
Keduanya terpaksa menghentikan dosa terindah nya karena mobil sudah berhenti...artinya mereka sampai di tujuan.
Manda bergegas memperbaiki pakaiannya yang rada berantakan karena tangan nakal Ryan, keduanya tersenyum malu malu...Ryan sangat menikmati hal yang begitu lama belum di rasakannya semenjak dengan cinta pertamanya dulu saat kuliah, dadanya serasa rontok namun membuatnya bersemangat untuk bekerja
Sementara Manda bingung sendiri mengapa ia membiarkan saja ...seorang Ryan berkenalan dengan si kembar...biasanya mah kalo pacarnya berani sentuh dikit aja dia langsung marah
" Ada apa denganku...mengapa aku jadi begini lemah sama aa, dulu pacarku aja langsung ku banting karena mau lebih dari ciuman..." ucap Manda dalam hati sambil memegangi area dadanya yang berdetak kencang
" Untung ngak dekat mic...kalo dekat mic bisa-bisa pecah nih mobil hehe saking nyaringnya detakan jantungku 😱🤠" ucapnya dalam hati sambil terkekeh
" Mengapa kau tertawa...??" tanya Ryan...Manda hanya menggeleng....
Kletek....sang sopir pun membukakan pintu , keduanya keluar dan langsung bergerak menemui kepala tukang
" Wah...luas sekali villa tuan Samudra, ada kolam renang dalam lagi....beruntung sekali si Cendol ya jadi istrinya tuan Samudra..." ucap Manda
Ryan bergerak mendekati Manda
" Kenapa..?? kau mau juga villa sebesar ini, aku tidak sekaya itu nona " bisik Ryan menjauh...ia merasa sedikit kecewa akan pujian Manda pada Samudra... namun tangan Manda dengan cepat menahan jemari Ryan dan mengenggamnya
" Aa..kita tak boleh meminta rezeki milik orang lain, memuji rezeki Melody bukan berarti Manda juga menginginkan rezeki yang sama dengan Melody... Manda sudah sangat bersyukur dengan apa yang sudah Manda gengggam " ucapnya sambil tersenyum manis...Ryan tertegun mendengarnya...
" Aduh Manda..boleh ngak Abang berteriak...hati Abang meleleh mendengarnya 🥰😱🥰🥰 " ucap Ryan dalam hati , entah mengapa ia begitu senang mendengar jawaban Manda tadi, akhirnya sambil saling mengenggam keduanya berjalan mengelilingi area di sekitar Villa sambil menunggu matahari terbenam. Saat matahari terbenam keduanya duduk di sebuah bangku memandangi keindahan tersebut sambil berpegangan tangan.
Ryan tersenyum mendapati dirinya bagai anak ABG yang baru jatuh cinta kini...hatinya sungguh berbunga, begitu pun Manda yang menyandarkan kepalanya ke bahu Ryan sambil mengenggam lengan Ryan begitu erat.
" Ayo kita ke vila ..membersihkan tubuh sebelum dinner !!" ajak Ryan
" Kita nginapnya di Vila..kok ngak di hotel ??"
" Vila lebih nyaman menurutku, ngak bercampur dengan orang lain " sahut Ryan...padahal mah doi pengen berduaan aja dengan si Manda...ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ dasar lelaki otaknya pada mereng kalo ketemu cewek cantik...🤣🤣
Ryan ternganga melihat pemandangan Boda Barn dari kejauhan nampak begitu indah. Ryan memesan gajebo terpisah agar lebih privasi.
" Bagus banget tempat ini..kau pintar memilih tempat Manda " puji Ryan sambil mengunyah... yah sesekali menikmati hidup, dinner di tempat yang begitu indah sambil memandangi Bidadari cantik..🥰🥰 ucap Ryan dalam hati.
Sedang asik dinner....
__ADS_1
" Bagus ya..dasar anak durhaka, bapak nyari kamu kemana- mana...kamu malah enak-enakan makan di sini !!😡😡 " bentak seseorang yang ternyata kakak tiri Manda si Lina yang datang bersama suaminya alias mantannya si Manda.
