
Semalaman Melody tidur terduduk memangku si soang... eh maksudnya si bos, kakinya sampai kesemutan.. namun apa daya Melody tak berani bergerak sedangkan Samudra tertidur dengan nyenyaknya.
Selesai sholat subuh mereka segera bergegas kembali ke Jakarta dan langsung ke bekerja ke Mall. Hari ini pekerjaan mereka banyak sekali, walaupun mengantuk Melody tetap bekerja dengan giat... ia mendampingi Sam ke sana kemari tanpa protes... namanya juga kerja ya sis...
Kini mereka sedang menuju ke restoran sebuah hotel bintang 5. Samudra ada janji temu sambil makan siang dengan relasi kerjanya. Sesampainya di restoran... si relasi sudah memesan meja hanya dengan 2 kursi yang artinya hanya Samudra yang bisa makan di situ.
" Selamat datang tuan... silahkan duduk, perkenalkan nama saya Mega " ucap relasinya yang ternyata seorang wanita nan cantik jelita lagi sexy memakai baju kerja yang so mini dan ketat..
" Samudra.. ".sahutnya sambil membalas jabatan tangan Mega dan mengamati Mega dari atas sampai bawah... Samudra tersenyum... melihat body kesukaannya... Mega pun tau.. lelaki mana yang tak akan terpana melihat bentuk tubuhnya yang mendekati sempurna ini... dan seorang Samudra adalah lelaki yang menurut Mega pantas untuk di dapatkan.
Melody pun turut memperhatikan penampakan Mega...ia tau wanita seperti inilah selera tuan bos nya... ada sedikit rasa tercabik di dadanya namun Melody segera menepisnya
" Ingat Mel... siapa dirimu, jangan bermimpi!! " teriaknya memperingati dirinya sendiri
" Tuan.. Mel tunggu di luar aja ya.. Mel masih kenyang, permisi " pamitnya sopan lalu berjalan menuju ke lobby hotel... mata Moe mengikuti pergerakan Melody.. ia merasa sedih sepertinya usahanya akan sia-sia ahhhh mengapa ada lagi nenek lampir baru.... keluh Moe tak suka pada Mega.
Samudra pun makan siang dengan Mega.. sesekali mereka tertawa bersama tambah membuat Moe enep jadinya.
Sementara itu Melody menunggu di lobby sambil bermain hp saja, ia menunggu sambil membaca novel online... membaca adalah salah satu hobby nya sejak kecil.
" Mel... Melody kan? akhirnya aku bisa bertemu denganmu " tegur seseorang membuat Melody terpaksa menghentikan kegiatannya dan mengangkat wajahnya
" Kakak cogan...? hai.. iya.. Mel lama ngak bisa ke rumah bu guru karena sibuk kerja " jawabnya senang melihat adik bu guru Sinta ada di depannya
" Kakak sama ibu Sinta? " tanya sambil celingukan
" Ngak.. aku sendirian, kamu ngapain di sini? " tanya Dirga
" Mel lagi nungguin tuan bos sedang makan siang dengan relasinya " jawabnya
" Jadi free dong sekarang, ikut aku yuk sebentar sambil nungguin bos kamu kelar makan " ajak Dirga
" Kemana kak.. nanti bos marah kalau Mel ngak ada di tempat " ucapnya
" Itu.. kita nongkrong si cafe hotel, aku traktir ya.. kau kan tinggal kirim pesan kalau kau menunggunya di cafe " ucap Dirga.. Melody berfikir sejenak... sebenarnya kan ngak masalah.. ia tetap menunggu di hotel tapi pindah tempat duduk doang... ah sama kakak cogan lagi he he
" Ok.. ayo... " jawab Melody dan segera berdiri. Keduanya memasuki cafe dan memilih duduk di pojokan... musik terdengar begitu ia memasuki cafe
" Wahh ada band nya ya kak.. keren " celetuk Melody
__ADS_1
" Mel mau pesen apa? " tanya Dirga
" Mel mau pesen kopi aja kak.. Mel ngantuk semalam kurang tidur " pintanya, Dirga pun memesan 2 Caffe Latte dan beberapa camilan
" Kamu sepertinya takut sekali. sama bosmu.. Emangnya bosmu itu pemarahan? " selidik Dirga
" Iya kak.. dikit-dikit di hukum.... "
" Itu bos apa hakim sih " sahut Dirga
" Bukan... guru Bp kak ha ha " balas Mel membuat keduanya langsung tertawa ngakak
" Mel.. kakak ada tawaran nih buat kamu "
" Apaan kak? " tanya Melody
" Begini.. kakak kan baru kelar kuliah.. so kakak harus sudah mulai mengantikan papah di Perusahaan, Mel mau yah kerja sama kakak... berhenti saja sama bos kamu yang pemarahan itu " ucap Dirga..Melody terdiam mendengarnya
" Emangnya boleh kak.. Mel. berhenti gitu aja dari tuan bos ? " tanyanya
" Memangnya kenapa ngak boleh.. itu hak asasi kamu "
" Berapa lama kontrak kerjamu? " tanya Dirga
" Kata tuan 1 tahun.. ini baru juga 1 bulan kak " jawabnya
" Boleh ngak kakak lihat kontrak kerjanya, biasanya ada kok tertulis di situ poin2 masalah berhenti dari perusahaan " pinta Dirga
" Ya nanti kalau ada waktu Mel cari deh, tapi Mel cuman lulusan smu kak... mengapa kakak tertarik mempekerjakan Mel? " tanya Melody
Dirga memandangi wajah cantik di depannya itu... tak mungkin ia menjawab karena ia menyukainya sejak pertama kali bertemu kan...
