
Rapat darurat segera dilaksanakan di ruang rapat lantai 10, semua pengawal dipanggil. Rapat tersebut tertutup untuk pegawai lain hanya untuk pengawal, Ryan, Mega, Samudra dan tentunya Kartika
Samudra meminta Mega untuk memutar kembali percakapan yang sempat direkam nya
" Bagaimana menurutmu Moe... apa yang harus kita lakukan apakah kita harus melaporkan kepada polisi? atau kita menyelesaikannya sendiri? " tanya Samudra
" Tuan menurut pendapat saya, jika kita melaporkan rekaman ini kepada polisi sekarang paling mereka hanya diperingatkan dan tidak akan ditangkap dengan alasan bukti lemah atau buktinya kurang kuat " jawab Moe
" betul itu Tuan, dan mereka pasti akan beraksi kembali mencoba berbagai cara untuk menggagalkan pernikahan Tuan " lanjut Ryan
" Jadi apa yang harus kita lakukan ? pikirkan sesuatu aku tak bisa berpikir lagi, aku sangat marah saat ini yang ku mau tahu hanyalah aku ingin mereka membusuk di penjara selama-lamanya " ucap Samudra dengan wajah yang memerah karena menahan amarahnya
" Saya punya rencana Tuan tetapi ini memerlukan seorang wanita sebagai umpan, dan wanita tersebut harus memiliki perawakan 11 12 dengan Melody " ucap Ryan
" katakan rencanamu Ryan kita akan bahas bersama !!"
" Begini Tuan kita ikuti saja apa rencana mereka mereka ingin menculik Melody kita berikan Melody tapi Melody kw, jadi biarkan mereka menculiknya dan membawanya ke markas atau rumah Nadia seperti rencana mereka. Setelah mereka terbukti melakukan penculikan, terbukti melakukan kekerasan baru kita lumpuhkan mereka dan melaporkan mereka ke polisi " papar Ryan
Semua peserta rapat memikirkan unsur yang yang menurut mereka sangat brilian tersebut
" Tak rugi aku mengajimu sangat besar Ryan otakmu memang sangat cerdas " puji Samudra
" Bagaimana menurutmu Moe ?" tanya Sam lagi
" Saya sangat setuju tuan, dan saya punya wanita yang cocok dengan kriteria penyamar nona Melody yaitu Astina. Dia adalah bodyguard baru nona Melody, dia menguasai ilmu beladiri menguasai senjata dan jangan diragukan lagi dia pasti bisa melakukan peran ini tanpa mengecewakan kita " sahut Moe
Seorang wanita lumayan cantik berdiri dan memperkenalkan dirinya pada Samudra...
" Tapi rambutnya pendek Moe... " protes Samudra
" Itu mah gampang tuan... tinggal di kasih wig kan beres tuan, dan kau Astinah pelajari tatacara bersuara nya nyonya Melody... sebisa mungkin kau ikuti agar lebih menyakinkan " ucap Moe
" Mega... terimakasih atas informasi ini, kau yakin tak mau apapun... katakan saja apa yang kau mau, aku akan memberikannya padamu " ucap Samudra... Mega lalu berdiri
" Saya sungguh tidak ingin apapun, saya hanya ingin membalas kebaikan nona pada saya waktu itu... sebaiknya saya permisi.karena saya harus kembali bekerja, saya hanya minta tolong rahasiakan informasi ini dari saya karena Nadia adalah salah satu teman sekolah saya dulu " ucap Mega lalu pamit dan meninggalkan perusahaan Samudra dengan senyum di wajahnya
__ADS_1
" Yah setidaknya aku bisa membalas budi baik seorang gadis yang mau menolongku.. maafkan aku Nadia, aku tak pernah mau mencelakakan mu namun rencana jahatnya tak bisa di tolerir " ucap Mega dalam hati
Back ke ruang rapat
" Moe... Ryan, bisakah kalian menangani masalah ini tanpa melibatkan nama Melody dan aku di kepolisian nanti ? dan satu lagi keluargaku dan Melody tak perlu tau akan masalah ini.. aku tak mau mereka khawatir, cukup aku saja !! " titah Samudra
" Beres tuan... tuan santai saja, dampingi saja nona... nanti saat ke spa percayakan saja nona pada kami, kami jamin akan menjaga nona dengan ketat " sahut Moe
" Tuan... tuan sepertinya sangat lelah, mau Tika bikinkan ramuan telur ayam kampung ??" tanya Tika
" Hemm boleh !!" sahut Samudra
" Tik... bikinkan aku juga dong !! " pinta Ryan
" Kamu mau juga ?? cih wani Piro ??" tantang Kartika
" Kamu kok itung-itungan banget sih sama aku ??π€π€" tanya Ryan kesal
" Ya iyalah... aku kan sekretaris tuan bukan sekretarismu, ya wajarlah aku berhitung he he , lagian buat apa kamu minta ramuan kuat itu wong kamu ngak ada lawannya juga kok " sahut Tika, dengan kesal Ryan membuka dompetnya dan mengeluarkan 10 lembar uang 100.000 an dan meletakkannya di atas meja
" Jokooooo.... kita ada bisnis ... yuhuuuu....!!!" suara cempreng Tika membuat orang-orang menutup kuping mereka .
