
Bergegas Samudra menekan no Melody.. tak ada jawaban, ia bahkan mencobanya sampai berkali -kali....
" Bocah... bagaimana mungkin kau pergi seperti ini, seharusnya kau menelfonku sampai aku bangun ...izin kok cuman lewat HP.. awas kau ya 😡😡😤😤 " omel si kingkong kesal karena Melody tak kunjung mengangkat panggilannya
Tiiit Kletek.. bunyi pintu apartemennya dibuka, masuklah Moe dengan tergesa-gesa
" Tuan... nona Melody ada menelfon saya semalam tapi saya tak mendengarnya... no.... "
" Mengapa bisa kau tak mendengarnya..?? kau kan seorang bodyguard tugasmu seharusnya selalu waspada.. kalau begini bagaimana sudah hah 😡😡😡 " omel Samudra belum lagi selesai Moe laporan
" Maafkan saya tuan.. semalam jatah libur saya, jadi saya... "
" Sudah...!! coba hubungi terus bocah itu sampai dia mengangkat, enak saja izin cuman pake sms..mau kupecat apa??! mana kerjaan lagi banyak-banyaknya ini... " omelnya lagi sambil masuk ke kamarnya dan membanting pintu kamarnya. Moe hanya bisa mengusap keringat di keningnya... ya kesalahannya memang kurang waspada... setelah seminggu tak bertemu istrinya semalam ia memang keasikan indehoiii.... haduh kalo tau begini jadinya mending ngak usah pulang semalam.
Moe paham betul karakter Samudra, jika sudah mendung berat ngak bakalan ada cuaca cerah, yang ada bakalan menjadi hujan deras - badai - petir menyambar2 dan terakhir tornado yang akan meluluhlantahkan orang-orang yang berada di sekitarnya kecuali akar permasalahan kelar... yaitu dengan kedatangan si bocah.
Sepanjang jalan menuju kantornya wajah Samudra merengut saja, jika 3 hari ini tidak ada rapat pemegang saham di perusahaannya dan juga beberapa perusahaan di mana ia ada menanamkan modal, ia sudah akan meloncat dari Jakarta mencari di mana keberadaan si bocah.
Samudra memegang dadanya, mengapa dadanya terasa di remas-remas begini... serasa sesuatu menghilang dari dirinya... serasa udara begitu kurang di sekelilingnya.. membuatnya merasa sangat sesak nafas .
" Tuan.. masih ada waktu.. anda sarapan dulu ya " saran Moe.. Samudra diam saja, sesampainya di restoran.. ia pun turun dan memesan sarapan. Samudra memakannya hanya sedikit menurut lidahnya ngak enak, masih enak masakan si bocah itu... hufffff
" Tuan... pesan nona Melody anda harus meminum vitamin anda ini saat sarapan " ucap Moe sambil meletakkan sebuah botol berisi vitamin pada nya, wajahnya sedikit cerah mendengarnya..ternyata si bocah perhatian juga padanya
" Apalagi pesannya padamu Moe?? " tanyanya sambil menelan vitaminnya
" Emmm itu..tuan.. anu.. "
" Katakan...!! " bentak Samudra
__ADS_1
" Pesan nona.. bilangin tuan jangan suka hambur-hambur baju kotornya suruh taruh di keranjang, nanti Mel cape bersihinnya " lapor Moe.. wajah Samudra kembali tersenyum kecil mendengar kecerewetan si bocah... memang itu yang selalu mereka pertengkarkan di kamar Samudra, tentang bagaimana Samudra selalu melempar pakaian kotornya sesukanya... ia tertawa mengingatnya... namun itu hanya bertahan 30 menit.
Sesampainya di ruangan rapat di kantornya wajahnya kembali seyemmm tanpa senyum... peserta rapat bagaikan melihat Thanatos...si dewa kematian. Rapat berlangsung seharian dengan suasana mencekam. Bahkan para pemegang saham yang lain merasa takut melihat aura gelap dari seorang Samudra padahal laporan keuangan menunjukan kenaikan pendapatan perusahaan yang signifikan.
Berkali-kali Samudra menatap Moe.. mengkode tugasnya menelfon Melody apakah berhasil... namun Moe hanya mengeleng saja... artinya....gagal... 😡😡😡😡 tambah panas saja hati si kingkong kini.
🐨🐨🐨🐨
Sementara itu aura mendung juga mengelilingi keluarga Melody namun dalam keadaan yang berbeda. Proses pemakaman segera dilaksanakan begitu jenazah sampai ke rumah duka. Para tetangga langsung berdatangan dan membantu proses mulai memandikan.. mengafani .. menyolatkan bahkan sampai penguburkan almarhum .