Ya berita penampakan Manda telah sampai ke telinga keluarganya karena kakak tiri si Manda satu kuliahan dengan Manda. Manda diam saja, ia malas melayani kakak tirinya itu
" Manda....!! kamu budeg ya 😡😡😤😤 " tambah tensi lah Lina
" Lina...orang satu kampung aja dengar teriakanmu apalagi saya...biasa aja kale " sahut Manda santui...ia sudah biasa mendapat teriakan dari kakak tirinya itu. Ryan yang sudah bisa membaca situasi pun menghentikan makannya lalu berdiri
" Maaf bukan saya mau mencampuri urusan kalian, silahkan duduk dulu...semua bisa di bicarakan baik-baik..silahkan " ucap Ryan sopan...keduanya pun duduk
" Baiklah... nona..tuan..ada yang bisa kami bantu ? tapi karena kami tengah makan..sebaiknya dibicarakan setelah kami selesai makan...kalian mau makan ?" tanya Ryan lagi
" Ngak usah banyak basa-basi..!! kami hanya mau membawa Manda pulang !!" tegas Lina
" Manda ngak mau pulang, Manda harus balik ke Jakarta karena Manda sudah teken kontrak kerja !!" sahut Manda dengan suara agak tinggi mengimbangi suara Lina
" Manda...berani kau membentakku !!" tangan Lina sudah hendak menyentuh pipi Manda , dengan sigap Ryan menahan tangan Lina
" Hentikan...aku tak akan membiarkan siapapun menyakiti Manda, silahkan kalian pergi...kami akan mendatangi ayah Manda besok...!!" ucap Ryan sambil menjentikkan jarinya dan 4 orang langsung menghalau keduanya, Lina makin berteriak marah pada Manda...Manda tertunduk, ia malu dengan kelakuan keduanya
Ryan mengangkat wajah Manda dengan telunjuknya...nampak mata Manda yang mulai berkaca
" Ya ampunnn....gila gila gila, romantis amat tuh pacar Manda...sudah gitu punya bodyguard lagi.... beneran orkay kayaknya..."
" Apa kubilang...bikin nyesek kan liatnya ðŸ˜ðŸ˜" ucap Shasa
" Bener Sha....oh seandainya cogan itu naksir sama aku...betapa sempurna hidup ini.." sahut salah seorang lagi
" Ini mah namanya habis jatuh tertimpa emas batangan, ya wajarlah Manda berenti kuliah kalo bisa dapat cogan sultan begitu...aku juga mau !!" lanjut yang lain....
Mereka pun hanya bisa gigit jari saat Ryan meninggalkan gajebo sambil mengenggam jemari Manda setelah menyematkan jas nya ke bahu Manda karena baju Manda yang terbuka bagian atasnya....
" Ow ow ow so swetttt , mati aja sudah ...ngak kuat liat beginian ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜" dan para pengintip pun pulang dengan dongky di hati ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Sesampainya di mobil...Manda hanya diam ..wajahnya memandang ke arah jalanan. Ryan yang merasa di kacangin akhirnya menarik wajah Manda agar menatapnya, betapa kagetnya ia saat mendapati wajah itu kembali penuh air mata
" Kau menangis lagi...sudah kubilang jangan khawatir, aku akan mengatasi keluargamu... percayalah padaku "
__ADS_1
" Ngak pengen nangis aa...Manda bukanlah gadis cengeng, tapi dada Manda kok nyesek melihat mantan dan kakak tiri yang begitu membenciku... dan bapak juga ngak pernah membelaku 😢😢" ucapnya
" Hidup itu selalu ada cobaannya Manda...sabar ya, apa gunanya kau punya calon suami yang ganteng dan memiliki dada berotot ini jika tak untuk kau gunakan...kemarilah, menangis lah sepuasmu di sini " ucap.Ryan menunjuk dadanya
" Ihh narsis kok kebangetan !!" tawa Manda di sela tangisnya
" Lho kok ketawa ?? jangan ketawa nangis aja terus " ucap Ryan lagi
" Aa jahat..Manda kok di suruh sedih terus sih ??"
" Ngak...wajahmu jika menangis jadi lebih cantik dari pada saat tertawa he he " jawab Ryan mengoda Manda
" Aa jahat...nih rasain..ihh " ucap Manda kesal lalu mencubit dada Ryan...tapi ngak bisa ke cubit
" Cengeng....kau tak akan bisa mencubitnya karena itu otot semua, bukan lemak seperti dadamu " ucap Ryan membuat wajah Manda jadi memerah mengingat bagaimana Ryan menciumi dadanya tadi sore...ia langsung menyembunyikan wajah merahnya ke dada Ryan
" Aku janji ...keluargamu tak akan memperlakukanmu dengan buruk lagi Manda...tenanglah ya, sekarang beristirahatlah, besok kegiatan kita masih banyak " ucap Ryan
Ryan memeluk tubuh mungil itu dan mengecup keningnya sesekali sepanjang perjalanan pulang, rasa nyaman membuat Manda segera tertidur
Sesampainya di vila , Ryan pun mengendong Manda dan merebahkannya di kamarnya. Setelah menyelimutinya...ia pun ke kamarnya sambil menelfon seseorang
" Hallo...selamat malam tuan, ada yang bisa saya bantu ??" sambut di sana
" Carikan aku informasi lengkap tentang keluarga Manda, kutunggu besok pagi " titahnya
" Baik tuan..."
Nah begitu dong aa Ryan
Sedia payung sebelum hujan
Bagaimanakah pertemuan Ryan dengan keluarga Manda..??
Penasaran...Monggo dibaca terus
see you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote