bernafas.. Samudra pun akhirnya harus rela melepaskan ciuman pertama mereka itu, deru nafas keduanya menghiasi malam yang sepi itu, mata elang Samudra terus menatap wajah Melody yang nampak memerah, ia mengelus bibir basah melody dengan jempolnya


" Bagaimana perasaanmu sekarang ? " tanya Samudra sambil tersenyum


" Apakah Mel akan mati tuan ? " tanyanya balik


" What... no, why you say that? " jawab Samudra


" Karena dada Mel sepertinya akan pecah.. dan Melody kesulitan bernafas , sepertinya tuan menyedot semua oksigen di dada Mel...trus kaki tangan Mel. serasa lemas seperti mau lumpuh " jawabnya dengan lugu


Samudra tertawa miris...


" Aduh ni anak beneran polos seperti kain putih..." ucap Samudra


" Kau tidak apa-apa Mel.. itu proses menuju pendewasaanmu dan karena itu adalah yang pertama, jika kita melakukannya lagi tak akan seperti itu Lagi " ucap Samudra


" Terus rasanya seperti apa tuan? " beo Melody membuat Samudra bersorak girang dalam hati


" Rasanya pengen nambah.. percayalah!! " ucap si musang


" Pengen nambah..?. nambah apaan tuan ? " tanya si polos


" Nambah ini.... " kembali si musang melayangkan ciuman keduanya tanpa aba-aba... Melody hanya bisa melotot kaget mendapat serangan yang kedua kalinya ini....


Kyaaa kirain pertukaran apaan tuan kingkong dasar modussss, enak banget kamu Sam...ingat woy anak gadis orang masih 1000 % orisinil ... senang banget menang banyak terus ya....😅😅😅

__ADS_1


See. you next eps


Jangan lupa like komen dan vote nya


__ADS_2