
Melody sengaja menolak karena ia mengingat pesan ke dua orang tuanya yang melarangnya untuk lebih menonjol dari rekan-rekannya yang lain.
" Jika kau ingin selamat dan aman dari pembullyan Seniormu.. Jadilah seperti udara Mel... kau tak perlu terlihat namun kau ada dan orang memerlukanmu " pesan bapaknya
πΆπΆπΆπΆ
" Silahkan yang berminat mengikuti lomba untuk mendaftar dan nanti Doni yang akan menentukan.. siapa yang akan mewakili division kita " titah Tony
Sisi langsung maju... Ia sengaja menyenggol bahu Melody dengan keras sambil melotot tajam.. Melody bukannya tak paham dengan sinyal itu, namun Ia pura-pura tak mengerti saja... lebih baik jadi orang bodoh asal selamat... semboyan yang selalu di Ingatkan oleh Ibunya padanya, Walaupun itu sangat bertentangan dengan kepribadian Melody yang sebenarnya kompetitif.
" Kamu ngak papa Mel ?... Sisi memang menyebalkan " tanya Joko
" Ngak papa... Pak Mel boleh pulang ngak, Mel ada perlu " izinnya
" Ya udah.. kita pulang aja, bapak juga ngak pengen ikutan yang gitu-gitu , ayok kita pulang " ucap Joko, keduanya pun meninggalkan ruang rapat.
Ekor mata Doni memperhatikan gerakkan keduanya, sebenarnya Ia berharap Melody akan mendaftar karena melihat cv nya anak itu memiliki potensi untuk bisa menang namun sepertinya anak itu tak berminat.
Keluar dari kantor Melody tidak langsung menyetop angkut, ia berjalan ke sebuah toko pakaian yang terkenal dengan semboyan Murah Meriahnya... kondisi bra dan cd nya sudah memprihatinkan, ia harus segera membelinya malam ini.
Dengan semangat Melody memasuki toko MM tersebut, matanya langsung mencari bagian underwear. Setelah 30 menit akhirnya Melody membeli 3 pasang untuknya, 3 pasang untuk Ibunya dan 6 buah CD untuk bapaknya. Melody senang sekali bisa membelikan dalaman untuk kedua orang tuanya juga...
" Terimakasih uang lemburnya bos mesum he he , yey masih ada sisa lagi..Mel mau beli daging ah supaya kami bertiga bisa memakannya bersama-sama nanti " ucapnya saat memberikan 3 lembar uang dari Samudra pada kasir.
Melody memegang erat sisa uang dari Samudra, Ia kemudian melewati Pasar tradisional yang buka sampai malam. Matanya mencari2 lapak yang menjualnya daging, setelah mendapatkannya.. Ia membeli 1 kg daging.
Dengan wajah sumringah Melody pulang membawa semua belanjaannya... dari kejauhan dilihatnya bapak dan Ibunya sedang duduk di bale-bale luar, rupanya mereka sedang menunggunya
" Assalamu alaikum... Bapak ibu.. Mel pulang!! " ucapnya riangnya.. keduanya langsung bernafas lega melihat buah hatinya pulang dengan selamat
" Wa alaikum salam... " sahut keduanya bersamaan
" Kok malam baru pulang nak, rapatnya lama ya... bawa apa kamu Mel? " rentet Imah
" Rapatnya sebentar aja bu.. yang lama karena Mel tadi beli ini... ini buat ibu dan ini buat bapak.. lalu ini buat Mel he he " jawab Melody sambil menyerahkan masing-masing bungkusan untuknya bapak dan Ibunya yang di belinya tadi
Keduanya membuka bungkusan tersebut dan kaget melihat isinya
__ADS_1
" Ya Allah Mel... kok repot-repot belikan ibu daleman, daleman ibu dan bapak masih ada kok.. Nanti uang gajimu habis lho... gajian kan masih lama " protes Imah
" Ngak papa bu... ini kan ngak pake uang gaji, ini pake uang lembur Mel... tiap lembur Mel di kasih uang 500 bu Sama tuan bos.. nah ini sisanya Mel belikan daging, bisa 2x di masak bu " jawabnya sambil menenteng plastik yang berisi daging yang di belinya di pasar.
" Jangan marah ya bu kalo Mel beli daging, sabtu lalu Mel makan daging di tempat ini guru... Mel jadi ingat sama bapak ibu, cuman Mel mau minta malu... Melody beli biar bapak ibu juga makan apa yang Mel makan " ucapnya sambil menunduk..ia takut Ibunya marah karena ia membeli daging
" Iya sudah.. bapak ibu ngak marah, Terimakasih ya karena tidak pernah melupakan kami sebagai orang tuamu..sudah sekarang mandi dulu... itu Ibu sudah rebuskan air buat kamu mandi " ucap Iwan... Karena Imah sudah tak bisa mengeluarkan suara... air matanya mulai menetes karena rasa haru.
