Melodi I Love You

Melodi I Love You
222. Wani piro


__ADS_3

Pagi pagi wajah Samudra sudah kerem aja begitu memasuki kantor PT. Samudra. Gimana ngak kesel coba, sudah kemaren spot jantung... malamnya di PHP in Ama istrinya, begitu pagi pengen minta Melody kumat lagi muntah2 saat dekat dengannya 😒😑😑.


" Ya Tuhan....sampai kapan istriku bersifat seperti bunglon begitu, betapa tersiksanya diriku arghhhhh, kasian banget tornadoku ini cenat cenut sekarat " keluh Samudra dalam hati. Entah Melody sendiri bingung dengan dirinya, terkadang ia pengen nempel aja terus dengan suaminya...bahkan kadang yungsep di ketek Samudra berjam-jam tapi terkadang ia benci banget melihat suaminya... berdekatan dengan suaminya , sampe pengen nyekek aja πŸ˜‚πŸ˜‚kalo dah deketan.


Dan kekesalan itu harus di tumpahkan nya ...dan siapa lagi yang paling mudah di marahi kalau tidak anak buahnya.


" Tika.. panggil Moe cs sekarang !!" titahnya tanpa basa basi, Moe cs yang berdiri tak jauh dari Tika mendengarnya, langsung saja wajah Moe cs memucat...mereka hapal betul dengan nada suara Samudra


" Cantik... kalau 30 menit kami belum keluar, tolong di tengok ya πŸ™πŸ™ " ucap Moe sebelum masuk ke ruangan Samudra.


Aura kegelapan langsung terasa begitu mereka memasuki ruangan , apalagi saat melihat wajah Samudra yang dah selevel dengan jeruk purut ...OMG sangat menyeramkan 😰😰😰


" Selamat pagi tuan... ada perintah ??!!" tanya Moe begitu masuk, Samudra melotot dan melepas kacamata di wajahnya lalu berdiri


" Angkat satu kaki kalian !!" titahnya setengah membentak, semua langsung mengangkat sebelah kakinya termasuk Moe


" Kalian tau mengapa kalian ku panggil hah ??!!" tanyanya sambil berkacak pinggang..semua diam


" Jawab !!πŸ‘ΏπŸ‘Ώ" ucap Samudra kesal


" Karena masalah kemaren tuan , saya tidak melapor pada tuan !!" sahut Moe


" Betul... mengapa kau tak melapor.. kau bahkan tak mengangkat telfonku Moe...dan kau kau kau juga tak mengangkat puluhan kali telfon dariku , berani sekali kalian ya πŸ”₯πŸ”₯😑😑" omel Samudra


" Tapi tuan... saya hanya menjalankan permintaan nyonya Melody yang ingin memberi kejutan pada tuan ...bukan nya hendak menentang tuan " Moe membela diri


" Sekarang aku tanya ...yang menggaji kalian itu aku apa istriku ??😑😑😑" tanya Samudra


" Ya tuan Samudra lah "


" Jadi perintah perintahku adalah mutlak ...perintahku di atas segala perintah yang lain termasuk perintah istriku !! paham !!"


" Jadi bagaiman jika nyonya yang meminta...kami harus menolak begitu ??" celetuk seseorang di belakang Moe


" Apa kau bilang menolak perintah istriku ?? kau mau kupecat apa berani menolak permintaan istriku ??" lha tambah marah doi πŸ˜‚πŸ˜‚


" Jadi kami harus bagaimana tuan ???" tanya Moe bingung


" Kalian itu semua pada sekolah ngak sih ?? tuh otak pada berfungsi apa ngak hah. Walau istriku meminta kalian merahasiakan apapun... iyakan saja di depannya , tapi kalian tetap harus melapor padaku tanpa di ketahuinya agar ia senang... toh aku kan bisa pura-pura kaget , paham !!" cecar Samudra panjanggggg kali lebaaaaarrr


" Paham tuan !!" jawab semua serentak sambil menghormat dan menurunkan kaki mereka


" Siapa yang menyuruh kalian menurunkan kaki ... angkat !!" titahnya masihlah kesal pake banget


" Punya otak itu di pake... jangan di taroh aja di lemari es !!" omelnya lagi


" Kok lemari es bos ??"


