
Samudra mengeser tanda merah pada hp nya dan bunyi yang menganggu pun berhenti
" Kenapa tuan tak mengangkatnya... siapa tau penting tuan? " tanya Melody
" Tidak.. pembicaraan kita jauh lebih penting, bagaimana kau setuju kan dengan usulku tadi? " tanya Sam.. wajahnya sudah mendekat hendak menyosor lagi
Melody menahan wajah soang.. eh Sam dengan ke lima jarinya...
" Tidak... Mel ngak mau jadi pacarnya tuan, Mel tau tuan cuma main-main sama Mel.. " jawabnya membuat kaget Samudra
" What.. kau menolakku bocah?? " tanyanya tak percaya
" Why...?? "
" Karena seperti kata tuan.. Mel ini bukan selera tuan, selera tuan ya seperti nona Mega itu... sexy dan cantik. Tuan pacaran aja ama nona Mega.. tuh sosor sampe puas, Mel ngak mau lagi di sosor ama tuan " jawabnya sambil membuang muka
" Kau cemburu pada Mega bocah... ha ha aku suka itu " bisik Samudra
" Ih tuan kepedean... siapa juga yang cemburu, pokoknya Mel ngak mau jadi pacar tuam... kecuali... "
" Kecuali... apa say It... " sambut Samudra
HP Samudra kembali berdering... masih dari nama yang sama... Mega...
" Kecuali tuan menjelaskan mengapa tuan mau menjadi pacar Melody dengan jujur.. jangan bohong, Mel tau.. Mel bukanlah siapa-siapa tuan " ucap nya lagi dengan mata berkaca
Samudra memberikan HP nya pada Melody...
" Sekarang kau matikan panggilan itu lalu kau blokir nomornya.. setelah itu aku akan menjelaskannya padamu " titahnya.. Melody pun melakukan perintah Samudra tanpa suara
" Sudah tuan... " ucapnya
" Entahlah Mel... mengapa aku ingin menjadi pacarmu, aku sendiri tak bisa menjabarkannya... yang jelas ku ingin kau selalu di sisiku.. menemaniku, melayaniku, memperhatikanku seorang karena kau membuatku merasa aman.. nyaman... bergairah... menyentuhmu membuatku begitu tenang " jawabnya sambil memegang tangan Melody lalu mengecupnya
" Jika tuan hanya ingin Mel temani.. layani... dan Mel perhatikan kan ngak perlu jadi pacar tuan... jadi aspri sudah cukup, pokoknya Mel ngak mau lagi tuan cium2 Melody " ucap Melody
" Jadi.. aku sungguh di tolak? " tanya Samudra
" Semua butuh proses tuan... begitupun perasaan Melody pada tuan dan perasaan tuan pada Mel, biarlah mengalir dulu tuan... kita lihat saja nanti " ucap Melody... tak lama ia pun menguap...
" Tuan... Mel mengantuk sekali, karena semalam susah tidurnya... Mel mau tidur sebentar ya " ucapnya lalu membelakangi Sam
__ADS_1
" Aku tak perduli jawabanmu bocah... pokoknya mulai sekarang kau adalah pacarku.. kekasihku... aspriku... okay, masalah ciuman... aku akan berusaha menahannya... " bisik Samudra ke kuping Melody
Samudra lalu menelfon Ryan...
" Hallo ya tuan.. ada perintah? " jawab Ryan
" Putuskan semua kerjasama perusahaanku dengan perusahaan yang di wakili oleh Mega.. mengerti!! " titahnya
" Tapi... kita akan merugi tuan... "
" Aku tak perduli.. ingat aku tak mau bertemu atau berurusan dengan nya lagi tit... " titahnya tak mau di bantah
" Baik tuan, segera saya kerjakan " sahut Ryan
Melody yang belum tertidur sepenuhnya.. Diam-dian tersenyum, entah mengapa ia merasa senang tuan Samudra memutuskan kerjasama dengan Mega... Melody tertidur dengan sebersit senyum di bibirnya.
Ngak pake lama.. si bocah pun terlelap, Samudra menekan tombol dan kaca pemisahpun terbuka
" Moe pulang ke apartemenku saja " titahnya
" Bagaimana dengan rapat tuan di Mall? " tanya Moe
" Zoom meeting saja, Melody kelelahan.. biar ia tidur dengan nyaman di apartemenku " sahutnya sambil melepaskan safetybelt Melody dan menariknya ke pelukannya... Ringgo kemudian memutar arah menuju apartemen Samudra.
" Aku akan membuatmu tergila2 padaku tuan Samudra... kau adalah pria kaya nan sempurna untuk memenuhi semua kebutuhanku " ucapnya di depan cermin sambil tersenyum sensual... Mega bahkan mengoyangkan dada dan bokongnya... untuk memastikan tubuhnya sangat sexy
Sudah 30 menit namun Sam belum juga mengetuk kamarnya. Mega bahkan sampai berganti lingerie sampai 3 kali. Akhirnya ia pun menelfon Samudra... terdengar bunyi. nada dering... namun mengapa panggilannya di tolak??
