
" Kita mau kemana lagi tuan ? kantor bukannya ke arah sana?? " tanya Melody bingung karena arah mobil semakin menjauhi kantor nya bekerja
" Mana hp mu...? " bukannya menjawab Samudra malah menanyakan hp Melody, Melody kemudian menyerahkan hp nya pada Samudra
" Mau diapain tuan.. udah is died, ngak bisa hidup lagi tuh si mumun " ucapnya sedih, Samudra memperhatikan merk hp Melody...
" Hp murah gini aja kamu tangisin... kirain apa " ucapnya lalu melemparnya ke tempat sampah di mobilnya membuat Melody kelimpungan...
" Tuan bos.. jangan di buang si mumun, siapa bilang murah.. harganya 1 juta lho kemaren belinya!! kalau menurut tuan murah ya wajar, tuan kan banyak uangnya " protesnya lalu mengambil kembali hp nya
" Berani marah padaku?? tadi kita makan aja lho lebih 1 juta " ucap Samudra
" Haaa.... le lebih 1 juta, ngak Soleh tuan bos... ya Allah " ucap Melody takjup tak percaya... Samudra tak bisa menahan tawanya melihat wajah melongo Melody nan begitu lucu.
" Kok tuan malah ketawa sih... makan mahal begitu, bos ngak takut uangnya habis...?? " tanyanya lagi
" Bocah.. bocah.. kau membuatku sakit perut saja... seumur hidupmu kita makan di situ uangku tak akan habis ha ha ha " jawab Samudra
" Cih... sombong kali.. " cicit Melody
" Bolehlah kita sombong jika kita memang punya Mel.. makanya cita2 itu cari suami yang kaya jangan satpam.. jadi kau bisa makan enak seumur hidupmu!! " sahut Samudra
" Tuan ngak boleh mengecilkan satpam.. bapak Mel satpam biar ngak kaya tapi kami bahagia, itu yang penting tuan " sahut Melody tanpa di filter
" Jadi maksudmu aku kaya dan aku tak bahagia begitu... 😡😡 " mulai naik dah tensi Samudra
" ya enggaklah tuan bos yang tajir dan baik hati.. maksud Mel.. bapak yang ngak kaya aja bahagia apalagi tuan bos yang kaya pake raya lagi he he " jawabnya
" Bocah pintar.... " ucap Samudra tak jadi marah... Melody mengelus dadanya berlahan....
" Huffff hampir saja salah ngomong, bisa berabe kalau salah2.. bisa ditambah lagi lembur nya " ucap Mel dalam hati
Mobil pun berhenti di sebuah toko gaget terbesar di Jakarta, mereka pun memasuki toko tersebut termasuk Melody
" Ada yang bisa kami bantu tuan!! " tanya pramuniaga yang melayani.. Samudra terus berjalan sampai di etalase hp yang di tujunya
" Beri aku keluaran terbaru " titahnya, merekapun memberikan 2 buah HP edisi terbaru merk Ap*** tersebut di atas meja
" Mel.. kau pilih mau yang mana " titahnya namun Melody tak berani bergerak ia hanya mengeleng saja
__ADS_1
" Kenapa?? " tanyanya.. Melody mendekat dan berbisik di kuping Samudra
" Tuan.. hp merk ini mehong harganya.. uang Mel ngak cukup " ucapnya lalu kembali menjauh.. Samudra tersenyum mendengarnya
" Siapa bilang kau yang akan membayarnya, pilih saja nanti aku yang bayar " kembali Melody mengeleng.. ia berbisik lagi
" Ngak tuan, nanti hutang Mel terlalu banyak " bisiknya kekuping Samudra namun Samudra menolehkan wajahnya menatap Melody , karena mereka duduk berdekatan.. tolehan itu membuat wajah keduanya terlalu dekat.. hidung keduanya bahkan hampir bersentuhan.... deg.. deg.. deg.. keduanya terdiam sejenak
" Kau tak perlu berhutang.. aku akan memberinya gratis, kau hanya perlu menambah lemburmu 4x " ucapnya... hembusan nafas Samudra sampai terasa di wajah Melody, Melody segera menjauh dan menatap kedua hp di depannya sebagai pengalihan. Ia menunjuk sembarang hp yang ada di depannya
" Ya Allah dada Mel napa deg deg begini ya.. apa karena terlalu banyak menangis tadi pagi?? " tanyanya dalam hati bingung
" Baiklah mba nya pilih yang ini ya...harganya 17.5 juta, mau bayar cash apa gesek? " tanya pramuniaga
Samudra langsung mengeluarkan kartu tanpa limitnya
" Gesek.... beri aksesorisnya sekalian " ucapnya namun Melody langsung mengambil kartu tersebut
" Ngak mba.. ngak jadi, mahal banget " ucapnya begitu mendengar harganya
Samudra merampas balik kartunya
" Ngak jadi.... "
" Jadi....!!! "
" Ngaaakkkk.... "
" Jadi.. jadi.. jadi... "
" Ngak.. ngak.. ngak.... " keduanya sama-sama melotot
" Pokoknya Mel ngak mau!! " ucapnya
" Kalo kamu ngak punya hp Gimana bisa aku hubungi.. bocah 😤😤" tanya Samudra tak kalah ngotot
" Pokoknya hp nya ngak boleh yang mahal !!"
