Melodi I Love You

Melodi I Love You
15. Pintu Hati


__ADS_3

Selesai membersihkan ruangan Samudra.... Melody bersiap keluar , namun...


" Mel... mau kemana? " tanya Samudra


" Mau keluar tuan boss... kan Mel sudah selesai bersih - bersihnya " sahutnya


" Selesai dari mana? itu apa? " tanya Samudra menunjuk ke depan mejanya yang kembali penuh sampah, mata Melody langsung membulat


" Astogeee.... kok ada sampah lagi?? " tanyanya sambil memandangi wajah Samudra... alisnya berkerut curiga


" Tadi kan sudah ngak ada tuan bos " protesnya


" Ngak usah ribut.. buktinya kan masih ada, kerja kok ngak beres ..bersihkan " omel Samudra tanpa dosa, Melody akhirnya memunguti kembali sampah di depan meja Samudra... sementara Melody memunguti sampah, Samudra mengamatinya sambil tersenyum penuh kemenangan


" Ahhh... akhirnya bisa juga aku mengerjai bocah ini " ucap nya puas dalam hati, tangannya kembali mengumpal kertas hvs di depannya lalu melemparnya ke lantai... hingga Melody tak kelar-kelar memunguti sampah dari lantai.


Melody memijit pinggangnya yang mulai terasa sakit... tak sengaja ia melihat Samudra yang masih saja menghambur sampah.


" Bosss sengklek... memang sengaja ngerjain Mel dia hua hua hua... " jerit hati Melody. Sambil merengut Melody mengangkat tempat sampah ke samping kursi Samudra


" Tuan boss... yang ganteng.. cakep... keren... bisa ngak sampahnya di buang di mari ..please ...🙏🙏" ucapnya memelas


Samudra memandangi wajah memelas Melody yang nampak kelelahan....


" Ngak....!! " sahutnya lalu kembali melempar gumpalan kertas ke lantai. Melody menarik nafas panjang, ia lalu duduk delosor di lantai di depan meja Samudra


" Ternyata ini yang di maksud bapak... kita sebagai pekerja harus bisa sabar menghadapi bos jika ingin tetap bekerja, karena bos itu selalu benar dan benar...ya Allah Mell yang baru aja kerja rasanya kok nyesek gini, apalagi Bapak sama ibu yang sudah puluhan tahun kerja seperti ini hik hik hik... " suara hati Melody yang mengingat ketabahan dan kesabaran kedua orang tuanya mencari rezeki untuk membesarkannya selama ini, membuat air matanya menetes tanpa di rasa...


Samudra yang masih asik saja membuat sampah... bingung mencari keberadaan Melody, ia akhirnya berdiri dan mendapati Melody duduk bersandar di depan mejanya sambil menangis.. dadanya pun terasa sesak seketika


" Apakah aku sudah sangat keterlaluan?? " tanyanya dalam hati


" Hei bocah... Napa nangis, cengeng amat , baru juga bersihin kertas " ucap Samudra


" Mel ngak sedih dengan kerjaan Mel, Mel sedih kalau ingat bapak sama ibu yang sudah berpuluh tahun bekerja pada orang lain, Mel yang baru hitungan bulan aja rasanya enep gini " sahutnya sambil menyapu ingusnya dengan bahunya


Samudra lalu memberikan kotak tissu pada Melody


" Nih pake tissu... cantik-cantik kok jorok... " ucap Samudra lagi, Melody lalu mengambil Tissu tadi dan..


" Broottt.... " terdengar suaranya membuang ingus sampai habis, membuat Samudra tertawa geli


" Dasar bocah... bocah... " ucapnya sambil mengeleng kepalanya... selama-lamanya ia di depan seorang perempuan baru kali ini ada seorang gadis yang membuang ingusnya tanpa malu di depannya

__ADS_1


Sementara itu Ryan yang kepo karena sudah lebih se jam namun Melody belum juga keluar akhirnya memberanikan diri membuka sedikit pintu ruangan Samudra dan mencuri dengar...tak lama Kartika juga ikutan nemplok di samping Ryan...


" Tuan boss sudah puas belum? " tanya Melody


" Puas apanya?? " tanya Samudra balik


" Ya itunya... kalau belum cepat dong, pinggang Mel sudah encok ini... " terdengar suara Melody


" Belum..... " sahut Samudra


" Ihh... tuan bos ngak cape apa, ya sudah Mell pasrah aja sudah... silahkan bos puas-puasin dah " jawab Melody lagi


" Makanya jangan ngeyel... Nurut sama bos, jadi sama-sama enak he he " ucap Samudra


" Uhh tuan bos aja kali yang keenakan, Mell mah kagak... tobat Mell.. bapak ibuku..... tolong Mell, udah dong tuan boss ngak kasihan apa sama Mell. " mohon Mel membuat Ryan dan Kartika saling pandang


" Glek.... " Keduanya saling meneguk salifa, mereka membayangkan seperti apa keadaan di dalam ruangan, kepanikan nampak di wajah keduanya... masa sih tuan Samudra melakukannya di kantor dengan ob lagi... yang benar saja...pikir keduanya dalam hati.