π€‘π€‘π€‘π€‘
" Astinah kau sudah paham cara kerjanya ??" tanya Ryan sekali lagi
" Paham tuan... saya akan menyamar menjadi nyonya Melody saat di spa.. membiarkan mereka menculik saya dan melakukan kekerasan pada saya, lalu saya balas mereka dengan alasan membela diri.. lalu saya melaporkan mereka atas penculikan dan penganiyaan pada saya pribadi tanpa membawa-bawa nama tuan dan nona" ulang Astina
" Bagus... ingat Astina...semakin sadis kau penyakit mereka semakin besar bonus yang akan kau dapatkan , potong rambut Naura dan sampaikan salamku untuknya.... berani sekali ia ingin menyakiti kesayanganku... tak akan kubiarkan " ucap Samudra dengan mata yang ber api
Rapat pun di akhiri , Samudra dan Ryan kembali ke kantor Samudra . Tak lama Kartika membawakan 2 gelas ramuan telur nya untuk keduanya
" Ini milik anda tuan... dan ini punyamu Ryan, selamat menikmati " ucap Tika dengan senyum yang di sembunyikan, Keduanya pun dengan cepat menghabiskan telur setengah matang itu
" Rasain kamu Yan... malam ini kejer-kejer deh tuh boy kamu ha ha ha , kamu kubiarkan pake telor bebek 3 biji lagi π€π€π€£π€£π€£π€£" gelak Tika dalam hati membayangkan Ryan yang akan tersiksa malam ini karena efek dari ramuannya
__ADS_1
ππππ
Pendek kata dah sore ya sis... Samudra dan Ryan pulang ke tempat masing-masing
" Ayang.... Mel seneng banget hari ini, bisa seharian ama dawet... makasih ya " ucap Melody di mobil... wajahnya sungguh memancarkan aura kebahagiaan
" Apapun untukmu sayang " ucap Samudra... matanya menatap kesayangannya itu dengan sedih...
" Maafkan aku sayang.. karena masa laluku membuatmu dalam bahaya, aku berjanji akan melindungi aku sekuat tenaga dan membahagiakanmu selamanya " ucap Samudra namun hanya bisa dalam hati, di tariknya Melody ke dalam pelukannya dan mengecup keningnya berkali-kali hingga Melody tertidur dalam pelukannya.
Di tempat lain....
" Aa... Manda sudah cerita sama Mel kalau kita sudah menikah " lapor Manda yang baru keluar dari kamar mandi namun tak ada sahutan dari Ryan
" Aa... aa kenapa kok keringatan, aa sakit ??" tanya Manda cemas melihat wajah Ryan yang memerah dan keluar keringat di keningnya
" Aa ngak papa tapi adek aa yang meriang " sahut Ryan sambil menunduk melihat ke arah si dedek yang sudah tegak berdiri
" Aa aaa... kan sudah janji , malam ini libur dulu π€π€π€" protes Manda karena tadi pagi ia sudah memberi makan di dedek π
" Ya gimana ... ini lho bangun-bangun sendiri, kamu ngak kasian sama dedek ??" tanya Ryan sambil mendekati Manda...
" Ahh benar kata Melody... mulut suami ngak bisa di percaya kalo masalah gituan πππdan kata Melody kita ngak boleh nolak kalo suami minta... dosa πππnasip nasip " keluh Manda dalam hati
Melihat tak ada usaha penolakan dari istrinya... Ryan pun mengendongnya dan membaringkannya ke atas ranjang, dengan cepat keduanya sudah tak memakai apapun... malam ini Ryan sangat perkasa dan begitu kuat, ia bahkan sampai minta tambah 2 kali membuat Manda hanya bisa pasrah saja
" Aa... kok tambah hari tambah kuat sih... aa minum obat kuat ya, malam ini super sekali hah hah hah... " tanya Manda penasaran sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan
" Aa ngak minum obat kuat... suer deh hah hah hah... " jawab Ryan juga masih ngos-ngosan
" Pokoknya besok Manda ngak mau kerja, Manda mau istirahat aja di rumah !!" ucap Manda kesal
" He he makasih Tika.... ramuannya memang sangat mujarab , rasanya puassss banget malam ini , pantasan bos minta terus he he he " ucap Ryan sambil tersenyum dalam tidurnya...
Ya ya ya....
__ADS_1
Rencanamu salah sasaran Tika, yang kejer-kejer malah di Manda π€£π€£π€£