
" Maaf pak Rt..ini bukan acara pernikahan, malam ini keluarga nak Samudra kemari awalnya Ingin silaturahmi untuk saling mengenal....namun tadi ternyata langsung mau melamarnya sekalian " jabar Iwan
" Ohh begitu ya.. jadi infonya salah ya, lalu bagaimana jawaban mu Iwan... sudah di jawab belum ? " tanya Pak rete kepoo
" Belum di jawab pak.. tadi barusan mau di jawab... pak Rt keburu datang " sahut Iwan lagi
" Ya sudah silahkan di jawab... biar saya sebagai Rt yang menjadi saksinya, atau saya yang jawabkan.... tadi Pak Iwan mau jawab apa? di terima apa di tolak lamarannya?? " tanya pak rete lagi, Iwan pun berbisik
" Rencananya sih mau di tolak pak " bisiknya pelan
" Apaaaa...??? " ucap Pak rete kaget...turut pula mengagetkan seisi rumah
" Kenapa hah?? " tanyanya lagi... kembali Iwan berbisik
" Saya belum sanggup berpisah dengan anak saya... begitu pun Melody, jadi kami sepakat menolak pak " bisiknya teramat pelan
Pak rete mengusap wajahnya berlahan dan memandang ke arah Melody... lalu memandang ke arah keluarga Samudra yang harap-harap cemas
" Baiklah... jadi begini... sebelum pihak wanita memberikan jawaban ada baiknya saya selaku Rt memberikan sepatah 2 patah kata sebagai bahan pertimbangan untuk pihak wanita dalam memberikan jawaban atas lamaran pihak pria. " jabar pak rete yang juga sehari-harinya bekerja di Depag itu
" Assalamu'alaikum wrwb... hadirin sekalian, masa peralihan dari anak2 menjadi dewasa pada anak perempuan memang sangat cepat..terkadang kita masih menganggap anak kita masih Kecil masih di timang, disayang... tau tau sudah dewasa dan di lamar orang, seperti kasus Melody ini. " ucap Pak rete
" Pak Iwan masih belum bisa melepas anak gadisnya karena merasa belum siap untuk melepas anak satu2nya Melody. Tapi pak Iwan dan Saudara sekalian... yang namanya perpisahan itu pasti terjadi, siap tidak siap kita pasti mengalaminya. Ada istri yang di tinggal suaminya atau sebaliknya..begitupun anak.. percayalah dengan qodarollah.. maksudnya apa..??? " tanya Pak rete lagi
" Maksudnya mungkin ini sudah jalannya nak Melody bertemu dengan Jodohnya dan kamu Iwan sebagai orang tua yang bijak... Janganlah menghalang2i jika memang ini memang sudah jalan anakmu dengan Alasan tidak sanggup berpisah. Kau beruntung berpisah karena anakmu bertemu Jodohnya, kalian masih bisa melihatnya.. bertemu... bercengkrama walau tak Lagi tinggal bersama. Bagaimana jika kalian berpisah karena anak kalian bertemu dengan malaikat maut.... mau apa sudah... ngak bisa ketemu... ngak bisa melihatnya punya anak... ngak bisa lagi berbincang.... Coba Iwan pikirkan nasihat saya ini.. Segerakan niat yang baik untuk menghindari dosa dan keburukan..daripada nak Melody di bawa sanasini tanpa status yang jelas... kita semua tau keseringan berdua biasanya yang Ketiga....siapa..?? " tanya rt pada semua di ruangan
" Setannn.. "
" Uncle Moe.... " jawab Melody bersamaan dengan yang lain
" Yang betul itu Iblis ... kok uncle Moe..? apa uncle Moe itu sejenis Jin.. kok baru kali ini saya dengar Jin namanya uncle Moe?? " sahut pak rete ngak nyambung
" Wkwkwkwkw " semua yang mengenal Moe langsung geger tertawa geli mendengarnya... Apalagi Ringgo
