
Ketiganya lalu melihat ke arah Hely yang sedang menunggu Sandra. Terlihat Ringgo membantu Sandra naik ke Hely lalu Ringgo menyusul lalu keduanya menghilang di bawa terbang oleh sang Hely.
" Alex... apa mata papa ngak salah lihat , itu bukannya Hely milik klan Erlan ... sahabat papa ??" tanya Haziq sambil membenarkan kacamatanya
" Ya papa benar, sepertinya Sandra memang anak orang kaya pah....!!" sahut Alex
" Cih sekaya apa juga... mana ada yang bisa menandingi kekayaan kita di sini, janda aja belagu !!" omel Maya lagi
" Jangan bilang Sandra itu....anaknya Erlan , astaga papa sungguh lupa Erlan ada me chat papa masalah anaknya, coba Alex kau baca wa dari Erlan ini !!" titah Haziq pada Alex, Alex lalu membacakan chat dari Erlan tersebut
" ***. Haziq aku memesankan sebuah kamar di hotelmu untuk anak dan menantuku selama mereka berlibur di Singapura.. jika kau ada waktu tengoklah anak bungsu kesayanganku namanya Sandra... ia sedang program untuk menambah momongan, salam hangat dari Jakarta " baca Alex
" Berarti benar dong pa... Sandra adalah anak dari sahabat papa om Danny Erlan dan tante Sakura sang sultan " ucap Alex yang seketika membuat wajah Maya memucat...
" A.... apa... kau ngak bohong kan Alex π±π±??" tanya Maya terbata... kepalanya langsung saja pusing mendengarnya
" Lihatlah Maya... apa yang sudah kau lakukan ?? jika Erlan tau apa yang sudah kau ucapkan pada anak kesayangannya ... kita semua bisa tamat π‘π‘Erlan adalah penyokong dana terbesar di perusahaan kita !!" omel Haziq
" Aku kan tidak tau kalau janda itu adalah anaknya tuan Erlan pa....π₯π₯" sahut Maya
" Ma... tau atau tidak itu bukan alasan, seharusnya mama jangan memandang orang hanya dari kekayaan dan latar belakangnya saja... nah sekarang mama kena batunya kan !!" tambah Alex
" Sudah... Maya Alex kita harus ke hotel sebelum semuanya terlambat !!" ajak Haziq
" Mengapa aku harus ikut ke hotel ??" protes Maya
" kau harus meminta maaf pada menantumu... dan papa sarankan meminta maaflah dengan tulus !!" titah Haziq
" Apa...?? aku harus minta maaf ?? ti...."
" Jika mama tidak meminta maaf dan Sandra melaporkan perlakuan mama tadi padanya pada papanya, jangan salahkan aku dan papa jika tuan Erlan memindahkan semua sahamnya dari perusahaan kita dan kita akan jatuh miskin. Salahkan keegoisan dan kelakuan mama sendiri... ayo pa kita berangkat !!" ucap Alex kesal
Maya terdiam... jika ia masih mempertahankan harga dirinya kemungkinan besar ia akan menjadi rakyat jelata seperti yang sering di gunakannya pada orang lain...
" Tunggu.... mama ikut !!" pinta Maya akhirnya
Sementara itu di Hely....
Sandra memandangi Ringgo sambil mengandeng tangan Ringgo...
" Kau sungguh tak menyesal meninggalkan orangtuamu yang baru saja bertemu setelah sekian lama ??" tanya Sandra was was... biar bagaimanapun ia tak ingin Ringgo bersedih
" Bohong jika aku bilang aku tak sedih... tapi aku akan lebih hancur jika berpisah darimu dan Amira dan juga kedua kecebongku yang sudah berada di sini!!" jawab Ringgo sambil mengelus perut Sandra
" Apa... masa sih sudah ada ?? tau dari mana kan aku belum periksa ??" tanya Sandra kaget
" Itu feeling seorang ayah... Amira akan punya dua adik lelaki " sahut Ringgo
__ADS_1
" Kok lelaki semua Go...??" tanya Sandra lagi
" Ya agar ada yang menjaga Amira, Amira nanti kalau besar akan sangat cantik... secantik dirimu, aku tak mau sembarangan lelaki mendekatinya " ucap Ringgo sambil tersenyum ... bahagianya hati Sandra mendengarnya
" Oh Ringgo.... gimana ngak tambah jatuh cinta muahhh " ucap Sandra menarik leher Ringgo dan mencium suaminya itu dengan gemas.... membuat Ringgo kecil langsung saja berdenyut-denyut
" Bisa kau percepat laju Hely ini ??" tanya Ringgo pada pilot... pilot tertawa mendengar... melihat penumpangnya sudah ketar-ketir dan nempel macam prangko dan lem
Begitu Hely mendarat.... Sandra dan Ringgo bergegas masuk ke kamarnya.... keduanya sama-sama on kini, hasrat keduanya sedang naik naiknya
" Dimana kita mainnya ??" tanya Ringgo sambil membuka pakaiannya
" Jakuci dulu sayang.... nanti sambung di ranjang!!" pinta Sandra sudah tak sabar, Ringgo segera mengangkat Sandra ke kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi dengan kakinya. Ringgo tersenyum senang.... wah bahagianya bisa lembur lagi he he he π€€π€€
Setelah sampai di hotel... Alex menelfon Ringgo berkali-kali, namun Ringgo tak mengangkatnya sama sekali
" Bagaimana Alex.. apakah Alan sudah sampai ??" tanya Haziq
" Kata resepsionis sudah sampai mereka sudah masuk kamar tapi Ringgo tak mengangkat telfonku pa " sahut Alex
" Jangan-jangan mereka bertengkar " ucap Haziq cemas
" Semoga saja tidak Alex... jadi bagaimana ini ??" tanya Haziq....wajah Maya tambah pucat
" Kita tunggu sebentar pa... jika Alan tak juga mengangkat telfonnya aku akan meminta kunci pada anak buahku agar bisa masuk " ucap Alex
Puas bercinta dengan suaminya di kamar mandi... Sandra dengan di gendong oleh suaminya keluar dari kamar mandi. Sandra melingkarkan kedua tangannya di leher Ringgo... bibirnya menciumi kuping Ringgo dengan gemas
" Kamu minum suplemen apasih sayang... kok kuat banget ??" bisik Sandra yang so so puas dengan servis Ringgo tadi, Ringgo hanya tersenyum saja
" OMG... kalian kukira berkelahi karena tak mengangkat telfon ku ratusan kali " terdengar suara seorang pria mengagetkan Ringgo dan Sandra , Ringgo langsung menurunkan Sandra
" Ahhhh.... dasar lelaki brengsek, bagaimana kau bisa ma.....!!" Sandra langsung terdiam begitu teringat Alex adalah pemilik hotel
" Mengapa kakak masuk sendiri ... kan ngak sopan !!" protes Ringgo
" Bagaimana aku tidak memberanikan diri masuk ke mari, aku menelfon kalian ratusan kali dan mengetuk pintu sampe capek tak ada respon sama sekali !!" sahut Alex dengan mata menelisik memandangi tubuh Sandra
Sandra melemparkan sebuah bantal ke wajah Alex
" Jaga mata jelekmu itu... mau kucolok apa π‘π‘ !!" omel Sandra sambil masuk ke walking closet ..Ringgo duduk di sebelah Alex setelah memeriksa hpnya dan memang ada banyak kali panggilan dari Alex
" Kenapa memangnya kakak mencari kami, katakan pada mama aku tak memerlukan harta kalian.. aku lebih memilih anak dan istriku " ucap Ringgo
" Bukan... ada mama dan papa di kamarku, mama mau minta maaf pada Sandra... ternyata papa Sandra adalah sahabat papa kita " ucap Alex
" Jadi yang di maksud sahabat papa Erlan di Singapura itu... papa kita ??" tanya Ringgo kaget
__ADS_1
" Ya begitulah.... ternyata dunia itu begitu sempit, Alan bisakah kau meminta istrimu untuk tidak bercerita tentang perlakuan mama tadi agar persahabatan papa kita dan papa Sandra tidak ternoda karena kelakuan mama kita " pinta Alan
" Apa... enak saja, setelah menghina janda ini habis-habisan sekarang aku tak boleh melaporkannya pada papa ???" potong Sandra yang sudah berpakaian lengkap
" Alex... kau bicara sendiri pada istriku, aku mau berpakaian dulu... jaga matamu itu jika masih ingin terlihat ganteng !!" ucap Ringgo lalu masuk ke walkin closet untuk berganti pakaian
" Kau tau Sandra... pantasan saja kembaranku cinta setengah mati padamu, kau memang type kami ha ha ha... katakan saja kalau kau bosan dengan adikku aku dengan senang hati akan menghiburmu !!" ucap Alex membuat Sandra melotot kesal
" Cih... amit-amit cabang bayi, maaf ya walau kalian mirip tapi kau jauh di bandingkan suamiku , sudah pergi dari sini kau menganggu kami saja !!" usir Sandra
" Jangan terlalu benci denganku... kau mau nanti anak mu mirip denganku hemm !!" goda Alex lagi
" Oh ya adik ipar... mama mau minta maaf denganmu, tolong maafkan mama ya....sebenarnya dulu mama tak seperti itu kata papa. Mama jadi berubah setelah Alan menghilang... pribadi mama jadi arogan dan tak bisa di larang . Jadi tolong maafkanlah mama kami ya !!" pinta Alex sungguh sungguh, Ringgo yang mendengarnya pun duduk di samping Sandra dan memandangi istrinya dengan seksama
" Semua terserah padamu sayang, jika kau tak mau memaafkan mama tak apa-apa, tapi setidaknya kita harus menemui beliau yang sudah jauh-jauh datang ke mari " ucap Ringgo
" Baiklah Sayang... aku tak berani menjanjikan apapun, kau kan tau sendiri sifatku aku tak suka berpura-pura " jawab Sandra.
