
Asik memandangi rambut indah itu... suara hp mengagetkan keduanya, rupanya ada yang menelfon Melody... Samudra langsung mengambil hp yang di letakkan di atas meja tersebut, membuat Melody kaget saat tangan keduanya bersentuhan karena sama-sama hendak mengambil hp tersebut
" Lho kok di ambil HP Mel.. tuan? " tanyanya
" HP mu kusita..nanti kalau pulang baru boleh kau ambil " ucapnya lalu mengintip siapa yang menelfon
" Aldi....siapa ini pacarmu!!? " tanyanya ketus
" Bukan tuan bos.. teman smu Mel " sahut nya lalu pergi meninggalkan Samudra
" Pizza tuan sudah datang, tuan mau makan sekarang?? " tanyanya
" Kau tak mau menjawab telfon ini? " tanya Samudra
" Ngak usah tuan... Mel males , sehari bisa 10 kali tuh si Aldy kalo nelfon... " sahutnya sambil kembali mengelung rambut panjangnya, Samudra mengekor menuju ruang makan... hp Melody kembali berbunyi
" Bagas.... siapa lagi ini, gebetanmu?? " tanya Samudra lagi
" Bukan tuan... sama kayak Aldi "
" Apa maunya?? "
" Mana Mel tau tuan... Mel ngak pernah angkat telfon mereka " jawab Melody, Samudra lalu mengangkat panggilan Bagas
" Hallo.... " sahutnya ketus
" Oh Hallo... apa benar ini HP Melody.. Melody nya ada om? " tanya si Bagas
" Ada perlu apa.. Mel lagi sibuk " sahut Samudra sambil menatap Melody... sedangkan Melody cuek bebek.. ia asik saja membuatkan minum untuk Samudra
" Ee saya mau kerumah.. boleh om ?, mau ngajak Melody nonton " ucap Bagas gugup
" Ngak bisa... Melody kerja sampe malam tit... " sahut Samudra lalu langsung menutup panggilan tersebut
" Lho tuan jadi Mel di sini sampe malam?? " tanyanya begitu mendengar jawaban Samudra
" Kenapa..?? kau mau jalan sama Bagas? " tanya Samudra kepo
" Ya enggaklah tuan, Mel kan biasanya kalau hari minggu suka ngumpul sama bapak ibu di rumah aja " sahut Melody lalu membukakan pizza untuk Samudra
" Silahkan tuan " ucapnya lalu hendak pergi
" Mau kemana kamu?? " tanya Samudra
" Mau lanjut kerja tuan "
" Nanti... sini temani aku makan siang " titahnya, Melody lalu duduk di depan Samudra.. Samudra mendorong kotak pizza tersebut ke arah Melody.
Mata Melody berbinar melihat pizza yang penuh dengan toping keju dan sosis itu... ia mengambil sepotong lalu memandang ke arah Samudra sambil tersenyum manis
__ADS_1
" Terimakasih tuan.. Bismillah " ucapnya lalu memakan pizza tersebut dengan lahap, bibir kecilnya beberapa kali di jilatnya karena saos dan keju yang memenuhi bibirnya.. membuat Samudra tertawa
" Kau makan seperti anak tk saja " ucapnya lalu mengambil tissu dan memberikannya pada Melody, Melody lalu membersihkan bibirnya dengan tissu tersebut
" Enak banget rasanya, boleh Mel tambah lagi tuan?? " tanyanya dengan sorot mata memohon yang sangat mengelitiki perasaan Samudra
" Hemm.. makanlah sampai kau kenyang, karena pekerjaanmu masih banyak " jawabnya
" Siappp tuan bos... he he " sahutnya sambil menghormat pada Samudra
" Memangnya aku bendera.. kau beri hormat begitu hah..?? " protesnya
" He he ya engaklah tuan bos, kan bukan bendera aja yang di beri hormat " sahutnya santui
Bunyi Hp kembali terdengar..wajah Samudra sudah jelek saja...
" Lelaki mana lagi yang menelfonmu ini? katanya ngak mau pacaran.. buktinya... " omel Samudra
" Yeee tuan bos... itu yang bunyi HP nya tuan bukan Mel... makanya jangan marah2 terus " ucap Melody.. membuat Samudra menyadari kesalahannya
Bergegas ia mengambil hp nya... Ryan calling
" Ada apa?? " tanyanya singkat
" Tuan jadi ke hotel? saya sudah pesankan " ucap Ryan... Samudra terdiam sejenak sambil memandangi Melody yang masih asik mengunyah
" Aku memang lagi kepingin.... tapi sepertinya menghukum bocah ini lebih mengasikkan " pikir Samudra
" Batalkan tit... " ucapnya langsung memutus panggilan Ryan..membuat Ryan keheranan sambil memandangi handfhone nya
" Aneh... sekarang semakin jarang tuan ke hotel, ada apa ya..? " batin Ryan bertanya2... jika bos nya ada gebetan ngak mungkin ia ngak tau π€π€π€
πΈπΈπΈπΈ
Sementara itu di lantai dasar apartemen kedua penjaga sedang berdiskusi
" Gimana bro.. kita lapor ngak sama nyonya? " tanya di A
" Lapor apa? " tanya balik di B
" Itu.. nyonya kan pesan kalau ada wanita yang bisa masuk ke apartemen tuan Samudra.. kita disuruh melapor "
" Ya itu kan kalo wanita, maksud nyonya itu... wanita yang spesial ... lah itu tadi pagi kan bocah mau kerja, ngak perlu lah "
" Ya sudah... kamu yang tanggung jawab ya " keduanya akhirnya tak jadi melaporkan perihal kedatangan Melody
ππππ
Selesai makan siang.. Samudra menyuruh Melody membersihkan ruangan gym nya . Melody pun membawa kain lap dan penyemprot stainless dan mulai mengosok seluruh alat yang ada si ruangan itu. Sementara Samudra mengambil laptopnya.. membaca laporan namun dengan mata yang terus menatap Melody.
