Melodi I Love You

Melodi I Love You
184. Happy ending...??


__ADS_3

Moe memeriksa kepala Ryan yang berdarah


" Ambil kotak obat di mobil !!" titahnya pada Manda, Manda pun langsung ngacir ke mobil dengan air mata berurai


" Tuan... tuan... saya akan menelfon Ambu "


" Shuttt... Moe aku cuman pura-pura... sudah nanti kalau Manda kembali kau pergi aja ya !!" ucap Ryan


" Ya ampun... tuan tuan bikin panik aja, kenapa kok pura-pura ? "


" Sudah urusan hati ini..." ucap Ryan lalu pura-pura baru tersadar begitu Manda datang dengan membawa kotak obat, Manda lalu memangku kepala Ryan dan membersihkan luka di kepala Ryan dengan gesit... secara dia mantan anggota team kesehatan di sekolah


" Aa... maafkan Manda ya, sakit ya kepalanya " tanyanya masih dengan air mata nya... Ryan tersenyum melihat bagaimana Manda sangat khawatir padanya. Ryan menghapus air mata Manda dengan jemarinya


" Sudah... aa ngak papa, jangan pernah berfikir sedangkal itu tentang hubungan kita sayang. Aku tak akan melamar dan menikahimu jika aku tidak mencintaimu... aku hanya kasihan pada Sandra , dia sudah seperti adikku sendiri. Sudah sekarang kita ke dalam, kita selesaikan masalah ini " ucap Ryan .. keduanya lalu masuk kembali dan duduk di ruang tamu di hadapan Sakura dan Erlan.


" Tante om... saya minta maaf sebelumnya, saya sebenarnya sudah menikah kemaren saat ke Bandung... dan saya belum memberitahukannya karena saya tak mau menganggu persiapan acara tuan Samudra kemaren. Rencananya saya akan memberitahukannya saat tuan kembali dari bulan madu karena saya akan mengadakan resepsi di Bandung sambil mengambil cuti nanti " ucap Ryan panjang lebar


" Ya Ampun... Ryan maafkan Tante, tante ngak tau kalo kamu sudah menikah... siapa wanita beruntung itu ??" tanya Sakura penasaran... terlihat sedikit gurat kekecewaan di wajah Sakura. Ryan mengenggam tangan Manda


" Saya menikah dengan Manda Tante... Manda sekarang adalah istri saya " ucapnya sambil menatap wajah Manda dengan penuh cinta... Manda berdiri dan membungkuk pada keduanya


" Tuan... nyonya..." ucapnya sopan... Erlan memperhatikan Manda dari atas sampai bawah...


" Kemarilah nak..." panggilnya pada Manda sambil menepuk bangku kosong di sampingnya... Manda pun mendekat dan duduk di sebelah Erlan


" Manda... Ryan adalah lelaki yang baik, benar kata Sakura jika dulu Sandra tak salah memilih lelaki... ia tak akan menangis kini. Jadi selamat untukmu... jagalah Ryan dengan baik untuk kami karena Ryan sudah seperti anak kami sendiri okay " nasihat Erlan... yang di angguki Manda


" Katakan sama om... kau mau bulan madunya ke mana... katakan saja.. negara mana yang sangat ingin kau kunjungi ??" tanya Erlan lagi


" Emm... Manda pengen banget bisa ke Turki om he he " ucapnya malu-malu, Erlan lalu mengambil sesuatu di saku bajunya... ia menarik selembar cek dan menuliskan angka yang fantastis di lembaran itu lalu menyerahkannya pada Manda


" Nah... setelah resepsi kalian pergilah ke Turki... om traktir " ucapnya membuat Manda ternganga... sambil menatap suaminya... Ryan mengangguk memberi kode agar Manda menerimanya


" Terimakasih om atas hadiahnya.. Tante , tapi apakah nona Sandra tidak apa-apa dengan berita ini ?" tanya Manda


" Jangan khawatirkan Manda... ia juga hanya menganggap Ryan seperti kakaknya, hanya Sakura saja yang berkeras. Sekarang kalian pulanglah... terimakasih atas pengertianmu selama ini pada Samudra... Ryan Manda " ucap Erlan yang diangguki Sakura


" Sama-sama om.. Tante, kami permisi dulu... sekali lagi terimakasih atas hadiahnya " ucap keduanya lalu meninggalkan mansion dengan senyum di wajah mereka


" Aa... sekali lagi maafkan Manda ya !!"


" Ya Aa maafkan... tapi gegara kamu banting pinggang aa jadi sakit... nanti malam kamu yang di atas ya sampe sakit pinggang aa hilang " todong Ryan

__ADS_1


" Aa... kok masih ingat aja sih masalah ranjang, libur aja mainnya sampe pinggangnya sembuh atuh " protes Manda


" Terserah... kalo kamu ngak mau... aa ngak maafin " ucapan Ryan itu membuat Manda mati kutu


" Issss... dasar lelaki memang benar kata Melody... lelaki mah paling pintar memanfaatkan situasi " omel Manda dalam hati


" Gimana ... mau dimaafkan apa tidak ??"


" Iya... iya... terserah aa aja sudah, mudahan aja ntar malam Manda ngak datang bulan... biasanya tanggal segini sudah jadwalnya haid " ucap Manda sambil melihat tanggalan di hp nya


" Apa... jadwalnya datang bulan, tapi ini belum kan ??" tanya Ryan heboh


" Belum sih kayak...."


