
" A... apa... tuan bercanda kan?? " ucapnya kaget.. Samudra menarik sebelah tangan Melody dan meletakkannya di dadanya
" Dengarkanlah baik-baik jantungku berdetak begitu cepat menandakan aku tak bercanda " ucapnya kemudian mengecup punggung tangan Melody.. Melody terdiam... ia bingung dengan kenyataan di depannya, ngak mungkin kan tuan Samudra serius dengan semua ini... ingin rasanya ia berdiri lalu berlari dari tempat itu, namun ia tak mampu melakukannya... seluruh tubuhnya terasa lemas seakan ia lumpuh kini.....
" Tu...tuan sudah dong.. ini ngak lucu " ucapnya bergetar
" Memangnya ada yang ketawa " balas Samudra
" Fix kita pacaran mulai sekarang.. kau tak bisa menolakku !!"
" Kok bisa gitu tuan.. itu namanya pemak... "
" Sekarang katakan padaku... apa ada alasan kau menolakku, apa kurangnya aku selain selisih umur kita dan kurasa itu bukanlah masalah bukan?? " todong Samudra
" Mel kan bukan selera tuan... " desisnya
" Seleraku berubah... ada lagi ? " tantang Samudra
" Mel ngak boleh pacaran ama bapak ibu " lanjut Melody
" Itu kan dulu saat kau masih sekolah, setelah mereka datang aku akan bilang meminta restu mereka untuk menjadi pacarmu... ada lagi?? " selidiknya membuat Melody mati kutu
" Apa sih yang membuat tuan suka sama Mel.?... Mel lho cuman anak orang miskin tuan, anak angkat lagi... ngak jelas keturunan siapa " tanyanya lagi sambil menunduk, berlahan di tariknya tangannya dari gengaman Samudra namun tangan itu tak bisa terlepas
Samudra mengangkat dagu Melody dengan telunjuknya agar bisa menatapnya....
" Aku suka semua yang ada padamu, apapun itu... sekarang hilangkan rasa mindermu itu, angkat wajah cantikmu .. kau sekarang kekasih dari seorang Samudra, salah satu pengusaha terkaya di Asia.. itu bonus untukmu.. berbanggalah sayang " ucap Samudra...
Mata Melody memberanikan diri menelisik mencari adakah kebohongan di mata Sam... namun ia tak menemukannya, mata elang itu menatapnya dengan penuh kasih sayang
" Ya Allah... tolonglah Melody, apa yang harus Mel lakukan?? " doanya dalam hati, entah apa sudah warna wajahnya kini.. apakah merah, apa hijau atau mungkin sudah seputih kapas karena dadanya kini terasa mau pecah
" Bisa beri Mel waktu untuk mencerna ini semua tuan? " tanyanya kemudian
" Baiklah... waktumu sampai dinner kita selesai , sekarang ayo kita makan aku sangat lapar " ucap Samudra lalu melepaskan tangan Melody yang semenjak tadi di genggamnya
" Haaa.... cepat amat tuan?? " cerocosnya ngak sadar
" Sayang... kau harus tau... waktu adalah uang jadi jangan biasakan memutuskan sesuatu itu berlama-lama, tidak bagi untuk bisnis " jawabnya tanpa dosa... Melody hanya bisa mengaruk kepalanya yang tidak gatal... apa yang di katakan bos nya ini kadang ia bingung maksudnya apa.. 🤔🙄🙄ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Makan malam terasa begitu menyiksa bagi Melody.. padahal view yang begitu indah dengan makanan yang begitu lezat namun Melody serasa mengunyah duri saja... begitu sulit untuk di telan
" Mel... kau sudah cukup menderita selama ini, belajarlah untuk menikmati apa yang ada di depanmu... mau kau itu orang miskin.. anak pungutlah.. anak buanganlah.. atau apalah menurutmu... kau berhak untuk bahagia.. nikmatilah hidupmu dan apapun yang di sajikan Allah untukmu!! " terngiang berulang kali nasehat dari si Dawet saat kemarin bertemu
__ADS_1
" Benarkah ini adalah jalan yang kau pilihkan untukku Tuhan, benarkah aku akan bahagia bersama nya??? " tanya Melody sambil memandang ke arah Samudra yang juga terus memandanginya sambil makan .
Akhirnya tuntas juga makan malam nikmat nan menyiksa bagi Melody. Samudra sudah menanti semenjak tadi... namun Melody belum mengeluarkan sepatah kata pun..
" Saya.... "
" Jangan panggil Mel.. sayang!! " potongnya
" Why..? "
" Lebai... " jawabnya
" Ha ha ha... omg, biasanya wanita suka di panggil begitu " ucap Samudra tertawa
" Mel bukan wanita... Mel masih bocah!! " rungutnya
" Baiklah...jadi dipanggil apa dong ..masa sudah jadi pacar masih di panggil bocah ??" tanya Sam
" Ihh... tuannn siapa juga sih yang mau jadi pacarnya tuan, Mel ngak mau!! " ucapnya lagi membuat Samudra langsung menarik tangan Melody hingga Melody kini ada di pangkuannya
" Tu..... tu.... mmmm" mulut Melody di tutup oleh Samudra dengan telunjuknya
" Jangan ribut.. kau mau orang2 memotho kita dengan posisi ini dan menyebarkannya di medsos?? " ucap Samudra
" Tidak...!! sampai kau mau jadi pacarku " tegas Samudra
" Jadi pacar kok di paksa sih!! "
" Terserah... mau tidak mau kau harus jadi pacarku " ucap Samudra.. Sam bukanlah orang yang mudah menyerah, ia terkenal ulet dan akan bekerja keras untuk mendapatkan apapun keinginannya termasuk untuk sang bocah.