Begitu Melody masuk... Iwan segera memeluk Imah
" Wess sudah... sudah tuek kok masih cengeng malu tuh ama kodok " ucap Iwan...
" Ibu trenyuh pak... anak kita sebegitu perhatian , semoga Melody bisa mendapat suami yang baik... yang masa depannya cerah, kasihan sekali selalu hidup dalam kemiskinan sedari kecil bersama kita hik hik hik " ucap Imah sambil menghapus air matanya
" Iya.. iya.. Ayo kita masuk, Nanti dikira tetangga kenapa lagi.. kalo liat ibu nangis begini.. Ntar dikira bapak kdrt " bisik Iwan lalu menarik Imah ke dalam rumah.
" Ya Enggak lah pak Ee... semua tetangga juga tau, bapak itu suami paling penyanyang di kampung sini " ucap Imah sambil tertawa
Tak lama ketiganya pun makan malam bersama, walaupun Iwan dan Imah sebenarnya sudah merasa lapar dari tadi namun mereka tetap menunggu anaknya datang agar bisa makan bersama.
Keesokan paginya.....
Sesampainya di Kantor.....
" Kartika.. suruh Melody ke ruanganku, bilang padanya untuk membawa kotak obat!! " titahnya begitu datang, tak lama Melody pun masuk.. sambil membawa kopinya dan menenteng kotak P3k , Samudra sudah menunggunya di sofa
Melody meletakkan kopi Samudra di meja di depan Samudra... lalu duduk di sebelah Samudra untuk mengantikan perban
" Kau bawa sarapan apa pagi ini?? " tanya Samudra
" Nasi Goreng gila tuan bos.." sahutnya
" Nasi Goreng Gila... kok namanya gila? Kenapa ngak nasi Goreng cendol aja " tanya Samudra membuat Melody langsung manyun
" Iss tuan bos seneng banget ngolok2 Mel... namanya nasi goreng gila.. Karena rasanya puedeaaaaas banget he he, itu mah nasi goreng favorite Mell " sahutnya sambil membuka perban Samudra
" Tuan bos.. lukanya sudah tertutup Jadi ngak usah di perban Lagi, di kasih plaster luka aja ya " ucapnya sambil membersihkan luka tersebut
__ADS_1
" Terserah... setelah itu bawa kemari sarapanmu, aku belum sarapan!! " titahnya sambil meminum kopinya
" Tapi jangan di habisin ya tuan bos, Mel belum sarapan juga " pintanya
" Ya...ya... palingan juga rasanya biasa aja " ucap Samudra
" Mel dengar lho tuan... Awas ya kalo Jatuh cinta ama nasi goreng nya... ntar bos gila beneran " omelnya mendengar komentar Samudra
Ngak pake lama.. Melody sudah kembali membawa kotak bekalnya, Ia membagi 2 isinya.. untuk Samudra di taruhnya ke piring, sedangkan bagiannya dibiarkan tetap di kotak bekal. Samudra mengambil piring tersebut dan memakan isinya
" Ambilkan aku air es.. yang banyak es batunya !" titahnya... membuat Melody kembali ke pantry
" Kok bolak balik Mel? " tanya Kartika
" Biasa mba.. nasip jadi kancung hua hua " jawabnya sambil menangis pura-pura membuat Kartika tertawa geli
" Ini tuan bos.. air es nya " ucapnya yang langsung di sambut oleh Samudra dan ia meminumnya sampai habis
" Mantap pedasnya.... " ucapnya sambil mengelus perutnya...
" Tuannn.... nasi gilanya Mell kok di makan juga?? " protesnya melihat kotak bekalnya yang kosong melompong
" Waktu Lagi makan nasi di piring.. itu nasi di kotak pada demo... mereka itu kok mereka ngak di makan juga, jadi ya supaya adil di makan aja semua " jawab Samudra tanpa dosa
" Bilang aja nasgornya enak... iya kan tuan bos... " tembak Melody
" Yah Lumayan.. untuk ganjel, ini uang untuk menganti nasgornya.. dan ini buat lagi besok ya yang banyak biar kamu kebagian " ucapnya sambil meletakkan 2 lembar uang merah di atas meja
Samudra kemudian keluar...
" Kemana tuan? " tanya pengawal
" Ke Mall.. urusanku sudah selesai " ucapnya dengan senyum menghiasi wajahnya tampannya, membuat karyawan yang melihatnya kaget
" Ada angin apa.. tuan Samudra bisa tersenyum di Kantor... π±π±, OMG.. betapa bertambah tampan wajah tuan Samudra saat tersenyum " teriak mereka... namun hanya bisa dalam hati...
Okay see you next eps
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote nya