Melodi I Love You

Melodi I Love You
107. Bisul


__ADS_3

Sista sekalian sabarno ya kalo sesekali ngak up... maklum namanya emak-emak ni punya banyak tugas dan tanggung jawab selain pekerjaan di luar rumah, tapi thor selalu usahakan up... 😘😘😘 untuk kalian semua


Dengan mengengam sebelah tangan Melody , Samudra bersender di kursi mobil dan menutup kedua matanya... ia mempergunakan waktu di jalan dari Mall ke rumah Melody untuk beristirahat..hari ini kegiatan mereka sangat melelahkan.


Melody pun sama... ia juga memejamkan matanya,


" Teryata begini lelahnya ayang bekerja... pantasan banyak uangnya, ayang tak berhenti jika pekerjaannya tak selesai... makanya ayang senang banget kalo di perhatikan atau di layani di apartemen...setelah aktifitas seperti itu setiap hari pastilah ayang ingin ada yang memanjakannya " ucap Melody dalam hati... hatinya merasa terenyuh melihat Samudra yang kelelahan. Berlahan Melody memeluk lengan Samudra dan bersandar di bahu Samudra... sebelah tangannya menepuk-nepuk lengan Samudra, maksudnya agar Samudra segera tertidur


Senyum kecil nampak terlihat di bibir Samudra... ia suka perhatian kecil itu...


" Moe... bangunkan saja kalau sudah sampai " ucapnya sambil terpejam


" Siap tuan " jawabnya sembari menaikkan kaca pemisah memberi tuannya privasi


60 menit kemudian.....


" Tuan... nona... sebentar kita sampai, apakah tuan jadi mengantar nona ke dalam?? " tanya Moe


" Hemm... Iyaa... " ucap Sam lalu menepuk pelan pipi Melody yang masih tertidur


" Bangun sayang.... sudah sampai " bisiknya sambil mencium pipi Melody sekilas... Melody pun mengucek matanya


" Jam berapa ini ay..? "


" Sudah hampir magrib.. ayo ku antar pulang!! " ajaknya... keduanya lalu keluar dari mobil dan berjalan ke rumah Melody


" Moe bagaimana urusan rumah itu?? " tanya Sam


" Beres tuan... besok tinggal pembayaran, mau balik nama siapa tuan..??. sekalian di urus sama notaris , tapi rumahnya harus di perbaiki dulu di beberapa tempat baru bisa di gunakan " jawab Moe


" Nanti kuminta kk dan ktp bapaknya Melody, kau urus saja semua ya... kau tidak usah ikut ke Amrik.. biar Ringgo cs saja" titahnya


" Baik tuan... " sahut Moe


" Yess..... Amrik... here I comeeee " cicit Ringgo kesenangan sampe melompat kegirangan

__ADS_1


" Huh dasar pengawal katro... kayak ngak pernah aja ke luar negri " omel Moe melihat kelakuan Ringgo


" Ya kan saya belum pernah ke amrik bos... he he.. bos mau oleh-oleh apa?? " tanyanya dengan wajah sumringah


" Ngak...!! gaya mau belikan oleh-oleh.. ujung2nya nanti minta tranferan " jawab Moe membuat Melody tertawa ngakak


" Assalamu alaikum!! " ucap keduanya begitu sampai


" Wa alaikum salam... " sahut Iwan sambil membukakan pintu, ia kaget melihat ada Samudra cs mengantar Melody


" Oh ada nak Samudra.. silahkan masuk!! " sapa Iwan


" Terimakasih pak " jawab Samudra lalu masuk ke ruang tamu dan duduk bersila di lantai, Melody lalu mengambilkan minum dan kue untuk Samudra, tak lama azan mahgrib pun berkumandang... Iwan lalu mengajak Samudra ke mushola dekat rumah sementara Melody mandi lalu membantu ibunya memasak makan malam.


