
Melody bergerak... berusaha untuk bangun namun sungguh badannya sangat lemas, tanpa suara Samudra mengendong Melody dan membawanya ke kamar mandi, setelah Melody berendam di jakuci Samudra keluar sebentar, Ia memanggil maid untuk menganti alas tidurnya
" Ternyata nyonya muda masih perawan tuan, anda sangat beruntung " lapor Ester... kepala maid setelah melihat selimut yang bernoda, Samudra tersenyum mendengarnya
" Kau benar Ester, aku memang pria paling beruntung he he, mana pesananku? "
" Ini tuan, oh ya sayang tambahkan ini salep yang sangat manjur untuk menyembuhkan luka nona dengan cepat... tuan tinggal mengoleskannya saja di **** * nyonya muda.. kami permisi tuan " ucap Ester setelah memastikan semua selesai termasuk sarapan untuk keduanya.
Samudra lalu masuk kembali ke kamar mandi, Ia membantu Melody mandi Walaupun semula Melody menolaknya karena malu
" Mengapa harus malu Sayang, toh aku sudah melihat semuanya " ucap Samudra tak mau di tolak, Samudra kembali mengendong Melody ke luar dan mendudukkannya di Kursi meja rias
Tanpa mau ditolak, Samudra mengeringkan rambut panjang Melody dengan hairdryer sambil sesekali mencium rambut panjang tersebut
" Rambutmu wangi sekali " ucap Samudra , Melody mengamati Samudra dari kaca... Ia tersenyum antara senang dan malu... suaminya melayaninya seperti itu, tiba-tiba matanya mengarah ke area dadanya yang sedikit terbuka... Ia membuka lagi baju mandinya dan...
" Ay.... ayang... dada Mel di gigit binatang ya.. tapi kok ngak gatal ?? " " tanya nya bingung sambil meraba dadanya yang banyak seperti bekas gigitan dan berwarna merah kehitaman
" Di leher juga ada Ay.... " adunya lagi, Samudra mengangkat tubuh Melody ke kasur dan mendudukkannya di pangkuannya
" Sayang.. bekas ini namanya kissmark, itu aku yang menciumnya semalam.. Masa kau tak ingat?? Nanti hilang kok 2 atau 3 hari " jelas Sam
" Ngak ah ayang bohong... buktinya bibir Mel juga ayang cium kan tapi tidak berbekas seperti itu " protesnya sambil memonyongkan bibirnya memperlihatkan pada Samudra bahwa bibirnya tak apa-apa
" Kau sungguh tak percaya.. sekarang lihat ya.. aku buktikan... " Samudra kemudian mengangkat lengan Melody dan mencium sambil menghisap bagian itu beberapa menit lalu melepaskannya
" Lihatlah... " ucapnya kemudian
" Wah benarkah... ternyata ayang semacam vampire juga ya he he " oloknya
" Kau berani mengolokku?? sepertinya hukuman semalam belum cukup ya.. " dan tanpa aba-aba kembali Samudra menyosor bibir Melody, bukannya marah... Melody malah membalas sosoran si soang..entah sepertinya Ia sudah tertular kemesuman suaminya itu... kini ia suka berciuman... ada rasa nyaman dan nikmati yang tak bisa di jelaskan saat melakukannya, Apalagi saat tangan kekar Samudra sudah mulai nakal membuat ser ser di aliran darahnya
Tak lama posisi sudah berubah, si soang kembali mengukung Melody... sepertinya akan terjadi ronde kedua pagi ini....
__ADS_1
Krucuk... krucuk... krucuk... bunyi cacing yang sedang berdemo menghentikan kegiatan yang mulai memanas tersebut
" Ayo makan dulu... supaya ada tenaga, aku ingin melahapmu lagi " ajak Samudra lalu keduanya sarapan... padahal si kingkong tadi dah sarapan ya sista...😂😂
" Ay... di Jakarta jam berapa sekarang ya?? " tanya Melody
" Entahlah... Kenapa? "
" Mel kangen Ibu bapak.. pengen nelfon tapi takutnya nanti ganggu tidurnya mereka... siapa tau di sana malam? "
" Sebentar ya... akan ku cari tau, Sayang habiskan dulu makannya.. dan minum ini.. vitamin dan obat penghilang nyeri " ucap Samudra lalu berjalan sebentar mengambil hp nya dan menelfon seseorang
" Hallo.. selamat malam tuan, ada yang bisa saya bantu?? " sahut di sana
" Jam berapa di sana Moe? " tanya Samudra
" Jam 9 malam tuan.. kenapa?? "
" Ngak papa.. tit " Samudra pun langsung mematikan panggilannya dan melapor pada istri cantiknya itu yang masih asik melahap sarapannya
" Assalamu alaikum... bapak ibu, gimana Kabarnya?? " wajah Melody langsung cerah melihat keduanya
" Wa alaikum salam.... yang Allah Mel.. ibu bapak kangen banget, gimana kabarmu nak..?? " tanya Imah dengan mata berkaca
" Mel baik pak.. ibu, bapak ibu sehat juga kan?... lho itu lagi dimana.. kayaknya bukan di rumah kita ya ? " tanya Melody melihat background keduanya
" Ini di rumah baru kita nak... Bapak ibu lagi bersih-bersih, tukang sudah selesai hari ini.. insha Allah besok bapak ibu sudah mulai pindah kemari " papar Imah
" Alhamdulillah..... senangnya ya bu.. akhirnya keinginannya ibu bapak pengen punya rumah yang bagus bisa tercapai " air mata Melody menetes karena bahagia... melihat istrinya menangis Samudra langsung menghapus air matanya...