" Kata kak Sinta kau murid yang sangat cerdas, jadi walau hanya lulusan smu aku yakin kau bisa bekerja dengan baik..tenang saja, gajimu tak akan lebih kecil dari perusahaan lamamu ..bagaimana? " tanya Dirga lagi
" Mel pikir2 dulu ya kak... nanti kalau bapak ibu datang dari kampung Mel berembuk dulu deh, terimakasih atas tawarannya kak " sahut Melody
Sementara Melody asik mengobrol dengan Dirga, Samudra selesai makan siang dengan Mega dan hasilnya terjalinlah rencana kerjasama dan juga rencana jalinan di atas ranjang.
Samudra menerima sinyal undangan bercinta dari Mega... yah hitung-hitung sambil menyelam minum air.. selama wanita itu tau ini hanya sebatas menuntaskan hasrat tak lebih.
__ADS_1
Mega keluar lebih dulu.. ia akan menunggu Samudra di kamar hotel sesuai dengan kesepakatan yang mereka buat di meja makan. Moe yang paham pergerakan keduanya ingin rasanya memukul kepala tuannya itu dengan gada nya Bima, biar lurus ngak miring seperti sekarang ini..namun apalah daya ia hanyalah pengawal merangkap pengawas yang dikirim oleh neneknya Sam.
" Moe antar dulu Melody ke Mall.. aku ada perlu, biar Ringgo saja yang menungguku!! " titahnya bersiap melangkah menuju Mega
" Ngak usah tuan.. nanti biar saja cogan nya nona yang mengantarnya " sahutnya sinis, mata Samudra langsung aja melotot mendengarnya
" Cogan??? apa maksudmu Moe!! 😡 " tanyanya berbalik sambil berkacak pinggang, Moe membuka chat si bocah yang tadi di terimanya... sambil tersenyum dalam hati ia memperlihatkannya pada bos sengkleknya itu
" Uncle Moe.. Mel ketemu sama kakak cogan adeknya bu guru... Mel nunggunya di cafe ya sambil ngobrol ama kakak cogan " isi chat tersebut... wajah Samudra langsung mengeras dan bergegas melangkah lebar menuju cafe hotel
" Apa kau bilang... kau menunggu bersama seorang cogan, berani sekali kau.. aku akan menghukummu dengan keras kali ini bocah ..." omelnya sambil melempar hp Moe ke sembarang arah membuat Mie kelimpungan menangkap hp nya...
Entah mengapa Samudra langsung ngap aja mengetahui si bocah itu bersama lelaki lain... cogan lagi...
" kurang ajar.. berani kau melanggar perintahku untuk tidak dekat-dekat dengan pria manapun hah!! 😡😡😡 " omelnya marah
" Tuan... sebenarnya anda tak ada hak untuk marah, nona punya hak untuk bersenang-senang.. " bela Moe
" Tapi tidak di jam kerja!! "
" Tapi kan dia sambil menunggu anda tuan, tidak ada salahnya berbincang dengan seseorang... nona bukan patung harus diam bak porselen " kali ini Moe membela habis-habisan
Samudra langsung berhenti melangkah dan menunjuk dada Moe
" Kau lebih membela dia dari pada aku bos mu?? " tanyanya marah
" Saya hanya menyatakan kebenarannya tuan... kalian tak ada hubungan apapun Selain atasan dan bawahan.. jadi nona Melody berhak untuk bersosialisasi dengan pria manapun " jawab Moe
" Bocah itu tak punya hak itu selama ia menjadi aspriku... ingat itu Moe.. dia milikku hanya milikku. " ucapnya sambil menelisik keberadaan si bocah begitu ia sampai di pintu cafe... matanya menangkap siluet tubuh Melody yang sedang tertawa riang dengan seorang pria muda yang kurang ajar... ternyata begitu tampan.... Samudra langsung meradang... kakinya melangkah lebar menghampiri keduanya...
Moe menunggu di pintu cafe sambil tersenyum puas.... rasakan kau tuan... baru melihat nona dengan cogan sudah meradang... apalagi jika nona meninggalkanmu demi lelaki lain... bisa kejer-kejer dah... 😅😅😅
What happen next ?
Boleh nebak deh... yang benar dapet Sun dari uncle Moe ya... 😂😂😂
See you next eps
Seganteng apa sih kak Dirga sampe Soang meradang...?? look at sis...
__ADS_1