" Iya pak Rt... ini Moe memang 11-12 ama Jin iprit ha ha ha " ucap Ringgo dari depan pintu sambil menarik tangan Moe
__ADS_1
" Ohh uncke Moe itu manusia.... saya Kira... maaf ya " ucap Pak rete tersenyum geli melihat Moe
" Nah sekian saja nasihat dari saya... harap keluarga Melody bisa menelaah nya dengan baik... wassalam "
Semua terdiam mendengar nasihat dari pak rete
" Saya ngak disuruh minum nih... seret nih habis ceramah!! " celetuk rete lagi membuat seisi rumah tertawa geli
" Maaf pak Rt.. silahkan... monggo di minum.. ini kue nya di makan " jawab Imah sambil tersenyum malu
" Terimakasih pak Rt atas tausiahnya sangat bagus, jadi bagaimana pak Iwan... apakah kami sudah bisa mendengar jawaban atas lamaran kami?? " tanya Sakura senang karena secara tak langsung tausiah rt membantu niatan baiknya
Iwan pun memandang ke arah Imah, lalu memandangi anaknya gadisnya yang teramat sangat di sayanginya itu. betul apa yang di katakan pak Rt... anak gadisnya sudah besar dan sudah ada pria baik dari keluarga baik yang melamarnya tanpa melihat mereka dari keluarga biasa...pria seperti apalagi yang di harap sebaik nak Samudra.... Iwan memejamkan matanya sejenak... Bismillah... ucapnya seraya membuka kedua matanya lalu menatap Samudra
" Baiklah nak Samudra... tuan.. nyonya... setelah saya memikirkan dan menimbang masukkan dari pak rt, saya memutuskan untuk menerima lamaran nak Samudra dengan sebuah syarat " jawaban Iwan itu bagaikan tetesan air hujan di padang savana nan tandus.... wajah Samudra langsung saja sumringah
" Ya pak.. katakan.. jangankan satu sepuluh juga akan saya penuhi " jawabnya segera membuat seisi ruangan kembali tertawa
" Duh... pihak lelaki Kayaknya sudah ngak Sabar ya... ha ha ha " celetuk pak rt
" Kami tidak meminta macam-macam nak... hanya saja jika Melody Ingin melanjutkan sekolahnya harap nak Samudra tidak melarangnya... Walaupun nanti sudah menjadi seorang Istri tak ada salahnya jika Melody tetap belajar " ucap Iwan dengan mata berkaca-kaca
" Alhamdulillah... kalau begitu.. proses lamaran kami mulai ya bapak ibu.... Moe bawakan hantaran lamarannya!! " titah Sakura senang
" Hantaran. ..lamaran...?? lalu ini apa bu?? " tanya Imah heran sambil menunjuk tumpukan bingkisan yang tadi di bawa keluarga Samudra
" Oh itu buah tangan Bu.. sebagai tanda niatan baik keluarga kami... nah ini baru hantaran lamarannya... Nanti jika masih ada yang kurang ibu bilang saja ya... " ucap Sakura Lagi... 15 keranjangnya bingkisan baru datang Lagi... membuat ruang tamu yang sempit semakin penuh sesak
Mata Imah dan Iwan hanya bisa melotot melihat begitu banyak dan mewahnya bawaan keluarga Samudra
" Silahkan nak Samudra menyampaikan niatnya pada nak Melody ..." ucap pak rete
" Bismillah... Melody... aku disini bukan untuk diriku sendiri , aku disini untuk dirimu yang akan menjadi prioritas utama di dalam hidupku. Aku ingin kau menjadi perhiasan terindahku, yang kelak Akan bersama mengiringi hidup ini. " ucap Samudra tanpa ragu, Melody hanya bisa menahan nafasnya... baru kali ini seorang pria berkata begitu romantis padanya
