Melodi I Love You

Melodi I Love You
47. Perjanjian


__ADS_3

" Mau kuberitahu sebuah rahasia ngak?? " tanya Moe


" Rahasia apa uncle..?? " sahut Melody " Sebenarnya tuan Samudra itu suka kalo di rayu.. kalau dia marah, kamu rayu saja..." saran Moe


" Ihh ngak uncle yang ada nanti malah Mel kalo ngak di tambah hukumannya apa di pecat " tolak Melody


" Percayalah sama uncle.. Mel, aku sudah mendampingi tuan Samudra sejak lama, uncle jamin tuan tak akan memecatmu... kalau dia mau memecatmu lalu untuk apa ia menjadikanmu asprinya? " tanya Moe


" Ya untuk menyiksaku... "


" Oh ya.??... sekarang mengapa tuan mau susah-susah menyiksamu?? " tanya Moe lagi


" Karena tuan kurang kerjaan.. suka aja dia ngerjain Melody "


" Siapa bilang tuan kurang kerjaan... kadang tuan lho tidur di kantor karena kerjaannya menumpuk " lanjut Moe


" Trus Kenapa tuan suka ngerjain Melody? " tanya Melody bingung


" Kamu beneran ngak tau?? " tanya Moe..Melody mengaruk kepalanya dan mengeleng..Moe tertawa geli


" Begini saja kau tanya saja sama tuan sendiri ya nanti.. " ucap Moe


" Ih.. Mell ngak berani, apalagi kalau mata tuan sudah melotot mau keluar hih... " ucapnya sambil bergidik


" Ha ha ha Mel.. Mel... " Moe sudah tak bisa berkata-kata.. gimana ngak marah tuan Samudra Mel.. mel.. kamu ngak konek-konek dengan perasaan tuan..ucap Moe dalam hati


Sesampainya di lantai paling atas, pintu Lift pun terbuka... Moe mendorong Melody agar masuk, dengan takut-takut Melody pun masuk


" Bismillahirahmanirrahim... " lafalnya pelan


" Astagfirullah hal'azimmm.. " ucapnya seketika sambil mengelus dadanya begitu melihat lantai yang penuh dengan hamburan koran... Samudra dengan wajah keramnya duduk sambil menyilangkan kakinya di sofa, matanya menatap Melody tak berkedip.


Tanpa suara Melody pun memunguti koran yang berhamburan di lantai... ia sudah tau itu adalah hukuman untuknya.. tapi ia tak tau mengapa ia dihukum kali ini... akhirnya Melody menghentikan kegiatannya dan berjalan mendekati Samudra, ia pun duduk di lantai di kaki Samudra.. macam Inem deh jadinya


" Mengapa kau berhenti.. sampahnya masih banyak!! " ucap Samudra dengan nada kesal, Melody berusaha tersenyum semanis mungkin.. ia menarik ujung celana Samudra


" Tuan jangan marah terus dong.. sebelum Mel selesaikan.. Mel mau nanya dulu tuan bos " ucapnya

__ADS_1


" Mau nanya apa..?? " tanya Samudra


" Kali ini Mel di hukum karena apa? apa salah Mel? " tanyanya sambil memandangi wajah Samudra.. karena posisi Samudra yang di atas.. mata Samudra mau tak mau melihat ke arah gunung kembar Melody yang nampak mengintip.. membuat dada Samudra langsung berdesir.. pertanyaan Melody bahkan tak terdengar olehnya... matanya asik memandangi pemandangan indah di depannya


" Tuan.... di jawab dong!! " ulang Melody.. kali ini ia menarik ujung lengan jas Samudra


" Apa pertanyaanmu tadi.. coba ulang !!" titahnya sambil meraup wajahnya.. mencoba menghilangkan rasa ser ser di dadanya


" Salah Melody apa.. kok Melody di hukum lagi?? " ulangnya.. Samudra terdiam.. apa ya yang membuatnya marah tadi dengan bocah ini ?... ia bahkan sudah lupa.. Gegara melihat si gunung kembar barusan


" Ngak ada.. " akhirnya hanya jawaban itu saja yang terlintas, Melody hanya bisa menarik nafas panjang


" Mel bingung deh sama tuan.. gak ada salah aja Mel di hukum.. apalagi ada salah hufff... " Melody mendumel sambil kembali berdiri dan memunguti koran2 yang berserakan.. karena masih memakai kebayanya.. Melody tak leluasa bergerak.. ia memunguti koran dengan menundukkan tubuh bagian atasnya saja... sehingga membuat mata Samudra kembali di suguhi bentuk pinggul Melody nan berisi itu...


Glek... berkali-kali Samudra menelan salifanya...