Beberapa saat kemudian Mega mencoba menelfon kembali... namun lagi-lagi di tolak. Ia mencoba sekali lagi....
" What... ia memblokir nomorku? mengapa jadi begini, bukankah tadi semua baik-baik saja di bawah..?? " tanyanya dalam hati
Mega menunggu beberapa saat... ia yakin Samudra akan menelfonnya kembali dan memblokir nomornya hanyalah kesalahan tekan....
Tak lama hp nya berbunyi... dengan senang Mega mengambil hp nya dan mengeser tombol hijau tanpa memperhatikan siapa yang menelfonnya...
" Hai Sam... mengapa kau lama sekali, aku sudah siap untukmu...." desahnya mendayu
" Mega...!! apa yang telah kau lakukan pada tuan Samudra... mengapa ia tiba-tiba saja memutuskan semua kontrak dan rencana kerjasama dengan perusahaan ku hah!! " bentak bos nya membuat Mega sangat kaget
" Apaaa....??? tidak.. tidak mungkin bos, aku sudah melobby tuan Samudra dengan sempurna " jawabnya " Aku tak mau tau... kau selesaikan masalah ini, jika tidak kau kupecat tanpa pesangon satu rupiahpun!! " bentak bosnya
__ADS_1
" Apa... apa yang terjadi sebenarnya....?? Naura.. ya ini pasti ulah Naura " ucapnya kesal , Mega lalu menekan no Naura
" Hai Mega.. bagaimana... kau berhasil merayu Samudra? " tanya Naura
" Berhasil bagaimana... tadi kami baik-baik saja.. bahkan Samudra setuju untuk ke kamarku, namun ia tak datang2 malah memblokir nomorku dan parahnya lagi ia langsung memutuskan hubungan kerjasama dengan bosku... apa kau di balik semua ini Naura?? apa kau yang memberi tau Samudra rencanaku hah, kurang ajar kau Naura.. jika aku sampai di pecat..awas saja!!! " bentak Mega marah
" Mega... jangan asal menuduhku, apa untungnya aku melakukan itu.. aku malah ingin kau bisa jadi kekasih Sam agar bisa menguras uangnya dan aku akan mendapat bagian.. untuk apa aku malah mengadukanmu Mega... aku perlu uang, ekonomiku sangat hancur kini, aku jatuh miskin Mega " jawab Naura
Mega terdiam... ia segera menganti pakaiannya dan berusaha mencari Samudra, ia harus menyelesaikan masalah ini jika tak mau jatuh miskin juga seperti Naura.
🐝🐝🐝🐝
Sementara Mega kalang kabut.. Samudra sedang mengendong Melody menaiki lift menuju apartemennya. Samudra lalu merebahkan Melody di sofa ruang tengah dan menyelimutinya
" Mengapa tidak di baringkan di kamar saja tuan? " tanya Moe
" Aku ingin bekerja sambil melihatnya Moe... buatkan aku kopi " jawabnya lalu membuka laptopnya dan mengaktifkan sistem zoom nya
Samudra menatap wajah lelap Melody sambil bersandar di kursi tunggalnya...
" Ini kopi anda tuan!! " ucapan Moe mengagetkan Samudra
" Kau tau Moe... tadi aku memintanya menjadi pacarku dan dia menolakku " ucap Samudra pada Moe
" Sabar saja tuan... suatu saat nona pasti menyadari bahwa ia juga menyukai tuan... hanya saja saran saya, jika memang tuan ingin menjalin hubungan dengan nona sebaiknya tuan hentikan wanita-wanita panggilan tersebut, lebih baik lamar saja nona... hiduplah dengan baik dan bahagia dengan nona . Saya yakin 1000% nona Melody itu tulus... ia tidak seperti Naura si ular itu " nasihat Moe sebelum meninggalkan Sam
" Mengapa kau sangat yakin Moe?? " tanya Sam
" Jika memang Melody seperti Naura... ia tak akan menolak tuan.... ia akan mengejar tuan dengan pesonanya " jawab Moe.. Samudra terdiam sejenak
" Ada sebuah rahasia tuan... dan karena ini akan mengubah pendapat tuan tentang Melody yang selama ini tuan anggap bocah dan tidak sexy, itu tidaklah benar.. karena sebenarnya nona sangatlah Sexy... jika ia menginginkannya " bisik Moe
" Apa maksudmu Moe... sexy apanya... si bocah itu ? " tanya Samudra tak mengerti
" Saya mendapat foto ini dari temannya nona si dawet... saya akan kirimkan pada tuan... siapkan tissu... air liur tuan pasti menetes melihatnya " ucap Moe sambil tersenyum usil....
Ting.... masuklah kiriman foto dari Moe, bergegas Samudra membukanya dan.....
" Whatttt.... o m g... tes tes tes " air liur samudra beneran menetes melihat foto yang dikirim Moe
Jiahhh Moe paling bisa membuat bosnya pusiiing 7 keliling...
__ADS_1
Penasaran foto yang kirim ama Moe yang bikin air liur Samudra menetes melihatnya... look at this, karena outhor lagi baeeekkk Pake bingits.. ini thor kasih bocoran Fotonya ya 👇👇👇👇👇👇👇👇