" Aku ingin menjagamu hingga halal bagiku untuk menyentuhmu, Kau memang bukanlah yang pertama.... namun aku sangat berharap Kau adalah wanita terakhir yang akan bersamaku. Dan malam ini dengan segenap hati.. juga dengan izin dari keluarga kita... Melody... Jadilah pendamping hidupku " ucap Samudra ...Melody speccles mendengar untaian kata-kata yang begitu indah... bagai dawai yang dipetik... mengalun dengan begitu indahnya
__ADS_1
" Neng... dijawab atuh..... kasiah jamuran tuh abangnya nungguin!! " sentil Pak rete..Melody memandang Samudra.. Ia kemudian tersenyum manis, tanpa kata-kata Melody mengangguk membuat Samudra dan keluarga senang bukan main
" Yes... yes.. yes.... " ucapnya sambil mengangkat sebelah tangannya saking senangnya... yang lain melihatnya tersenyum senang
" Nah karena sudah deal Kanan kiri.... apakah pihak lelaki membawa cincin.. kalau bawa Monggo di lakukan acara tukar cincinnya ya, biar sah he he " ucap pak rete lagi. Sandra menyerahkan sebuah kotak dari tas nya lalu menyerahkannya pada kakaknya
Samudra membuka kotak tersebut lalu mengambil sebuah yang agak Kecil lalu menyematkannya di jari Melody... Begitu pun Melody menyematkan sebuah cincin di tangan Samudra
" Alhamdulillah..... wasyukurillah.... yang Allah kau lancarkan niat baik ini... ngomong2 kapan nikahnya... biar saya nanti yang menikahkan, pokoknya untuk Melody saya pasti sisihkan waktu " cerocos si rete lagi membuat Melody melotot....
" Bagaimana jika bulan depan?? " sambut Sakura
" A... apa.... tapi.... " Imah dan Iwan hanya bisa menyahut terbata... mereka shock berat
" Deal... saya setuju, silahkan pihak lelaki mempersiapkan semuanya ya.. jadi pihak wanita tinggal terima beres bagaimana?? " malah si rete yang nego
" Oke Deal... Melody minta mas kawinnya apa....?? " tanya Sakura..
" Haaa....??? " Melody pun juga hanya bisa ternganga.....
" Sudah kasih saja sebuah rumah dan isinya... saya rasa cukup kan!! " kembali si rete yang menjawab
" Baik... no problem, jadi deal ya bapak ibu.. Melody.. bulan depan kalian me.. ni.. kah.... sekalian resepsi... ahhh senangnya " ucap Sakura senang.. ia sampai mencubit pipi Samudra berkali2 karena semua rencananya berhasil
Walau masih merasa kaget... Imah dan Melody ke dapur dan menghidangkan soto bandung buatan Imah... semua tamu makan dengan lahap
" Pesen di mana bu.. Sotonya enak banget?? " tanya Sandra
" Ohh ibu buat sendiri... Mel juga bisa kok " jawab Imah
" Enak banget bu... kenapa ibu ngak jualan bu... kalau ibu buka restoran pasti laku.. soalnya enak banget iya kan mah.. pah...?? " tanya Sandra
" Iya bu benar... sangat enak dan segar soto buatan ibu... tenang saja nanti setelah anak kita menikah... kita buka restoran masakan bandung ..gimana bu Imah?? " sambut Sakura... Imah hanya tersenyum... ia hanya bisa bersyukur dalam hati, semenjak dulu memang ia ingin sekali membuka warung.. karena ia memang pandai memasak.. namun karena tak punya modal ia hanya bisa memendam hasratnya, namun kini siapa yang menyangka dalam semalam kehidupan mereka akan berubah.....
Sementara Samudra terus saja makan sambil memandangi kesayangannya tanpa berkedip.... hatinya kini bahagiaaaaaaaa bangeeeetttt.... 😍😍, outhor pun bahagiaaa pake banget.. bagaimana dengan kalian..???
__ADS_1
Okay see you next eps
Jangan lupa like komen dan votee