
Hai hai hai.... awal minggu ya sis, boleh dong Novel ini di beri vote ya.... biar masuk rangking vote pendatang baru... 😊😊
🍹🍹🍹🍹
" Ini HP mu dol..., aku sudah memasukkan no chat ku di situ, nanti malam aku akan mengirim alamat apartemen ku " ucap Samudra sambil menyerahkan hp Melody, Melosy menerimanya dan menyimpannya di kantongnya
" Tuan bos jangan panggil Mel.. Cendol dong... Itukan panggilan kesayangan Mel ama sahabat Mel " protesnya
" Yah. bagus juga kan kalo jadi panggilan kesukaan ku... cendol... cendol.. dol.. dol... ha ha ha " Samudra ngakak sendiri
" Issss.... tuan bos ngak lucu juga.. ngakak, ngak jelas " cicit Mel pelan... namun sialnya si bos mendengarnya
" Apa kamu bilang... ulangi lagi!! " bentaknya membuat Melody langsung mundur nemplok di dinding lift
" Ampun tuan boss... jangan galak-galak atuh... " ucapnya memelas
" Bertambah lagi catatan dosa mu padaku, aku akan menagihnya besok... tunggu saja " bisiknya di kuping Melody membuat Melody merinding , Melody tanpa sadar mendorong wajah Samudra dengan telapak tangannya agar menjauh
" Ibuuuuu.... Mel takuttttt " ucapnya dengan mata berkaca
" Hei bocah cendol .. takut apaan, kayak ku apain aja kamu " protes Samudra melihat Melody yang ketakutan
" Tuan boss sih... galak banget, Mel sampe gemetaran nih... udah jangan marah2 terus " cicitnya lagi
Entah mengapa setelah mendengar cerita dari pak Joko tadi pagi... Mel jadi lebih takut pada Samudra
Flassback On
" Mell... udah selesai kerjaanmu?? " tanya Joko
" Sudah pak Joko " jawabnya
" Kalau begitu sini, ada yang mau bapak bicarakan sama kamu " ucap Joko sambil mengiring Melody ke ruangan mereka
" Bapak mau bicara apa pak?? "
" Begini Mel... bapak cuman mau nasehatin kami, jangan terlalu dekat sama tuan Samudra ya... batasi pergaulanmu dengan tuan, karena jika salah sedikit atau menyinggung perasaan tuan kamu bisa dengan mudahnya di pecat oleh tuan... mengerti, bapak tidak mau kalau kamu sampai di pecat " jelas Joko
" Maksudnya membatasi pergaulan itu Gimana pak... Mel kurang paham ? " tanyanya
" Contohnya dulu ob yang sebelum kamu di pecat karena sering mencari perhatian sama tuan... dan dia suka bersikap ganjen sama tuan, tuan tidak suka kalau pekerjanya berusaha mendekati atau merayunya... ya itu... ngak lama di pecat dah dia " jawab pak Joko
" Berarti tuan bos itu jahat juga ya pak "
" Bukan jahat... dia itu tegas dengan aturan yang di buatnya, sekarang Mel paham..?? berhati-hatilah, jangan membuat tuan Samudra sampai marah " lanjut pak Joko
__ADS_1
Flassback off
Kata-kata terakhir dari pak Joko tadi masih terngiang di telinga Melosy
" Hei.. cendol... kok malah ngelamun " protes Samudra kesal merasa di kacangin
" Ngak tuan boss, Mel ngak ngelamun.... Mel lagi pesan ojek On line " sahutnya mengalihkan pembicaraan
" Gimana mau pesan... lha Hp mu masih di kantongi, kamu sudah berani berbohong ya " tembak Samudra
" Ngak bohong tuan... Mel kan sebelum pesan harus mikir dulu mau pesannya yang mana... goxxx, apa maxx... apa grxx, cari yang paling murah he he " sahutnya lagi
" Memangnya kamu mau kemana, biasa juga kan naik angkot ? "
" Mell mau ke rumah bu guru... bu guru minta di temanin soalnya sendirian di rumah, suami bu guru pulangnya malam, ke rumah bu guru ngak bisa pake angkot tuan boss " jawab Melody panjang lebar
" Ya udah pake taxy kenapa ?"
" Mehong tuan.. nanti uang Mel habis "
" Mehong... apa artinya itu? "nanya Samudra membuat Melody melepak jidatnya
" Mehong itu mahal maksudnya tuan bos " sahutnya sambil memonyongkan mulutnya kesal... masa mehong aja ngak ngerti nih bos percuma aja sekolah sampe ke luar negri... omel Melody dalam hati
" Astoge.... tuan bos bisa meramal ya... hebat " ucapnya ternganga, tangannya bertepuk... matanya membulat memandangi Samudra, baru kali ini ada orang yang bisa menebak apa yang dipikirkannya
Dipandangi sedemikian rupa oleh Melody membuat wajah Samudra memerah....