Melody beberapa kali menenangkan ibunya yang merasa menyesal karena tak sempat merawat emaknya yang sedang sakit. Ia merasa tak berbakti pada emaknya... Imah merasa bukanlah anak yang baik.
" Ibu.. sudah dong nangisnya.. ibu anak yang baik kok " ucap Melody sambil memeluk ibunya
" Bagaimana Imah.. Isah.. apakah masih ada yang di tunggu? jika tidak kita akan menyegerakan proses penguburan " tanya kepala desa
" Anak-anak saya masih di jalan... di jemput bapaknya ke pondok, ditunggu sebentar datang " jawab Isah.
Begitu suami Isah datang bersama ke dua anaknya... mereka lalu menuju pekuburan yang berjarak sekitar 1 km itu. Banyak mata yang melirik ke arah Melody.. berita segera tersebar bahwa cucu nenek Ratia yang datang dari kota berwajah sangat cantik.
Bahkan beberapa orang yang tak mengenal keluarga ini pun pada berdatangan tujuannya tak lain untuk melihat kebenaran bahwa cucu yang datang dari kota begitu cantik. Dari ujung ke ujung yang di bicarakan adalah kecantikan Melody.. ada yang senang.. ada yang sirik tak senang namun tak sedikit yang penasaran.
Acara selamatan yang selenggarakan malam harinya pun si penuhi warga padahal ngak pake undangan, untung saja Melody membawa uang cukup banyak hingga proses selamatan tak mengalami kendala.
Malam harinya Imah berbaring bersama Melody di kamar emak... rasa lelah kegiatan hari ini baru terasa kini.
" Terimakasih ya Mel... sudah ngeluarin uang untuk semua ini.. makasih banyak " ucap Imah dengan mata berkaca-kaca
" Sudah bu.. jangan nangis Lagi, ini namanya rezeki dari Allah bu... uang gaji Mel malah ngak kesentuh.. nanti kalau ibu mau bilang makasih sama tuan aja.. pan ini uang bonus dari tuan dan tamunya tuan " sahut Melody
__ADS_1
" Bapak kira-kira pulang apa ngak ya Mel? " tanya Imah lagi
" Kemaren waktu Mel masih bisa nelfon bapak.. kata bapak.. bapak akan telfon temannya yang cuti agar lebih cepat masuk, kalo teman bapak sudah masuk.. bapak nyusul kok bu , sudah ibu tenang aja.. kita tidur ya bu sudah malam banget ini " jawab Melody
" Iya Mel.. ibu juga sangat lelah " tak lama keduanya tertidur lelap dengan saling memeluk karena udara di kampung yang sangat dingin.
🤑🤑🤑🤑
Lain Padang lain belalang... walaupun sama-sama malam tapi keadaan kingkong bertolak belakang dengan Melody. Walau sudah seharian Samudra bekerja tak berhenti sampai badannya lelah tapi matanya tak mau mengantuk juga.
Kini Samudra berada di kantornya di PT. Samudra... ia engan pulang... sedari tadi hingga tengah malam hanya duduk di kursi kebesarannya menyelesaikan berkas di depannya yang menggunung.
Mau tak mau Ryan juga menemani... ia tak berani pulang melihat bosnya tetap di kantor. Ryan melirik berkali-kali ke arah Moe minta penjelasan wajah Samudra yang mengeras semenjak pagi... Moe hanya mengangkat kedua bahunya. Akhirnya dengan 20 % keberanian dan 80 % kekepoannya.. Ryan pun mengajukan pertanyaan.
" Tuan... dimana Melody, ia tak terlihat semenjak tadi pagi.. apakah ia sakit? saya beberapa kali menelfonnya ia tak menjawab? " tanyanya akhirnya... Samudra langsung tersentak mendengarnya... dengan susah payah ia berusaha melupakan keberadaan si cendol ini si Ryan malah mengingatkannya.... Moe hanya bisa melepak kepalanya mendengar pertanyaan Ryan
" Cari mati... anda tuan Ryan.. " cicitnya. Samudra melotot ke arah Ryan ia langsung melempar polpennya ke sembarang arah...
" Sekali lagi kau berani bertanya.... kupecat kau!!!! " desisnya lalu berdiri dan masuk ke kamar dan membanting pintu dengan keras....Brakk
Ryan ternganga mendengar dan melihat respon dari Samudra , ia pun berbalik menatap Moe
" Moe.. apakah ini tanda - tanda perang dunia ke 3 akan dimulai??? " tanyanya shock....
Wkwkwkwk baru tau kau Ryan... makanya jangan ganggu kingkong yang lagi semedi... kena deh kamu 😂😂😂😂
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee nya
__ADS_1