Selesai sholat ke empatnya makan malam bersama, awalnya Samudra malu namun akhirnya minta tambah juga karena seperti biasa masakan keduanya memang uenaakkkk 😊😊


Selesai makan keduanya keluar duduk di bale-bale depan rumah, keduanya merokok sebatang sambil berbincang


" Pak... ada yang ingin saya sampaikan!! tapi saya ragu " ucap Samudra membuka pembicaraan


" Apa nak.. katakan saja!! " jawab Iwan


" Apakah sangat fatal?? "


" Entahlah... pak tergantung sudut pandang masing-masing, hanya saja saya ingin menyampaikan ini agar kedepannya... bapak, ibu dan Melody tak kaget jika mendengar kabar burung dari orang lain ...karena saya sudah mengakuinya terlebih dahulu " ucapnya sambil menghisap rokoknya lalu menghembuskannya dengan kasar, nampak sekali Samudra galau


" Baiklah... bapak akan mendengarkan " janji Iwan


" Begini pak.... seperti yang bapak ketahui saya duda sudah 3 tahun. Saya bercerai karena Naura ternyata memiliki lelaki lain... dan selama pernikahan kami ia selalu melakukannya " jelas Samudra


" Kok bisa..?? apakah senjatamu ngak bisa menembak?? kau impoten?? hingga istrimu selalu selingkuh" tanya Iwan kaget


" Bukan begitu pak.. saya sehat... sangat sehat, namun ternyata Naura bersedia menikah denganku untuk menggerogoti hartaku saja... ia tak pernah putus dengan pacarnya , beberapa orang sudah pernah melapor namun saya tak pernah percaya hingga suatu saat saya mendapatinya sedang melakukannya di tempat tinggal kami... saat itu lah baru mata saya terbuka lebar " jelasnya sambil menunduk


" Lalu....?? " tanya Iwan tak sabar

__ADS_1


" Lalu jadilah saya sangat membenci wanita... saya tak percaya ada wanita yang akan tulus padaku, hingga saya hanya menganggap wanita itu tak lebih dari alat pemuas ***** belaka " ucapnya lagi


" Jadi... selama ini.... "


" Ya seperti yang bapak pikirkan, saya selalu menyewa wanita pemuas ***** untuk menghilangkan hasratku jika sudah tak tahan.... sampai saya berjumpa Melody baru saya berhenti... " akhirnya bisul yang di tahannya pecah sudah...hening menghiasi keduanya kini... hanya asap rokok yang berseliweran


" Sungguh pak... saya sangat mencintai Melody... saya tak mau kehilangan Melody, itulah mengapa saya mengakuinya agar tak ada kebohongan dan penyesalan di kemudian hari " sambung Samudra karena tak ada tanggapan dari Iwan


" Lalu setelah mengenal Melody.. bagaimana kau melepas hasratmu? kau menodai anakku?? " tanya Iwan dengan mata melotot


" Tidak pak.. sumpah, kami hanya berciuman Itupun hanya sebentar... Melody selalu menolak dengan alasan takut di cekek ibu bapak " jawabnya cepat


" Lalu...??? "


" Ya main solo lah pak.... makanya saya pengen cepat nikah pak... kasian kadang lecet nih " jawab Samudra lagi sambil melirik ke pusakanya


" Bha ha ha hi hi hi ha ha ha " pecahkan tawa Iwan tak bisa di bendung lagi mengagetkan Samudra juga para pengawalnya... bahkan tetangga yang lewat pun pada nengok saking kencangnya tawa Iwan


" Maaf nak Sam... tapi bha ha ha hi hi hi " kembali Iwan hanya bisa tertawa ngakak


" Nopo toh pak.... ketawa kayak orang kesambet?? " tegur Imah dari dalam, Iwan pun segera diam hanya bahunya yang masih bergerak menahan tawa


" Iya... olok aja terus Sam.... " ucap Samudra rada keky di ketawa begitu rupa oleh Iwan...


" Maaf tapi bapak tak bermaksud mengolokku hanya saja ketawa bapak ngak bisa di rem nih " sahut Iwan seraya menghapur air mata yang keluar dari ujung matanya


" Bapak tertawa karena apa yang kamu alami ini juga bapak alami saat bapak muda dulu, makanya bapak ngakak... karena bapak tau rasanya bermain solo, kalau kamu mah cuman sebentar.... kalo bapak setahun lebih, kau bayangkan saja betapa tersiksanya itu ha ha ha ha " tawa Iwan kembali pecah


" Apa lebih setahun bapak solo..... ya ampun, kalau Sam panti ngak sanggup!! kok bisa gitu pak?? " gantian Samudra yang kepo


" Bapak akan ceritakan koreng bapak waktu masih muda dulu... juga dengan janji kau juga bisa memahami masa lalu bapak dan tak menghubungkannya dengan Melody, Melody saja tak tau kisah ini... kau janji!!! " pinta Iwan


" Baik pak... Sam janji... "


Nah gimana ya koreng masa lalu Iwan... ?? kepoo ngak... kalau thor mah kepo banget....

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya


__ADS_2