
" Amira sayang... mami mau ke kantor kakek uyut , Amira mau ikut ngak ??" tanya Sandra begitu masuk
" Kau mau keperusahaan... mengapa ? jangan bilang kau tertarik untuk bekerja San ??" tanya Sakura heran
" Yah kata kak Sam nanti sahamnya diperusahaan kakek untuk Amira, tak ada salahnya aku mulai memperhatikannya mah... iya kan pah , lagipula benar kata Melody aku harus mulai dewasa kini aku orang tua tunggal " jawab Sandra
" Kelja empat papa Gogo ??" tanya Amira
" Iya.. Amira mau lihat tempat kerja papa ngak , kalo ngak mau ngak papa... di sini aja sama opa "
" Mauuuu ituuut... Aiya mau peyuk papa Gogo, angennn " ucapnya bersemangat
" Ya sudah ... ayo kita ganti baju !!"
" Sandra... tolong berpakaian yang sesuai untuk ke kantor " pesan nenek karena biasanya Sandra suka berpakaian terbuka dan sesukanya
" Iya nekkk beres..."
Keduanya lalu kekamar untuk berganti pakaian.
" Apa kubilang ... Amira begitu menyukai Ringgo, bagaimana jika dia di bawa ke Jakarta pasti ribut ingin bertemu terus... jika Sandra tak keberatan biarlah mereka di sini lebih lama " pinta Nenek, Sakura dan Erlan hanya bisa saling pandang....semuanya dilema...
πͺ΄πͺ΄πͺ΄πͺ΄
" Sayang... kau naik kursi ini !!" titah Samudra sambil mendorong sebuah kursi roda
" A...apa ?? Mel kok di suruh naik kursi roda.. Mel kan sehat aja... ngak sakit π±π±" protes Melody
" Iya kau memang sehat, tapi taman ini sangat luas sayang, nanti kalau kau kelelahan berjalan ... aku takut baby kita kenapa-kenapa "
" Iss ayanggg... belum pasti juga hamil apa ngak kok, ngak asik lah kalau di kursi roda..." Melody tetap menolak
" Terserah padamu jika kau tak mau pake kursinya... kita tak akan pergi ke Dotonbori !!" ultimatum Samudra membuat Melody tak bisa melawan
" Ya sudah... tapi itu ngak romantis ay, kita kan lagi bulan madu gimana kalo ayang gendong Mel... ya " pinta Melody
Tentu saja dengan senang hati Samudra mau... ia langsung memasang punggungnya dan Melody pun naik sambil tertawa senang
" Makasih papa... tambah sayaaaang deh muahhh " bisiknya lalu mencium pipi Sam dari belakang
" He he ... papa... akhirnya aku di panggil papa he he " ucap Sam begitu bahagia
__ADS_1
" Jangan gr dulu ayang... siapa tau ngak hamil nanti ay kecewa "
" Ngak papa sayang... kalau kau hamil aku akan senang sekali, kalaupun belum hamil aku juga senang berarti kita bisa lanjutkan bulan madunya hehe " sahut Samudra dengan semangat mengendong istrinya mengelilingi Imperial Palace and East Garden yang merupakan bagian dari istana kekaisaran yang berlokasi di Chiyoda itu.
Tiap tahun akan ada berbagai jenis bunga yang mekar di taman ini dan ini adalah saatnya. Melody serasa berada di taman surga...
" Seandainya Mel bisa bawa bapak ibu ke sini ya ay..." cicitnya pelan...Samudra lalu menurunkan Melody dan mereka lalu duduk di bangku taman. Samudra memegang kedua tangan Melody dan mengecupnya satu persatu...
" Katakan saja semua keinginanmu dengan keras sayang, pasti kuturuti selama kau tak meninggalkan aku...Kita akan bawa mereka kemari pasti ya , jika kita ke sini lagi "
" Ayang janji...ππ"
" Iya ... aku janji, tapi sayang harus nurut ya sama suami " bisik Samudra ... Melody mengangguk berkali-kali
" Terimakasih ayang .. terimakasih " ucapnya memeluk suaminya dengan senang....
Moe yang mengawasi pun ikut bahagia, akhirnya tuannya yang beberapa tahun terakhir ini menderita kini bahagia kembali...Moe sangat berharap Melody beneran hamil agar tambah lengkap kebahagiaan mereka..
