
" Berani kau memukulku bocah 😡" protes Sam
" Maaf tuan... itu reflek, tuan sih ngajaknya mesum aja!! hufff sakit ya... maaf... " jawabnya sambil berdiri dan meniup kepala Samudra yang tadi kena centong dan mengelusnya.. Samudra tersenyum senang sudah bisa mengerjai si bocah
" Coba kau periksa... siapa tau berdarah, kalau kepalaku sampai bocor kau bisa masuk penjara karena berusaha membunuhku " ucapnya lagi menakuti si bocah.. langsung saja Melody panik.. ia tambah mendekat dan memeriksa dengan seksama kepala Samudra, sementara Samudra melingkarkan tangannya ke pinggang Melody dan menariknya hingga dada Melody menempel ke wajahnya
" Kyaaa.. tuan ngapain kok...😱😱 nem... pel " tanyanya bingung dengan posisi itu
" Diam saja dulu... kepalaku tiba-tiba pusing " keluhnya membuat Melody mau tak mau diam, ia takut jangan-jangan bos nya itu geger otak gegara centong tadi..Samudra menyesap wangi tubuh Melody.. wangi yang tak di ciumnya 3 hari terakhir. Entah mengapa wanginya begitu membuat nyaman dirinya.. apakah benar kata Moe, aku menyukai bocah ini ?
" Krucuk-krucuk " bunyi perut Melody membuat Samudra akhirnya melepaskan wajahnya dari dada Melody
" Sudah makan saja dulu.. tuh cacingmu pada demo " ucapnya sambil melepaskan tangannya dari pinggang Melody
Melody duduk sambil menenangkan dadanya yang masih berdendang ria... sebenarnya saat Samudra menempelkan wajahnya ke dadanya... Melody serasa di sengat listrik di area perutnya.. perasaan apa ini ? ia sungguh tak mengerti.. mengapa kini jika mereka bersentuhan dadanya jadi berdetak begitu kencang... tubuhnya terkadang serasa tersengat aliran listrik... apakah ada yang salah dengannya???
" Mengapa kau melamun? cepat makan!! " titah Samudra
" Ya tuan... " ucapnya lalu makan dalam diam, mata Samudra terus menatap Melody walaupun mulutnya mengunyah... pertanyaan besar nya belum bisa ia jawab sampai kini...benarkah ia menyukai bahkan mencintai si bocah di depannya ini.
Selesai sarapan mereka meluncur ke tkp.. yaitu tanah yang akan di beli oleh Samudra. Tanah berada di komplek perumahan horang2 kayah itu memang memiliki view yang sangat indah. Setelah puas melihat area tanah dan bernegosiasi masalah harga dengan si empu tanah.. kesepakatan pun terjadi, tanpa mau membuang waktu perjanjian jual beli segera di urus oleh notaris yang di tunjuk.
Kini mereka sedang berkeliling untuk survei daerah ramai yang kira-kira cocok untuk pembangunan mall nya. Melody semenjak tadi asik chatingan sampe mesem2 sendiri, tentu saja hal itu membuat Samudra langsung badmood aja
" Kamu chatingan sama cogan ya?? 😡 " tanyanya marah... tangannya sudah mau merampas HP Melody.. tapi Melody menjauhkannya dan menyembunyikannya di belakangnya
" Ngak tuan... Mel lagi chat sama Dawet, nanti malam ini boleh ngak Mel nginap di rumah Dawet.. Mel kangen sudah lama ngak ketemu " ucapnya...
" Enak saja mau nginap di tempat temannya.. ngak bakalan aku melepasmu bocah " omelnya dalam hati
" Kita pulang hari ini.. kalau kau mau ketemuan.. sharelock aja tempat makan siang kita nanti.. biar Dawet kering itu ikut makan aja sama kita " titahnya
Akhirnya Melody hanya bisa menuruti titah Samudra . Mobil memasuki sebuah cafe bernuansa kebun.. Samudra memesan semua meja di lantai atas untuk mereka.. karena ada tamunya yang juga akan datang
__ADS_1
Pemandangan dari lantai atas sangatlah indah...Melody senang sekali, baru kali ini ia makan di tempat seindah dan sesejuk ini... enaknya ya jadi orang kaya bisa menikmati hal-hal seperti ini... ucapnya dalam hati
" Tuan.... bi... "
" Bisa... ayo... " jawab Samudra yang sudah hapal dengan kebiasaan Melody yang minta di foto.. Samudra dengan senang hati melakukannya karena artinya semakin banyak koleksi foto si bocah di galeri hp nya.. he he
Ngak pake lama ..Samudra memesan makanan dan mereka makan duluan berdua sebelum tamu2 mereka datang.