" Biar ngak beku tu otak...bla bla bla bla.... " masih panjanglah semua alunan yang keluar dari bibir Samudra yang beneran lagi illfill


30 menit sudahlah berlalu....


Tika berdiri sambil membawa beberapa berkas yang harus di tandatangani Samudra sebagai alasan untuk menengok Moe cs


" Ada apa sih kok mereka belum keluar-keluar ?? " tanya Tika dengan kekepoan yang besar Kartika lalu mengetuk pintu sebelum masuk

__ADS_1


" Permisi tuan..." ucapnya


" Ada apa !!" tanya Samudra setengah membentak membuat Kartika kaget


" Waduh hujan badai memang plus petir petir lagi " cicit Kartika


" Ini ada beberapa berkas yang harus segera tuan tandatangani ..." ucap Tika sambil menyerahkan berkas di tangannya...matanya melihat bagaimana Moe cs sepertinya sedang di hukum karena kaki mereka di angkat satu dengan keringan bercucuran di kening masing-masing


" Tika cantik tolong aku dong πŸ™πŸ™" pinta Moe dengan bahasa kalbu melalui tatapan matanya


" Minta tolong apa ??" sahut Tika tanpa suara


" Telfonkan nyonya Melody...bilang kami di hukum karena masalah kemarin ...please !!" pinta Moe sampai merapatkan kedua tangannya


" Wani Piro 😸😸" tanya Tika sambil tersenyum usil


" Minta apaan sih cantik..ok aa belikan "


" Prett.. aa aa...dasar aki aki tua, aku minta di traktir makan malam " ucap Tika dengan bahasa isyaratnya


" ok πŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ" kode Moe


Kartika mengambil kertas di kantongnya lalu Corat coret sebentar dan membentangkannya agar Moe bisa membacanya


Pizza jumbo 4, donat jco 4 kotak, martabak manis, asin @4 kotak, es teler 15 cup ❀️❀️❀️ diantar kerumah besok malam


Mata Moe cs melotot membacanya


" gile...tuh yang makan manusia apa Kunti sih, ngak Soleh makan malamnya cantik ??!itu perut apa karung sih " protes Moe... Tika langsung memonyongkan bibirnya...


" Asem... ni Tika, ini mah namanya pemerasan, tapi ngak papa deh dari pada begini sampe sore bisa patah kaki ku ...." cicit Moe dalam hati


" Sudah semua...ada lagi ??" suara Samudra mengagetkan semua yang sedang berfikir dan Tika yang sedang menunggu jawaban Moe


" Sudah tuan...terimakasih " ucap Tika lalu mengambil kembali berkas dari meja Samudra ..Ia berjalan menuju pintu sambil melirik Moe


" Bagaimana ...?? kesempatan terakhir he he "


" Ya ok....tapi yang cepat, ngak pake lama... kalo lama baru nyonya datang, ngak jadi 😀😀" sahut Moe akhirnya menyerah dengan negosiasi tersebut


" Yes...yes...yes acara arisan gue ngak keluar duit...he he terimakasih Moe hehe" ucap Tika girang begitu keluar dari ruangan Samudra. Ia lalu mengambil hp nya dan berjalan ke toilet untuk menelfon Melody


" Hallo assalamualaikum, apa kabar bumil cantik " sapa Tika


" Wa alaikum salam..baik mba Tika, ada apa mba ??" sahut Melody


" Mel...mba mau cerita nih...tadi barusan mba baru keluar dari ruangan tuan Sam... aduhduh kasihan banget tu si Moe cs di hukum dari tadi ama tuan " lapornya


" Ha...?? di hukum kenapa mba ??" tanya Melody kaget


" kayaknya gegara kemaren deh Mel... aduh kasian banget mereka di suruh angkat kaki sebelah sama jewer kuping. Tolongin Napa Mel, bisa masuk ICU tuh si bangkotan Moe kalau begitu " ucap Tika membuat Mel langsung berdiri


" Sebentar Mel telfon ayang... Mel marahin nan...."