Ketiganya lalu naik satu lantai menuju kamar pribadi Alex. Nampak Maya dan Haziq sedang duduk di ruang tamu. Melihat kehadiran Sandra keduanya pun berdiri.
" Kemarilah menantu... sungguh maafkan papa, papa baru tau jika kau adalah anak sahabatku Erlan " sambut Haziq lalu memeluk Sandra... Sandra pun memeluk mertuanya itu sambil tersenyum... ia tak punya masalah dengan papanya Ringgo itu karena memang Haziq menyambutnya dengan baik... ia hanya bermasalah dengan si nenek sihir itu.
Sandra kemudian duduk di hadapan Maya ...
" Kata Alex... mama mau mengatakan sesuatu ??" ucap Sandra to the point... sebenarnya ia tersenyum dalam hati melihat wajah Maya yang sudah memucat... ia tau mertuanya itu sudah ko begitu mengetahui siapa dirinya
" Begini menantu... emm mama.... mama minta maaf atas semua perkataan mama tadi di mansion, maafkan mama ya !!" ucap Maya terbata
" Mama meminta maaf karena tau siapa papaku bukan ?? " tanya Sandra membuat Maya tertunduk
" Jawab saja sejujurnya ma... Sandra lebih senang jika mama menjawab dengan jujur " lanjut Sandra
Maya mengangkat wajahnya berlahan....seumur hidup baru kali ini rasanya ia merasa begitu di permalukan... tapi ia tak bisa memaki ataupun menyumpahi wanita di depannya ini. Masa mudanya dulu dulu sudah kenyang hidup susah... ia tak mau merasakannya di saat masa tuanya ini. Sedikit menunduk pada menantunya adalah pilihan mutlak saat ini.
" Ya Sandra ... mama mengakui mama meminta maaf karena kau adalah anak dari tuan Erlan. Maafkan mama... mama memang bukan mertua yang baik, entah mengapa semenjak kehilangan Alan... mama sangat takut kehilangan anak mama lagi. Makanya mama begitu cerewet mengenai calon pendamping untuk Alex dan begitupun Alan begitu bertemu. Mama ingin meninggal dengan tenang jika bisa mencarikan istri yang tepat untuk mengurus anak mama " ucap Maya dengan mata berkaca-kaca
Awalnya Sandra kesal dengan mertuanya itu namun setelah mendengar alasan dari mertuanya dengan trauma yang dirasakannya... Sandra pun mulai mengerti
" Baiklah ma... Sandra tak akan menyampaikan masalah kita tadi pada papa, tapi jika bisa percayalah dengan pilihan anak-anak mama, mereka sudah dewasa sudah bisa memilah mana yang baik dan mana yang tidak. Maafkan Sandra juga ya ma !!" jawab Sandra akhirnya
Semua tersenyum bahagia melihat menantu dan mertua yang sudah berbaikan π₯°π₯°π₯°
See you next eps
Jangan lupa untuk selalu memberi like komen dan vote karya-karya anak bangsa
Membacakan sebelum membaca itu berbayar π€π€£π€£
__ADS_1