" Mudah mudahan kebahagiaan juga bisa mengiringimu anakku .. Ringgo " ucapnya kemudian didalam hatinya
πΈπΈπΈπΈ
Pletak...pletok..pletak...pletok
" Selamat datang nona....selamat datang Amira, Amira mau om gendong ??" sambut Anton ramah... Amira menggeleng
" Siang Anton... bagaimana keadaannya ??" tanya Sandra tak sabar
" Ringgo masih di ruang rapat.. rapat baru di mulai 30 menit yang lalu, jadi nanti nona bla...bla...bla..." ucap Anton panjang lebar sampai mereka memasuki lift
" Baiklah Anton... kita lihat saja nanti, bagaimana reaksi Ringgo " ucap Sandra sambil melihat penampilannya di kaca lift
" Bagaimana penampilanku... sudah sesuai dengan pesanmu kan ??" tanya Sandra mematut tubuhnya
" Mantap nona... perfecto, cewek-cewek penganggu itu mah levelnya jauuuuhhhh di bawah nona... saya jamin Ringgo bakalan klepek-klepek kayak ikan mujaer kejemur ha ha ha " sahut Anton bersemangay
" Ngak ada apa istilah lain selain ikan....Sandra ngak suka ikan !!" protes Sandra
" Iya deh non saya ganti... kayak cac"
" No... jangan itu juga, masa papanya Amira kamu samakan sama binatang sih Tonnn π‘π‘" omel Sandra
__ADS_1
" He he maaf non... bentar .. ahaaa... dah dapat, seperti Tarsan yang kena panah Cupid.. begitu dia melihat nona.... apa komentarnya... auouooooo π€π€" ucap Anton membuat wajah Sandra memerah malu
" Om ton ahattt... papa ukan talcan... papa Gogo itu cupelmen.....π‘π‘π€bica telbang " giliran Amira yang protes
" Oh iya... non Amira, benar itu papa Ringgo itu setampan dan segagah Superman... makanya cocok jadi papanya Amira ...he he iya kan non Sandra he he " tembak Anton membuat wajah Sandra memerah untuk yang kedua kalinya
" Kamu paling bisa... nih bonusmu , akan kudoble kalau kau bisa membuatku berduaan ama doi... gue pengen unboxing dia " bisiknya membuat mata Anton melotot melihat nominal yang tertera di cek yang di berikan Sandra
" Buju buneng...busyet di nol nya banyak amat ya... ini kan gaji gue sebulan, mau di double lagi... mantappp he he " teriaknya dalam hati
" Tenang aja non... pasti saya aturan he he he "
" Aduh Go... maaf ya bukan aku menjual teman sendiri, gua murni mau nolong Lo biar bersatu ama non Sandra... tapi kalo ada duitnya kan tambah semunguut gue π€£π€£π€£" dengan cepat Ringgo mengantongi cek dari Sandra ke saku bajunya
Jiahhh Antonmn sama aja kale...π€ͺπ€ͺπ€ͺ
Ting.... terbukalah pintu lift, Anton berjalan lebih dulu membawa keduanya ke ruang rapat utama yang bisa menampung 70% karyawan kantor. Terlihat Ringgo sedang berkenalan dengan semua karyawan yang hadir, Ringgo tak mengalami kesulitan karena ia sudah mahir berbahasa Jepang.
Terlihat sekali semua karyawati menatap penuh nafsu pada Ringgo , bahkan sebagian menyilang kan kakinya di depan Ringgo hingga memperlihatkan betis plus paha putih mulus mereka ...membuat Sandra panas... panas... nas....nas...
" Non Amira sekarang masuk ya sama om Anton, panggil papa Gogo sekeras-kerasnya baru minta gendong sama papa ya... !!" ucap Anton yang di angguki Amira
" Nona Sandra... ingat masuk dengan santai dan berkelas, tunjukkan pada jentik-jentik nyamuk itu kelas nona ...ok !!" ucap Anton sebelum ia masuk bersama Amira
" Ok..... siapa takut !!" ucap Sandra kembali membuka cermin kecilnya dan melihat riasannya sudah sipnapa belum.
Krekkk.....
" Papa Gogo.... papaaaa...." Suara anak kecil itu membuat kaget semua orang termasuk Ringgo, Anton menurunkan Amira lalu Amira pun berlari ke pelukan Ringgo
" Papa... peyuk... angen...!!" pintanya, Ringgo segera mengangkat Amira dan memeluknya erat
Hebohlah para karyawati melihat seorang anak kecil memanggil Ringgo dengan sebutan papa...πππ ini mah namanya layu sebelum berkembang
" Cantik banget anak papa... Amira datang sama siapa ...opa ?? papa masuk sibuk kerja " tanya Ringgo
" Ngak... Aiya cama mami...." ucapnya lalu menunjuk Sandra yang berjalan masuk berlahan sambil mengembangkan senyum Indahnya pada Ringgo
Mata Ringgo melotot melihat Sandra memakai dress hitam selutut... dengan makeup ringan membuatnya terlihat berlipat-lipat lebih cantik dan sexy.... dan
Blassss.... jantungnya telah terpanah oleh cupit berulangkali melihat Sandra, hatinya benar-benar terjatuh kini
__ADS_1
" Mami.... papa masih kelja " adu Amira pada Sandra
" Ngak papa... kita tunggu papa di ruangan papa saja, boleh kan ??" sahut Sandra sambil memandangi Ringgo, ia tersenyum puas melihat kepedihan para jentik-jentik nyamuk diruangan itu