" Sudah ya Tuan boss.....!! " terdengar lagi suara Melosy


" Belum.... aku belum puas !!" tolak Samudra


" Sudah lebih satu jam tuan... Mel cape " sahut Mel


" Belum...!!


" Dasar bos cabul!? " bentak Kartika kesal di wajah Ryan


" Kau berani mengatakan tuan cabul?? " protes Ryan


" Kalau ngak cabul apaan coba,,, anak kecil di ajak main sampe Kecapean gitu hah!! di kantor lagi " balas Kartika sambil menarik kerah baju Ryan


" Hai Miss kepo.. lepas ngak!! bocah itu bukan selera bos " bentak Ryan


" Ngak... !! selamatkan dulu Melody!! " kekeh Kartika


" Ya... lepas dulu, gimana mau nolong kalo gini " balas Ryan, Kartika lalu melepaskan kerah baju Ryan


" Tok tok tok.. tuan saatnya kita rapat " Ryan dan Kartika masuk seolah tak tau apa-apa dengan terburu-buru, keduanya langsung terdiam melihat pemandangan di depannya


" Lho... Mel ngapain kamu duduk di lantai. gitu?? " tanya Kartika


" Tuan... kok duduk di atas meja?? " tanya Ryan bersamaan, begitu melihat Samudra yang duduk di atas meja kerjanya dan Melody yang duduk delosor di lantai

__ADS_1


Samudra yang melihat kedua bawahannya masuk tanpa diminta langsung geram


" Kan sudah kubilang jangan masuk tanpa kupanggil...!!! " bentaknya membuat keduanya kaget sekaligus lega karena yang terjadi bukan seperti yang mereka fikir


" Ee bukan begitu tuan... ini sudah lebih dari satu jam, tadi kan tuan bilang satu jam aja...kita ada rapat dengan investor dari luar negri " jawab Ryan sambil memperhatikan Melody yang kembali sedang membersihkan ingusnya


" Broott..... " bunyinya terdengar, Samudra pun turun dari mejanya sambil tersenyum puas sudah bisa membuat Melody menangis... seolah ia sudah menang perang pagi ini


" Ayo kita berangkat... dan kau Melody, bersihkan ruanganku sampai benar-benar bersih!! " titahnya sambil melangkah keluar bersama Ryan


Kartika yang masih diam di dalam ruangan lalu mendatangi Melody


" Kamu ngak papa Mel?? kenapa nangis " tanyanya


" Ngak papa mba... Mel harus kuat menghadapi bos kurang kerjaan kayak gitu " ucapnya sambil berdiri


" Ayo Melody... semangat terus maju pantang mundur... ingatlah perjuangan kedua orang tuamu selama ini... Merdeka!!! " ucapnya menyemangati dirinya sendiri lalu kembali memunguti sampah kertas sampai bersih


Kartika hanya melongo mendengar suara Melody tadi.....


" Duh ni anak... hebat, masih belia tapi punya semangat luar biasa " ucap Kartika kagum


" Mel... kamu ngak di emek-emek kan ama tuan Samudra?? " tanya Kartika kepo


" Emek-emek itu bahasa apa sih mba, maksudnya apa.. Mel ngak ngerti? "


" Itu maksud mba, kamu diapain kok sampe nangis gitu he he... " jelasnya


" Gimana ngak nangis mba.. Mel lho sudah bersihin bekas si komo lewat... eh si tuan bos hambur-hambur sampah lagi, kan cape mba " jelas Melody


" Ohh gitu ya.. he he, kirain kamu ama bos tadi he he wik.. wik... " ucap Kartika sambil berlalu, Melody hanya melongo tak mengerti dengan bahasa Kartika


" Orang dewasa bahasanya aneh... emek-emek lah.. wik wik lah.... apaan sih artinya ???ntar Mel tanya deh sama bapak ibu di rumah " ucapnya bingung


Sementara itu di mobil....


" Tuan kenapa si bocah tadi nangis? " tanya Ryan kepo...Samudra hanya tersenyum... ia masih menikmati kemenangannya pagi ini


" Ha ha ngak di apa-apain... cuma kuajakin main kertas sudah mewek ha ha ha , udah gitu ngak ada jaim-jaimmnya lagi jadi cewek, kamu lihat sendiri kan dia buang ingus sesukanya ha ha ha " jawabnya sambil tertawa. senang...


Ryan hanya bisa menatap Samudra ...


" Lama kau tak pernah nampak sebahagia ini tuan, apakah seorang Melody kelak yang bisa mengetuk pintu hatimu??? " tanyanya dalam diam

__ADS_1


okay see you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya


__ADS_2