" Asemmm kok aku jadi gr ya di pandang bocah cendol ini " ucapnya dalam hati
Ting......
Pintu lift terbuka menyelamatkan Samudra kali ini ....nampak Ryan dan para pengawal sudah menunggu di luar lift... kembali Melody ternganga
" Ya ampun... kok duluan tuan Ryan di bawah..... wow hebat.. lewat mana lift dari lantai 15 kan cuma 1 ?? " tanyanya bingung sambil bertepuk tangan membuat Ryan tersenyum geli
" Dasar bocah.... " ucap Ryan dan Samudra bersamaan
" Tuan Ryan nanti kasih tau ya rahasianya, Mel permisi dulu... Assalamu alaikum!! " ucapnya sambil berlari kedepan karena jemputan On likenya sudah datang
" Wa alaikum salam " jawab Ryan sambil memandangi Melody sampai menghilang
" Ehem... Ehem.... kenapa kau memandanginya terus? kau menyukainya?? " Selidik Samudra sambil mulai berjalan
" Tidak.... tuan... masa saya suka sama bocah kecil begitu " sahutnya segera
__ADS_1
" Bagus...!! " ucap Samudra sambil tersenyum
" Dia mainanku... tak ada yang boleh menganggunya " ucap Samudra dalam hati.
Jiahhhhhh.... Mel...kamu dengar ngak kata hati bos gemblung mu ini.... 😅😅
🍟🍟🍟🍟
" Assalamu alaikum... " suara Melody terdengar.
ting tong... bel juga berbunyi, tak lama pintu pun terbuka
" Wa alaikum salam, masuk Mell... wah badanmu tambah berisi Mel. beberapa bulan ngak ketemu " sambut Sinta
" He he Gimana ngak naik bu... di kantor makanannya enak -enak semua " sahutnya sambil terkekeh
" Mel udah makan belum, kalo belum ayo makan dulu. ? "
" Udah bu.. di kantor tadi " jawab Melody
" Kalau begitu ayo ikut ibu ke lantai 2 " ajaknya.. Melody sudah beberapa kali ke rumah gurunya ini, rumahnya sangat besar dan bertingkat.. ya karena Sinta memang anak orang kaya dan menikah dengan pengusaha pula.
Mereka lalu naik ke lantai 2 sambil. bergandengan tangan...
" Ibu punya kejutan untukmu Mel.. " ucapnya
" Wah... apaan bu? sudah ada dedek bayi ya di perut ibu? " tanya Melody antusias... karena 5 tahun perkawinan. gurunya itu belum juga di beri keturunan
" Iss... bukan dedek bayi Mel, ini kejutannya " ucap Sinta lalu membuka ruang menarinya... nampak di ruangan tersebut sebuah tiang berdiri dengan indahnya... mata Melody langsung melotot ia pun berlari mendekatinya
" Wahhh tiang pool dance, ibu jadi membelinya?? " tanyanya. senang
" Ibu ngak beli, ini ibu ambil di rumah papah. Nah maksud ibu membawanya kemari karena ibu mau kau belajar pool dance.. ya walau hanya dasarnya saja " jelasnya..... Melody langsung memeluk Sinta
" Terimakasih bu... ibu memang guru terbaik...hik hik hik " ucapnya terisak.. memang Melody sangat menyukai tarian pool dance.. ia ingin sekali belajar namun ia tak punya alatnya sedangkan jika kursus ia tak punya uang.
" Ini kamu ganti pake baju ini ya... kita belajar 2 jam saja dulu minggu ini, nanti minggu depan baru 3 jam " ucap Sinta lalu menyerahkan baju senam pada Melody, Melody pun mengerti bajunya. Selama 2 jam Sinta mengajarkan gerakan dasar pada Melody, Melody dengan mudah bisa melakukannya karena pada dasarnya ia sudah pandai menari.
Sinta memandangi Melody yang berlatih di tiang pool dance dari sofa.. ia tersenyum senang melihat semangat anak duduknya itu
" Sebenarnya siapakah orang tua kandungmu Mel... aku yakin mereka bukan orang sembarangan karena telah menurunkan gen yang begitu kuat biasa padamu " ucap Sinta dalam hati
See you next eps
Maaf so slowly up ya
__ADS_1