
" Tuan... sekali ini saja, ampuni Mel... Mel masih sedih dengan kepergian nenek Ratia..Please... " pintanya dengan wajah memelas... Samudra memandangi wajah cantik nan polos tanpa make up itu, sebenarnya jika ingin mengikuti hasratnya... ia sudah sangat tak sabar ingin mencium bibir si bocah.. namun melihat wajah sedihnya membuatnya urung...
Tapi sesuatu kembali membuatnya gerah... Samudra mengambil hp nya dan memperlihatkan foto Melody saat di kebun
" Ini foto siapa....?? " tanyanya
" Oh ini kan Ahmad... cakep kan tuan? " jawabnya tanpa dosa... mata Samudra melotot tajam
" Cakep.. cakep dari mana, katanya sedih dengan kepergian nenekmu.. tapi kerjaanmu senang2 aja sama cogan, gitu ngak mau di hukum.. ngak bisa kamu harus di hukum keras!! " ucapnya dengan ngototnya
" Lho.. Ahmad bukan cogan tuan... dia memang cakep tapi Ahmad ini sepupu Mel.. anaknya bibi Isah... " jawabnya
" Trus kalau dia sepupumu, mengapa tadi dia ngak ada di rumahmu? " jiahh masih ngak percaya doi
" Ahmad tadi sore sudah kembali ke pondok pesantren sama adiknya tuan.. mereka ngak bisa lama karena besok pagi ujian di pondok. " jelas Melody... tensi Samudra langsung turun kembali... ia pun menghembuskan nafas lega
" Beberapa bulan lagi Ahmad lulus smu tuan... dia mau lanjut S1 di pondoknya tapi ngak tau bibi sama paman bisa biayain apa ngak, makanya Mel jangan di pecat ya tuan... Mel mau bantu Ahmad kuliah... kasihan dia sangat berharap bisa kuliah " ucapnya pelan
" Ya Ok.. tapi dengan syarat kamu harus menurut padaku.. mengerti!! " ucap Samudra..Melody mengangguk pasrah.. mau jawab apalagi
Samudra pun menurunkan Melody kembali ke bangkunya.. entah mengapa ia merasa sangat mengantuk kini...
" Baiklah... hukumanmu ditunda besok saja, aku sangat lelah.. aku mau tidur dulu, sini peluk aku sampai aku tertidur " ucapnya sambil merentangkan tangannya. Melody terdiam bagaimana ya peluk apa tidak? tapi lebih baik peluk ah dari pada di sosor pikirnya . Melody berlahan merebahkan kepalanya di dada Samudra... dada Melody serasa bergemuruh padahal kulit mereka tak bersentuhan sama sekali namun entah mengapa dadanya serasa mau copot ini... 😱😱.
Samudra tersenyum senang... rasa lelahnya terbayarkan sudah, kini si bocah sudah berada di pelukannya lagi dan ia tak akan melepaskannya ... Samudra mengecup kening Melody dan tak lama Samudra pun tertidur
Melody mengelus dadanya sambil mengucapkan kata syukur karena Samudra tak jadi menghukumnya. Sebenarnya ia juga sangat lelah... tadi uncle Moe juga menyuruhnya meminum vitamin Samudra dan ia mengambilnya satu. Tak lama si cendol pun menyusul ke alam mimpi.
Setelah 3 jam mereka pun sampai di sebuah Villa yang sudah di pesan tadi sore oleh Moe via telfon. Mereka pun beristirahat karena hari sudah lah sangat malam... semua merasa sangat lelah....
🐔🐔🐔🐔
Sudah pagi... hawa dingin menyeruak memasuki kamar, Melody merasa kedinginan... tangannya mencari hawa panas di sekitarnya begitu mendapatkannya ia menempel dan memeluknya erat
" Bu dingin peluk Mel dong... " ucapnya masih merasa dingin... sebuah pelukan erat segera membuatnya merasa hangat... ahhh enaknya hangaaat!! cicit Melody dan kian masuk ke dalam pelukan
Tok.. tok.. tok...
" Tuan.... maaf menganggu sudah pagi, pertemuan anda satu jam lagi " suara Moe terdengar dari luar
" Tuan... tuan... tok tok tok " ketukan dan panggilan yang sangat menganggu... terpaksa Samudra membuka matanya, padahal ia lagi enak-enaknya tidur
Melody juga mendengar namun ia masih ingin menikmati kehangatan ini... ia malas sekali bergerak
Kletek... bunyi pintu di buka
" Astaga... tuan... nona apa yang kalian lakukan??? " ucap Moe terdengar shock. Mendengar suara kaget Moe.. keduanya membuka mata bersamaan dan...
__ADS_1
" Kyaaaaaa..... tuan ngapain di ranjangnya Mel... ngak pake baju lagi, tuan mesummm 😱😱😤😤" teriak Melody histeris
" Hei bocah hentikan teriakanmu itu... kau yang kini berada di ranjangku... kok malah menuduhku!! " balas Samudra yang sebenarnya juga ngak kalah kaget.. jadi yang sedari tadi di peluknya si bocah...???
" Jadi yang Mell peluk2.. tuan... astagfirullah.... malu-maluin banget sih Mel kamu jadi perempuan " teriak Mel dalam hati... wajahnya sudah nano-nano kini.. tapi...