" Belok ke kondoki saja ngak usah ke kantor dulu !!" titah Ryan pada supirnya


" Lho ngapain kok pulang aa ?"


" Sebelum libur panjang... rapel dulu dong adonannya buat sangu he he he" ucap Ryan


" Astaga....aa... benar-benar deh 😱😱🙄🙄" Manda hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya itu, dan Manda pun harus extra bekerja keras siang ini karena Ryan tak mau hanya sekali alasannya buat sangu 🤣🤣🤣


🎉🎉🎉🎉


Sudah hari ke 2 di Bali dan Melody masih saja di kurung di resort. Bahkan untuk berkeliling resort saja tidak di perbolehkan


Melody mengurung dirinya di kamar mandi.. ia berendam di jakuci sudah satu jam lamanya, hanya ini yang bisa dilakukannya sebagai protes karena tak diizinkan ke pantai.


" Sayang....ayo keluar, sudah terlalu lama kau berendam !!" terdengar suara si soang mengetuk pintu kamar mandi namun Melody cuek aja


" Sayang......!!!" tetap tak ada jawaban


" Sayang.... ayolah..!!" tetap di cuekin... Samudra mengaruk kepalanya yang tidak gatal ... ia pun keluar kamar dan mencari Ringgo


" Go... siapkan personel aku mau membawa Mel ke pantai, dasar ABG ngambek aja bawaannya kalo keinginannya tak di penuhi " titahnya sambil mengomel... akhirnya si soang menyerah dengan aksi ngambek Melody


" Kepantai mana tuan ??"


" Terserah... Carikan pantai privat kalo bisa... jika tidak pantai dengan pengunjung terbatas !!"


" Baik tuan..!!" sahut Ringgo dan mulai bergerak menyiapkan anak buahnya untuk mengawal tuan mereka ke pantai


Si soang pun kembali ke kamarnya... dan kembali mengetuk pintu kamar mandi

__ADS_1


" Sayang... jadi ngak mau ke pantai ?? ayo sudah kita ke pantai " rayunya ....


1... 2...3..


Kletek... pintupun di buka, keluarlah Melody dengan wajah sumringah


Melody meraih wajah Samudra....dan cuppp di kecupnya bibir si soang sesaat


" Gitu dong... nyenangis istri aja mikirnya lama bener... yey yey ke pantai yey yey... " ucapnya senang sambil meloncat kegirangan


Keduanya pun sampai di pantai yang sudah di survey oleh Ringgo, sebuah pantai nan indah dan tak banyak pengunjung karena memang dibatasi. Samudra dan Melody lalu berganti pakaian . Samudra tak membolehkan Melody hanya memakai bikini... ia harus memakai lapisan luar walaupun tidak tebal... Melody pun menurut yang penting bisa ke pantai


keduanya berlarian di sepanjang pantai sambil berpegangan tangan...tak lupa keduanya berselfie ria semakin sore ombak semakin besar membuat Samudra tertarik untuk mencobanya.


Melody menonton dari pinggir pantai kehebatan suaminya berselancar di sela-sela ombak


" Oh... ayang kok gagah banget sih....🥰🥰🥰" ucapnya mengagumi tubuh suaminya yang .... hemmmmm... mau liat nih othor kasih bonus nih...



Selesai dengan aksinya... Sam segera mendatangi Melody... ia menarik pinggang Melody dan menciumnya dengan gemas


" Mengapa kau melirik lelaki lain tadi hah !!" tanyanya dengan nada cemburu


" Lelaki lain...?? siapa ay... dari tadi Mel liatin ayang terus kok "


" Kau tadi melihat ke arah nya " tunjuk Samudra pada penjaga pantai yang memang lumayan tampan


" Astaga ... ayang, Mel tadi ngak sengaja perhatikan karena ia habis menolong seorang anak kecil itu saja, kenapa sih ayang sangat cemburuan ??"


" Wajar aku cemburuan sayang... kau sangat cantik dan masih muda sedangkan aku sudah mulai ...." Melody menekan telunjuknya ke bibir Samudra


" Ayang sekali lagi dengar ya... Aku hanya mencintai ayang... ayang adalah pria pertama di hidup Mel dan akan menjadi yang terakhir juga. Mel bahkan tak punya keinginan lagi untuk kuliah, Mel hanya ingin menjadi istri yang berbakti dan menjadi ibu untuk anak anak kita. Mel sudah ngak pake KB semenjak 2 Minggu lalu ay agar Mel cepat mengandung.


Jadi ayang janganlah lagi berfikiran macam2 yang ngak penting ya..." ucap Melody panjang lebar membuat Samudra sangat bahagia


" Sungguh kau tak memakai KB lagi...kau ingin segera mengandung anak kita ??" tanyanya tak percaya... Melody mengangguk sambil tersenyum manis... betapa bahagianya Samudra mendengarnya... ia pun menunduk dan mencium istrinya dengan penuh rasa cinta... Melody pun meladeni ciuman suaminya dengan suka cita...


Aduh duh duh duh... rasanya seneng banget kalo endingnya happy begini,


Tepat janji ya double up gimana sista cukup sampai di sini novel kita apa lanjut...???


Si cantik Melody

__ADS_1



__ADS_2