" Ettt jangan begitu Mel, kalo Mel telfon terus marahin ntar ketauan tuan kalo mba Tika ngadu...malah mba Tika bisa di pecat dong ama tuan " cegah Tika

__ADS_1


" Jadi gimana dong mba...??"


" Kamu sekarang dandan yang cantik...pake parfum yang wangi, datang ke kantor dah senangkan tuan udah pasti langsung di bubarin tuh pampamres hehe " usul Tika


" Ya udah... bentar ya " sahut Melody


Tika keluar dari toilet sambil tersenyum penuh kemenangan....


" Ahh mimpi apa semalam, rezekiku bagus banget hari ini hehe" ucapnya sambil cengegesan sendiri


25 menit berlalu....


Moe cs masihlah menjalankan hukuman ala ala dari Samudra... Moe sudah Menganti posisi kakinya berkali-kali, ia sudah tak muda lagi mana kuat menjalankan hukuman macam ini...


" Apa ini tandanya aku sudah harus pensiun ya ???" tanyanya dalam hati, sedangkan Samudra cuek aja ...ia asik saja bekerja tentu dengan memasang wajah mode jeruk purutnya


Tok..tok..tok...


" Assalamu alai.....lho ayang ada apa ini ??" tanya Melody yang masuk dan pura-pura terkejut melihat Moe cs yang di hukum... Samudra juga ngak kalah terkejut...


Gubrak... suara tubuhnya yang terjengkang dari kursi saking kagetnya


" Sayang... kok kemari ngak bilang -bilang ??" tanya Samudra dengan wajah memucat sambil memberi kode pada pengawalnya untuk tutup mulut, Melody berjalan mendekati Samudra dan memeluk lehernya dengan manja


" Mel kangen.....πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°" ucapnya pelan membuat Samudra langsung sumringah aja...tangannya langsung memberi kode agar Moe cs pergi dari hadapannya.


" Alhamdulillah.... akhirnya pawangnya datang " ucap syukur semua pengawal


Tanpa suara mereka pun berjalan keluar dari ruangan Samudra... setelah pintu di tutup...


" Ya ampun.... kakiku rasanya mau patah... aduh aduh aduh " ucap Moe terduduk di sofa di dekat Tika, Tika hanya terkekeh


" Makanya sadar diri tuh sudah tua..bangkotan ...aki aki, kaki aja susah berdiri apalagi tuh si toing ha ha ha " olok Tika sambil menyerahkan sebuah kertas pada Moe


" Apa ini....cantik ?? " tanyanya


" Tika dah pesan... tinggal di bayar, terimakasih atas traktirannya hehe" jawab Tika penuh kemenangan, Moe hanya bisa menghela nafas sambil menempelkan nota tadi di jidat keningnya


" Nasip...nasip...nih bayar sendiri aku cape ." ucapnya sedih sambil memberikan kartunya pada Tika


Sementara itu di dalam ruangan si soang.....


Samudra langsung menarik istrinya kepangkuannya, ia paling ngak kuat melihat istrinya jika sudah bermanja-manja seperti itu, bibirnya langsung aja dah nyosor dengan penuh nepsong , Melody melayani saja sosoran suaminya itu


" Sayang.... tornadoku boleh masuk ya , bentarrr aja !!" pintanya dengan suara menderu sudah sejak semalam hasratnya tertahan


" Ok...tapi nanti kita jalan ke pasar malam ya, Mell pingin naik kincir angin sambil makan Salome " pintanya yang tanpa pikir panjang di ok kan oleh Samudra


Samudra pun mengangkat istrinya ke kamarnya dan mengunci kamar dengan rapat. Ngak pake lama terdengarlah suara suara alam nan merdu menghiasi kamar tersebut...


Selanjutnya hari di lalui dengan penuh senyum bahkan senyum si soang sampai ke kupingnya karena tadi ci Mel mengizinkannya tambah tambah 🀭🀭🀭


Okay sampe sini dulu ya sis...Othor juga bakalan senyum sampai ke kuping jika Minggu ini vote nya tinggi ya sista


Eps ini Thor kasih 1509 kata karena kemaren ngak up

__ADS_1


Love you all ❀️❀️❀️


__ADS_2