" Kok bisa kami tidur sekamar uncle Moe? " tanya Melody
" Iya Moe.. seingatku terakhir kan kami berada di mobil " timpal Samudra
" Begini tuan..kemaren saya kan pesan Villa yang besar ternyata villanya ada kerusakan hingga di ganti dengan villa 2 kamar ini, tapi di kamar ini kan ada 2 ranjang.. mengapa tuan dan nona malah tidur seranjang? " tanya Moe balik.. membuat keduanya hanya bisa saling tatap bingung
" Nona ini pakaian anda yang saya bawa dari Jakarta.. tuan ini pakaian anda, silahkan bersiap waktu kita ngak banyak lagi " kembali suara Moe mengagetkan keduanya
" Uncle Moe.. Mel numpang mandi di kamar sebelah ya...!! " pintanya dengan wajah memerah
" Silahkan saja.. kami sudah selesai memakainya " jawab Moe lalu berbalik keluar, seuntai senyum penuh kemenangan menyertai Moe
" He he kena kalian berdua, terpaksa aku harus turun tangan.. kalau engak kalian ngak akan bersatu... tunggu saja kejutan selanjutnya. tuan dan nona ha ha ha " kicau Moe senang dalam hati
Flassback On
Saat Moe di apartemen Samudra.. bos nya itu menelfonnya
" Moe.. dimana kau? "
" Kemasi pakaianku dan juga Melody, lalu jemput aku ke kantor.. pemilik tanah mau bertemu di Bandung besok pagi, kita jemput Melody sekalian " titahnya
" Baik tuan.." jawabnya
Sepanjang jalan menuju kampung Melody..Moe menguras otak untuk mencomblangi kedua orang yang menurut Moe cucok tapi sangat sulit di satukan. Yang satu ngak nyambung2.. yang satu masih trauma... padahal sebenarnya mereka saling suka.
Akhirnya rencana di mulai.. Moe menukar vitamin Samudra dengan obat tidur, karena sudah 3 malam bos nya itu bisa dibilang tidak tidur . Sesampainya di Bandung... Moe mengangkat Melody lalu mereka berdua mengangkat Samudra... dan merebahkan mereka di ranjang yang sama
" Buka baju tuan...!! " titahnya pada Ringgo
" Yang bener aja lo bos... Gimana ntar kalo ni gadis di perkosa bos, kita yang dosa " omel Ringgo namun ia tetap melakukannya
" Ngak mungkin lah tuan memperkosanya.. kalo ia juga biar aku yang nanggung dosanya " ucapnya
" Trus besok kalau di tanya bos.. aku jawab apa? "
" Udah ikutin aja jawabanku beres "
kemudian keduanya meninggalkan Melody dan Samudra dan tidur di kamar sebelah.
Ternyata uncle Moe.. nakal ya... 😈😈
__ADS_1
Flassback off
🐠🐠🐠🐠
Sementara itu di kampung, setelah Samudra pergi dan semua tamu pulang Imah dan suami beserta Isah dan suami berkumpul bersama di ruang tengah.. mereka membuka amplop dari Samudra
Betapa kagetnya mereka berdua.. saat mendapati uang dari Samudra yang jumlahnya tidak sedikit
" Du.. dua puluh juta.. ngak salah ini...?? ya Allah Alhamdulillah " ucap mereka bersamaan
" Mba.. kaya dan murah hati sekali bos nya Melody, memberi uang duka saja banyak sekali..mba beruntung sekali dapat uang sebanyak ini " ucap Isah
" Alhamdulillah.. ini rezeki kita semua, begini saja aku usul. bagaimana jika uang ini kita bagi....10 jt di simpan untuk selamatan ibu sampai selesai.. sisanya kita bagi 2 gimana? " tanya Imah
" Ya Allah terimakasih mba.. kalau aku di beri sampai 5 juta, akan kusimpan uangnya buat Ahmad masuk kuliah... ngak papa kan mba " ucapnya senang
" Atau begini saja Isah.... yang 10 juta untuk Ahmad.. biar yang 5 juta aja buat selamatan ibu... besok2 kalau kurang aku kirim dari jakarta.. Gimana, kurasa itu lebih baik " saran Imah lagi
" Saya nunut aja mba... terimakasih mba... mas Iwan atas kebaikan kalian " ucap Isah dengan mata berkaca-kaca
" Sama-sama Isah... kita ini saudara sudah sepatutnya saling memperhatikan, maafkan kami juga bukan orang kaya... jika kami berkelebihan kami pasti dengan senang hati mau membantu biaya anakmu kuliah " jawab Iwan
🐏🐏🐏🐏
Melody sudah selesai bersiap.. ia pun ke ruang makan.. Moe sudah memesankan mereka sarapan. Ia dan Samudra keluar kamar bersamaan. Rasa canggung begitu terasa di meja makan..
" Tuan.. maafkan Mel ya, sudah menuduh tuan yang engak-engak " ucap Melody sambil meladeni Samudra makan
" Ya ngak papa, aku juga heran kok bisa kita tidur satu ranjang... sayang aku ngak sadar " jawab Samudra
" Maksud tuan apa? "
" Kalau aku sadar kau semalaman memelukku... aku akan Selfie dan mengirimnya pada kedua orang tuamu, buar mereka tau semesum apa anak gadis mereka ini ha ha ha " olok Samudra
" Tuannnnn...... Mel maluuuuu.....!!! " jerit Melody sambil mencubit lengan Samudra, Samudra dengan lihai menghindari cubitan Melody... ia malah mengenggam balik tangan Melody dan mencium punggung tangan Melody
" Malu tapi kamu suka kan.. bagaimana badanku sangat hangatkan? nanti malam aku mau saja menghangatkanmu lagi.. Gimana?? " bisiknya lagi sambil tersenyum senang...
Pletak... centong nasi mendarat dengan manis di kepala Samudra
" Masih mau... 😡😡😤😤 sudah makan saja!! " bentak Melody kesal
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee nya
Ditunggu vote kalian semua... 😍😍
__ADS_1