" Kenapa juga sih kamu yang ributin harganya.. yang bayar kan aku?? " ucap Samudra tak mau mengalah, beberapa orang sampai memperhatikan keduanya
__ADS_1
" Sudah.. sudah.. kalian berdua seperti suami istri rebutan remote tv saja, begini... beli hp merk ini saja bagaimana Mel, harganya ngak terlalu mahal.. dan bos yang penting Melody kan ada hp nya, biar saja ia memilih mau yang mana " akhirnya Moe turun tangan
Akhirnya Melody memilih hp baru dengan harga bersahabat 3 jt rupiah... pramuniaga Ap*** hanya geleng kepala melihat kelakuan Melody
" Baru kali ini ada cewek mau di belikan pacarnya hp mahal menolak, aneh loh mba nya ini " ucapnya pada Melody
" Yey orang kita ngak pacaran... Mel ini ob mba,itu tuan bosnya Mel " sahut Melody keky... Samudra tersenyum usil.. ia lalu memeluk bahu Melody
" Ya gitu deh mba kalau punya pacar masih bocah " ucapnya lalu menyeret Melody keluar padahal Melody mau protes
" Beneran kita ngak pacaran ya mba... suerrr " ucapnya sebelum keluar dari toko
" Tuan apaan sih.. bilang pacaran segala, bohong itu dosa!!! " omel Melody di dalam mobil
" Habis kamu itu mau di belikan hp aja susah banget, sekarang katakan alasanmu.. mengapa kamu menolak HP tadi?? " selidik Samudra mata indah Melody memandangi manik mata Samudra
" Tuan beneran ngak tau alasannya?? atau pura-pura " tanya Melody balik
" Katakan saja bocah !! "
" Begini tuan bos.. Mel ini kan ob.. bapak Mel satpam, ibu Mel art "
" Lalu...?? "
" Kalau Mel punya hp semahal itu, maka orang akan menyimpulkan 1 dari 3 hal " sahutnya
" Apa memangnya?? "
" Satu.. Mel dianggap pencuri karena tak mungkin orang seperti kami mampu membeli hp semahal itu, dua.. Mel mungkin mendapatkannya dengan cara yang tidak halal misalnya dengan menjadi wanita malam... dan ke tiga... Mel akan di anggap sebagai orang yang tidak tau diri karena membeli barang yang tidak sesuai dengan keadaan Mel " jelasnya panjang lebar
" Di antara ketiganya.. ngak ada yang baik tuan... jika sudah tau itu tidak baik lebih baik Mel ngak punya... sekarang tuan mengerti??? " tanya Melody balik
" Kau itu masih bocah tapi pemikiranmu itu ruwet banget, tinggal bilang aja hp itu dikasih kok susah amat " jawab Samudra
" Trus Mel bilang kemana-mana gitu kalo hp nya dikasih ama tuan bos?? apa kata dunia perkantoran "
" what ha ha ha... memangnya apa kata dunia perkantoran bocah?? "
" Mereka akan bertanya apa hubunganmu dengan tuan bos hingga tuan memberimu barang semahal itu, sekarang kalau tuan jadi Melody dan ditanya seperti itu... apa jawaban tuan?? " tanya Melody lagi... Samudra terdiam.. bocah ini benar... apapun jawaban si bocah, ujung2nya hanya akan merugikan pihak si ob.... Samudra pun akhirnya mengerti mengapa si bocah menolak hp mahal darinya....
__ADS_1
See you bye bye