Melodi I Love You

Melodi I Love You
83. I Get You... baby


__ADS_3

Nampak seorang wanita nan cantik berpenampilan sexy di depan mereka, rambut merahnya sangat kontras dengan kulit putih dan baju hitam yang di kenakannya... Melody mengamati penampilan sexy wanita yang tadi siang makan dengan bos kingkongnya itu. Cantik sekali batinnya


" Tuan.. maaf menganggu kegiatan anda, boleh saya bicara berdua dengan anda sebentar?? " ucap Mega sopan.. namun Samudra diam saja tak ada jawaban. Melody yang merasa jadi pihak ke tiga pun bergerak menjauh


" Silahkan... " ucapnya sambil melangkah hendak menjauhi keduanya


" Siapa yang menyuruhmu pergi?? diam si sini!! " ucap Samudra menarik tangan Melody agar tak kemana-mana


" Tapi tuan... nona ini ingin bicara berdua saja dengan tuan " ucap Melody lagi


" Tapi aku tak mau bicara dengannya, ayo kita lanjut berbelanja " sahut Samudra mengajak Melody melanjutkan kegiatan mereka tadi


" Tuan.. tolonglah saya, jika tidak saya bisa di pecat dari perusahaan saya... setidaknya bantu saya agar tidak di pecat please!! " mohon Mega sambil mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan ...siapa yang tau... Mega habis berlari-larian dengan hinghillnya untuk menemui Samudra.


Flassback On


Setelah berganti pakaian... Mega mendatangi kantor PT. Samudra untuk mencari Samudra. Berdasarkan keterangan dari resepsionis Samudra sudah jarang ke kantor , ia lebih sering di Mall miliknya... yang ada asisten nya Ryan yang kini menjalankan perusahaan mewakili Samudra.


Mega pun menemui Ryan... walaupun Ryan sedang sibuk rapat via zoom di ruangannya... ia tetap bersikeras menunggu karena ia tak tau kemana mencari Samudra. Pihak kantor juga tak tau di mana bos mereka itu berada sekarang.


Sampai sore hari baru Ryan kelar rapat. Sekretarisnya segera memberitahu bahwa ada Mega mencarinya. Ryan tau mengapa Mega mencarinya... agar masalah cepat selesai Ryan mempersilahkan Mega untuk masuk.


" Selamat sore Mega.. katakan ada perlu apa kau mencariku?? " tanya Ryan


" Begini.. tadi siang saya makan siang sambil membicarakan kerja sama perusahaan bos saya dengan tuan Samudra... pembicaraan berlangsung dengan baik dan lancar bahkan tuan menerima proposal kami, tapi mengapa tiba-tiba tuan Samudra malah memutuskan kerjasama perusahaannya dengan kami ,tuan... saya butuh penjelasan!! " ucap Mega panjang lebar


Ryan tersenyum mendengarnya


" Kau yakin hanya makan siang dan berbicara mengenai pekerjaan saja? kau tidak berusaha mengoda tuan kan?? " tanya Ryan menohok Mega


" A.. apa.. mengoda ?? memangnya mengapa jika ia... tuan Samudra menerima undangan dari saya dengan senang tadi siang, tapi ia tak datang2 " jawab Mega apa adanya


" Artinya.... kau terjemahkan saja sendiri nona, aku hanya melaksanakan perintah tuan untuk memutuskan semua kerja sama dengan perusahaan yang kau wakili dan satu lagi nona... tuan tak mau bertemu dengan dirimu lagi. Jadi sebaiknya kau rayu saja bos perusahaanmu sendiri agar tak memecatmu. Permisi aku masih banyak kerjaan kau boleh keluar!! " jawab Ryan sambil mengamati Mega dari atas hingga bawah


" Wanita ini adalah selera tuan... mengapa tuan membatalkan janjinya dengan wanita ini, apakah ada sesuatu yang terjadi?? " tanya Ryan dalam hati. Ryan pun melaporkan kedatangan Mega pada Samudra via chat kemudian ia pun menyelesaikan pekerjaannya.

__ADS_1


Merasa tak puas... Mega mendatangi Mall milik Samudra, ia hanya berharap walaupun sudah menjelang malam Samudra masih ada di Mall nya. Sesampainya di Mall ternyata Samudra tak ada, ketika hendak pulang ia bertemu dengan Nadia.