" Sudah... sudah besar kok masih mewek, ibu Bapak.. Nanti dari rumah lama bawa pakaian saja.. isi rumah di bagikan aja ke tetangga, besok Moe akan mengantar kalian untuk membeli isi rumah yang baru... tenang saja kalian boleh membeli apapun yang kalian suka... " ucap Samudra sambil menghapus air mata Melody
Imah dan Iwan merasa trenyuh melihat perhatian Samudra pada putri mereka... terlihat jelas betapa Samudra sangat menyanyangi Melody
__ADS_1
" Tidak usah nak Sam... rumah ini saya sudah mahal harganya, kami merasa tidak e..."
" Pak... kalian adalah orang tua saya juga sekarang, tidak ada istilah tidak enak...anggaplah besok kalian berbelanja untuk Melody dan.... he he " ucapannya terhenti.. sambil mesem-mesem Samudra mengaruk kepalanya yang tidak gatal itu
" Dan..... apa nak..?? " tanya Iwan dan Imah penasaran
" Dan.. anggap saja itu sebagai kopensasi karena saya tidak bisa menempati janji saya, sawah Melody sudah saya garap... saya tidak tahan Pak he he " lanjut Samudra malu-malu harimau
" Bha ha ha ha... Sam... Sam... baru juga berapa hari, yang sudah toh kalian sudah saya.. tapi tolong Jangan di rapel ya bajak sawahnya...kasihan anak bapak masih muda itu " tegur Iwan
" He he.. iya pak insha Allah... " Sahut Samudra
" Ya udah bapak jadi mau bajak sawah juga kayaknya ini lihat kalian ha ha ha, Mel... baik-baik ya nak, jaga kesehatanmu selalu ya....bapak ibu sangat menyanyangi mu.. Assalamu'alaikum "
" Wa alaikum salam... Mel juga sayaaaaang kalian muah muah muah " balas Melody tak kalah senang... wajah keduanya pun menghilang sudah
" Sudah senang...?? " tanya Samudra.. Melody lekas mengangguk
" Ayang.. terimakasih ya sudah Belikan bapak ibu rumah yang bagus.. sama isinya lagi, ayang tau ngak kalo Musim hujan.. kamar bapak itu bocor, jadi Kasur di gulung di bawa ke ruang tamu. Bapak tidur di ruang tamu... ibu tidur sama Mel ..kasihan kan bapak " cerita Mel
" Ya sudah jangan sedih Lagi, kan sekarang sudah punya rumah baru, ngak bakalan Kehujanan Lagi dan ibu bapakmu juga ngak perlu bekerja lagi, cukup mengelola rumahkos yang akan kubuatkan Nanti "
" Iya.. Makanya Mel mau bilang makacihhhh banget sama ayang, terimakasih karena sudah memperhatikan orang tua Melody... " ucap Melody sambil mengecup pipi Samudra ...tanpa menyadari ciuman di pipi itu telah membangunkan sesuatu di tubuh si kingkong
Merasa mendapat angin.... Samudra tersenyum mesum, Ia pun mengangkat Melody ala bridlestyle dan membawanya ke ranjang kembali
" Kau bisa berterimakasih dengan cara yang lain sayang.... " bisiknya
" Apa.. bagaimana?? " tanya Melody
" Tak usah berpura-pura tak tau... Kau tau apa mauku....aku mau mengarap sawahmu lagi " ucap Samudra dan dengan cepat ia membuka bajunya juga menarik baju mandi yang di kenakan Melody
Beberapa saat kemudian terjadilah proses membajak sawah dan bercocok tanam kembali, tubuh Melody sungguh membuatnya tergila-gila ...si soang Ingin Lagi.. lagi dan lagi....😱😱🤗🤗
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa like komen dan vote nya