" Tuan.. makasih ya.. Mel sudah di ajak ketempat indah seperti ini..tadi sudah di belikan baju baru he he " ucapnya senang sambil mengunyah
" Beneran nih mau ngucapin terimakasih...?? " tanya Samudra.. Mel mengangguk cepat
" Kalau begitu suapin aku... aku malas memilah tulang ikannya... " titahnya manja... tanpa protes Melody pun menyuapi bosnya makan... itung2 balas budi karena tadi tuannya itu sudah membelikannya banyak baju baru.
Moe yang makan di meja sebelah tak menyia-yiakan kesempatan itu.. ia segara membuat video pendek dan mengabadikan foto2 indah itu dan.... segera mengirimnya ke Jepang .
" Bos... bos kirim kemana tuh foto? " tanya Ringgo
" Ke big boss lah... kau tau. setiap info seperti ini berarti bonus... he he "
" HP doang... gampang.. aku belikan, yang penting kamu nurut sama semua perintah ku....ok!! "
" Ok bosss.... Sippp " keduanya makan sambil tersenyum senang
Selesai makan... tamu Samudra pun datang, 3 orang datang dengan menenteng tas kerja di tangan mereka, di belakang mereka muncul juga seorang gadis seusia Melody....
" Cendoooolllll I Miss Youu!! " suara cemprengnya langsung membuat semua terkaget-kaget , Melody yang sedang mencuci tangan langsung berlari dan memeluk temannya itu
" Daweettt..... ya Allah... tambah cantik aja kamu " ucapnya senang
" Kamu lah yang tambah cantik... beneran dah kayak orang kantoran, beneran kerja kamu ke Bandung?? " tanya Dawet
" Ya iyalah... sini aku kenalin sama bos ku " ajak Melody.. Melody lalu menarik Dawet ke meja Samudra
__ADS_1
" Tuan... kenalkan ini teman Mel namanya Manda , Manda ini bos aku namanya tuan Samudra " ucap Melody... Samudra lalu menyalami nya
" Omo... Omo.. Omo....ya amplop ganteng kok keterlaluan sih... kenalin saya Manda.. sahabat nya Cendol " ucap nya sambil mengenggam erat tangan Samudra
" Manda...? terus si dawet kering yang mana? " tanya Samudra yang penasaran dengan si Dawet
" Sa.. saya juga.. ia Manda Dawet he he " sahutnya dengan air liur yang hampir menetes
" Samudra... Mel pesan saja apa yang kalian mau ya, aku kerja dulu " jawab Samudra setelah berhasil menarik tangannya dari genggaman si Dawet
" Terimakasih tuan.. Mel permisi " ucapnya sambil membungkuk sopan pada tamu Samudra, dengan susah payah Melody menarik Manda ke meja sebelah
" Wet.. kamu kenapa sih kok kayak orang ayan gitu liat bos aku... jangan malu-maluin dong!! " omel Melody
" Ya Allah Mel.. kamu punya bos ganteng nya ngak ketulungan gitu... jantung kamu baik2 aja.. ngak sesak nafas kamu... Mel " rumpinya heboh
" Biasa aja tuh... ganteng dari mana? matamu itu katarak ya Wet?? " tanya Melody balik, Manda melepak kepalanya...
" Ya Allah punya teman kok oon nya ngak hilang-hilang ya... " omelnya sambil terus memandangi Samudra dari kejauhan,
" Tega banget sih kamu wet... sahabat sendiri di katain oon 😡😤" ucap Melody sedikit kesal
" Ya Gimana ngak dibilang oon... wong lelaki setampan itu kau bilang biasa aja... Halloooo?? 😤😤😤" kembali di dawet keki melihat temannya yang kok begitu amat jadi cewek
" Tampan...?? " beo Melody... Dawet langsung berdiri ke belakang Melody.. kedua tangannya memegang kepala Melody dan mengarahkannya ke Samudra.. ia lalu membungkuk dan berbisik
" Buka matamu yang se daun kelor itu lebar-lebar , lihatlah... wajah nya yang begitu tampan.. tubuhnya yang tinggi berotot, masih muda... plus kaya... adalah lelaki yang 1000% sangat ideal untuk di jadikan pacar Melllll, sadar woi sadar... dan dia ada di depan matamu setiap hari... gercep dong Mel.. ntar kalo lambat di embat orang... hiiii... guemezzzzzzz aku sama kamu Melllll " bisik Dawet panjang kali lebar
Melody memandangi Samudra yang sedang berbincang serius dengan tamunya... memang apa yang di katakan dawet itu benar adanya... tapi siapalah dirinya hanya gadis miskin lulusan smu... ia tak pernah bermimpi untuk bisa menjadi pacar seorang Samudra karena ia tau ia bukan siapa-siapa.
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee nya
__ADS_1
Mereka makan di mari ya Sis.... outhor mah halu dulu... kapan bisa ke Bandung yo... 😅😅