" Mega... kau kan itu..?? " sapa Nadia


" Nadia..... omg... lama kita tak bertemu, kau bekerja di sini? " tanya Mega senang


" Ia... aku perwakilan Mall ini dan bertanggung jawab langsung dengan tuan Samudra " jawab Nadia... akhirnya keduanya pun mengobrol... Mega menceritakan masalahnya dan niatnya mencari Samudra


" Maaf Mega.. tuan tak ada di kantor.. ia tak kembali setelah temu janji di luar tadi siang, kami bahkan rapat via zoom saja... tadi sih sepertinya tuan di apartemennya" jawab Nadia


" Tapi Mega.. kurasa itu karena tuan tidak suka mencampurkan pekerjaan dan kesenangan, di mall ini saja kurang banyak apa wanita bekerja di sini... tuan tak pernah memberi celah untuk mendekatinya... kecuali satu orang gadis " ucap Nadia.. begitu teringat dengan Melody


" Seorang gadis... maksudmu asprinya itu, tapi ia tidak ikut dengan kami makan siang... ia menunggu di luar " jawab Mega lagi


" Ya sudah.. begini saja, aku akan membantumu Mega.. mengingat kita sahabat di smu, nanti begitu aku melihat tuan aku akan mengabarimu... bagaimana?? pulanglah hari sudah gelap " ucap Nadia yang di setujui Mega


Dengan lemas Mega mengendarai mobilnya setelah ia dan Nadia makan malam di Mall... ia harus kembali ke rumah untuk mandi dulu.. mana jalanan macet banget....


Namun kabar baik segera menerpanya.. Nadia mengabari Samudra baru saja datang di Mall, ia sedang berbelanja di supermarket miliknya, bergegas ia banting setir dan kembali ke Mall.... nasipnya di ujung tanduk kini, ia harus bisa memperbaiki nasipnya... ia tak mau jatuh miskin seperti Naura.


Flassback off


" Tuan.. tolonglah, saya tulang punggung keluarga jika saya di pecat kedua orang tua saya makan apa?? " suara memohon Mega semakin menyentuh...namun Samudra tak bergeming


Melody langsung berhenti begitu mendengar tentang orangtua Mega... ia pun langsung membayangkan jika kejadian itu menimpanya....


" Tuan... tolonglah nona itu, kasihan dia " pinta Melody sambil memegang lengan Samudra


" Tidak...!! aku pengusaha bukan badan amal " ucap Samudra ketus


" Ya udah... kalau tuan ngak mau, Mel juga ngak mau " ucapnya sambil berjalan menjauh...


" Apa maksudmu ngak mau... ngak mau apa? " tanya Samudra tak mengerti


Melody mendekatkan bibirnya ke kuping Samudra dan berbisik

__ADS_1


" Mel ngak mau jadi pacar seorang pengusaha yang ngak punya hati nurani... " ucapnya membuat Samudra melotot mendengarnya


" Aku bukannya ngak punya hati nurani, tapi urusan dia di pecat atau tidak bukan tanggung jawabku Mel " protes nya lagi


" Ya tapi katanya, kalau tuan tak membantunya ia bisa di pecat, berarti kan tuan bisa membantunya " kekeh Melody... Samudra mengaruk kepalanya... berabe baru juga jadian masa sudah ribut, kenapa juga ni cewek masih bisa menemuiku...omelnya... .namun tiba-tiba ia tersenyum


Seperti biasa di soang tak akan menyia-yiakan setiap kesempatan yang ada... he he he...


" Baiklah bocah tapi dengan satu syarat... " ucap Samudra, Melody langsung menoleh curiga


" Mel ngak mau kalo gitu-gitu... " ucapnya cepat


" Terserah padamu sayang... nasipnya ada di bibirmu, hanya sebuah ciuman... sampai aku puas dan ia tak akan kehilangan pekerjaannya.. waktumu 1 menit di mulai dari sekarang " ucap Samudra sambil tersenyum penuh kemenangan... 😈😈😈


Melody galau segalau-galaunya, gimana dong masa sih harus ciuman lagi ama si kingkong... Mel takut kalau keterusan tapi kalau Mel ngak mau kasihan dengan orang tuan nona itu..apa dong yang harus Mel lakukan 😭😭😭


Mega yang berdiri agak jauh dari keduanya tak mengerti apa yang keduanya diskusikan... yang jelas gadis itu sepertinya berusaha menolongnya


" Nona pergilah... tuan tak mau menemui anda " ucap Ringgo yang tau-tau sudah berdiri di depannya


" Sebentar... saya masih menunggu, tolonglah saya tak akan menganggu tuan, saya berdiri di sini saja " kekeh Mega


" Baiklah sayangku... waktumu habis, ayo kita kekasir saja, tak usah kau pedulikan wanita itu " ucap Samudra lalu berjalan mendorong trolynya yang sudah penuh dengan belanjaan, Melody menahan tangan Samudra


" Tuan.. tolonglah nona itu, Mel setuju dengan syarat tuan " ucapnya sambil menunduk..... senyum sumringah seketika mengembang sempurna di bibir sang soang... he he he


" I get You... baby... 😊😊" ucapnya dalam hati....


Jiahhhhh Mel, kau kena lagi kan.. makanya jadi orang ngak usah terlalu baik


Untung lagi tuh si kadal buntung 😂😂, kagak pernah rugi dia.. makanya kaya pake raya... 😅😅


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya

__ADS_1


Ini dia si Megaloman... 😆😆



__ADS_2