__ADS_1
" Mengapa aku ingin selalu melihatnya... selalu senang melihat tingkah konyol dan selalu menanti mimik wajahnya yang lucu " banyak pertanyaan berseliweran di otaknya
" Apakah aku menyukainya?? tak mungkin bocah ingusan seperti nya bukan seleraku, sedari dulu aku sangat menyukai wanita yang sexy dan mengairahkan " ucapnya dalam hati.
Pikirannya menerawang saat dulu pertama kali ia bertemu dengan Naura di sebuah club malam. Naura adalah seorang penari..setiap Naura tampil, Samudra selalu datang. Gemulai tubuh Naura dan kemolekan nya telah membius seorang Samudra. Samudra mengeluarkannya dari club malam tersebut dan menyembunyikan identitas Naura pada keluarganya agar mereka mau menerimanya.
Entahlah mengapa sejak awal neneknya tak setuju dengan pilihan Samudra, mungkin itu yang namanya insting... namun Samudra tetap. bersikeras bahwa Naura adalah wanita yang terbaik untuknya dan semua itu terbukti setelah beberapa tahun pernikahan mereka, perbuatan busuk Naura terbongkar... di awali dengan di temukannya pil kontrasepsi, yang artinya selama pernikahan Naura mengkonsumsinya agar tidak hamil, padahal Samudra dan keluarganya sangat menginginkan keturunan.
" Naura... Naura mengapa kau begitu kejam padaku, apa salahku padamu? kurangkan seluruh cinta.. dan harta yang sudah kuberikan padamu?? " kegalauannya kembali memenuhi rongga pikiran seorang Samudra, tanpa ia sadari Samudra membanting pigura yang berisikan fotonya bersama Naura ke lantai hingga hancur berkeping2.
Mendengar bunyi benda yang jatuh... Melody bergegas berlari melihatnya
" Tuan.... tuan bos, jangan bergerak... diam saja di situ!! " teriaknya mengagetkan Samudra dari lamunan, ia kaget jemarinya sudah berdarah dan kaca pigura berhamburan di mana2
Dengan gesit Melody menarik Samudra ke ujung ruangan
" Tuan duduk di sini dulu ya " ucapnya sambil mengambil Tissu dan membungkus tangan Samudra yang berdarah, ia lalu berlari ke dapur... tadi ia melihat kotak obat di sana.
Ngak pake lama Melody sudah kembali ke hadapan Samudra sambil membawa kotak obat dan air hangat lalu meletakkannya di atas meja.
" Sini tuan... Mel obati lukanya " ucapnya seraya meraih tangan Samudra dan memasukkannya sebentar di baskom yang berisi air hangat sampai darahnya luruh... ia lalu mengangkat tangan Samudra dan menaruknya di atas sebuah handuk kecil. Matanya memelototi bekas luka Samudra...
" Nah kan masih ada kacanya " celetuknya lalu mengambil sebuah jepitan kecil... ia mencabut sebuah kaca kecil yang masih menancap di tangan Samudra
" Sakit tuan?? " tanyanya sambil menengok wajah Samudra, gerakan tiba2 Melody hampir saja membuat wajah mereka bersentuhan
" Ti...tidak " sahutnya cepat, Melody kembali menunduk lalu mengobati tangan Samudra dan membalutnya dengan perban... sementara Samudra berusaha menenangkan dadanya yang berdendang akibat terlalu dekat dengan Melody... sedangkan Melody mah cuek saja... π
" Kok bisa luka tuan bos?? " tanya Melody sambil membalut luka Samudra
" Ngak papa.. tanganku licin tadi " sahutnya
" Nah sudah kelar... sebentar ya tuan bos... " ucap Melody lalu merapikan kotak obat dan membawanya kembali ke dapur. Tak lama ia sudah kembali sembari membawa secangkir teh dan memberikannya pada Samudra
" Diminum teh nya tuan... biar cepat tenang, Mel mau bersihkan pecahan. katanya dulu " ucapnya dan segera mengambil serok dan sapu. Samudra mengamati Melody sambil meminum teh nya. Posisi Melody yang membelakangi nya lalu menunduk karena menyapu sambil mengamati jika masih ada kaca yang tertinggal, kembali membuat dada Samudra berdendang.....mengapa bocah ini terlihat begitu sexy... ucapnya
Di rogohnya kantongnya dan menekan nomor Ryan...
" Hallo... ya tuan.. ?" tanya Ryan
" Aku butuh pelampiasan.... sekarang!!! tit " ucapnya bergetar lalu berdiri
" Mel.. aku harus keluar dulu, tunggu aku kembali baru kau boleh pulang!! " titahnya sambil bergegas mengambil jaket dan kunci mobilnya
" Baik tuan boss.... " sahut Melody tanpa menoleh karena masih asik memunguti pecahan kaca
Okay sekian dulu yo
Sambung lagi kapan sempat.. π π
__ADS_1
Jangan lupa untuk like.. komen dan vote selalu karya - karya aku.