" Baiklah... tapi Mel ada syarat yang harus tuan penuhi!! " ucapnya pasrah sudah.. karena beberapa orang sudah mulai memperhatikan mereka, senyum segera menghiasi wajah tampan Samudra
" Baik.. katakan...!! "
" Lepasin dulu Mel.. Mel mau duduk di kursi aja " pintanya, Sam pun melepaskan tangannya dari pinggang Melody
" Pertama... walaupun jadi pacar tuan ngak boleh cium-cium Mel ya " pintanya..Samudra langsung menghembuskan nafas panjang
" Ya ngak segitunya juga dong.. sesekali boleh lah, tapi aku akan minta izin dulu padamu.. bagaimana?? " tawar Samudra.. Melody diam saja
" Kedua... Mel minta hal ini dirahasiakan, Mel ngak mau orang2 tau apalagi para pegawai tuan... nanti Mel takut kalau ada yang ngak suka Mel malah di bully " pintanya lagi.
Samudra terdiam... gadis di depannya ini memang berbeda, dimana-mana kan biasanya para wanita akan bangga dan menyebarkan jika berpacaran dengan lelaki se-lating dia... ini malah minta di rahasiakan... 😑😑😑 ampun deh nih bocah, namun permintaan itu menjadi celah untuknya
__ADS_1
" Baiklah dengan syarat, jika kita berdua panggil aku ayang.. ya " ucap Samudra sambil tersenyum bahagia, ia merasa seperti kembali jadi abg kini.... perasaan bahagian nan membuncah dadanya kini, melebihi dulu saat ia mendapatkan Naura..saat Melody menganggukkan kepalanya.
Keduanya kini kembali berada di atas motor, saat lampu merah.. tangan Samudra kembali memegang punggung tangan Melody dan meremasnya gemas
" Kau tau Mel... aku bahagia sekali saat ini " ucapnya lalu menarik tangan Melody dan meletakkannya di dadanya
" Jangan hianati aku ya... please!! " ucapnya kemudian, rasa terenyuh langsung menerpa hati Melody mengingat apa yang dulu di alami oleh tuannya yang kini mau tak mau menjadi kekasihnya itu
Melody hanya mengangguk... hal sesederhana itu saja sudah membuat Samudra sangat senang kini...
" Tuhan.. terimakasih, kau masih memberiku kesempatan untuk bertemu dengan gadis yang membawa kehidupan di hatiku yang sekarat ini " seuntai rasa syukur di lantunkan oleh Samudra
Sesuai jadwal mereka sudah sampai si sebuah supermarket untuk membeli bahan masakan. Samudra membawa Melody ke Mall nya saja karena supermarket di situ 50 % miliknya sisanya saham papah dan adiknya.
Mata karyawan langsung segar melihat kedatangan bos ganteng mereka. Mereka berfikir Samudra mengadakan sidak padahal tidak.
Melody sibuk memilih bahan yang akan di masak sedangkan Samudra mengikutinya sambil mendorong trolynya, sesekali keduanya berargumen dengan merk yang akan di ambil... wajah Samudra yang begitu sumringah membuat para pegawainya bisa bernafas lega.. setidaknya malam ini mereka tidak kena marah.. pikir mereka.
Derap langkah kaki Moe dan anak buahnya nampak membahana di lorong Mall. Moe merasa kecolongan karena tuannya tidak memberitahu hendak keluar apartemen, tiba2 saja ada chat yang memberinya perintah agar segera membawa mobil ke Mall untuk membawa pulang belanjaan.
Sesampainya di tempat Samudra berbelanja.. Moe mengikuti dengan diam-diam. Keceriaan Samudra membuatnya tak mau menganggu bos nya itu dengan kedatangannya.. jadi ia hanya mengikuti dan mengawasi tanpa suara.
" Tuan... Mel ambil tulang iga ya.. enak lho di rawon " ucapnya...
" A... yang dong " bisik Samudra
" Ih ini kan ngak berdua.. banyak karyawan tuan di sini " tolak Melody
" Ok nanti di motor ama si apartemen panggilnya a... "
" Iya.. iyaaa " Sahur Melody cepat sebelum ada yang mendengar pembicaraan mereka
" Ini tuan kok lebai banget sih... berasa dia yang anak sma... ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ª" keluh Melody dalam hati.. lagi asik memilih bahan makanan.....
" Tuan Samudra.. akhirnya aku menemukanmu " sapa seorang wanita cantik mengagetkan mereka berdua, senyum di wajah Sam menghilang seketika melihat siapa yang menegurnya
Hayoooo... siapa tuh soang???
Baru juga jadian.. he he
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee
__ADS_1