" Shett mengapa tubuh bocah ini begitu sexy dan mengoda, ya Tuhan... bantu aku melewati godaan ini, jangan sampai aku ikut-ikut Ryan menjadi fedofil... 🤒🤒🤒 " ucap Samudra dalam hati


Selesai dengan pekerjaannya.. Samudra menyerahkan sebuah kertas pada Melody dan menyuruhnya menandatanganinya


" Apa ini tuan?? " tanya Melody


" Itu adalah persyaratan yang harus kau penuhi selama menjadi aspriku " terang Samudra


" Jadi selama Mel jadi asprinya tuan.. Mel tidak boleh berpacaran atau dekat dengan pria manapun kecuali bapaknya Mel?? mengapa begitu tuan? " tanya Melody tak mengerti


" Karena aku mau kau konsentrasi melayaniku saja.. aku tak mau perhatianmu terbagi pada lelaki atau hal lain.. mengerti!! " jawabnya


" Tapi kan asal Melody bisa membagi wak..."


" Pokoknya tidak boleh.. paham.. aku akan menaikkan gajimu asal kau menurut !! " ucap Samudra..wajah Melody langsung saja cerah mendengarnya


" Berapa gaji yang akan tuan berikan.. 6 juta..?? " tanyanya girang..Samudra mengeleng


" 7 juta.... ☺☺" tanyanya lagi tambah mendekat pada Samudra..tanpa di sadari Melody tangannya sudah memegang paha Samudra


" Lebih... lagi... tebaklah lagi " ucap Samudra senang dengan kedekatan mereka kini

__ADS_1


" 7,5 juta..?? " ucap Melody.. kini kedua siku Melody yang berada di paha Samudra, Samudra kembali mengeleng.. keduanya begitu dekat kini... jika tak pandai menutupi sesungguhnya kini Samudra bahkan kesulitan bernafas.. namun di bocah mah biasa aja... 😂😂


" Berapa dong tuan.. Mel nyerah deh...!! " ucapnya akhirnya..


" Kemarikan kupingmu.. aku akan membisikkannya.. karena ini rahasia.. tak seorangpun boleh mendengarnya " Wahh mulai modus nih bos.. 😈😈


Dengan polosnya Melody pun menurut.. ia menyorongkan kupingnya ke wajah Samudra


" Cepat tuan.. Mel sudah ngak sabar mendengarnya... " cicitnya.. sementara Samudra menutup kedua matanya.. ia menghirup wangi tubuh Melody sepuasnya.. ingin sekali Ia menyentuh pipi mulus di depannya... namun ia tak ingin menakuti si bocah... Samudra pun mendekati kuping Melody.. wangi nya membuat dada Samudra kembali. berdetak kencang....


" 10 juta.. tapi kau hanya libur pada hari minggu, jam kerjamu berakhir jika aku juga selesai bekerja... paham!! " bisiknya...


" Yeyyyyy..... horeeee... gaji Mell besar banget... terimakasih bos... bos yang terbaikkkkk... yeyyy.... " teriak Melody begitu senangnya.. ia sampai melompat2 kesenangan.. namun tiba2 saja hinghillnya sebelah patah dan Melody pun hendak terjatuh...


" Aaa... aaa... tuan tolong.. " ucapnya kaget, Samudra segera menarik tangan Melody dengan keras agar tak terjatuh ke lantai. Dalam sekejap tubuh Melody sudah berada di pangkuan Samudra, kedua lengan Melody berkalung di leher Samudra..keduanya terdiam.. sama-sama kaget dengan kejadian tak terduga ini...


Deg.. deg.. deg.. serrr.... itulah yang dirasakan Samudra saat ini, ia hanya bisa mematung.. Melody berusaha segera berdiri.. namun karena posisi kakinya yang tidak menyentuh lantai membuatnya susah bergerak


" Tuan... Mel ngak bisa turun.. bantu Mel dong!! " ucapnya bergerak2 di pangkuan Samudra macam ulet bulu


" Stopp Mel jangan bergerak dulu... kau bisa membuatnya terbangun!! " ucap Samudra


" Siapa yang terbangun tuan ? siapa yang tidur di kamar tuan?? " tanya Melody tak nyambung


" Bisa kau diam saja dulu bocah..??!! " pinta Samudra lagi.. mau tak mau Melody pun menurut walaupun posisi ini sangat tak enak menurut Melody


" Tuan... Mel mau turun.. Mel ngak akan ribut biar tamu tuan tak terbangun... " bisik Melody lagi di kuping Samudra


" Ya Tuhan aku sudah tak sanggup lagi..... " cicit Samudra lalu menurunkan Melody dari pangkuannya.. ia pun segera berdiri dan berjalan ke toilet


" Tuan mau kemana..? " tanya Melody lagi


" Aku mau solo karier dulu.. jangan mengangguku.. bersihkan saja apartemenku " ucapnya lalu menutup pintu kamar mandi


" Solo karier.. apa sih maksudnya tuan bos... bahasa orang dewasa memang aneh-aneh, ah emang gp yang penting sekarang gaji Mel 10 juta.... asikkkk " ucap Melody kembali melompat ria.. namun highill nya udah di lepas ya sis...


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votee


__ADS_2